Desi (Cv.Duo Davari), Tuding Media Beritakan Fitnah Terkait Dugaan Langgar Spesifikasi Teknis

Pekerjaan Rehabilitasi Jaling Perumahan sebanyak 23 titik, namun, papan nama proyek hanya ada 1 dijalan Beringin IV, Lolong , Padang

Mitra Rakyat.com(Padang)
Pekerjaan Peningkatan dan Rehabilitasi Jalan Lingkung Paket 2, milik Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan(DPRKPP) Kota Padang,Bidang Jalan Lingkung(Jaling), berilai Rp 4.505.311.329.70,-, dikerjakan CV.Duo Davari dan CV.Gasitech Consultan sebagai konsultan pengawas. Sebelumnya, kuat dugaan melanggar spesifikasi teknis dalam pelaksanaanya, pada Sabtu(27/07)waktu lalu.

Terpantau media pada saat itu, diduga rekanan(CV. Duo Davari) melakukan penghamparan aspal saat cuaca hujan lebat, suhu hotmix saat itu diukur menggunakan alat pengukur suhu tidak mencapai 80'c, kemudian, permukaan jalan yang akan diaspal penuh debu(belum dibersihkan), dan pemakaian Prime Coat hanya sekedar saja di jalan Kelapa Gading Astratek, Padang, waktu itu. Bahkan, pekerjaan yang dilaksankan sebanyak 23 titik itu, papan nama proyek hanya berada disatu tempat, Jalan Beringin IV, Lolong.

Suhu panas Hotmix diatas Dum truk saat diukur menggunakan alat pengukur suhu didapati tidak mencapai 80'c

Namun, kontraktor yang akrab disapa Desi pemilik CV.Duo Davari membantah itu semua dengan menyebutkan," jangan memfitnah kontraktor yang bekerja dengan susah payah ini, kami kontraktor belum tentu beruntung pada pekerjaan ini", kata Desi.

Terkait dugaan suhu aspal yang tidak sesuai itu merupakan suatu hal yang tidak benar, kata Desi, sebab, saat itu PPK kegiatan Norman ikut mengukur suhu aspal pada hari Sabtu, 27 Juli 2019, dan  PPK dapati suhu Aspal(Hotmix) 150'c ", jelas Desi.

Dilanjutkannya, menyangkut dugaan aspal dihampar saat cuaca hujan lebat itu, Desi mengakuinya, namun, itu harus dilakukan karena aspal sudah dihampar sebelum hujan turun, jadi pekerjaan saat hujan itu hanya menyelesaikan saja, ungkap Desi.

Baiknya mengukur suhu menggunakan alat itu harus dibenamkan ke dalam aspal ada di Dum truk, jangan hanya sekedar diatas tumpukan aspal saja, ketus Desi.

Sebelumnya, awak media menggunakan alat pengukur suhu digital denga sistim laser atau infra red yang telah teruji kwalitasnya, cara penggunaannya cukup laser ditembakan dengan jarak max 10 cm dari objek, kemudian kita akan dapati hasilnya suhunya. Jadi tidak mungkin alat dibenamkan kedalam tumpukan aspal lagi.

Sampai berita ini ditayangkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan itu Noerman belum berikan tanggapan nya, saat dikonfrotir via what shappnya 0858309836xx, pada Sabtu(27/07) waktu itu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya. *Roel/ikw*

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.