AAYT Agam Aia Gadang Aksi Anam Koto APD Aset Asimilasi Atlet ATR Aturan Baharuddin Bandung Bansos Bantuan Batu Sangkar Bebas Belajar Bencana Berbagi Bhayangkara Bhayangkari Bina Marga BKPSDM BLPP BLT Dana Desa BNN BNNK Box Redaksi BPBD BPK RI BPN BTN Bukittinggi Bully Bupati Bupati Pasbar Camat Cerpen Corona Covid Covid 19 Covid-19 CPNS cross Dandim Dilaporkan Dinkes Dinsos Direktur Disinfektan DPC DPD Golkar DPRD DPRD Padang Duta Genre Emma Yohana Erick Hariyona Ershi Facebook Formalin Fuso Gempars Gerindra Gor Gudang gugus tugas Hakim HANI Himbau Hoax Humas Hutan Kota Ikan Tongkol Ikw Incasi Intel Internasional Isolasi Jakarta Jalan Jubir Jumat berbagi Jurnalis Kabid Kader Kadis Kanit Kapa Kapolres Karantina Kasat Kebakaran Kemanusiaan Keracunan kerjasama Kesbangpol Ketua Ketua DPRD Kinali Kodim KOK Kolaboraksi Komisi KONI Kontak Kontrak Korban Korban Banjir Korupsi Kota Padang kuasa hukum Kurang Mampu Labor Laka Lantas Lapas Laporan Laporkan Laskar Lebaran Lembah Melintang Leting Maapam Mahasiswa Maligi Masjid Masker Medsos Mengajar metrologi MoU MPP MRPB MRPB Peduli Mujahidin Muri Narapidana Narkoba Negatif New Normal New Pasbar News Pasbar Ngawi ODP OfRoad Oknum olah raga Opini Opino OTG PAC Padang Padang Panjang Padang Pariaman Pandemi Pangan Pantai Maligi Panti Asuhan Pariaman Paripurna pariwara Partai Pasaan Pasaman Pasaman Barat Pasbar Pasbat Pasien PDIP PDP Peduli peduli lingkungan Pegawai Pemalsuan Pembinaan Pemda Pemerasan Pemerintah Pemilihan Pemuda Pencemaran Pengadaan Pengadilan Penganiayaan Pengawasan Penghargaan penusukan Penyelidikan Penyu Perantauan Perawatan Perbatasan Periode Pers Pertanahan Pessel Pilkada PKH PKK Plasma PN PN Pasbar pol pp Polisi Politik Polres Polres Pasbar Pos Pos perbatasan Positif posko Prestasi PSBB Puan PUPR Pusdalops Puskesmas Rapid Test Relawan Reses RSUD RSUP M Djamil RTLH SAR Satgas Satlantas Sekda Sekda Pasbar Sembako Sertijab Sewenang wenang Sidak sijunjung sirkuit SK Solok SolSel sosial Sosialisasi Sumbar Sunatan massal swab Talamau Talu Tanah Tanah Datar Tata Usaha teluk tapang Terisolir Tersangka Thermogun TMMD TNI Tongkol TP.PKK tuak Tukik Ujung Gading Ultimatum Unand Upacara Update usir balik Virtual Wali Nagari wartawan Waspada Wirid Yasin Yamaha Vega Yarsi Yulianto ZI Zona Hijau Zona Merah

Diduga, Proyek Siluman DPUPR Kota Padang Tidak Sesuai Spek dan Teknis

Diduga, proyek Siluman DPUPR Kota Padang, tidak sesuai speks dan teknis

Mitra Rakyat.com(Padang)
Diduga, ada proyek siluman Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, dikawasan pemakaman umum Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Disebut siluman, karena sepanjang proyek dikerjakan belum pernah warga sekitar melihat papan nama proyek ada dilokasi, kata warga dengan inisial H, Senin( 01/07).

"Apakah pembangunan proyek drainase tersebut sumber dananya dari APBN, APBD kota padang, kita tidak tau, karena tidak ada plang proyek sebagai informasinya, jadi wajar kalau proyek tanpa papan nama itu disebut proyek siluman"kata warga tersebut.

Sementara, kewajiban memasang plang papan nama proyek tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Selain itu, tambahnya lagi, "ada Permen PU No.12 Tahun 2014 tentang pembangunan drainase kota,infrastruktur,jalan dan proyek irigasi. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek", tutur H.

Warga menyebutkan, setiap proyek yang mempergunakan keuangan negara dalam mengerjakan sebuah pembangunan harus transparan, perusahaan atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, harus mematuhi kaidah-kaidah yang sudah ditentukan oleh pemerintah, seperti, memasang papan merek agar masyarakat juga mengetahuinya.

"Kalau tidak ada papan merek atau plang nama, sama saja dengan proyek siluman dan sangat rentan terjadinya pelanggaran terhadap spek dan teknisnya," tandasnya.

Seperti, pemasangan batu pondasi diduga kontraktor tidak memakai koporan atau galian sedalam minimal 30cm. Juga, material batu yang digunakan tidak bersih dan terindikasi bekas bangunan lama, juga adukan pasir dan semennya kuat dugaan tidak sesuai speks, jelas warga tersebut.

Parahnya, kontraktor tidak ada menggunkan lantai kerja, kemudian kontraktor bekerja tanpa didampingi tenaga teknis dan pengawas, baik dari konsultan maupun dari dinas terkait, cakapnya.

Bahkan, ada beberapa makam terkesan sengaja dihimpit dengan bangunan pondasi drainase olah kontraktor, pungkas H.

Pemakaian material batu bekas bongkaran bangunan lama oleh kontraktor

Saat media telusur kelokasi, kemudian menanyakan keberadaan pengawas dan kontraktor kepada salah seorang tukang (pekerja) proyek pada hari yang sama, tukang mengatakan tidak ada dilokasi sekarang.

"Kontraktor datangnya tidak menentu, kadang hanya hari Sabtu saja untuk bayar gaji pekerja",kata tukang yang tidak menyebutkan namanya itu.

Kemudian, tukang itu membenarkan penggunaan material batu bekas untuk pondasi yang baru, " batu ini akan dipakai lagi untuk pemasangan yang baru", kata tukang itu seraya terus melakukan pembokaran bangunan lama drainase.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu jawaban konfirmasi dari pihak kontraktor, PPTK, dan PPK kegiatan.*Roel*

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.