AAYT Agam Aia Gadang Aksi Anam Koto APD Asimilasi Aturan Baharuddin Bandung Bansos Bantuan Batu Sangkar Bebas Bencana Berbagi Bhayangkari BLPP BLT Dana Desa Box Redaksi BPBD BTN Bukittinggi Bully Bupati Bupati Pasbar Camat Cerpen Corona Covid Covid 19 Covid-19 CPNS cross Dandim Dilaporkan Disinfektan DPC DPD Golkar DPRD DPRD Padang Duta Genre Emma Yohana Erick Hariyona Ershi Facebook Formalin Fuso gugus tugas Hakim Himbau Hoax Humas Hutan Kota Ikan Tongkol Ikw Incasi Intel Internasional Isolasi Jakarta Jalan Jubir Jumat berbagi Jurnalis Kadis Kanit Kapa Kapolres Karantina Kasat Kebakaran Kemanusiaan Keracunan kerjasama Ketua DPRD Kinali Kodim KOK Kolaboraksi KONI Kontak Korban Korban Banjir Kota Padang Kurang Mampu Laka Lantas Lapas Laporan Laporkan Laskar Lebaran Lembah Melintang Leting Maapam Mahasiswa Maligi Masjid Masker Medsos metrologi MRPB MRPB Peduli Mujahidin Muri Narapidana Negatif New Normal News Pasbar Ngawi ODP OfRoad Oknum olah raga Opini Opino OTG PAC Padang Padang Panjang Padang Pariaman Pandemi Pangan Pantai Maligi Pariaman pariwara Pasaan Pasaman Pasaman Barat Pasbar Pasbat Pasien PDIP PDP Peduli peduli lingkungan Pegawai Pemerasan Pemerintah Pemuda Pencemaran Pengadilan Penganiayaan Pengawasan penusukan Penyelidikan Penyu Perantauan Perawatan Perbatasan Pers Pessel Pilkada PKH PKK Plasma PN PN Pasbar pol pp Polisi Polres Polres Pasbar Pos Pos perbatasan Positif posko PSBB Puan Pusdalops Puskesmas Rapid Test Relawan Reses RSUD RSUP M Djamil RTLH SAR Satgas Satlantas Sekda Sekda Pasbar Sembako Sertijab sijunjung sirkuit Solok SolSel sosial Sosialisasi Sumbar Sunatan massal swab Talamau Talu Tanah Datar teluk tapang Terisolir Thermogun TMMD TNI Tongkol tuak Tukik Ujung Gading Update usir balik Wali Nagari wartawan Wirid Yasin Yamaha Vega Yarsi Yulianto ZI Zona Merah

Johan : Pekerjaan Lambat Terkendala Pembebasan Lahan yang Belum Selesai

Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Jembatan Lolong (P.099) ke-4, Terkesan Lambat oleh PT. CAHAYA TUNGGAL ABADI (CTA)

Mitra Rakyat.com(Padang)
Dalam perjalanannya, pekerjaan lanjutan jembatan lolong(P.099) yang ke 4 kalinya terkesan mpot-mpotan atau lambat. Sebab, pekerjaan yang telah memasuki minggu ke 9, secara fisik disinyalir belum mencapai progres 30 persen oleh rekanan (PT.CTA) hingga berita ini diterbitkan.

Baca berita terkait:
Diduga, PT CTA Kangkangi Perpres No 54 Tahun 2010 dan UU No 14 Tahun 2008 pada Pekerjaan Jembatan Lolong

Kegiatan Berjalan 9 Minggu, Johan (PT.CTA) Sebut Lupa Perbaiki Papan Nama Proyek


Sementara, surat perintah melaksanakan pekerjaan(SPMK) dari DPUPR Provinsi Sumbar keluar tanggal 28 Mai 2019. Bahkan, untuk pengerjaan awal persiapan pengadaan direksikeet dan persiapan Alat Pengaman Keselamatan(APK), rekanan juga terkesan lalai, terpantau saat awak media telusuri lokasi pekerjaan, pada Rabu(31/07) dipinggir pantai Cimpago, Lolong, Padang.
Wawancara awak media bersama Johan Pelaksana Lapangan PT.CTA di Direksikeet Proyek
Proyek dengan nomor kontrak 30/12/KTR/-BMI/2019, yang bernilai Rp 15.424.481.000,  diawasi PT.Wiguna Sarana Teknik(WST) dengan masa pengerjaan selama 214 hari kalender ditambah masa pemeliharaan 180 hari kalender itu saat ini memang terlambat, kata Johan mengakuinya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan proyek jembatan ini mengalami keterlambatan, lanjut Johan,"diantaranya, sampai saat ini kami masih menunggu datangnya tiang pancang dari produsen (PT.Jaya Sentrikon)", tutur Johan.

Dan untuk pekerjaan pengaspalan sepanjang kurang lebih 800 m juga belum dikerjakan, kendala yang kami hadapi pada item pekerjaan tersebut, masih banyak masyarakat yang tinggal disana, katanya lagi.

Menurut keterangan Johan, "jalan yang akan dikerjakan masih dihuni penduduk setempat, terang Johan, " sementara, kata dinas terkait lahan sudah redy, tapi kenyataannya lahan yang dikerjakan belum dikosongkan sampai sekarang", tukasnya.

Menyangkut pengadaan direksikeet, memang kami belum sepenuhnya mempersiapkan,pungkas Johan.

Sementara itu menurut keterangan PPTK Yufrizal dengan sapaan Al mengatakan," pekerjaan terlambat lantaran produsen tiang pancang masih menunggu umur beton untuk dibawa ke lokasi pekerjaan, ungkap Al via telpon 0823906115xx pada hari yang sama.

Rekanan masih menunggu tiang pancang, sebab, umur beton tiang pancang yang dipesan belum cukup 28 hari dari PT.Jaya Sentrikon, sebut Al.

Terkait pekerjaan untuk pengaspalan jalan, rencananya rekanan mengerjakan bulan oktober, sekarang masih tahap pembuat badan jalan, cakap Al.

Terkait direksikeet yang belum lengkap oleh rekanan, Al menyebutkan," telah perintahkan anggotanya dilapangan untuk buat surat teguran lagi", pungkas Al.

Hingga berita ini ditayang, media masih upaya konfrotir pihak terkait lainnya. *Roel/ikw*

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.