MR.com, PASAMAN BARAT | Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai digelorakan Kepolisian Resor Pasaman Barat. Ribuan bendera Merah Putih dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai simbol ajakan agar perayaan kemerdekaan tidak sekadar seremoni.
Aksi tersebut dipimpin langsung Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.IK., M.H. di depan Mako Polres Pasaman Barat hingga kawasan Bundaran Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, Rabu (12/8/2026).
Sejak sekitar pukul 09.30 WIB, personel kepolisian menyasar pengendara dan masyarakat yang melintas. Bendera dibagikan secara langsung untuk dipasang dan dikibarkan menjelang 17 Agustus.
“Ribuan bendera kita bagikan kepada masyarakat dan para pengendara di kawasan Pasaman Baru dan Bundaran Simpang Empat,” kata Agung.
Namun, gerakan tersebut tidak berhenti di pusat pemerintahan kabupaten. Polres Pasaman Barat mengklaim pembagian bendera dilakukan serentak di seluruh wilayah hukumnya dengan mengerahkan personel Polsek jajaran.
Pesan yang ingin dibangun pun lebih besar dari sekadar memenuhi ruang publik dengan warna merah putih: membangkitkan kembali nasionalisme masyarakat di tengah momentum 81 tahun Indonesia merdeka.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2026,” ujar Agung.
Kapolres juga meminta masyarakat tidak menjadikan peringatan kemerdekaan sebatas kegiatan seremonial. Berbagai kegiatan positif, kreatif dan bermanfaat dinilai perlu digelar untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Tak berhenti di bendera
Yang menarik, keterlibatan Polres Pasaman Barat dalam menyambut kemerdekaan juga diarahkan kepada kelompok yang kelak menjadi penentu masa depan bangsa, yaitu generasi muda.
Agung telah menginstruksikan personel Satbinmas dan Bhabinkamtibmas di seluruh Polsek untuk melatih siswa-siswi SMA sederajat yang dipersiapkan menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di masing-masing kecamatan.
Ratusan pelajar disebut tengah menjalani latihan baris-berbaris untuk menjalankan tugas dalam upacara peringatan kemerdekaan.
“Saat ini personel kami telah melatih ratusan siswa dan siswi terbaik SMA sederajat dalam baris-berbaris untuk menjadi pasukan Paskibraka di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat,” katanya.
Bagi Agung, latihan tersebut bukan hanya soal ketepatan langkah, sikap sempurna, atau disiplin dalam barisan. Ada nilai kebangsaan yang ingin ditanamkan kepada para pelajar.
Sebab, para siswa itu dipandang sebagai generasi yang kelak akan menerima tongkat estafet kepemimpinan.
“Estafet kepemimpinan nantinya akan berada di pundak para siswa dan siswi ini. Karena itu, rasa kebanggaan berbangsa dan cinta Tanah Air perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Karena itu pula, momentum HUT ke-81 RI diharapkan tidak berhenti ketika bendera diturunkan pada 17 Agustus. Persatuan, kepedulian sosial dan semangat kebangsaan harus menjadi energi yang terus hidup setelah seremoni berakhir.
“Mari kita manfaatkan momentum Hari Kemerdekaan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, silaturahmi antar sesama, serta menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia,” pungkas Agung.
Kegiatan pembagian bendera tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Pasaman Barat, puluhan personel, awak media, serta perwakilan mahasiswa dari Kampus ITS Khatulistiwa dan Akbid Pasaman Barat.
Antusiasme masyarakat dan pengendara yang menerima bendera menjadi gambaran bahwa simbol kemerdekaan masih memiliki ruang kuat di tengah masyarakat. Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana Merah Putih berkibar di jalan-jalan Pasaman Barat, tetapi bagaimana semangat persatuan yang dibawanya benar-benar hidup dalam keseharian warga.
Editor : Chairur Rahman
