MR.com, PESISIR SELATAN| Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di daerah terus berjalan. Salah satu langkah konkretnya terlihat di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, di mana proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I) Kawasan Sawah Laweh Tarusan Lanjutan II kini resmi dimulai. Saat ini, proyek strategis tersebut tengah berada pada tahap awal pekerjaan fisik di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah alat berat seperti ekskavator telah dikerahkan untuk melakukan pengerukan dan perataan lahan. Para pekerja konstruksi yang dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) standar K3 juga tampak sibuk melakukan pengecoran serta pemasangan besi tulangan untuk dinding saluran irigasi.
Pengerjaan awal ini difokuskan pada pembentukan struktur utama jaringan agar pasokan air nantinya dapat mengalir secara optimal.
Kehadiran proyek Lanjutan II ini membawa angin segar bagi sektor pertanian di kawasan Tarusan. Selama ini, keterbatasan pasokan air yang merata kerap menjadi kendala utama bagi para petani dalam meningkatkan intensitas tanam mereka.
Dengan dibangunnya jaringan irigasi yang lebih permanen dan modern ini, diharapkan ribuan hektare lahan persawahan di kawasan Sawah Laweh tidak lagi bergantung sepenuhnya pada cuaca atau sistem pengairan tradisional.
"Pembangunan ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap nasib petani. Jika jaringan irigasi ini selesai, pasokan air ke sawah-sawah warga akan lebih stabil, sehingga indeks pertanaman bisa meningkat dari yang tadinya setahun sekali atau dua kali, bisa menjadi tiga kali lipat," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pihak kontraktor dan pengawas proyek pun berkomitmen untuk menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan, serta menargetkan pembangunan berjalan tepat waktu demi kepentingan masyarakat luas.
Jika berjalan sesuai rencana, rampungnya proyek D.I Sawah Laweh Tarusan Lanjutan II ini diproyeksikan akan menjadi motor penggerak baru bagi roda perekonomian di Pesisir Selatan, sekaligus memperkokoh posisi daerah ini sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Sumatera Barat.
