MR.com, Pasaman Barat | Mimbar Masjid Al-Falah Jambak di Nagari Lingkuang Aua Jambak, Kecamatan Pasaman, beralih fungsi sejenak usai salat Jumat. Di tempat itu, Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agung Tribawanto, duduk berhadapan dengan warga untuk mendengarkan sederet persoalan klasik yang tak kunjung usai di daerah tersebut, mulai dari pencurian sawit, maraknya narkoba, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Kedatangan Agung yang memboyong jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pasaman Barat dalam program "Jumat Keliling" disambut jemaah. Namun, keramahan pimpinan kepolisian itu segera diuji oleh serangkaian pertanyaan dan desakan bernada kritis dari warga setempat.
"Polri hadir bukan sekedar sebagai penegak hukum, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari rakyat," ujar Agung saat membuka forum dialog, Jumat (23/10).
Bagi Agung, safari keagamaan ini diklaim sebagai upaya menjaring kritik dan saran atas kinerja anak buahnya di lapangan.
Sawit Digondol, Narkoba Menyusup
Sesi tanya jawab berlangsung terus terang. Tokoh agama setempat, Ustaz Kasmir, mengeluhkan maraknya pencurian buah kelapa sawit, yang merupakan komoditas vital warga, serta kenakalan remaja yang kian meresahkan.
Nada lebih keras datang dari Kepala Jorong Ajip. Ia menyoroti bayang-bayang penyalahgunaan narkotika yang kian mengancam benteng sosial warga nagari. Ajip mendesak aparat tak sekedar menebar janji, tetapi mengambil tindakan tegas untuk menggulung jaringan pengedar di wilayah mereka.
Sementara itu, Sekretaris Nagari Lingkuang Aua Jambak, Andi Permana, melontarkan kritik terkait akses energi. Meski mengapresiasi keandalan polisi mengurai kemacetan lalu lintas, Andi mempertanyakan sulitnya warga mendapatkan BBM di pasaran.
Jawaban Polisi: Dari Pengawasan Orang Tua Hingga Barcode BBM
Menanggapi keluhan soal pencurian sawit, Agung tak menampik bahwa kasus tersebut marak dan didominasi oleh tindak kenakalan remaja serta tekanan ekonomi masyarakat kelas bawah.
Namun, alih-alih hanya mengandalkan pendekatan represif, Agung melemparkan sebagian tanggung jawab pengawasan kembali ke pundak keluarga.
"Kami mengajak para orang tua agar saling menjaga dan mengawasi aktivitas anak-anak ketika berada di luar rumah," kata Agung.
Soal ancaman narkoba, Agung mengklaim personel Satuan Reserse Narkoba terus menggelar patroli di kawasan rawan untuk memutus rantai peredaran. Ia berjanji aparatnya akan bergerak cepat begitu menerima aduan masyarakat.
Adapun mengenai krisis BBM yang dikeluhkan warga, Agung berdalih pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengunci celah kecurangan dalam pendistribusian energi fosil tersebut. Salah satunya lewat digitalisasi pengisian di SPBU.
"Polres Pasaman Barat dan pemerintah daerah sudah memberlakukan sistem barcode satu kali pengisian BBM untuk satu kendaraan bermotor," tuturnya.
Di penghujung dialog, Agung mengimbau warga agar tak ragu melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban lewat layanan panggilan darurat 110. Kini, bola berada di tangan aparat, sejauh mana janji respons cepat itu benar-benar terbukti di lapangan.( Humas polres)
Editor : Chairur Rahman
