-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Pasaman Semprot ASN : Jangan Main-Main, Aset Daerah Bisa Berujung Masalah Hukum

Monday, May 4, 2026 | Monday, May 04, 2026 WIB Last Updated 2026-05-04T05:37:13Z


MR.com, Pasaman | Bupati Pasaman, Welly Suhery, melontarkan peringatan keras kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (4/5/2026). Nada tegas itu bukan tanpa alasan. Di hadapan pejabat eselon II, III, IV hingga staf, Welly menguliti satu per satu persoalan mendasar yang dinilainya masih jauh dari kata tertib.


Sorotan utama mengarah pada rendahnya disiplin kinerja, laporan satu tahun program unggulan (progul) yang belum maksimal, hingga belum optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun yang paling menyita perhatian adalah carut-marut pengelolaan kendaraan dinas.


“Masih ada kendaraan dinas tidak terparkir di garasi, tidak menggunakan stiker logo Pasaman, bahkan tidak dilengkapi dokumen. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Welly dengan nada tinggi.


Menurutnya, pelanggaran penggunaan aset daerah bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut akuntabilitas dan potensi persoalan hukum. Ia menegaskan tidak akan ada ruang bagi ASN yang bermain-main dengan fasilitas negara.


“Saya tegaskan, semua kegiatan yang tidak disiplin, menggunakan aset tidak pada tempatnya dan di luar dasar hukum yang sah, jangan main-main. Tanpa persetujuan kepala daerah, itu bisa berujung pada masalah hukum,” sentaknya.


Welly pun langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Bidang Aset dan Akuntansi serta Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), untuk turun tangan tanpa kompromi.


“Bakeuda harus mengoordinir, lakukan pengawasan langsung dan ambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku mulai hari ini,” perintahnya.


Ia menekankan bahwa pengelolaan aset daerah harus dilakukan secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Sebab, menurutnya, kualitas pengelolaan aset berkorelasi langsung dengan capaian kinerja pemerintah daerah.


“Bagaimana mungkin kinerja akan baik jika aparaturnya tidak disiplin dan tidak bertanggung jawab,” ujarnya tajam.


Tak berhenti di situ, Welly juga menyinggung capaian PAD yang dinilai masih perlu digenjot. Ia meminta seluruh jajaran segera bergerak cepat dan tidak terjebak dalam pola kerja lamban.


“Saya minta segera dilakukan rapat khusus percepatan. Pastikan langkah-langkah konkret berjalan, sehingga seluruh target dapat dicapai sesuai jadwal,” katanya.


Menutup arahannya, Welly kembali mengingatkan soal budaya kerja. Ia menegaskan bahwa birokrasi tidak punya waktu untuk berjalan di tempat.


“Kita tidak punya ruang untuk bekerja lambat. Semua capaian harus terukur dan bisa dibuktikan,” pungkasnya. **


Editor  : Redaksi 


×
Berita Terbaru Update