MR.com, Pasaman Barat | Publik Pasaman Barat (Pasbar) tengah diguncang isu miring yang mencoreng wajah elite daerah. Sorotan tajam kini tertuju pada Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat yang ditantang membuktikan taringnya dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, setelah seorang anak mantan pejabat teras diduga kuat terciduk dalam sebuah pesta narkoba.
Informasi yang dihimpun mendadak liar di jagat maya, salah satunya melalui akun Pasbarinside. Korps Bhayangkara dilaporkan berhasil menggerebek sebuah lokasi di Jorong Kampung Cubadak, Kecamatan Pasaman. Hasilnya mencengangkan.
Baca Juga: Anak Eks Pejabat Diciduk Saat Dugaan Pesta Sabu, Publik Heboh
Empat orang diamankan saat asyik "pesta" barang haram jenis sabu. Ironisnya, satu dari empat terduga pelaku yang dicokok berinisial HD, nama yang langsung memicu kegaduhan publik karena disinyalir kuat merupakan anak mantan Bupati Pasaman Barat.
Menanggapi bola liar yang menggelinding di tengah masyarakat, Kasat Narkoba Polres Pasbar, Iptu Andika, langsung pasang badan. Ia menegaskan bahwa status hukum anak eks pejabat tersebut dipastikan aman dari intervensi politik ataupun relasi kuasa.
"Proses hukum terhadap anak mantan Bupati masih berjalan dan tegak lurus. Saat ini kita masih melengkapi berkas-berkasnya," tegas Iptu Andika dengan nada diplomatis namun singkat saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (17/6).
Meskipun polisi mengklaim bergerak "tegak lurus", publik telanjur skeptis. Hingga kini, pihak kepolisian terkesan masih irit bicara dan menutup rapat-rapat identitas lengkap serta peran detail dari masing-masing terduga pelaku, termasuk rincian barang bukti yang disita dari TKP.
Sikap super hati-hati aparat ini justru memantik reaksi keras dari warganet dan masyarakat sipil. Banyak pihak mendesak agar Polres Pasbar tidak "masuk angin" atau menerapkan hukum tebang pilih, mengingat kasus ini menyeret nama keluarga tokoh politik yang pernah bertaji di bumi Pasaman Barat.
Saat ini, HD bersama tiga rekannya dilaporkan masih menginap di sel Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Publik kini berada di posisi mengawal ketat, apakah jargon "tegak lurus" yang didengungkan kepolisian benar-benar berujung pada keadilan nyata, atau justru berakhir antiklimaks di balik tirai kompromi? Kita lihat saja.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak keluarga mantan pejabat terkait guna mendapatkan hak jawab berimbang.
Penulis : Chairur Rahman (Wartawan Madya)
Editor : Redaksi
