MR.com, Pasaman Barat | Pasaman Barat kembali diguncang kasus narkotika. Kali ini, sorotan publik tertuju pada salah satu terduga pelaku yang disebut-sebut merupakan anak mantan Wakil Bupati Pasaman Barat.
Informasi yang beredar luas di media sosial, termasuk dari akun Pasbarinside, menyebutkan Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat menggerebek sebuah lokasi di Jorong Kampung Cubadak, Kecamatan Pasaman, Selasa malam (26/5/2026).
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan empat orang yang diduga tengah terlibat pesta narkoba jenis sabu. Salah satu yang diamankan berinisial HD, nama yang kini ramai diperbincangkan warga lantaran diduga memiliki hubungan keluarga dengan mantan orang nomor dua di Pasaman Barat.
Kasus ini langsung memantik reaksi publik. Warganet ramai menyoroti ironi peredaran narkoba yang kini menyeret nama keluarga tokoh daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Tim Satres Narkoba kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian sebelum bergerak melakukan penangkapan.
Kasat Narkoba Polres Pasaman Barat saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan empat orang tersebut. Namun, pihak kepolisian masih menutup rapat identitas lengkap serta peran masing-masing terduga pelaku.
“Benar, ada empat orang yang diamankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” ujar sumber kepolisian.
Polisi juga belum membeberkan secara detail barang bukti yang diamankan dari lokasi penggerebekan. Seluruh informasi disebut akan disampaikan melalui keterangan resmi dalam waktu dekat.
“Untuk detail lengkap, nanti akan disampaikan oleh humas,” tambahnya.
Sementara itu, hingga Rabu dini hari, keempat orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pasaman Barat.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Pasbar. Banyak pihak mendesak aparat bertindak transparan dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum, terlebih ketika kasus narkoba diduga menyeret keluarga tokoh politik daerah.
Publik kini menunggu langkah tegas kepolisian sekaligus perkembangan hasil pemeriksaan terhadap para terduga pelaku.
Hingga berita diterbitkan media masih dalam tahap upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.
Sumber : ig.pasbarinside
Editor : Redaksi
