-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tapak Tilas Profesor Ganefri Menuju Rektor, Akademisi dan Penjaga Tradisi

Wednesday, March 11, 2026 | Wednesday, March 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T14:20:03Z

Prof Drs. H.Ganefri, M.Pd., Ph.D, 
(Datuak Djunjungan Nan Bagadiang)

 

Penulis : Chairur Rahman(Wartawan Muda)


MR.comProf Drs. H.Ganefri, M.Pd., Ph.D, yang menyandang gelar adat Datuak Djunjungan Nan Bagadiang, lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 17 Desember 1963. Ia dikenal sebagai akademisi teknik yang menapaki karier panjang di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Namanya mencuat secara nasional ketika menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) selama dua periode, dari 2016 hingga 2024. Pada masa itu pula, ia dipercaya menjadi Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia periode 2022–2024.


Karier akademiknya bermula dari latar kehidupan yang sederhana. Ganefri adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ketika berusia lima tahun, ia telah kehilangan ayahnya. Namun nilai-nilai kekerabatan Minangkabau yang kuat, yang dirangkum dalam pepatah “anak dipangku kamanakan dibimbiang” membuat perjalanan hidupnya tetap tertopang oleh keluarga besar.


Saat duduk di kelas IV sekolah dasar, ia meninggalkan kampung halamannya di Payakumbuh untuk merantau ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Ia tinggal bersama etek-nya demi melanjutkan pendidikan. Sejak kecil, ia telah menyerap pesan yang lazim di masyarakat Minangkabau, “biarlah kurang makan asal anak sekolah.” Nilai itu kelak menjadi fondasi tekadnya menempuh pendidikan tinggi.


Ganefri menamatkan pendidikan dasar pada 1976 dan SMP di Belakang Padang, Batam, pada 1980. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan menengah atas di Tanjung Pinang pada 1983. Perjalanan akademiknya berlanjut ke IKIP Padang yang kini dikenal sebagai Universitas Negeri Padang, tempat ia meraih gelar sarjana Pendidikan Elektro pada 1988. Ia kemudian menempuh studi magister Pendidikan Teknik dan Kejuruan di IKIP Yogyakarta dan lulus pada 1996. Gelar doktor dalam bidang Pendidikan Teknikal Vokasional diraihnya dari Universiti Kebangsaan Malaysia pada 2011, dengan disertasi mengenai prestasi kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.


Karier profesionalnya dimulai pada 1989 sebagai dosen di IKIP Padang. Di lingkungan Fakultas Teknik, ia dipercaya mengelola berbagai tanggung jawab akademik. Pada awal 1990-an, ia menjabat Kepala Laboratorium Komputer Fakultas Teknik. Setelah itu, ia meniti jenjang kepemimpinan kampus sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Elektro (1999–2004), Pembantu Dekan II Fakultas Teknik, hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Teknik UNP selama dua periode, 2007–2011 dan 2011–2014.


Selepas masa dekan, pemerintah menunjuknya sebagai Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah X yang kini dikenal sebagai LLDIKTI untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau. Ia dilantik di Jakarta pada 18 Desember 2014 oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi saat itu, Mohammad Nasir.


Puncak kariernya di kampus terjadi pada 2016 ketika ia terpilih sebagai Rektor Universitas Negeri Padang ke-12. Dalam pemilihan oleh senat universitas dan perwakilan kementerian, ia meraih 63 suara dari 126 suara, mengungguli rektor petahana saat itu, Prof. Yanuar Kiram. Empat tahun kemudian, pada 2020, Ganefri kembali memenangkan pemilihan rektor untuk periode kedua dengan dukungan 126 dari 131 suara yang diperebutkan. Ia dilantik secara daring pada masa pandemi Covid-19 oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ainun Na’im.


Selain sebagai akademisi, Ganefri dikenal aktif di berbagai organisasi. Sejak masa sekolah ia terlibat dalam OSIS, lalu aktif di organisasi kemahasiswaan ketika kuliah. Di luar kampus, ia memimpin berbagai organisasi profesional dan kemasyarakatan, di antaranya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Teknologi Kejuruan Indonesia (APTEKINDO) serta Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Barat periode 2019–2024.


Dalam bidang olahraga dan alumni, ia juga pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Drajat Sumatera Barat serta Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang selama dua periode.


Pada 20 Mei 2023, Ganefri menerima gelar adat Minangkabau Datuak Djunjungan Nan Bagadiang sebagai penghulu Suku Banuampu di Nagari VII Koto Talago, Kabupaten Lima Puluh Kota. Gelar itu menggantikan mamaknya, Prof. Kamardi Thalut, yang wafat sebelumnya.


Dalam kehidupan pribadi, Ganefri menikah dengan Prof. Dra. Hj. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D., seorang guru besar di Universitas Negeri Padang dalam bidang pendidikan kewirausahaan. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak. Putri sulung mereka, Rindang Ayu, mengikuti jejak orang tuanya menjadi dosen di Departemen Psikologi UNP.


Perjalanan hidup Ganefri dari anak yatim di Payakumbuh hingga menjadi pemimpin universitas negeri besar di Sumatera Barat menunjukkan perpaduan antara tradisi Minangkabau, ketekunan akademik, dan kepemimpinan dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia.


Artikel ini ditulis dari berdasarkan beberapa sumber.

×
Berita Terbaru Update