Arah Perubahan Pemuda


Opini
Ditulis Oleh: Dinda Rahma
(Pelajar)

Mitra Rakyat.com
Pada tanggal 28 Oktober 2019, dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, Banteng Muda Indonesia (BMI) Cileunyi menggelar kegiatan sosial, seni dan budaya. Acara tersebut, digelar di Rumah Makan Ampera jl. Cileunyi–Cibiru yang diisi dengan berbagai kegiatan dan penampilan atraksi seni dan budaya yang berbagai macam seni kearifan lokal pun ditampilkan.

Guna mengenalkan kepada pemuda pemudi serta tokoh masyarakat yang  hadir, tujuannya tak lain agar seni budaya lokal di Kecamatan Cileunyi khususnya tidak terlupakan dan  tidak tergerus kemajuan zaman, disini BMI peduli akan perkembangan seni budaya sunda yang menjadi seni kearifan lokal di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Galamedianews, 30/10/19).

Dalam  acara tersebut memanglah  ditujukan kepada pemuda pemudi dengan mengenalkan kearifan lokal. Semangat pemuda pemudi tentulah sangat besar dalam memperingatinya. Namun pada hari Sumpah Pemuda ini sangat disayangkan, jika yang dilihat dari kearifan lokal. Sebab dari hal tersebut, akankah pemuda dapat bangkit membawa perubahan? Melihat berbagai peringatan Sumpah Pemuda, dilakukan setiap tahun, perubahan apa yang bisa terindera?

Perubahan suatu bangsa dan negara sangatlah membutuhkan kontribusi pemuda. Pemuda sang generasi penerus, sebagai agen perubahan,   diharapkan mampu melahirkan agen-agen baru dan men-charge pemuda untuk mewujudkan perubahan. Apalagi kita ketahui hari ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Maka dengan peran pemudalah maka masa depan bangsa akan bangkit.

Bung Karno pernah memberi pesan yang melegenda terkait pemuda yaitu “Beri aku seribu orang tua. Niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda. Maka akan kuguncang dunia."
Kita sama-sama tahu, bahwa pemuda  adalah tonggaknya negeri, tonggaknya peradaban.

Pemudalah generasi penerus negeri. Negara kita, Indonesia, pun memiliki satu tonggak utama dalam sejarah  HYPERLINK "https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Nasional_Indonesia" \o "Kebangkitan Nasional Indonesia" pergerakan kemerdekaan Indonesia, yakni Sumpah Pemuda.

Ikrar Sumpah Pemuda dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara  HYPERLINK "https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia" \o "Indonesia" Indonesia. Dengan begitu, sejak 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda, yaitu hari nasional untuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda.

Maka dengan adanya hari nasional tersebut, masyarakat memperingatinya dengan berbagai kegiatan. Sayangnya, kegiatan yang ditampilkan tidak berkontribusi pada pembentukan pemuda sebagai agen perubahan.
 
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu,  “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya“. (HR. At-Tirmizi)
     
Usia akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban untuk apa dihabiskan. Masa muda termasuk dalam usia, akan tetapi selanjutnya, masa muda kembali ditanyakan dan diminta pertanggungjawaban secara khusus. Oleh karena itu masa muda ini perlu benar-benar diperhatikan, terlebih pemuda adalah generasi penerus.

Maka gunakanlah kesempatan umur dan masa muda ini untuk meraih ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal untuk menjadi agen perubahan.

Pemuda yang menyadari akan pertanggungjawabnnya di akhirat, maka mereka akan memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya dengan mencari ilmu dan aktivitas positif lainnya. Sehingga dari sini, arah perubahan itu menjadi kepada kebaikan dan Islam. Sebab landasan mereka adalah aqidah Islam.
   
Sudah saatnya pemuda berperan untuk generasi perubahan, digiring kepada kebangkitan. Sebab sangat disayangkan ketika masa muda hanya dilakukan dengan pemuasannya terhadap dunia, dengan hura-hura, memenuhi gaya hidup untuk kesenangan dunia semata. Menjadi reminder bersama, bahwa tujuan hidup kita adalah beribadah kepada Allah SWT, meraih RidhaNya. Apa-apa yang kita lakukan akan ada pertanggungjawaban kelak. Seharusnya pemuda memiliki visi langit, dengan membawa perubahan di dunia yang kelak akan melangit menjadi pemberat amal kebaikan.
   
Melihat kondisi negeri dengan berbagai permasalahan, kita harus segera membawa perubahan, yakni perubahan menuju kebangkitan Islam. Sebab membawa perubahan dengan apa yang Allah turunkan menjadi pondasi yang kuat dan shahih. Menjadi tugas kita sebagai muslim mengembalikan kejayaan Islam. Maka saat ini kita membutuhkan pemuda dengan iman dan takwanya dalam kebangkitan Islam. Kokohkan aqidah Islam para pemuda, bangun pemuda dengan pemikiran Islam, dan jadikan pemuda ber-syakhsiyah Islam. Thariqah Rasulullah Saw. menjadi tuntunannya mewujudkan perubahan.
   
Allah SWT telah memberikan hal yang istimewa terhadap pemuda yaitu usia, kesempatan belajar, energi, idealisme, kekuatan intelektual, ingatan dan analisa yang tajam. Maka di pundak mereka ada peranan besar dalam berdakwah beramar ma'ruf nahi munkar., serta merubah sistem yang ada. Dengan diin yang Allah turunkan, kita jadikan sebagai pandangan hidup, dan kepada kebangkitan Islamlah kita harus menuju perubahan ini.

Karena pemuda ideal itu hanya bisa dihasilkan pada sistem Islam. Sebab landasan mereka adalah aqidah Islam, yang dituju adalah Ridho Allah SWT. Dengan begitu mereka akan rela berkorban apapun. Baik dari waktu, harta, tenaga maupun pikirannya, untuk diinNya yang akan mengantarkan kepada rahmatan lil ‘alamin. Sedangkan yang dihasilkan dari sistem kapitalisme sekuler, mereka hanya akan berorientasi pada kepentingan dunia dan kesenangan dunia. Maka dari itu, saatnya kita campakkan sitem kapitalisme dan memperjuangkan kembalinya sistem Islam dalam  bingkai Khilafah ‘Ala Minhajjin Nubuwwah.
Saatnya pemuda berkata: “Saksikanlah aku seorang muslim, siap berkontribusi dalam kebangkitan Islam.”
Kemudian diwujudkan dengan pergerakannya yang berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Dengan demikian, perubahan umat bukan terletak bagaimana prosesi peringatan sumpah pemuda itu diselenggarakan tapi seberapa besar pengaruh peringatan sumpah pemuda itu terhadap kebangkitan masyarakat. Kebangkitan hakiki adalah ketika proses berpikirnya pemuda terealisasi dalam segenap gerak dan langkah sesuai arahan syara' hingga kembali tegak Institusi Islam sebagai penyempurna pelaksanaan hukum syara secara kaffah. Di sanalah peran pemuda sesungguhnya.
Wallahu'alam bi ash-shawwab

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.