MR.com, Padang | Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi menerima audiensi gabungan komunitas ojek online Kota Padang di Gedung DPRD Sumbar, Jumat(13/2/ 2026). Para pengemudi menyampaikan keluhan terkait tarif layanan yang dinilai tidak lagi sebanding dengan biaya operasional dan kebutuhan hidup.
Dalam pertemuan itu hadir perwakilan dari tujuh komunitas pengemudi ojol. Mereka menilai skema tarif saat ini belum mencerminkan kondisi lapangan, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar, perawatan kendaraan, serta kebutuhan dasar sehari-hari.
Ketua rombongan, Rizki Pratama, mengatakan audiensi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pemerintah daerah untuk mendorong evaluasi kebijakan tarif.
“Kami berharap aspirasi ini bisa diperjuangkan, karena menyangkut kesejahteraan driver di lapangan,” ujar dia.
Muhidi mengatakan DPRD Sumbar akan menindaklanjuti masukan para pengemudi dengan mempelajari regulasi yang berlaku. Ia menyebut pembahasan tarif ojol berkaitan dengan kewenangan pusat, namun pemerintah daerah tetap bisa menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Masukan ini akan kami pelajari dan kami dorong sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.
Audiensi berlangsung sekitar satu jam dan ditutup dengan sesi foto bersama. Muhidi menyatakan DPRD akan terus membuka ruang dialog bagi kelompok profesi lain yang ingin menyampaikan aspirasi.
Penulis: Mukhsin
Editor : Redaksi
