MR.com, Padang | Suasana khidmat dan haru menyelimuti Aula MAN 3 Kota Padang saat sebanyak 103 siswa mengikuti Wisuda Tahfizh Al-Qur’an ke-2, Senin (9/2). Mengusung tema “Hafizh Al-Qur’an Membentuk Generasi Rabbani yang Berakhlak Mulia,” kegiatan ini menjadi penanda komitmen madrasah dalam membina karakter religius peserta didik.
Acara dimulai dengan laporan Ketua Pelaksana, Roby Esa Prasetya, yang memaparkan proses pembinaan tahfizh hingga capaian para siswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala MAN 3 Kota Padang, Hj. Marliza, sebelum secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, H. Edy Oktafiandi, yang sekaligus mewisuda para hafizh dan hafizhah.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari unsur pimpinan madrasah, guru dan tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga tamu undangan. Di antaranya Lurah Koto Tangah Yufrizal Maas, Ketua Komite MAN 3 Kota Padang H. Jamaris Umar, Kepala KUA Koto Tangah H. Hendri, serta para kepala madrasah se-Kota Padang.
Dalam sambutannya, Marliza mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para siswa. Ia menilai keberhasilan menghafal Al-Qur’an bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter. “Program tahfizh ini menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak, dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Edy Oktafiandi. Ia mengapresiasi konsistensi MAN 3 Kota Padang dalam membina generasi Qur’ani. Menurutnya, tantangan berikutnya bagi para wisudawan adalah menjaga hafalan sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wisuda kali ini diikuti siswa dengan capaian hafalan minimal dua juz. Sejumlah siswa bahkan mencatatkan prestasi lebih tinggi, hingga 16 juz. Madrasah juga memberikan penghargaan berupa bonus Tabungan Nasional (Tabanas) kepada siswa berprestasi, di antaranya Asma Urwatun Wutsqa (16 juz), Bintang Adel Pratama (15 juz), dan Zarif Zisman Usman (8 juz), serta belasan siswa lainnya dengan capaian lima hingga enam juz.
Rangkaian kegiatan wisuda telah dimulai sejak sebelumnya melalui pawai ta’aruf yang melibatkan siswa, guru, dan pegawai. Pawai tersebut menampilkan beragam kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari paskibra, pramuka, marching band, hingga robotik dan seni tradisional, mencerminkan dinamika kehidupan madrasah yang tidak hanya religius, tetapi juga kreatif dan berprestasi.
Melalui kegiatan ini, MAN 3 Kota Padang menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan keunggulan akademik, tetapi juga konsisten mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter Rabbani. Momentum wisuda tahfizh pun menjadi simbol keberhasilan sekaligus titik awal bagi para siswa untuk mengemban nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan yang lebih luas.(adv)


