MR.com, Padang | Tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat menjadi alarm serius bagi aparat kepolisian. Tak ingin budaya abai terhadap keselamatan terus diwariskan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar mulai membangun benteng dari akar persoalan dengan menyasar kalangan pelajar sekolah dasar.
Minggu (28/6), ratusan siswa dari empat sekolah dasar di Kota Padang mendapat edukasi langsung dari personel Ditlantas Polda Sumbar. Keempat sekolah tersebut yakni SDN 8 Alang Laweh, SDN 37 Alang Laweh, SDN 37 Pegambiran, dan SDN 20 Piai.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian untuk membentuk karakter disiplin berlalu lintas sejak usia dini. Sebab, kepatuhan di jalan raya dinilai tidak lahir secara instan, melainkan harus ditanamkan melalui pendidikan yang berkelanjutan.
Berbagai materi disampaikan secara interaktif, mulai dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan dengan aman, hingga pentingnya penggunaan helm saat berkendara maupun dibonceng. Edukasi tersebut juga menyentuh kebiasaan yang masih sering diabaikan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa membangun kesadaran berlalu lintas sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk menekan angka kecelakaan.
"Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, kita ingin menanamkan nilai disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sejak dini. Keselamatan di jalan harus menjadi budaya yang mereka pahami dan terapkan," ujar Reza.
Namun demikian, ia menegaskan upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan berlalu lintas bukan hanya menjadi tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama.
Menariknya, Ditlantas Polda Sumbar juga berharap para siswa dapat menjadi pengingat bagi orang tua di rumah agar selalu mematuhi aturan lalu lintas.
"Kami berharap anak-anak menjadi pelopor keselamatan. Mereka bisa mengingatkan orang tuanya untuk memakai helm, mematuhi lampu lalu lintas, menggunakan sabuk pengaman, dan tidak melanggar aturan di jalan," tambahnya.
Program edukasi ini dipastikan tidak berhenti di empat sekolah tersebut. Ditlantas Polda Sumbar akan terus menggencarkan safari keselamatan ke sekolah-sekolah lain di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
Harapannya, langkah preventif ini mampu mencetak generasi yang sadar hukum dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas, sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat dapat terus ditekan.**
Editor : Redaksi
