Articles by "Covid-19"

1 #Kajati #Kajari #Sumbar #Pasbar 4 #Pasbar 1 #Pasbar #IMI 1 #sunatanmasal #pasbar #kolaboraksi 1 17 Agustus 1 AAYT 1 Administrasi 6 Agam 1 Agama 1 Aia Gadang 1 Air mata 1 Ajudan 1 Akses 4 Aksi 1 Amankan 1 Ambulance 1 Anam Koto 1 Anggaran 6 APD 1 Arogan 2 Artikel 1 Aset 1 Asimilasi 1 ASN 1 Atlet 1 ATR 2 Aturan 1 Babinkamtibmas 1 Baharuddin 1 Balon 1 Bandung 1 Bansos 1 Bantah 7 Bantuan 1 Batu Sangkar 1 Bawaslu 1 Baznas 1 Baznas Pasbar 1 Bebas 1 Bedah Rumah 1 Belajar 1 Belanja 4 Bencana 2 Berbagi 1 Berjoget 1 Bhakti 1 Bhayangkara 1 Bhayangkari 2 Bina Marga 1 BK 1 BKPSDM 1 BLPP 1 BLT Dana Desa 3 BNN 4 BNNK 1 Bocah 1 Bogor 1 Box Redaksi 1 Boyolali 9 BPBD 1 BPK RI 1 BPN 1 BTN 1 BTT 8 Bukittinggi 1 Bully 17 Bupati 3 Bupati Pasbar 1 Cacat Hukum 1 Calon 1 Camat 1 Cerpen 6 Corona 1 Covid 29 Covid 19 16 Covid-19 1 CPNS 1 cross 1 dampak 1 Dana 1 Dandim 1 Data 1 Demo 1 Dermawan 3 Dharmasraya 1 Dilaporkan 1 dinas 2 Dinkes 1 Dinsos 2 Direktur 3 Disinfektan 4 DPC 2 DPD 1 DPD Golkar 1 DPD PAN 1 DPP 12 DPRD 3 DPRD Padang 1 DPRD Pasbar 1 Dukungan 1 Duta Genre 1 Emma Yohana 2 Erick Hariyona 1 Ershi 1 Evakuasi 1 Facebook 1 Forkopimda 1 Formalin 1 Fuso 1 Gabungan 1 Gempars 1 Geoaprk 3 Gerindra 1 Gor 1 Gudang 3 gugus tugas 3 Hakim 2 HANI 1 Hari raya 1 Haru. 1 Hilang 1 Himbau 2 Hoax 1 Hujat 2 Hukum 1 Humas 1 HUT 1 Hutan Kota 1 idul adha 1 Ikan Tongkol 1 Iklan video 1 Ikw 2 Ilegal mining 1 Incasi 1 Inspektorat 1 Intel 3 Isolasi 1 Isu 1 Jabatan 32 Jakarta 3 Jalan 1 Jambi 3 Jateng 6 Jubir 1 Jumat berbagi 1 Jurnalis 10 Kab. Solok 2 Kab.Agam 4 Kab.Padang Pariaman 3 Kab.Pasaman 2 Kab.Solok 1 Kab.Solok Selatan 1 Kabag 3 Kabid 2 Kabupaten Pasaman 1 Kader 3 Kadis 1 Kajari 2 Kalaksa 1 Kanit 1 Kapa 10 Kapolres 1 Karantina 6 Kasat 1 Kasi 1 KASN 1 Kasubag Humas 1 Kasus 1 Kebakaran 1 Kejahatan 1 Kemanusiaan 1 Kemerdekaan 2 Keracunan 1 Kerja 1 Kerja bakti 1 kerjasama 2 Kesbangpol 1 Kesenian Daerah 1 Kesra 2 Ketua 2 Ketua DPRD 1 Kinali 2 KKN 1 Kodim 2 KOK 3 Kolaboraksi 2 Komisi 1 Komisioner 4 KONI 1 KONI PASBAR 1 Kontak 1 Kontrak 1 Kopi 4 Korban 1 Korban Banjir 1 Korupsi 15 Kota Padang 2 Kota Solok 3 KPU 2 Kriminal 4 kuasa hukum 1 Kuliah 1 Kupon 1 Kurang Mampu 1 Kurban 1 Labor 1 Laka Lantas 1 Lalulintas 1 Lantas 5 Lapas 3 Laporan 1 Laporkan 2 Laskar 1 Lebaran 2 Lembah Melintang 1 Leting 1 Limapuluh Kota 1 LKAAM 1 Lubuk Basung 3 Maapam 3 Mahasiswa 1 Maligi 1 Masjid 3 Masker 1 Medsos 1 Melahirkan 1 Mengajar 2 Meninggal 5 Mentawai 1 metrologi 1 Milenial 1 MoU 1 MPP 1 MRPB 2 MRPB Peduli 1 MTQ 2 Mujahidin 3 Muri 1 Nagari 1 Narapidana 6 Narkoba 28 Nasional 1 Negara 2 Negatif 5 New Normal 2 New Pasbar 88 News Pasbar 1 Ngawi 1 ninik mamak 2 ODP 1 OfRoad 2 Oknum 2 olah raga 2 Operasi 127 Opini 1 Opino 1 OTG 2 PAC 1 Pada 662 Padang 6 Padang Panjang 17 Padang Pariaman 1 Painan 1 Pakar 4 Pandemi 1 Pangan 1 Pantai Maligi 1 Panti Asuhan 6 Pariaman 1 Paripurna 2 pariwara 1 Pariwisata 1 Partai 1 Pasaan 93 Pasaman 27 Pasaman Barat 521 Pasbar 1 Pasbat 1 Pasien 1 Paslon 1 Patuh 4 Payakumbuh 1 Pdamg 2 PDIP 4 PDP 6 Peduli 1 peduli lingkungan 1 Pegawai 2 Pelaku 3 Pelanggaran 3 Pemalsuan 1 Pemasaran 1 pembelian 1 Pembinaan 1 Pemda 1 Pemerasan 3 Pemerintah 1 Pemerintahan 1 Pemilihan 1 Pemilu 2024 65 Pemko Padang 1 Pemuda 1 Penanggulangan 1 penangkapan 2 Pencemaran 2 Pencuri 1 pendidikan 2 Pengadaan 2 Pengadilan 1 Penganiayaan 1 Pengawasan 1 Penggelapan 1 Penghargaan 1 penusukan 1 Penyelidikan 1 Penyu 1 Perantauan 1 Perawatan 3 Perbatasan 1 Peredaran 1 Periode 1 Perjalanan 1 perkebunan 3 Pers 1 Pertanahan 3 Perumda AM Kota Padamg 8 Perumda AM Kota Padang 2 Perumda Kota Padang 41 Pessel 3 Pilkada 1 Pinjam 1 PKH 1 PKK 1 Plasma 1 Plt 2 PN 1 PN Pasbar 2 PNS 3 pol pp 1 Polda Sumbar 4 Polisi 6 Politik 28 Polres 6 Polres Pasbar 1 Polsek 1 Pos 3 Pos perbatasan 6 Positif 2 posko 1 potensi 1 PPM 1 Prestasi 4 PSBB 1 PSDA 1 Puan 2 PUPR 1 Pusdalops 2 Puskesmas 1 Pustu 1 Rapid Test 2 razia 1 Rekomendasi 3 Relawan 1 Reses 1 Reskrim 1 Revisi 1 RI 8 RSUD 1 RSUP M Djamil 1 RTLH 1 Rumah Sakit 1 Rusak 1 Sabu 1 Samarinda 1 Sapi 2 SAR 8 Satgas 2 Satlantas 1 SE 4 Sekda 1 Sekda Pasbar 1 Selebaran 8 Sembako 1 Sertijab 1 Sewenang wenang 1 Sidak 13 sijunjung 1 Sikilang 2 Singgalang 1 sirkuit 2 SK 1 Snar 2 Solo 5 Solok 4 Solok Selatan 5 SolSel 4 sosial 2 Sosialisasi 2 Sumatera Barat 145 Sumbar 1 Sumbar- 1 Sumur 1 Sunatan massal 1 sungai 1 surat kaleng 6 swab 2 Talamau 1 Talu 1 Tanah 20 Tanah Datar 1 Target 1 Tata Usaha 1 teluk tapang 1 Temu ramah 2 Terisolir 1 Terminal 1 Tersangka 5 Thermogun 1 Tidak layak Huni 2 Tilang 1 Tindak Pidana Korupsi 1 tipiter 1 TMMD 2 TNI 1 TNI AL 1 Tongkol 1 TP.PKK 1 tradisional 1 Transparan 1 trenggiling 1 tuak 2 Tukik 1 Tumor 1 Ujung Gading 1 Ultimatum 1 Uluran 1 Unand 1 Upacara 1 Update 1 usaha 1 usir balik 1 Verifikasi 1 Virtual 1 wakil bupati 4 Wali Nagari 2 wartawan 1 Waspada 1 Wirid Yasin 1 Yamaha Vega 2 Yarsi 2 Yulianto 1 ZI 1 Zona Hijau 1 Zona Merah
Showing posts with label Covid-19. Show all posts


Mitra Rakyat (Pasbar)
Prihatin dengan masih banyaknya masyarakat yang terdampak akibat Pandemi Covid-19, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pasaman Barat gelar aksi  sosial, jum'at (28/08).

Didampingi Babin Kamtibmas Kinali Aipda Junaidi dan ketua PC GP ANSOR Pasaman Barat Suilman membagi bagikan bantuan berupa beras kepada beberapa masyarakat di Jorong Ampek Koto Pasar Tempurung dan Bancah Pabik Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumbar.

Ketua PC.PMII Pasaman Barat Irfan Ari Irawan menyebutkan kegiatan aksi sosial yang di lakukan PC PMII Pasaman Barat berupa pembagian sekitar 30 Karung beras kepada masyarakat kurang mampu.

"Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka, ini juga jadi kewajiban kita bersama untuk membantu, juga saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan aksi sosial ini", ujar Irfan.

Sementara Desmiwati salah seorang warga yang menerima bantuan tersebut sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasihnya terhadap aksi yang dilaksanakan PC PMII PASAMAN BARAT, karena dengan adanya aksi tersebut dirinya merasa sangat terbantu.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini, semoga ini jadi berkah. Saat ini ekonomi kami benar-benar sangat sulit, sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ucapnya sambil berlinang air mata. (Dedi)



Mitra Rakyat (Pasbar)

Kenagarian Aua Kuning, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) dengan luas kurang lebih 133,45 km persegi dengan jumlah penduduk 23.372 jiwa (data 2018) memiliki potensi yang beragam.

Salah satu potensi yang dimiliki oleh Kenagarian Aua Kuning yang berjarak sekitar 8 Km dari Ibu Kota Kabupaten ini salah satunya adalah potensi perkebunan yang sangat luas sehingga banyak masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan berkebun, sebagian besar areal perkebunan ini berdampingan dengan kawasan hutan lindung serta hutan rakyat, yang masyarakat setempat menyebutnya tanah ulayat atau tanah adat.

Selain perkebunan itu masyarakat setempat juga menjalani profesi sebagai pedagang dan pelaku usaha menengah.

Sebagai bentuk mengaplikasikan diri ke lingkungan masyarakat secara langsung, mahasiswa KKN STIH YAPPAS Lubuk Sikaping yang di Kenagarian Aua Kuniang, secara khusus mengunjungi salah seorang pelaku usaha pengolahan kopi secara tradisional.

Menurut ketua kelompok Siska Rahmawati, mereka sengaja memilih pelaku usaha pengolahan Kopi yang berada di Pinagar tersebut adalah dalam rangka menggali lebih jauh potensi yang dimiliki serta bagaimana proses pengolahan, pengemasan serta pemasarannya.

"Kita perlu bersama-sama melihat bagaimana dan sejauh apa perkembangan dari pengolahan Kopi tersebut dan mengatasi masalah yang terjadi pada sektor pemasarannya," Ujar Siska.

"Belakangan ini banyak pedagang dan pelaku usaha terdampak pandemi Covid-19, sehingga sisi pendapatan dan perekonomian mereka mengalami penurunan yang sangat signifikan," tambahnya.

Dengan terjunnya Mahasiswa KKN ini secara langsung, diharapkan nantinya dapat membantu mencari solusi dari segi target pasar, pengemasan, produksi barang, dan pemasarannya yang lebih kreatif, apalagi mahasiswa sekarang kan disebut sebagai kaum milenial yang diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dengan baik dan lebih kreatif,” jelas Siska.

“Dimasa new normal ini Frekuensi interaksi kita sebagai mahasiswa dengan masyarakat tidak akan terlalu sering, tergantung dengan status dari daerah yang mahasiswa tempati untuk kegiatan KKN ini. Jadi Lokasi-lokasi yang kami kunjungi sudah kami tentukan dan lokasi yang ditunjuk oleh pihak Nagari, jadi kami dari mahasiswa KKN mungkin hanya bisa mengunjungi satu tempat satu kali saja, sehinga satu kali kunjungan itu harus kami manfaatkan semaksimalnya," jelasnya lagi.

Menurut Siska, beberapa kelemahan yang mereka lihat dari pengolahan secara tradisional ini diantaranya adalah pemasarannya yang belum begitu luas serta produk yang dihasilkan belum memiliki kemasan yang baik dan tidak memiliki label atau merk sehingga harga jualnya relatif murah.

"Jadi kita berharap pihak pemerintah dapat lebih memperhatikan para pelaku usaha tradisional ini dan membantu mereka agar hasil produk mereka bisa dipasarkan lebih meluas, memiliki label atau merk agar ekonomi pelaku usaha tersebut bisa meningkat," harap Siska.

"Untuk mengkaji lebih dalam lagi potensi yang ada di Nagari Aua Kuning, Setelah ini kami akan mengunjungi secara langsung lahan-lahan perkebunan masyarakat serta beberapa Kelompok Tani maupun KUD di Nagari Aua Kuning ini", tutup Siska. (Dedi)



Mitra Rakyat (Pasbar)
Masih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Mahasiswa KKN STIH dan STIE Yayasan Pendidikan Pasaman (YAPPAS) gelar kerja Bakti dan Sosialisasi Kebersihan Lingkungan.

Mahasiswa STIH dan STIE YAPPAS serta Mahasiswa YAPTIP dan UNMED yang Kerja Kuliah Nyata (KKN) di Kenagarian Aua Kuning Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) terlihat bahu membahu bersama para staf Nagari Aua Kuning membersihkan pasar setempat, selasa (18/08).

Kegiatan yang dilaksanakan selain dalam rangka  peringatan HUT RI ke-75 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2020 juga dalam rangka sosialisasi tentang kebersihan lingkungan kepada masyarakat.

Sabri salah seorang mahasiswa KKN STIH YAPPAS menuturkan, Masyarakat terlihat sangat antusias menyaksikan staf kenagarian beserta para mahasiswa KKN yang melaksanakan kerja bakti tersebut, sehingga tanpa diminta beberapa masyarakat juga langsung terjun ikut berbaur dalam kerja bakti tersebut.

”Selain bersih-bersih pasar, kami juga sambil bercanda dan kerja bersama sebagian masyarakat juga memberikan pandangan kepada mereka betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan", ujar Sabri.

Sementara Retno Wahyunita yang didampingi Ketua Kelompok KKN STIH Kenagarian Aua Kuniang Siska Rahmawati menambahkan bahwa masyarakat perlu menyadari bahwa betapa penting nya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kita harus menunjukkan kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, agar kita bisa terhindar dari berbagai macam penyakit, apa lagi saat ini kita masih dihantui oleh virus covid-19", ujar Retno.(Dedi R/Rudy)


Mitra Rakyat (Pasbar)

Dalam Rangka Perayaan Hut RI ke 75, TNI-POLRI Pasamam Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) gelar Kegiatan Karya Bhakti.

Kegiatan Karya Bhakti yang digelar tersebut fokus pada Fasilitas Umum (Fasum) di seputar area terminal bus Simpang Empat, Minggu (16/08).

Selain bersih-bersih area terminal, tim gabungan TNI - POLRI serta Masyarakat yang berdomisili di sekitar terminal bus Simpang Empat juga melakukan penyemprotan Disinsfektan di area terminal dalam mengantisipasi penyebaran Pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabag Sumda AKP. Muzhendra kepada wartawan disela-sela kegiatan yang berlangsung.

"Moment Kerja Bhakti Wujud ini merupakan sinergi dan soliditas antara TNI-POLRI Khususnya di Pasbar dalam membangun kebersamaan dalam menjaga leamanan dan ketertiban masyarakat", ujar Muzhendra.

Lebih lanjut Muzhendra menjelaskan, Kegiatan Kerja Bhakti tersebut, selain diikuti bersama oleh personil Polres Pasbar dan personil TNI Koramil 02 Simpang Empat, juga dihadiri langsung oleh Kapolres Pasbar, Pabung Kodim 0305 Pasaman, Para Kabag Res Pasbar serta para Kasat Res Pasbar.

"Selain pihak Polres dan TNI serta masyarakat, kegiatan ini juga diikuti langsung oleh Kepala Jorong Simpang Empat Delta", tambah Muzhendra. (Dedi/Rudy)


Mitra Rakyat (Pasbar)
Pemkab Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) gelar razia ke kafe untuk menghindari adanya kerumunan yang berpotensi meningkatkan penyebaran COVID-19, Rabu malam (12/08).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pasbar Abdi Surya mengatakan pelaksanaan razia kali ini dilakukan dengan menyisir sejumlah Kafe-kafe di Pasbar.

"Sebelumnya kita mendapat laporan dari masyarakat adanya aktifitas karaoke di sejumlah kafe, setelah kita pelajari kita lanjutkan dengan menurunkan personil ke lapangan", ujar Abdi Surya saat dihubungi via telpon selulernya.

"Berhubung saya ada kegiatan dinas luar maka yang turun ke lapangan Kabid Trantibum dan Tranmas (TUTM) HANDOKO, SE., MM., bersama Kepala Bidang Penegak Peraturan Perundang-Undangan Daerah ( PPUD) Satpol PP dan Damkar Saparuddin, S.Ag.", tambah Abdi Surya.

Lebih lanjut Kasat Pol PP menjelaskan, meskipun dalam melaksanakan razia tersebut masih dalam rangka himbauan namun pihaknya tetap melibatkan personel dari  Propam Polres Pasbar untuk back up, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita hanya melakukan himbauan, karena kita juga tidak bisa melarang mereka untuk beraktifitas, apa lagi tuntutan ekonomi dimasa wabah Covid-19 ini, makanya kita lebih mengedepankan tindakan persuasif", jelasnya.

Sementara Kabid Trantibum dan Tranmas (TUTM) Handoko, SE., MM., menyampaikan, sesuai intruksi dari Kasat Pol PP, Untuk tahap awal pelaksanaan razia ini lebih mengedepankan tindakan persuasif kepada pengunjung dan pengelola serta karyawan kafe.

Dijelaskan, tindakan yang dilakukan adalah himbauan agar tidak ada didalam ruangan karaoke (Room), untuk aktifitas kafe diluar Room agar tetap mengikuti standar covid-19.

"Seluruh kafe yang kita razia tidak ada kita temui aktivitas di dalam room, semua karyawan berada di luar dan pada saat itu kita lakukan sosialisasi terkait dengan new normal", jelas Handoko.


"Selain itu kita juga melakukan pendataan terhadap karyawan kafe, dan dari beberapa kafe kita dapati adanya empat (4) karyawan yang baru masuk Pasbar, kepada karyawan baru tersebut telah kita perintahkan untuk cek kesehatan ke RSUD", tambah Handoko.(Dedi/Rudy).


Mitra Rakyat (Pasbar)
Hasil swab pasangan suami istri SP (30) dan CB (25) yang berstatus PNS di Pemkab Pasaman Barat (Pasbar), Sumbar, dinyatakan Positif.

Diketahui SP dan CB baru saja selesai melakukan perjalanan ke Aceh dalam rangka hari raya idul adha ke kampung halaman CB.

Perjalanan SP dan CB dari Lhokseumawe - Medan ditempuh menggunakan bus naik pada tanggal 2 agustus 2020 yang kemudian dari Medan ke Padang menggunakan pesawat pada hari yang sama.

Setelah beberapa hari di Pasaman Barat, SP yang bekerja di Sekretariat Daerah Pasbar mengetahui istrinya CB yang berkantor di BAPPEDA Pasbar mengalami demam langsung membawa berobat ke Klinik Arisa, Rabu (05/08), dan pada kamis (06/08) SP bersama istrinya CB menjalani Swab di RSUD Pasbar.

Jumat 7 Agustus 2020 Swab yang dilakukan oleh SP dan CB keluar dan dinyatakan Positif.

Mengetahui hal tersebut tim Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Pasbar bergerak cepat untuk melakukan traking. Hasil traking didapat 90 orang dan akan dilakukan Swab pada hari sabtu (08/08).

Dalam jumpa pers yang digelar Pemkab Pasbar, Jumat (07/08), Bupati Pasbar Yulianto yang didampingi Forkopimda membenarkan adanya pasangan  Suami Istri berstatus PNS Positif Covid-19 setelah menjalani Swab.

"Setelah menjalani Swab, Pasangan suami istri SP dan CB dinyatakan Positif Covid -19, Saat ini SP dan CB sudah di Evakuasi dan saat ini sedang dalam proses isolasi yang direncanakan ke Rumah Sakit di Kota Padang", Ujar Yulianto.

"Tim Gugus tugas juga bergerak cepat melakukan traking dan Swab kepada pihak keluarga SP dan CB serta rekan kerjanya, dan saat ini sudah menjalani isolasi mandiri dibawah pengawasan ketat Dinas Kesehatan," tambah Yulianto.

Yulianto juga menyampaikan, dengan adanya kejadian tersebut otomatis Kabupaten Pasaman Barat sudah bukan Zona Hijau lagi.

Berhubung hal tersebut Pemkab Pasbar akan segera melakukan kajian dan menyusun langkah-langkah yang akan diambil guna antisipasi dan pencegahan penyebarannya.

"Sehubungan dengan maraknya Kasus Positif Covid-19 di Sumbar ini, maka kami dari pihak Pemkab Pasaman Barat menghimbau Masyarakat agar tetap tenang, tetap mengikuti petunjuk pencegahan Covid-19 sesuai arahan Pemerintah," himbau Yulianto.

"Tetap jaga jarak, gunakan Masker dalam beraktifitas dan selalu mencuci tangan dengan air yang mengalir. Mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 ini," tutup Yulianto.(Dedi/Rudy)



Mitra Rakyat (Pasbar)
Penggunaan dana penanganan Covid-19 Pasaman Barat (Pasbar), Sumbar, ditegaskan oleh Kalaksa BPBD Pasbar Edi Busti telah dilaksanakan secara terbuka dan transparan.

Dikatakan Edi Busti, dalam penggunaan dana penanganan covid 19 tersebut dilakukan secara transparan dan setiap yang akan dibeli terlebih dahulu diverifikasi oleh Inspektorat Pasaman Barat.

Dijelaskannya, hingga 06 Juli 2020 pihaknya telah mencairkan dana Belanja Tak Terduga (BTT) COVID-19 sebesar Rp. 2. 041.975.000., dari Rp.3.760.326.500.

"Awal dana BTT COVID-19 sebesar Rp.3.760.326.500., Setelah dilakukan revisi untuk biaya TNI dan Polri maka dikurangi sekitar Rp.130 juta lebih. Maka bersisa dana Rp. 3.629.533.000," sebut Edi Busti, Senin (03/08).

Edi Busti juga mengatakan penggunaan dana yang telah dicairkan itu yang senilai Rp. 2.041.975.000 telah dilakukan sesuai aturan dan arahan inspektorat Pasaman Barat.

"Setiap pencairan kita selalu berkoordinasi dengan Inspektorat dan Badan Pengelola Keuangan Daerah, bahkan Inspektorat mengatakan tolong contoh Spj BPBD," sebut Edi Busti menirukan ungkapan Inspektorat.

Menurutnya penggunaan dana BTT COVID-19 itu digunakan diantaranya untuk uang lelah piket di tiga posko (Posko Talu, Kinali dan Air Bangis).

Selain itu untuk uang transportasi anggota, makan dan minum. Kemudian untuk pembelian thermo gun untuk nagari induk dan nagari persiapan serta untuk kecamatan sebanyak 102 buah.

Pembelian tangki air sebanyak 104 buah, tangki semprot sebanyak 102 buah, pembelian disinfektan sebanyak 1.100 liter untuk disalurkan ke nagari dan kecamatan

Pihaknya juga membeli masker kain dan masker scuba sebanyak 3.850 helai, masker hai atau masker media sebanyak 40 box untuk dibagikan saat sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kita juga membeli hand sanitaizer di perbatasan sebanyak 100 liter dan posko induk atau utama, membeli Velt Bad sebanyak 18 buah untuk tempat istirahat di posko perbatasan," jelas Kalaksa.

Selain itu, menurut Kalaksa, sejumlah kebutuhan juga dibeli, mulai dari hand spon panjang, rapid test, sepatu boot, disinfektan racikan dan kebutuhan lainnya. Terhadap pengggunaan dana BTT COVID-19 itu punya surat pertanggung jawaban (spj) lengkap.

Ia menjelaskan sebelum ada dana BTT COVID-19. Dana BTT yang ada di BPBD ada sekitar Rp.359.790.500. Dari dana itu telah dicairkan dan digunakan sebanyak Rp. 266.312.606 dan bersisa Rp.93.476.891.

"Dana sisa BTT awal ini telah dikembalikan ke kas daerah dan tidak digunakan. Bukti pengembaliannya ada dan jelas," ujarnya.

Untuk penggunaan dana BTT awal senilai Rp.266.312.606 itu digunakan untuk uang lelah anggota piket perbatasan, transportasi, makan minum petugas posko perbatasan dan ditambah cairan disinfektan, BBM, spanduk dan blanko..

"Untuk spj dan bukti pengeluarannya ada dan jelas. Setiap pencairan uang kita koordinasi selalu dengan inspektorat dan selalu diverifikasi sesuai aturan," jelasnya.

Selain itu Pihaknya juga membuat berita acara setiap penyerahan bantuan kepada masyarakat dengan nama dan alamat yang jelas.

Semetara Pihaknya juga tidak terlalu banyak membeli masker dan disinfektan karena ada dan banyaknya bantuan pihak ketiga.

Bantuan dari pihak ketiga itu selalu dicatat berapa yang masuk dan diterima. Kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan termasuk pimpinan dan sejumlah anggota DPRD yang meminta dan menyalurkan.

"BPK saat ini sedang melakulan pemeriksaan terhadap penggunaan dana COVID-19. Mudah-mudahan sesuai aturan yang ada, karena kita dari awal sudah sangat berhati-hati dalam penggunaan dana Covid-19 ini," tutup Edi Busti. (Dedi/Rudy)


Mitra Rakyat (Pasbar)
Rapat bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan 19 bupati dan wali kota se-Sumbar lewat video conference, Senin (06/07) membolehkan 6 daerah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

6 daerah tersebut tergolong zona hijau dan dinilai memenuhi syarat membuka sekolah di era new normal. Diantaranya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Pasaman Barat.


Ciri-ciri zona hijau adalah tidak adanya warga yang positif covid-19, Kalau pun ada yang positif sudah sembuh 100 persen. Kemudian tidak ada penambahan positif dalam waktu sebulan dan tidak ada kematian dalam satu bulan.
Sementara menurut Bupati Pasaman Barat (Pasbar) H. Yulianto, sesuai arahan gubernur  dimana dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diserahkan pelaksanaannya sesuai kapasitas daerah masing-masing, maka Pasbar akan melaksanakan belajar mengajar mulai senin 13 Juli 2020.
"Kita akan laksanakan kegiatan belajar mengajar senin 13 Juli depan, dimana akan kita mulai dari tingkat SLTP dan SLTA se-Pasaman Barat", ujar Yulianto saat dikonfirmasi media di rumah dinasnya, selasa (07/07).
"Dalam pelaksanaan belajar mengajar di era new normal ini kita tetap menerapkan standart Covid-19", tambahnya.

"Nanti anak-anak tersebut belajar tanpa adanya jam istirahat, mereka masuk, belajar dan langsung pulang, jadi tidak ada istirahat dan bermain keluar kelas. Namun dalam hal ini tentu saja jam belajar mereka juga disesuaikan. Sekolah juga 3 hari masuk dan 3 hari libur", jelas Yulianto.
Menurut Yulianto, hal tersebut diberlakukan karena masih ada nya kekhwatiran terhadap covid meskipun Pasbar sudah dinyatakan Zona Hijau oleh Pemerintah Provinsi maupun Pusat.
"Meskipun kita sudah dinyatakan daerah Zona Hijau oleh Pemerintahan Provinsi maupun pusat, namun dalam situasi pandemi covid-19 ini kita harus tetap waspada, jangan sampai kecolongan", katanya.
"Untuk belajar mengajar tingkat SD kita akan lihat dulu bagaimana kondisi dari belajar mengajar SLTP dan SLTA ini nanti, setelah  dua (2) minggu akan kita adakan evaluasi, kalau aman baru kita lanjutkan belajar mengajar tingkat SD dan seterusnya", terang Yulianto
"Dalam penerapan belajar mengajar ini, kita selaku pemerintah daerah akan terlibat langsung dalam pengawasannya", ujar Yulianto lagi.
Sementara hal-hal lainnya terkait pelaksanaan proses belajar mengajar termasuk dalam pemakaian Bus sekolah Bupati selaku Kepala Daerah akan melakukan koordinasi dulu dengan instansi-instansi terkait.

Selama penerapan belajar mengajar dimasa pandemi covid-19 ini Bupati juga menghimbau para orang tua memperhatikan anak-anaknya untuk sarapan sebelum berangkat sekolah dan dianjurkan membawa snack atau makanan ringan dari rumah. (Rudy/RD)

Ada Apa Dengan Dinas Kesehatan Pasbar

Mitra Rakyat (Pasbar)
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) bersama ketua Komisi IV Adriwilza dan anggota Komisi 1 Muhammad Guntara lakukan inspeksi mendadak ke gudang Dinas Kesehatan melihat Alat Pelindung Diri yang menumpuk senilai Rp.2,1 miliar lebih.

"Kita mendapatkan informasi bahwa ada barang APD yang menumpuk di gudang Dinas Kesehatan. Ada keganjilan kerena hingga saat ini belum juga dibagikan padahal masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah berakhir. Untuk apa barang ini lagi," kata Ketua DPRD Pasaman Barat Pahrizal Hafni yang didampingi Ketua Komisi IV Adriwilza dan anggota Komisi 1, Muhammad Guntara, Jumat (12/06).

Ia mengatakan pihaknya sengaja melakukan inspeksi mendadak ke gudang karena informasinya banyak APD untuk kebutuhan COVID-19 yang menumpuk di gudang.

"Anggarannya sudah dianggarkan dan setiap kami tanyakan apa sudah ada selalu dijawab tidak ada. Ternyata barangnya sudah ada dan belum juga dibagikan ke masyarakat," tegasnya.

"Seharusnya barang ini sudah disalurkan ke masyarakat. Kenapa tidak disalurkan. Inikan hak masyarakat dan sangat dibutuhkan masyarakat. Selain itu pemeriksaan barang belum selesai namun kepala dinas berani mengeluarkan surat menerima barang," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Pasaman Barat Adriwilza menambahkan sudah tiga kali sidang di DPRD dikatakan APD belum datang. Padahal APD ini sangat dibutuhkan masyarakat dan petugas di Puskesmas dan petugas di posko perbatasan.

"Pemanfaatannya sudah jelas tidak tepat sasaran. Pertanyaannya kenapa APD bernilai miliaran ini menumpuk dan tidak dibagikan," sebut Adriwilza.

Sedangkan Anggota Komisi 1 Muhammad Guntara menyebutkan pengadaan APD ini sangat aneh dan penuh kontroversi. Sebab, menurutnya dari informasi pihak Dinas Kesehatan APD ini sudah datang sejak awal Mei dan ditumpuk di gudang.

"Anehnya lagi surat menerima barang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan sementara panitia barang belum menandatangani dan menerima barang itu," ujar Guntara.

"Dari keterangan pihak inspektorat tadi ada sejumlah barang atau item yang tidak sesuai registernya. Kok kepala dinas sudah mengeluarkan surat menerima barang dari rekanan padahal belum diperiksa dan final dari inspektorat. Ada apa ini," tanyanya.
Dalam hal ini menurut pantauan awak media, pihak Dinas Kesehatan terkesan menutupi keberadaan APD yang ada digudang itu. Sebab kata penanggungjawab gudang ada handsanitazer dibalik kardus namun setelah itu keterangan kepala dinas tidak ada handsanitazer.

Kepala Dinas Kesehatan Jon Hardi mengatakan pihaknya telah membelanjakan untuk APD senilai Rp.2,1 miliar lebih dari Rp10 miliar yang dianggarkan dana Balanja Tidak Terduga (BTT).

"APDnya sudah ada namun belum dibayarkan karena menunggu pengecekan inspektorat," ujar Kadis.

APD yang dibeli itu ada sekitar 11 item diantaranya ada masker, pelindung mata, pelindung wajah, sarung tangan dan sejumlah APD lainnya.

"APD ini diperuntukkan untuk Puskesmas yang ada di Pasaman Barat, Rumah Sakit Yarsi dan untuk fasilitas kesehatan lainnya," katanya.

Pihaknya sangat hati-hati dalam pengadaan APD ini. Barang APD setelah sampai dititip di gudang farmasi Dinas Kesehatan. Setelah itu diperiksa oleh tim panitia barang dan inspektorat.

"Kita meminta pendampingan ke Inspektorat sehingga APD per item diperiksa sebelum dibagikan. Sore kemarin pemeriksaan sudah selesai dan akan mulai dibagikan Senim depan," jelasnya.

Terkait berakhirnya masa PSBB pihaknya mengatakan APD yang dibeli bisa digunakan untuk cadangan di Puskesmas karena masa COVID-19 ini tidak jelas kapan berakhirnya.

Sementara itu salah seorang panitia penerima barang, Aflion membenarkan pihaknya belum selesai memeriksa barang dan belum menandatangani dan menerima barang itu.

"Kami sangat hati-hati menerima barang. Kalau tidak lengkap tentu belum kami terima karena masih ada yang kami minta," ujar Aflion.

Sementara saat ini pengadaan APD itu masih dalam proses pembuatan kontrak. Untuk pembayaran tentu belum bisa karena berita acara pemeriksaan barang belum ada.

"Barang itu tidak datang sekaligus karena banyak kendala. Dari hasil pemeriksaan sementara ada yang tidak sesuai dengan yang diminta, tidak sesuai registrasi dan hingga saat ini belum dikasih rekanan. Untuk sementara dititip di gudang Dinas Kesehatan," sebutnya.

Ia juga heran dengan surat menerima barang yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas.

"Saya tidak mengetahui surat ini. Yang jelas kami belum menerima dan menandatangani berita acara penerima barang," ujarnya tegas. (Dedi/Rudi)

Hasil Swab 32 Orang Lapas Terbuka
Kelas II B Pasaman NEGATIF

Mitra Rakyat (Pasbar)

Update data terkait Covid-19 di wilayah Kab. Pasaman Barat hari ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Selasa (09/06).

Gina menyampaikan hasil SWAB seluruh OTG yang di Lapas Terbuka berjumlah 32 orang yaitu 28 Pegawai Lapas dan 4 Warga Binaan hasilnya NEGATIF. Sementara hasil swab 15 orang yang dilakukan senin (08/06) masih menunggu hasil labor.

Sementara hari ini ada penambahan kasus 1 orang PDP yang meninggal dunia inisial Ny. M di RS. M.Djamil Padang, namun hasil swabnya masih menunggu. Almarhum telah dimakamkan dengan proses pemakaman protokol Covid-19.

Lebih lanjut Gina menyampaikan untuk penambahan ODP,  OTG dan kasus konfirmasi positif pada hari ini tidak ada.

Sehingga data sampai hari ini total Kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) 270 Orang, dimana 265 orang sudah selesai pemantauan dan 5  orang masih dalam pemantauan.

Sedangkan total kumulatif PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ada 16 org, Hasil swab 14 org negatif, Sehat 10 orang, Meninggal 5 org  (1org swab menunggu), dan Isolasi mandiri 1 org ( 1 org RDT pertama non reaktif).

Total Pelaku Perjalanan 30.012 Orang, total Kumulatif OTG (Orang Tanpa Gejala) 93 orang, yaitu 44 org sudah selesai isolasi mandiri dan sehat, 49 org isolasi mandiri (1org hasil positif, 33 org negatif, 15 org menunggu hasil) dan Positif 1 orang serta masih menjalani Isolasi di BPSDM Prov. Sumatera Barat dan Negatif 2 orang.

Dalam rangka memasuki new normal, Posko Covid-19 Dinas Kesehatan Kab Pasaman Barat melalui Jubir, dr. Gina Alecia, M.Kes tetap menghimbau masyarakat agar tetap jaga jarak, Pakai Masker, Tetap dirumah dan rajin Cuci tangan pakai Sabun. (Dedi/Rudi)



Guna Antisipasi, 28 Orang Petugas Dan 4 Warga Binaan Lapas Terbuka Kelas II B Pasaman Lakukan Tes Swab

Mitra Rakyat (Pasbar)
Tim gugus tugas penanganan percepatan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar), lakukan tes swab kepada 28 orang petugas Lapas Terbuka kelas II B Pasaman serta 4 orang warga binaan, sabtu (06/06).

Tes swab yang dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Pihak RSUD Pasaman Barat, Pihak Puskesmas Suko Menanti serta Puskesmas Talu berjalan dengan aman dan lancar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia mengatakan, tes swab yang dilakukan terhadap 32 Orang di Lapas Terbuka kelas II B Pasaman tersebut merupakan hasil tracing dari 2 orang sebelumnya yang telah di swab.





"Swab yang kita lakukan saat ini merupakan salah satu langkah kita dalam antisipasi dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, karena sebelumnya diduga ada 2 orang Pegawai Lapas Terbuka melakukan kontak langsung dengan orang yang terkonfirmasi Positif Corona", Ujar Gina.

"Dua orang Pegawai Lapas Terbuka yang diduga ada kontak langsung dengan orang yang terkonfirmasi Positif Corona itu sudah di swab Jum'at kemaren (05/06) dan saat ini sedang menjalani isolasi Mandiri dan menunggu hasil lab nya", tambah Gina.

"Untuk tes swab ini pihak Lapas terbuka sangat kooperatif dan sangat mendukung, sehingga tes swab dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar", imbuh Gina Lagi.

Sementara Kalapas Azhar, Amd.IP., SH., sebagai pimpinan di Lapas terbuka kelas II B menyambut baik dan mendukung sepenuhnya tes swab yang dilakukan tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat, serta mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasaman Barat.

"Kita sangat mendukung dilakukan tes swab ini, karena ini salah satu langkah dan upaya antisipasi yang kita lakukan di Lapas terbuka ini", ujar Kalapas.

"Kita sangat berterima kasih kepada Bupati Pasaman Barat yang telah mendukung dan membantu kita sehingga tes swab ini bisa terlaksana, serta kita juga ucapkan terima kasih kepada tim gugus tugas", ujarnya lagi.

"Sehabis swab ini seharusnya kita lakukan isolasi mandiri, namun karena kita memiliki beban kerja dan kita baru tracing level 2, kita akan tetap masuk kerja seperti biasa namun dengan menerapkan protap Covid-19, yaitu tetap pakai masker dan jaga jarak, sepulang kerja pegawai saya harus langsung pulang, diam dirumah dan tidak boleh pergi kemana-mana lagi", tegas Kalapas.

Sementara Bupati Pasaman Barat yang diwakili Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Yosmar Difia yang turut hadir juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Lapas Terbuka atas sikap kooperatifnya dan kesediannya untuk melakukan tes Swab.

"Saya mewakili Bupati mengucapkan terima kasih kepada pihak Lapas Terbuka, atas sikap kooperatif dan kesediaanya untuk dilakukan tes swab", ujar Yosmar Difia. (Dedi/Rudi)

Diduga Kontak Langsung Dengan Pasien Positif Corona, Dua Pegawai Lapas Terbuka Pasbar Jalani Tes Swab

Mitra Rakyat (Pasbar)
Diduga kontak langsung dengan orang yang terkonfirmasi Positif Corona, Dua Orang Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Terbuka (Lapaska) Kelas II B Pasaman jalani tes swab yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanganan percepatan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar), Jum'at (05/06) di RSUD Jambak.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia membenarkan telah melakukan tes swab terhadap dua orang yang bekerja di Lapas Terbuka Pasaman, Pasaman Barat yang kontak dengan pasien positif di Kota Padang beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan kedua orang itu masuk kedalam Orang Tanpa Gejala (OTG) sebab kontak langsung dengan pasien positif.

"Benar, kita telah lakukan tes swab terhadap dua orang pegawai Lapas terbuka tersebut, karena mereka kontak dengan keluarganya di Kota Padang yang hasil swab keluarga mereka positif COVID-19," ujar Gina.

Untuk antisipasi maka tim gugus tugas langsung melakukan tes swab kepada mereka dan langsung di isolasi mandiri di rumahnya.

"Kami baru mengetahui keluarga mereka positif COVID-19 di Kota Padang pada Kamis (4/6) malam. Dapat informasi itu tim gugus langsung mencari keberadaan rumah keduanya dan disuruh isolasi mandiri dan tes swab hari ini karena beberapa waktu lalu mereka baru pulang dari Kota Padang,," sebutnya.

"Dengan diswabnya mereka maka kita menunggu hasil laboratorium Unand dalam waktu dekat," ujarnya.

Gina juga mengatakan Pihaknya juga melakukan tracing atau pelacakan terhadap riwayat kontak mereka selama di Pasaman Barat dan 32 orang rekan kerja kedua pegawai Lapas terbuka tersebut termasuk kategori tracing level 2 dan harus di swab.


"32 orang itu merupakan hasil tracing level dua atau mereka kontak dengan dua orang yang kontak langsung dengan pasien positif COVID-19," jelas Gina Alecia.

"Terhadap 32 orang itu sudah diberikan pengertian oleh tim gugus. Diharapkan tidak keluar rumah dulu atau isolasi mandiri dan akan diswab pada Sabtu (6/6)," tutup Gina. (Dedi/Rudi)

dr. Gina Alecia Jubir Wanita Covid-19 Dimata Jurnalis Pasbar

Mitra Rakyat (Pasbar)
Ditengah Pandemi covid-19 yang melanda, ternyata memunculkan berbagai kisah bagi anggota Satgas. Tidak terkecuali kisah unik yang terukir antara para jurnalis dengan juru bicara tim teknis Dinkes Kabupaten Pasaman dr. Gina Alecia. Meski awal pertemuan perdana dengan puluhan wartawan setiap hari nya, ibu dari dua anak ini sangat teliti dalam tugasnya.

Berbagai persepsi dan komentar muncul dari para jurnalis. Zoelnasti, seorang jurnalis senior menilai, dr. Gina cepat menyesuaikan diri dengan insan pers, meski dalam kondisi sulit di tengah wabah, Gina bisa memberikan informasi yang akurat bagi masyarakat. Walaupun berlatar belakang medis, Gina bisa memegang peran pentingnya sebagai Jubir.

"Tugas Jubir sangat penting dan krusial dalam penyampaian informasi, Gina bisa belajar cepat," ujarnya, Sabtu (30/05).

Zulnasti bercerita, Gina totalitas dalam menjalankan tugas, bahkan dibeberapa momen, Gina melakukan treking hingga larut malam dan subuh. Selama berada di tim Satgas, Gina dekat dengan wartawan seolah sudah kenal lama dan bisa nyambung saat konsultasi dan tukar informasi.

"Dia tepat waktu, seolah update data harian menjadi kebutuhan bukan tugas, terkadang kami juga sering telat dan dia harus menunggu," sebutnya dengan nada heran.


"Meskipun setiap hari dan tak ada waktu libur, Namun sama sekali tak terlihat kelelahan di wajahnya, bahkan suara khas tawa Gina saat bercanda dengan awak media Pasbar seakan menggambarkan semangat nya dalam mejalani rutinitasnya", tambah Zulnasti.

Sementara itu, keunikan lain muncul dari kacamata reporter Padang TV, Siel Saputra, dalam kondisi darurat tidak jarang Jubir (Gina) mau membantu pemenuhan kebutuhan gambar, seperti wawancara menggunakan aplikasi atau menjawab pertanyaan wartawan dengan rekaman video. Para reporter meyakini, semua itu berkat dukungan keluarga di rumah atau rekan kerja di Bidangnya.

"Kita salut, meski perempuan dan latarbelakang medis, Kak Gina bisa memberikan kontribusi besar dalam perang melawan Covid 19," ujarnya.

Sementara itu, dr. Gina Alecia saat berdiskusi dengan wartawan beberapa waktu lalu mengaku, tugas sebagai Jubir yang diberikan pemerintah daerah merupakan amanah besar. Ia bersyukur tugas berat ini bisa dijalani berkat dukungan suami, anak, keluarga, teman kerja dan Pemerintah bersama wartawan.

"Kawan kawan semua sangat membantu saya," ujarnya beberapa waktu lalu setelah mengumumkan update data Covid 19 di Media Center.

Gina mengaku, rekan kerja dan wartawan menjadi teman baru setelah menjadi jubir, bahkan banyak pertukaran informasi dan ilmu baru selama  menjalani tugas. dokter Gina Alecia merupakan salah seorang Kasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.(Dedi/Rudi)

Off-Roader Pasbar Peduli COVID-19 Dilepas Bupati Pasbar Menuju Jorong Pigogah

Mitra Rakyat (Pasbar)

Bupati Pasbar Yulianto melepas secara resmi para off-roader Pasbar dalam aksi peduli COVID-19 serta memberikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat di Jorong Pigogah Kenagarian Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Sabtu (30/05).

Dalam Kesempatan ini Bupati yang didampingi istrinya Sifrowati mengatakan sangat mendukung terselenggaranya acara bantuan Bansos ini kepada masyarakat yang sangat membutuhkan seperti masyarakat yang sarana aset jalannya masih berlumpur dan masih sulit ditempuh seperti Pigogah Air Bangis.

"Untuk menempuh akses jalan berlumpur ini, hanya mobil off-road 4X4 inilah yang bisa melewati setiap lintasan rintangan menuju lokasi tersebut," Ujar Yulianto.

"Ini merupakan suatu motifasi bagi kita semua yang mana off-roader tidak hanya sekedar pecinta mobil off-road saja tapi juga mempunyai jiwa sosial dan bermasyarakat untuk membantu sesama, hal ini sepenuhnya saya sangat mendukung", tambah Yulianto.

Dalam kesempatan yang sama, Yulianto juga menghimbau agar tetap menjaga kesehatan, tetap gunakan masker dan cuci tangan sesering mungkin serta menjaga jarak.


Yulianto juga menambahkan, dalam masa PSBB tahap III ini sangat diperlukan untuk mematuhi aturan yang ada, karena Pemerintah Daerah sedang mempersiapkan menuju new normal, kehidupan yang baru serta beberapa item nanti diberikan kelonggaran.

Adapun Bantuan yang diberikan berupa bahan sembako, seperti beras, mie instan, telur dan lain-lain. Bantuan ini yang tergabung dalam beberapa Community mobil off-road  Pasbar seperti Jip 4X4 Community, JAC (Jip Adventure Pasbar), JACKI (Jip Adventure  Club Kinali), Ves community Pasbar.

Sementar itu, AKP Robert juga menyampaikan, terima kasih atas dukungan Bapak Bupati Pasbar atas izin diselenggarakannya  para off-roader Pasbar peduli COVID-19 serta pemberian Bansos ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintahan Daerah yang telah mengizinkan Kami melakukan kegiatan ini, serta terima kasih kepada Bupati Yulianto atas dukungannya serta  telah meluangkan waktu melepas rombongan off-roader secara simbolis di rumah dinas Bupati Pasbar", Ungkap AKP Robert. (Dedi/Rudi)

Tak Ada Kata Libur Bagi Tim Satuan Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasbar

Mitra Rakyat (Pasbar)

Ditengah-tengah ancaman Pandemi Covid-19 sepertinya tidak ada kata libur untuk Tim satuan tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat meskipun dalam suasana lebaran tetap melaksanakan tugasnya dan meninggalkan keluarga dirumah.

Seperti hari ini Senin (25/05) di Pos perbatasan Kinali terlihat kesibukan Tim Satgas dalam mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

"Kita sebenarnya juga ingin berkumpul dan bermain bersama keluarga, namun demi keselamatan 500 ribu lebih warga Pasbar serta tugas yang kita emban ini juga wajib kita jalankan, Kami ikhlas dalam melaksanakan tugas ini, meskipun kami sering dicaci dan di bully di medsos, namun kami tetap akan jalankan tugas ini", ujar Sumandri salah seorang Tim Satgas Pos perbatasan.

"Kami sadar dalam tugas yang kami emban ini akan ada pro dan kontranya, namun kami tidak akan menyerah, kami akan laksanakan tugas ini semampu yang kami bisa, ini kami lakukan demi keselamatan kita bersama, bukan demi kepentingan pribadi", tambah Sumandri.

Sementara dihari yang sama Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, juga tetap melakukan update perkembangan terkait Covid 19 di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat.

Dijelaskan Gina, hari ini Senin tanggal 25 Mei 2020,
ada lagi penambahan 1 Orang ODP dari pelaku perjalanan yang baru melakukan perjalanan ke Padang. Serta menunjukkan beberapa gejala yang hampir sama dengan gejala Covid 19, guna antisipasi sipelaku perjalanan harus melakukan isolasi mandiri.

"Jadi sampai hari ini Total Kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) bertambah sehingga menjadi 265 Orang, dimana 252 orang sudah selesai pemantauan dan 13 orang masih dalam pemantauan", Terangnya.

"Sedangkan total kumulatif PDP (Pasien Dalam Pengawasan) masih tetap 13 orang, sementara Hasil swab menjadi 13 orang negatif, karena hasil swab Alm S asal Wonosari sudah keluar dan hasilnya Negatif, Sehat 9 orang, Meninggal 4 orang", jelas Gina.

"Selanjutnya total Pelaku Perjalanan juga bertambah dan menjadi 27.248 Orang. Total Kumulatif OTG (Orang Tanpa Gejala) masih 44 orang, serta Positif 1 orang dan saat ini masih menjalani isolasi mandiri di BLPP Bandar Buat Pada", Jelas Gina lagi.

Tak lupa diakhir penyampaiannya dr. Gina Alecia, M.Kes., tetap melakukan himbauan agar masyarakat tetap menjaga jarak, memakai masker dan kalau tidak ada keperluan penting agar tetap dirumah, bagi perantauan agar jangan mudik atau pulang kampung dulu.(Dedi/Rudi)

Pemkab Pasbar Bentuk Satgas Untuk Antisipasi Virus Covid-19 (CORONA)

Mitra Rakyat (Pasbar)
Maraknya berita-berita tentang Corona belakangan ini baik di Media cetak, Online maupun Televisi, berbagai macam tanggapan yang terjadi dikalangan Masyarakat.

Hal itu juga sudah mulai dirasakan oleh Masyarakat Kabupaten Pasaman Barat, berbagai macam pandangan dan tanggapanpun mulai menimbulkan keresahan bahkan ketakutan.

Menanggapi hal tersebut Pemkab Pasaman Barat Melalui Sekda Pasbar Yudesri menghimbau para Asisten Pemerintahan, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag dan Para Camat untuk membentuk Satgas dalam rangka mengantisipasi penularan virus Covid-19 atau virus Corona.

Menurut penjelasan Yudesri kepada Media ini, Sabtu (14/03), adapun langkah langkah yang akan diambil adalah sebagai berikut :

1. Membentuk satuan tugas pencegahan penularan virus Covid-19 atau corona di Kabupaten Pasaman Barat dengan melibatkan semua unsur terkait (TNI, Polri, asisten1, BPBD, Bappeda, BPKD, Dinkes, Kesbangpol, dan Disdik)

2. Menyusun SOP dan protokol penanganan virus Covid-19 atau corona terhadap pasien yg terpapar oleh virus covid -19 atau corona (Asisten 2, Dinkes dan RSUD, RSI Yarsi, BPBD, Bappeda, DP2KBP3A, Dinsos).

3.Melakukan penyemprotan disinfektan terhadap pusat pusat pelayanan umum, perkantoran, sekolah-sekolah (Dinkes, Disdik, DPTHP, Dinas Ketahanan Pangan, Puskesmas).

4. Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang virus Covid-19 atau corona, mulai dari gejala, penyebab dan cara-cara pencegahannya ( Dinkes, Diskominfo, DP2KBP3A, DPMN, Camat, Puskesmas )

5. Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dalam keramaian (Diskominfo, Dinkes, DPMN, Dinas Koperasi, Dinsos, Camat).

6. Menghentikan pemakaian absen elektronik atau finger print bagi ASN (Asisten3, BKPSDM, Disdik Dinkes).

7.Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi virus Covid-19 atau Corona, karena pemerintah sudah melakukan langkah-langkah pencegahan (Diskominfo, Kesbangpol, DPMN, Camat).

Pemkab Pasbar melalui Sekdanya berharap agar masing-masing Badan dan Instansi yang telah ditunjuk agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai tupoksi masing-masing.


Sekda juga menghimbau agar Masyarakat jangan Panik, Jaga kesehatan, Jaga Pola Makan, Jika sedang batuk atau flu agar menggunakan Masker.(Dedi/Rudi)

Mitra

{picture#http://2.bp.blogspot.com/-XccjilccW3o/WvaXDidXfzI/AAAAAAAABh4/uSZS7TnCbfc4FwXpWuQb2n8Fgh6BY9x7ACK4BGAYYCw/s1600/logo3.png} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Powered by Blogger.