Mitra Rakyat
Sunday, January 25, 2026, Sunday, January 25, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-25T13:30:17Z
Padang

Ledakan Dapur MBG di Padang Diduga Akibat Kelalaian, Memakan Korban Tanpa Jaminan

banner 717x904


MR.com, Padang |  Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi nasional, meninggalkan luka serius di Kota Padang. Sebuah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Alai, yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari, diduga meledak pada Senin, 19 Januari 2026. Empat pekerja mengalami luka bakar dalam insiden yang hingga kini masih minim penjelasan resmi.


Investigasi tim media di lapangan mengungkap indikasi kuat kelalaian fatal dalam pengelolaan dapur produksi makanan massal tersebut. Meski telah beroperasi selama sekitar dua bulan, dapur SPPG itu diduga tidak dilengkapi sistem exhaust atau sanitasi udara yang layak, yaitu sebuah komponen dasar dalam operasional dapur berbasis gas dan oven berskala besar.


Ketiadaan sistem sirkulasi udara ini diduga menyebabkan penumpukan gas di area produksi. Akumulasi gas itulah yang disinyalir memicu ledakan, menjadikan para pekerja yang berada di garis terdepan pelaksanaan program nasional itu sebagai korban utama.


Fakta yang lebih mencengangkan terungkap setelah insiden terjadi. Keempat korban luka bakar diduga bekerja tanpa kontrak kerja resmi. Mereka juga disebut tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Artinya, para pekerja ini menjalankan tugas negara tanpa jaminan perlindungan sosial dasar.


Hingga lebih dari sepekan pasca-ledakan, tidak ada kejelasan mengenai tanggung jawab pihak pengelola terhadap biaya pengobatan dan jaminan pemulihan para korban. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan dalam proyek yang dibiayai dan dilekatkan pada program strategis nasional.


Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada inisial TH yang disebut-sebut sebagai Koordinator SPPG Kota Padang melalui pesan WhatsAppnya +62 813-7845-5xxx pada Ahad (25/1/2026).


Namun, TH menyebutkan kalau bukan dia yang menjadi koordinator SPPG untuk Kota Padang


"Wa’alaikumussalam, selamat malam,  mohon maaf sebelumnya, sepertinya salah alamat pak, saya bukan koordinator SPPG Kota padang, saya Kepala SPPG, tapi bukan Kepala SPPG yang media tujukan," tegasnya singkat. 


Saat media meminta nama koordinator SPPG untuk wilyah Kota Padang kepada TH. Dia menjelaskan kalau koordinator Wilayah SPPG Padang insial UYA."Koordinator SPPG Padang buk UYA pak," terangnya.


Penelusuran lebih lanjut tim investigasi menemukan informasi mengenai dugaan keterlibatan anak salah satu pejabat tinggi di Polda Sumatera Barat dalam struktur pengelolaan dapur SPPG di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari. Dugaan konflik kepentingan ini memunculkan kekhawatiran serius akan mandeknya proses penegakan hukum dan kaburnya akuntabilitas atas jatuhnya korban luka.


Ledakan dapur MBG di Padang bukan sekedar kecelakaan kerja. Insiden ini membuka lapisan persoalan yang lebih dalam terhadap lemahnya pengawasan, pengabaian keselamatan kerja, pelanggaran hak buruh, serta bayang-bayang relasi kuasa dalam pelaksanaan program negara.


Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih menghimpun data lanjutan dan melakukan upaya konfirmasi kepada pihak- pihak terkait lainnya.

Tim

Editor : Redaksi

Terkini