-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cerita Pilu Dendi, Relawan Tim Pemenang FA yang Merasa Ditinggalkan Walikota Terpilih

Monday, February 23, 2026 | Monday, February 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T16:07:51Z


MR.com, Padang | Dendi, pria yang saat ini tinggal di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, mengaku pernah menjadi bagian dari tim pemenangan FA dalam pemilihan Walikota Padang. Namun setelah kemenangan diraih, ia menilai sejumlah janji politik yang disampaikan sang kandidat tak kunjung direalisasikan.


Kisah itu ia sampaikan kepada awak media pada Minggu malam, 22 Februari 2026, usai berbuka puasa di sebuah kafe di kawasan GOR Haji Agus Salim, Padang. Dendi mengungkapkan kekecewaannya terhadap komitmen kampanye yang menurutnya hanya tinggal janji.


“Janji politik yang gagal direalisasikan pejabat terpilih sering meruntuhkan kepercayaan publik, memicu apatisme, dan merusak legitimasi demokrasi. Pelanggaran janji ini biasanya hanya memiliki sanksi moral,” kata Dendi.


Menurut dia, ada sejumlah faktor yang membuat janji kampanye tak terwujud, mulai dari perubahan prioritas setelah berkuasa, kendala anggaran, hingga janji yang sejak awal diduga tidak diniatkan untuk ditepati. Ia menilai janji FA kepada tim pemenangan hanya sebatas “janji manis” yang tidak realistis.


Dendi juga mengingatkan pentingnya sikap kritis pemilih dalam menilai kandidat. “Pemilih seharusnya tidak hanya terpukau oleh janji kampanye, tapi juga mengevaluasi rekam jejak kandidat,” ujarnya.


Ia menuturkan, selama masa kampanye, komunikasi dengan FA berjalan intens. Sang kandidat bahkan kerap menghubungi tim pemenangan secara langsung. Namun, setelah terpilih menjadi Walikota Padang, situasi berubah.


“Untuk merealisasikan janji saja tidak ada. Untuk sekedar menghubungi pun sangat sulit. Tidak seperti saat mencalon,” kata Dendi.


Demi kemenangan FA, Dendi mengaku bersama timnya bekerja tanpa memedulikan kesehatan dan keselamatan. Ia menegaskan kekecewaan ini bukan karena tidak ikhlas membantu, melainkan karena kekhawatiran terhadap kepemimpinan sang walikota.


“Kalau janji kepada tim pemenangan saja tidak bisa ditepati, bukan tidak mungkin hal yang sama terjadi kepada masyarakat yang memilihnya,” ujar Dendi.


Ia menyebut sejumlah rekannya di tim pemenangan kini merasa ditinggalkan setelah kemenangan diraih. “Begitulah nasib teman-teman yang sudah membantu. Sekarang seperti dibiarkan sendiri,” katanya.


Catatan Redaksi: Berita ini ditulis berdasarkan informasi lapangan dan keterangan sumber. Semua pihak yang disebutkan berhak memberikan hak jawab sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.


Hingga berita ini diterbitkan media belum ada tanggapan resmi dari Walikota tersebut setelah dikonfirmasi dan redaksi masih dalam upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.


Penulis : Chairur Rahman(Wartawan Muda)

Editor    : Redaksi

×
Berita Terbaru Update