MR.com, Padang | Dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di kawasan gang samping Hotel Sriwijaya, Purus, Kecamatan Padang Barat, Kamis (9/4/2026), memantik perhatian publik. Aparat kepolisian didesak tidak berlama-lama dan segera bergerak cepat memburu pelaku yang hingga kini masih bebas berkeliaran.
Peristiwa itu terjadi saat korban berjalan kaki menuju kampus Universitas Ekasakti (UNES). Berdasarkan penuturan korban, situasi awal terbilang normal. Namun secara tiba-tiba, seorang pria yang mengendarai sepeda motor datang dari arah berlawanan dan memepet korban dari sisi kanan.
Dalam waktu singkat, pelaku diduga melakukan aksi pelecehan dengan menyentuh bagian tubuh sensitif korban, lalu langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi melalui jalur keluar gang.
Korban mengaku syok atas kejadian tersebut. Terlebih, lokasi kejadian merupakan jalur yang kerap dilintasi mahasiswa menuju kampus, sehingga selama ini dianggap relatif aman.
Aksi cepat pelaku menimbulkan kekhawatiran baru terkait keamanan perempuan di ruang publik, khususnya di titik-titik jalan yang minim penerangan dan pengawasan.
Publik pun mendesak aparat kepolisian agar tidak menganggap kasus ini sebagai persoalan sepele. Pola aksi pelaku yang menggunakan kendaraan dan langsung kabur dinilai menunjukkan keberanian sekaligus kemungkinan telah memahami kondisi lokasi.
Karena itu, polisi didorong segera melakukan penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar kawasan hotel, persimpangan jalan, hingga akses menuju kampus guna mengidentifikasi pelaku.
Jika penanganan berjalan lamban, masyarakat khawatir pelaku akan kembali mengulangi aksinya dan menimbulkan korban baru, terutama mahasiswi yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Korban sendiri berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Harapan saya pelaku cepat ditangkap dan diberi hukuman setimpal,” ujar korban.
Kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi respons cepat aparat dalam memberikan rasa aman bagi perempuan di Kota Padang. Polisi dituntut menunjukkan keseriusan agar ruang publik, khususnya area sekitar kampus, tidak berubah menjadi zona rawan pelecehan seksual.
Hingga berita diterbitkan media masih dalam tahap mengumpulkan data dan informasi serta upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.
Penulis : Mukhsin
Editor : Redaksi
