-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kantor PWI Solsel Dirusak, PWI Sumbar Desak Polisi Bertindak Cepat

Tuesday, May 19, 2026 | Tuesday, May 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T04:43:05Z


MR.com, PADANG | Aksi brutal berupa perusakan Kantor Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok Selatan memantik reaksi keras dari PWI Sumatera Barat. Organisasi wartawan tertua di Indonesia itu mengecam tindakan vandalisme yang terjadi pada Senin malam (18/5/2026) dan meminta aparat kepolisian bergerak cepat memburu pelaku.


Ketua PWI Sumbar, Widya Navies menegaskan, aksi pengrusakan terhadap fasilitas organisasi pers tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, tindakan tersebut sudah masuk ranah pidana dan harus diproses secara hukum.


“Karena Ketua PWI Solok Selatan sudah resmi melapor ke Polres Solok Selatan, maka kita minta aparat segera bertindak dan mengusut tuntas pelakunya,” kata Widya dalam keterangan pers di Padang, Selasa (19/5/2026).


Di tengah situasi yang berkembang, PWI Sumbar juga meminta seluruh insan pers tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Widya mengingatkan wartawan tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan menjunjung tinggi kode etik pers.


Nada lebih keras disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumbar, Sawir Pribadi. Ia menilai aksi pengrusakan itu merupakan tindak kriminal murni yang tidak bisa ditoleransi.


“Apapun alasannya, merusak kantor PWI adalah tindakan kriminal. Polisi harus bergerak cepat sebelum pelaku kabur. Apalagi kasus ini sudah viral di media sosial,” tegas Sawir.


Sementara itu, Ketua PWI Solok Selatan, Hendrivon mengungkapkan, laporan resmi sudah disampaikan ke pihak kepolisian sesaat setelah kejadian. Berdasarkan informasi awal yang diterima, pelaku diduga merupakan sekelompok remaja yang kerap mengonsumsi narkoba jenis sabu di sekitar lokasi.


Menurut Hendrivon, kondisi kawasan kantor sekretariat memang relatif sepi sejak Kantor Dinas Kominfo Solok Selatan pindah lokasi. Situasi itu diduga dimanfaatkan kelompok remaja untuk berkumpul.


“Beberapa waktu terakhir kawasan itu sering dipakai nongkrong remaja yang diduga nyabu. Bahkan sebelumnya juga pernah ada pelemparan batu ke arah kantor,” ujarnya.


Akibat aksi perusakan tersebut, sejumlah fasilitas kantor mengalami kerusakan. Kaca jendela pecah berserakan, sementara kursi plastik di dalam ruangan juga dirusak pelaku. Meski demikian, tidak ditemukan adanya barang yang hilang.


Asisten I Pemkab Solok Selatan, Taufik Effendi menyebut dugaan sementara mengarah pada aksi vandalisme oleh remaja pengguna narkoba, bukan sabotase terhadap aktivitas jurnalistik.


“Tidak ada barang yang hilang. Dugaan sementara memang ulah remaja yang sedang memakai sabu,” katanya.


Usai menerima laporan, jajaran Polres Solok Selatan langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan memburu pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.**


Editor  : Redaksi 


×
Berita Terbaru Update