MR.com, Sumbar | Memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tidak melulu soal upacara parade formalitas. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat memilih cara yang lebih menyentuh akar rumput, yaitu turun langsung membelah jalur-jalur kemiskinan di wilayah Sumbar untuk membagikan paket bantuan sosial (bansos).
Langkah taktis ini dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, didampingi Wadirlantas AKBP Yudho Huntoro. Alih-alih menggelar acara mewah di markas, korps sabuk putih ini justru memilih menyisir kawasan kumuh dan kantong-kantong masyarakat rentan ekonomi.
Bantuan yang digelontorkan bukan sekedar pemanis. Paket komoditas pangan pokok mulai dari beras, minyak goreng, telur, hingga pakaian layak pakai dan perlengkapan sekolah diserahkan langsung demi mengintervensi beban hidup warga yang kian menghimpit.
"Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini harus menjadi jembatan penguat. Hubungan Polri dan masyarakat tidak boleh berjarak. Kepedulian terhadap warga prasejahtera adalah potret riil dari fungsi pelindung dan pelayan masyarakat," tegas Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq dalam keterangannya, Senin (22/6).
Sasar Empat Wilayah Krusial
Agar tidak salah sasaran dan terjebak dalam formalitas "bagi-bagi hadiah", Ditlantas Polda Sumbar menerapkan sistem pemetaan berbasis data akurat. Empat wilayah yang dikenal memiliki kantong-kantong masyarakat membutuhkan menjadi sasaran utama, yakni Kota Padang, Padang Pariaman, Agam, dan Tanah Datar.
Wadirlantas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, memastikan bahwa proses distribusi dikawal ketat dengan menggandeng tokoh masyarakat dan pemda setempat untuk menjamin transparansi.
"Kami tidak ingin bantuan ini sekadar seremonial lalu selesai. Proses pendataannya transparan dan akuntabel. Kita pastikan jatuh ke tangan mereka yang benar-benar menjerit secara ekonomi," cetus Yudho.
Sentuhan langsung ini memicu haru. Siti Aminah (45), warga Lubuk Basung, Kabupaten Agam, tak mampu menyembunyikan emosinya saat sejumput bantuan sembako mendarat di dapurnya.
"Alhamdulillah, ini sangat meringankan beban kami di tengah situasi yang serba sulit seperti sekarang," tuturnya lirih.
Sentilan Keras Dirlantas ke Jajaran
Aksi sosial ini rupanya juga dimanfaatkan Kombes Reza untuk memberikan "sentilan" keras kepada seluruh jajarannya. Di hadapan anggotanya, ia mengingatkan agar polisi lalu lintas tidak hanya terlihat saat melakukan penegakan hukum di jalan raya, tetapi harus hadir sebagai solusi di tengah kesulitan warga.
"Tunjukkan bahwa Polri adalah keluarga bagi rakyat. Layani masyarakat tanpa memandang kasta, suku, atau golongan. Jangan ada jarak!" pungkasnya memberi instruksi tegas.
Langkah Ditlantas Polda Sumbar ini diharapkan tidak menjadi program musiman setahun sekali, melainkan menjadi stimulus bagi institusi lain untuk lebih peka terhadap realitas sosial di Sumatera Barat.**
Editor : Redaksi
