-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Iuran Perpisahan SD di Padang Disorot, Orang Tua Keluhkan Beban Baru di Tengah Tekanan Ekonomi

Saturday, June 6, 2026 | Saturday, June 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T04:29:58Z


MR.com, Padang |  Tradisi perpisahan sekolah yang semestinya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi siswa dan orang tua kembali menuai sorotan. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, muncul keluhan bahwa kegiatan seremonial tersebut justru berpotensi berubah menjadi beban finansial bagi sebagian wali murid.


Informasi yang diperoleh menyebutkan, salah satu sekolah dasar di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, menetapkan iuran perpisahan sebesar Rp200 ribu per siswa. Kesepakatan itu disampaikan melalui grup WhatsApp wali murid yang beranggotakan 24 orang, dengan total anggaran kegiatan sekitar Rp4.390.000.


Bagi sebagian orang tua, nominal tersebut mungkin tidak menjadi persoalan. Namun, bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, tambahan pengeluaran itu dinilai cukup memberatkan, terlebih bertepatan dengan kebutuhan biaya pendidikan ke jenjang berikutnya.


Seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku mempertanyakan konsep acara yang membutuhkan biaya tersebut.


“Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, kalau memang harus ada perpisahan sebaiknya dibuat sederhana saja. Jangan sampai orang tua merasa terbebani,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (6/6).


Menurutnya, esensi perpisahan bukan terletak pada besarnya dana yang dihabiskan, melainkan pada kebersamaan dan doa bagi masa depan para siswa.


“Tidak perlu acara yang mahal. Makan bersama dengan membawa bekal dari rumah masing-masing lalu berdoa bersama untuk kesuksesan anak-anak sudah cukup,” katanya.


Ia menambahkan, setelah kelulusan sekolah dasar, para orang tua masih harus mempersiapkan berbagai kebutuhan lain yang jauh lebih mendesak. Mulai dari biaya masuk SMP, pembelian seragam dan perlengkapan sekolah, hingga pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti khatam Al-Qur'an yang juga membutuhkan biaya.


Jangan Sampai Tradisi Berubah Jadi Pungutan


Fenomena iuran perpisahan di sekolah memang kerap memunculkan dilema. Keinginan menciptakan kenangan indah bagi siswa adalah hal yang wajar, namun kemampuan ekonomi setiap keluarga tidak dapat disamaratakan.


Karena itu, kebijakan yang berpotensi memunculkan kewajiban finansial seharusnya mempertimbangkan asas keadilan dan sukarela, sehingga tidak ada wali murid yang merasa terpaksa mengikuti keputusan mayoritas.


Terlebih lagi, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan surat edaran yang menekankan agar kegiatan perpisahan dilaksanakan secara sederhana dan tidak membebani orang tua.


Dalam ketentuan tersebut ditegaskan bahwa:


Kegiatan pelepasan atau perpisahan siswa wajib dilaksanakan di lingkungan sekolah atau gedung milik pemerintah.


Sekolahdilarang menggelar perpisahan di hotel, gedung mewah, maupun mengadakan perjalanan ke luar kota.


Biaya pelaksanaan harus ditekan agar tidak menjadi beban bagi wali murid.


Siswa dari keluarga kurang mampu tidak boleh dibebani pungutan biaya perpisahan dalam bentuk apa pun.


Di tengah meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan pendidikan, semangat kebersamaan seharusnya diwujudkan melalui acara yang sederhana namun bermakna. Jangan sampai momen perpisahan yang seharusnya menjadi kenangan indah justru meninggalkan beban ekonomi bagi para orang tua.


Hingga berita ini diterbitkan media masih dalam tahap mengumpulkan data dan informasi serta upaya konfirmasi pihak terkait lainnya 


Penulis  : Af Barat

Editor.    : Redaksi 


×
Berita Terbaru Update