MR.com, Pasaman Barat | Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur konektivitas di wilayah Sumatera Barat. Langkah ini dibuktikan dengan dimulainya proyek preservasi jalan dan jembatan strategis yang menghubungkan wilayah Padang Sawah hingga batas Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan data papan informasi proyek yang terlihat, proyek di bawah kendali Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat ini menelan anggaran fantastis mencapai Rp 8.299.528.000,00 (delapan miliar dua ratus sembilan puluh sembilan juta lima ratus dua puluh delapan ribu rupiah).
Dana segar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tersebut dialokasikan melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, khususnya PPK 1.4 Provinsi Sumatera Barat.
Kontrak Berjalan, Pengawasan Diperketat
Guna memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi, kontrak kerja dengan nomor : 02/PKK/SK-PJN1-Bb.03.23.1.4/II/2026 telah resmi ditandatangani per tanggal 11 Februari 2026. Sehari setelahnya, tepat pada 12 Februari 2026, pihak kontraktor pelaksana, CV. Teknik Kualiva Engineering, langsung tancap gas memulai pengerjaan di lapangan.
Proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung dalam waktu 324 hari kalender. Demi menjaga kualitas mutu dan transparansi, jalannya pengerjaan dikawal ketat oleh PT. Seecons selaku Konsultan Pengawas yang ditunjuk.
Uang Rakyat Kembali ke Rakyat
Menariknya, di bagian bawah papan proyek tertulis pesan penegasan yang cukup mencolok "Proyek ini dilaksanakan dengan dana yang dihimpun dari pajak yang anda bayar".
Pesan ini seolah menjadi pengingat bagi masyarakat sekaligus alarm bagi pihak kontraktor agar tidak main-main dalam memanfaatkan anggaran negara, mengingat setiap rupiah yang digelontorkan murni berasal dari kantong rakyat.
Publik kini menaruh harapan besar agar pengerjaan jalan penghubung Sumbar-Sumut ini selesai tepat waktu dan memiliki daya tahan yang prima, guna mendongkrak roda perekonomian dan mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan.
Penulis : Chairur Rahman (Wartawan Madya)
Editor : Redaksi
