MR.com, BUKITTINGGI| Satu abad sudah Jam Gadang berdiri kokoh menantang zaman. Bagi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Provinsi Sumatera Barat, momen 100 tahun ikon Ranah Minang ini bukan sekedar seremoni tiup lilin atau perayaan masa lalu, melainkan alarm keras untuk menjaga kedaulatan budaya dan memacu kemajuan masa depan.
Organisasi sayap di bawah naungan Rumah Juang Prabowo Subianto ini menegaskan bahwa Jam Gadang adalah saksi bisu yang melintasi tiga zaman, yaitu zaman kolonial, revolusi kemerdekaan, hingga era pembangunan.
Ujian Adaptasi Tanpa Kehilangan Jati Diri
Ketua DPW Rampas Setia 08 Berdaulat Sumbar, Muhammad Rafli, menekankan bahwa struktur Jam Gadang yang sempat berganti rupa atapnya dari model bulatan masa kolonial hingga puncaknya berwujud Gonjong Minang adalah pelajaran politik dan sosial yang sangat mahal.
"Ini adalah pelajaran nyata tentang cara beradaptasi tanpa harus kehilangan jati diri. Jam Gadang mengajarkan kita arti keteguhan," ujar Rafli dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (10/6).
Rafli menambahkan, napas perjuangan Rampas Setia 08 segaris dengan filosofi menara jam tersebut. Di bawah komando Prabowo Subianto, pihaknya berkomitmen mengawal agar Bukittinggi tidak hanya sekedar eksis sebagai kota sejarah, tetapi melesat menjadi motor ekonomi yang berdaulat.
Sentilan Cagar Budaya: Jangan Hanya Jadi Tontonan!
Sementara itu, Sekretaris DPW Rampas Setia 08 Sumbar, Syafri Yunaldi, S.H., memberikan catatan yang lebih tajam terkait status Jam Gadang sebagai Cagar Budaya Nasional. Menurutnya, status mentereng tersebut menuntut tanggung jawab konkret dari pemerintah daerah maupun pusat, bukan sekadar komoditas pariwisata.
"Kami menyatakan sikap tegas. Menjaga Jam Gadang artinya menjaga martabat Sumatera Barat di mata dunia. Kami mendukung penuh pelestarian ini, namun dengan catatan, pengembangannya harus berdampak langsung pada kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal," tegas Syafri.
Syafri juga melecut semangat para kader dan simpatisan untuk bergerak progresif, menganalogikan pergerakan organisasi dengan mesin Jam Gadang yang tak pernah lelah berputar.
"Seperti jarum Jam Gadang yang terus bergerak maju tanpa henti, begitu pula langkah kita dalam membangun Sumatera Barat dan Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto. Kita harus maju terus, kokoh, dan berdaulat!" pungkasnya.**
Editor: Redaksi
