-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Remaja Sumbar Dikepung Bahaya Jalan Raya, Ditlantas Polda Gerak Cepat "Sasar" 3 SMK di Padang

Sunday, June 14, 2026 | Sunday, June 14, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T16:58:15Z


MR.com, Padang |  Angka kecelakaan yang kerap melibatkan usia produktif memicu keprihatinan mendalam. Menolak tinggal diam melihat generasi muda bertaruh nyawa di jalan raya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat langsung tancap gas menggedor kesadaran para pelajar.



Melalui program "Police Goes To School", korps sabuk putih ini "menyerbu" tiga sekolah sekaligus di Kota Padang, yakni SMKN 4, SMKN 7, dan SMKN 8 Padang. Langkah ini bukan sekedar sosialisasi normatif, melainkan benteng pertahanan preventif demi memotong mata rantai pelanggaran hukum di kalangan remaja.



Bukan Sekedar Teori, Pelajar Dicekoki Fakta Pahit Jalan Raya

Di hadapan ratusan siswa, personel Ditlantas Polda Sumbar menyajikan edukasi yang menohok. Para pelajar tidak hanya disuapi aturan normatif, tetapi dibukakan matanya mengenai realitas pahit di aspal, mulai dari etika berkendara, kewajiban helm standar SNI, hingga rapor merah bahaya berkendara bagi remaja yang nekat memacu motor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM).



Suasana mendadak interaktif saat petugas membedah fenomena kenakalan remaja di jalan raya, seperti balapan liar dan aksi ugal-ugalan yang kerap berujung maut.


Catatan Redaksi: 

Data nasional konsisten menunjukkan bahwa kelompok usia remaja dan pelajar memuncaki kurva korban kecelakaan lalu lintas akibat minimnya edukasi dan kontrol emosi.


Dirlantas: Selamatkan Masa Depan, Setop Cari Maut di Jalan!

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., menegaskan bahwa investasi terbaik untuk menekan angka kecelakaan adalah dengan membentuk karakter disiplin sejak bangku sekolah.



"Generasi muda ini kelompok krusial. Melalui "Police Goes To School", kami tidak sedang mendikte, tapi menanamkan kesadaran bahwa jalan raya bukan arena main-main. Ada hak orang lain dan ada nyawa yang harus dijaga," tegas Kombes Reza.



Menurut Kombes Reza, tingginya mobilitas pelajar saat ini berkorelasi lurus dengan risiko di jalan jika tidak dibekali pemahaman hukum yang kuat. Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua tidak bisa ditawar lagi.



"Tujuan utama kami adalah membangun "mindset". Setiap tindakan di jalan raya punya konsekuensi logis. Kami ingin mereka pulang ke rumah dengan selamat, menjadi pelopor, bukan menjadi angka di dalam laporan kecelakaan," cetusnya lantang.



Menolak Jadi Korban, Pelajar Siap Jadi Agen Perubahan

Aksi jemput bola Ditlantas Polda Sumbar ini mendapat respons antusias. Para siswa tampak tersentak sekaligus sadar setelah dibeberkan berbagai faktor utama pemicu kecelakaan yang mayoritas bermula dari pelanggaran sepele.



Di akhir kegiatannya, Dirlantas Polda Sumbar kembali menekankan bahwa komitmen ini tidak akan berhenti di tiga sekolah ini saja. Police Goes To School akan terus digulirkan secara masif dan agresif ke seluruh penjuru Sumatera Barat.

Targetnya jelas dan tanpa kompromi, tujuannya membumikan budaya tertib lalu lintas sebagai gaya hidup mutakhir anak muda demi mewujudkan Ranah Minang yang aman, tertib, dan bebas dari tragedi jalan raya.**


×
Berita Terbaru Update