MR.com,Padang | Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) bergerak nyata dalam meningkatkan mutu pers nasional. Organisasi profesi ini bersiap menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Khusus Anggota yang akan dipusatkan di Kota Padang, Sumatera Barat.
Agenda strategis ini mengusung semangat nasionalisme yang sejalan dengan jargon HUT RI ke-81"Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". Melalui UKW ini, KJI berkomitmen melahirkan punggawa media yang tidak hanya cakap secara teknis, namun juga kokoh secara integritas.
"Mengisi kemerdekaan itu harus dengan profesionalisme. Langkah KJI ini adalah ikhtiar konkret menuju jurnalis yang kompeten dan berintegritas tinggi," demikian Andarizal Ketum KJI menyampaikan saat dikonfirmasi pada , Kamis (11/6).
Momentum Agustus di Bumi Minang
Pemilihan Kota Padang sebagai tuan rumah dinilai sangat tepat mengingat dinamika pers di Sumatera Barat yang memiliki akar sejarah kuat dalam perjuangan bangsa. Berdasarkan jadwal resmi, UKW KJI 2026 ini akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai tanggal 20 hingga 22 Agustus 2026.
Mengingat pentingnya standardisasi kompetensi ini, pihak panitia mengingatkan bahwa kuota peserta sangat terbatas. KJI sengaja membatasi jumlah kursi guna menjaga kualitas pengujian yang ketat dan objektif.
Dua Jalur Pendaftaran
Bagi para anggota KJI yang ingin merebut tempat dan melegitimasi kompetensinya, panitia membuka dua skema pendaftaran yang dinilai sangat memudahkan calon peserta:
1.Pendaftaran Langsung (Offline) Peserta bisa mendatangi langsung Kantor DPP-KJI yang beralamat di Jalan Delima No. 77F, Ujung Gurun, Kota Padang, Sumatera Barat.
2.Pendaftaran Online (WhatsApp) Untuk efisiensi, panitia juga membuka layanan daring dengan menghubungi narahubung resmi di nomor 08216253982 atas nama Delon Ardiansyah.
Langkah taktis KJI ini diharapkan menjadi pemantik bagi organisasi profesi sejenis untuk terus membenahi kualitas jurnalisme di tanah air. Sebab, di paruh kedua dekade ini, tantangan arus informasi semakin deras, dan pers yang kompeten adalah benteng terakhir kebenaran publik.
Editor : Redaksi
