MR.com, PADANG | Truk pengangkut batubara yang dilaporkan terguling di tanjakan Letter S, kawasan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Rabu(27/5/2026) waktu lalu, hingga kini belum juga dievakuasi meski peristiwa tersebut telah berlangsung sekitar sepekan.
Kendaraan berat bernomor polisi BM 8303 DU itu diketahui mengalami kecelakaan saat menuju kawasan PLTU Teluk Sirih. Informasi yang dihimpun menyebutkan, truk diduga membawa muatan yang melebihi kapasitas sehingga kehilangan kemampuan saat melintasi jalur menanjak dan berkelok yang dikenal cukup rawan tersebut.
Kondisi truk yang masih tergeletak di lokasi memantik perhatian warga dan pengguna jalan. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, keberadaan kendaraan tersebut dinilai menjadi ancaman keselamatan bagi pengendara yang melintas setiap hari.
Salah satu masyarakat setempat, Soni, menilai kejadian itu tidak bisa dilepaskan dari pola distribusi batubara menuju PLTU Teluk Sirih yang selama ini mengandalkan angkutan darat dengan beban besar.
"Sudah seharusnya batubara diangkut menggunakan tongkang seperti dulu lagi. Selain lebih aman, juga mengurangi beban jalan yang sekarang kondisinya semakin memprihatinkan," ujar Soni kepada media ini pada Jumat (5/6) via telpon.
Menurutnya, persoalan yang lebih serius bukan hanya truk yang belum dievakuasi, melainkan kerusakan infrastruktur jalan menuju PLTU Teluk Sirih yang terus memburuk akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase berat.
"Hingga saat ini truk itu belum diangkut keluar. Silakan survei langsung sampai ke Teluk Sirih. Hampir seluruh ruas jalan menuju PLTU mengalami kerusakan. Bisa dikatakan sekitar 95 persen kondisinya sudah hancur," tegasnya.
Pengamatan di lapangan menunjukkan sejumlah titik ruas jalan mengalami retak, amblas, dan berlubang. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin meningkatkan resiko kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika permukaan jalan menjadi licin.
Peristiwa tergulingnya truk batubara ini dinilai menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk mengevaluasi sistem distribusi logistik ke PLTU Teluk Sirih. Pasalnya, selain berpotensi menimbulkan kecelakaan, aktivitas angkutan berat yang terus berlangsung tanpa pengawasan ketat juga mempercepat kerusakan jalan yang menjadi akses utama masyarakat.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari pihak berwenang, baik terkait proses evakuasi kendaraan yang masih berada di lokasi maupun upaya perbaikan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan warga. Jika tidak segera ditangani, jalur menuju PLTU Teluk Sirih dikhawatirkan akan semakin membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Bungus Teluk Kabung.
Hingga berita ini diterbitkan media masih berupaya konfirmasi pihak-pihak terkait.
Penulis : Chairur Rahman (Wartawan Madya)
Editor : Redaksi
