MR.com, Pesisir Selatan | Komitmen pemerintah pusat memperkuat konektivitas hingga pelosok negeri mulai terlihat di Nagari Koto Pulai, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Proyek pembangunan Jembatan Gantung Koto Pulai yang menelan anggaran APBN sebesar Rp5,84 miliar resmi bergerak ke tahap konstruksi.
Pantauan di lokasi memperlihatkan alat berat ekskavator Komatsu PC200 sudah bekerja membuka area pembangunan. Aktivitas tersebut menjadi penanda dimulainya proyek yang selama ini dinantikan masyarakat sebagai solusi atas persoalan akses yang kerap menghambat mobilitas warga.
Selama bertahun-tahun, masyarakat harus menghadapi keterbatasan akses untuk menuju lahan pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan hingga pusat perdagangan. Kondisi itu semakin beresiko ketika debit sungai meningkat dan aktivitas warga terganggu.
Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan tersebut. Kehadirannya diyakini akan memangkas waktu tempuh, meningkatkan keselamatan penyeberangan, sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat di kawasan itu.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Barat di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat.
Paket pekerjaan bernama Pembangunan Jembatan Gantung Koto Pulai itu memiliki Nomor Kontrak HK-01/NKN2-SB/PJK/FY2024/01/529 yang ditandatangani pada 9 April 2024.
Proyek tersebut dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp5.848.954.000 dan waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender.
Pelaksanaan konstruksi dipercayakan kepada CV. Arifan, sementara pengawasan dilakukan oleh konsorsium PT Dacon Jasa Utama, PT Gantari Prana KSO, dan PT Karya Sembada.
Di balik angka miliaran rupiah itu, harapan masyarakat jauh lebih besar. Mereka menanti hadirnya infrastruktur yang benar-benar mampu mengakhiri keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat akses pelayanan publik, serta membuka ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.
Karena itu, proyek ini tidak hanya dituntut selesai tepat waktu, tetapi juga harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Transparansi pelaksanaan dan pengawasan menjadi faktor penting agar anggaran negara yang digelontorkan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jika rampung sesuai target, Jembatan Gantung Koto Pulai tidak sekadar menjadi penghubung dua sisi sungai, melainkan simbol hadirnya negara dalam membuka akses, memperkuat konektivitas, dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Penulis : Chairur Rahman (Wartawan Madya)
Editor : Redaksi
