MR.com, PADANG | Pergantian tongkat komando di Polda Sumatera Barat langsung diikuti dengan penegasan arah kepemimpinan baru. Dalam apel perdana yang dipimpin Senin (13/7), Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengirim pesan tegas kepada seluruh jajaran, yaitu kepercayaan masyarakat tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus dibuktikan melalui pelayanan yang profesional, bersih, dan berintegritas.
Di hadapan seluruh personel, Djati menegaskan apel pagi bukan sekedar agenda seremonial. Momentum itu dijadikan titik awal membangun soliditas internal sekaligus menyamakan komitmen seluruh anggota untuk menghadirkan institusi Polri yang semakin dipercaya publik.
Kapolda mengingatkan bahwa tantangan kepolisian saat ini bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mempertahankan kepercayaan publik yang hanya bisa diraih melalui tindakan nyata. Pelayanan yang cepat, adil, humanis, serta responsif terhadap persoalan masyarakat menjadi ukuran utama keberhasilan institusi.
"Integritas adalah fondasi. Tanpa kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan, pelayanan yang diberikan tidak akan memiliki makna," tegasnya di hadapan peserta apel.
Djati juga menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, setiap personel Bhayangkara memikul amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang harus dijalankan dengan dedikasi serta keikhlasan, bukan sekedar memenuhi kewajiban administratif.
Selain memperkuat kualitas individu, Kapolda menilai kekompakan antarpersonel menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Barat. Soliditas internal, kata dia, akan berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.
Dalam arahannya, Djati juga mengajak seluruh anggota menjadikan semangat "Melayani dengan Hati, Menjaga dengan Integritas" sebagai budaya kerja yang melekat dalam setiap tindakan, bukan hanya slogan yang berhenti di spanduk atau podium apel.
Apel perdana tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru di Polda Sumbar yang mengusung penguatan profesionalisme, transparansi, dan pendekatan humanis sebagai implementasi Polri Presisi.
Kini, publik menunggu bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret di lapangan. Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian pada akhirnya tidak dibangun melalui pidato, melainkan melalui konsistensi pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, dan kehadiran polisi sebagai solusi bagi setiap persoalan masyarakat.**
Editor : Redaksi
