MR.com, PADANG| Pergantian komandan bukan sekedar ritual militer. Ketika tongkat komando berpindah tangan, tanggung jawab terhadap wilayah dan masyarakat ikut bergeser. Pesan itulah yang mengemuka dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Kodim 0312/Padang, Senin pagi, 31 Agustus 2026. Kolonel Inf. Ferry Adianto, S.I.P., M.H.I. menyerahkan tongkat komando kepada Letkol Inf. Faiq Fahmi.
Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, S.A.P., M.A., para Kasi Kasrem, seluruh Dandim jajaran Korem 032/Wirabraja se-Sumatera Barat, serta jajaran perwira dan prajurit. Namun di balik suasana seremonial tersebut, ada pekerjaan besar yang kini menanti komandan baru. Kodim 0312/Padang bukan sekedar markas militer. Satuan ini berada tepat di tengah denyut persoalan masyarakat Kota Padang.
Dinamika sosial, persoalan kewilayahan, potensi konflik, ketahanan masyarakat hingga kebutuhan membangun komunikasi lintas sektor merupakan bagian dari tantangan yang harus dibaca secara cepat dan tepat. Karena itu, ukuran keberhasilan seorang Dandim tidak berhenti pada kemampuan mengendalikan organisasi internal. Lebih jauh, kepemimpinan tersebut akan diuji dari seberapa efektif TNI hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di lapangan, Babinsa menjadi ujung tombaknya. Mereka merupakan prajurit yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat kewilayahan. Dari sinilah pembinaan teritorial mendapatkan wajahnya.
Komunikasi yang kuat dengan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, aparat keamanan dan berbagai komponen lainnya menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Letkol Inf. Faiq Fahmi kini memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan estafet kepemimpinan tidak sekedar mengganti figur, tetapi juga memperkuat kerja-kerja kewilayahan.
Program yang sudah berjalan tentu menjadi modal. Tetapi tantangan yang berkembang di masyarakat menuntut inovasi dan kemampuan membaca perubahan. Apalagi Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat memiliki dinamika yang jauh lebih kompleks dibanding sekedar persoalan keamanan konvensional.
Di sisi lain, pergantian Kolonel Ferry Adianto menuju penugasan di Kodam Mulawarman menandai babak baru perjalanan pengabdiannya. Selama memimpin Kodim 0312/Padang, berbagai program pembinaan kewilayahan telah menjadi bagian dari tugas yang harus diteruskan oleh penggantinya.
Kini estafet tersebut berada di tangan Letkol Faiq Fahmi. Pergantian komandan boleh berlangsung singkat di ruang seremoni. Tetapi pekerjaan seorang Dandim justru dimulai setelah seremoni berakhir.
Tantangan sebenarnya berada di lapangan, memastikan komunikasi dengan rakyat tetap hidup, Babinsa bekerja efektif, sinergitas antarlembaga berjalan dan kehadiran TNI benar-benar mampu menjawab kebutuhan kewilayahan.
Korem 032/Wirabraja di bawah kepemimpinan Brigjen TNI Aji Mimbarno juga memiliki kepentingan strategis untuk memastikan seluruh satuan jajarannya bergerak dalam satu garis komando, solid dan profesional.
Sebab soliditas organisasi bukan hanya persoalan kedisiplinan internal. Ia harus berujung pada kemampuan satuan menghadapi dinamika masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah.
Dengan berpindahnya tongkat komando Kodim 0312/Padang, publik kini menunggu warna kepemimpinan baru yang akan dibawa Letkol Faiq Fahmi.
Apakah sekedar meneruskan rutinitas yang sudah ada, atau menghadirkan terobosan baru dalam pembinaan teritorial?
Jawabannya bukan berada di ruang seremoni, melainkan akan terlihat dari kerja nyata di lapangan. Tongkat komando telah berpindah. Amanah telah diteruskan. Dan ujian kepemimpinan baru pun resmi dimulai.
Editor : Chairur Rahman
