MR.com, Sumatera Selatan | Perjalanan panjang Stefanus Satake Bayu Setianto di tubuh Korps Bhayangkara akhirnya menembus jenjang perwira tinggi. Satu bintang resmi disematkan di pundaknya, mengubah pangkatnya dari Komisaris Besar Polisi menjadi Brigadir Jenderal Polisi.
Kenaikan pangkat itu berlangsung dalam Apel Pagi di Lapangan Upacara Mapolda Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026), dipimpin langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.
Namun, bintang satu yang kini melekat di pundak Satake Bayu bukan sekedar seremoni kenaikan pangkat. Di baliknya terdapat perjalanan karier lebih dari tiga dekade dengan lintasan penugasan yang cukup panjang dan beragam.
Nama Satake Bayu memiliki catatan khusus di Sumatera Barat. Ia pernah dipercaya menduduki jabatan Kabid Humas Polda Sumbar. Posisi tersebut bukan jabatan biasa. Kabid Humas merupakan salah satu simpul penting komunikasi institusi kepolisian, terutama ketika Polri dituntut semakin terbuka menghadapi kritik, sorotan media dan ekspektasi publik.
Dari Sumbar, perjalanan Satake Bayu kemudian berlanjut ke Bali dan Jawa Tengah. Ia kembali dipercaya memimpin fungsi kehumasan sebagai Kabid Humas Polda Bali, sebelum kemudian dipercaya sebagai Kabid Humas Polda Jawa Tengah pada 2023.
Dengan penugasan tersebut, Jawa Tengah menjadi kali ketiga Satake Bayu dipercaya memimpin fungsi humas pada tingkat Polda.
Tetapi kariernya tidak hanya dibangun dari balik meja kehumasan. Lulusan Akpol 1992 itu memulai perjalanan dinasnya di Bali. Penugasan di Polres Karangasem dan Polres Badung menjadi bagian awal perjalanan sebelum dirinya bergerak ke sejumlah fungsi dan wilayah lain.
Polda Kalimantan Tengah dan Polda Sulawesi Utara juga menjadi bagian dari lintasan kariernya. Di sana, ia menjalani berbagai tugas, mulai dari operasional, lalu lintas, pendidikan kepolisian hingga kepemimpinan kewilayahan.
Lintasan tersebut kemudian melebar ke bidang pengamanan objek vital dan logistik. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1339/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026, Satake Bayu dipercaya mengemban jabatan Karo Log Polda Sulsel setelah sebelumnya menduduki posisi Karo Log Polda Bali.
Ia dilantik pada 30 Juli 2026. Tak berselang lama, jenjang pangkatnya pun berubah. Dari Kombes menjadi Brigjen Pol.
Perubahan pangkat itu sekaligus mempertegas bahwa Satake Bayu kini berada pada level kepemimpinan yang menuntut tanggung jawab lebih besar. Terlebih, pengalaman lintas fungsi yang dimilikinya mencakup sektor operasional hingga bidang pendukung strategis kepolisian.
Bagi institusi, pengalaman tersebut merupakan modal. Namun bagi seorang perwira tinggi, pengalaman juga berarti tuntutan pembuktian.
Satu bintang tidak boleh berhenti sebagai simbol prestise.
Ia harus diterjemahkan menjadi kinerja, integritas, kemampuan memimpin dan keberanian menjawab tuntutan masyarakat terhadap institusi Polri.
Termasuk pengalaman di bidang kehumasan yang pernah membawanya berada di garis depan menghadapi media dan opini publik.
Dari Sumatera Barat hingga Sulawesi Selatan, perjalanan Satake Bayu akhirnya sampai pada titik baru sebagai perwira tinggi dengan pangkat Brigjen Pol.
Kini pertanyaannya sederhana, seberapa besar pengalaman panjang itu mampu diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat?
Sebab dalam tubuh Polri, semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula ekspektasi publik yang harus dijawab.
Satu bintang telah tersemat. Saatnya kinerja yang berbicara. Selamat dan Sukses Brigjen Pol Satake Bayu.
Editor : Chairur Rahman (Wartawan Madya)
