-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kapolres Pasaman Barat Ajak Nagari Perketat Pengawasan Remaja, Ancaman Narkoba Jadi Sorotan

Wednesday, November 4, 2026 | Wednesday, November 04, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T15:49:08Z


MR.com, PASAMAN BARAT | Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan penindakan aparat kepolisian. Pengawasan keluarga, peran pemerintah nagari, serta keterlibatan tokoh masyarakat dinilai menjadi benteng awal untuk mencegah munculnya berbagai persoalan sosial, terutama di kalangan generasi muda.


Pesan itu disampaikan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto saat menggelar kegiatan "Kumpul Bersama Masyarakat" di Kedai Uda Nias, Komplek Pertanian, Jorong Padang Tujuh, Nagari Aur Kuning, Kecamatan Pasaman, Rabu (4/11/2026).


Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bertajuk "Polisi Bersama Masyarakat".


Sejumlah pejabat utama Polres Pasaman Barat turut hadir, di antaranya Kabag SDM Kompol Tarpi Miswar, Kasat Reskrim Iptu A. Agung Santa Subrata, Kasat Samapta AKP Dwi Rahmat Hadi Yanto, Kasat Binmas Iptu Zulfi, dan Kapolsek Pasaman AKP Bermana Manda. Unsur pemerintahan nagari, tokoh masyarakat, serta warga setempat juga mengikuti pertemuan tersebut.


Di hadapan warga, Agung menegaskan bahwa persoalan keamanan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian. Menurut dia, deteksi dini terhadap gangguan kamtibmas membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan perangkat pemerintahan nagari.


Ia menyebut kedatangannya ke Aur Kuning bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan untuk mendengar langsung keluhan, aspirasi, serta persoalan keamanan yang dihadapi masyarakat.


"Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan aktif dari tokoh masyarakat dan perangkat nagari," kata Agung.


Salah satu persoalan yang mendapat perhatian khusus ialah meningkatnya ancaman kenakalan remaja. Balap liar, tawuran antarkelompok, penyalahgunaan narkotika, hingga pergaulan bebas menjadi sejumlah fenomena yang menurut Kapolres perlu diantisipasi secara bersama.


Agung bahkan mendorong pemerintah nagari bersama wali nagari terpilih menyusun Peraturan Nagari (Pernag) untuk memperkuat pengawasan terhadap perilaku remaja.


Dorongan tersebut memperlihatkan bahwa upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum setelah pelanggaran terjadi. Lingkungan sosial dan pemerintahan terdekat dengan masyarakat juga perlu mengambil peran dalam membangun pengawasan serta pembinaan generasi muda.


"Bahaya narkoba harus menjadi prioritas perhatian kita bersama karena kerusakan pada generasi muda akan berdampak langsung pada stabilitas kamtibmas di daerah kita," ujarnya.


Selain mengajak pemerintah nagari memperkuat regulasi lokal, Kapolres mengingatkan warga agar tidak pasif ketika menemukan indikasi gangguan keamanan. Masyarakat diminta segera memanfaatkan layanan Hotline Kepolisian 110 untuk meminta bantuan maupun melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan aparat.


"Apabila membutuhkan bantuan Kepolisian atau melihat potensi gangguan keamanan di lingkungannya, jangan ragu mempergunakan layanan Hotline 110. Petugas kami siap merespons dan hadir di tengah masyarakat," kata Agung.


Dialog yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian, pemerintah nagari, dan masyarakat.


Namun, tantangan berikutnya bukan berhenti pada pertemuan dan kesepakatan. Konsistensi pengawasan terhadap remaja, pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta kecepatan respons terhadap laporan warga akan menjadi ukuran nyata sejauh mana kemitraan tersebut mampu menjaga keamanan di Kabupaten Pasaman Barat.


Editor  : Chairur Rahman 

×
Berita Terbaru Update