Mr.com, Pasaman | Pemerintah Kabupaten Pasaman memastikan hak pendidikan siswa tetap terjaga meski bangunan sekolah terdampak longsor di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Padang Gelugur. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar dipindahkan sementara ke tenda darurat agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung.
Peristiwa ini terjadi setelah bencana longsor merusak gedung SD Negeri 12 Koto Kaciak dan menyebabkan bangunan tidak lagi aman digunakan. Demi keselamatan siswa dan guru, pihak sekolah bersama pemerintah daerah memutuskan untuk menggunakan tenda sebagai ruang kelas sementara.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, turun langsung meninjau lokasi sekolah darurat pada Senin (19/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah serta dua unit tenda tambahan untuk mendukung kenyamanan proses belajar para siswa.
Menurut Bupati Welly, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi darurat. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memproses kajian teknis untuk rencana relokasi permanen sekolah dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, menyampaikan bahwa keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Ia menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas darurat merupakan langkah awal agar Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan tetap terpenuhi sambil menunggu solusi permanen yang lebih aman.
Sementara itu, para siswa tetap mengikuti proses pembelajaran dengan semangat meski harus belajar di dalam tenda yang kondisinya panas saat siang hari dan rawan saat hujan turun. Pemerintah daerah berharap dukungan semua pihak dapat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan agar aktivitas belajar kembali normal dan lebih aman di masa mendatang.
Liputan: redaksi
Editor: Redaksi
