-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KJI Tawarkan Kolaborasi Strategis, Perusahaan Bidik Citra Tangguh di Tengah Badai Hoaks

Friday, February 27, 2026 | Friday, February 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T07:09:52Z


MR.com, JAKARTA | Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya kabar palsu, sejumlah perusahaan mulai mencari cara baru untuk menjaga reputasi. Fenomena hoaks dan disinformasi yang menyebar cepat melalui media sosial dinilai menjadi ancaman serius bagi citra korporasi. Dalam konteks inilah Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) menawarkan model kemitraan strategis antara perusahaan dan jurnalis profesional.


KJI merupakan komunitas jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah. Mereka mengklaim berpegang pada prinsip jurnalisme berkualitas, akurat dan berimbang. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap informasi digital, pendekatan berbasis integritas dinilai menjadi kebutuhan mendesak.


“Reputasi tidak dibangun dalam sehari, tetapi bisa runtuh dalam hitungan jam akibat informasi yang tidak terverifikasi,” ujar salah satu perwakilan KJI dalam keterangan tertulis, pekan ini.


Menjaga Integritas, Membangun Kepercayaan


KJI menekankan bahwa kolaborasi yang ditawarkan bukan sekedar publikasi, melainkan kemitraan berbasis etika jurnalistik. Anggotanya disebut berasal dari media cetak, daring dan elektronik, dengan rekam jejak peliputan isu nasional maupun daerah.


Ada lima nilai utama yang ditawarkan dalam skema kolaborasi tersebut.


Pertama, reputasi dan kredibilitas. Jurnalis yang tergabung dalam KJI diklaim memiliki pengalaman dan pengakuan publik atas karya jurnalistiknya. Perusahaan yang bekerja sama dinilai dapat memperkuat citra melalui pemberitaan yang dikelola secara profesional.


Kedua, akses multiplatform. Dengan jejaring lintas media, distribusi informasi dapat menjangkau pembaca media cetak, pemirsa elektronik, hingga audiens digital.


Ketiga, jaminan kualitas berita. KJI menyatakan setiap liputan tetap mengacu pada kode etik jurnalistik dan prinsip keberimbangan.


Keempat, jaringan luas. Komunitas ini memiliki koneksi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pejabat publik hingga pelaku industri.


Kelima, program pelatihan dan lokakarya. KJI juga membuka ruang edukasi mengenai media relations dan pemahaman kerja redaksi bagi perusahaan.


Strategi Kolaborasi


Dalam skema yang ditawarkan, perusahaan didorong untuk terlebih dahulu mengidentifikasi isu relevan yang memiliki dampak sosial. Topik yang diangkat disarankan tidak semata promosi, melainkan mengandung nilai kepentingan publik.


Selanjutnya, perusahaan diminta menyusun rencana kolaborasi secara terstruktur dalam menentukan target audiens, platform distribusi, hingga substansi informasi yang akan disampaikan. Transparansi data dan akses terhadap narasumber internal juga menjadi prasyarat utama.


KJI menegaskan, pemberitaan tetap berada dalam koridor independensi redaksional. Perusahaan hanya berperan sebagai penyedia informasi dan fasilitator akses.


Studi Kasus: Program Literasi Digital


Salah satu contoh kolaborasi yang disebut berhasil adalah kerja sama dengan perusahaan penyedia layanan internet dalam peluncuran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di wilayah terpencil. Program tersebut berfokus pada peningkatan literasi digital masyarakat.


Liputan dilakukan oleh sejumlah jurnalis anggota KJI dari berbagai media. Pemberitaan yang terbit menyoroti dampak sosial program, bukan sekedar seremoni peluncuran. Hasilnya, perusahaan tersebut memperoleh eksposur positif sebagai entitas yang peduli terhadap pemerataan akses digital.


Tantangan dan Peluang


Pengamat komunikasi korporat menilai, kolaborasi semacam ini dapat menjadi solusi di tengah krisis kepercayaan publik terhadap informasi digital. Namun, transparansi dan konsistensi etika tetap menjadi kunci.


Di era ketika satu unggahan viral dapat memicu krisis reputasi, perusahaan dituntut lebih proaktif membangun komunikasi berbasis fakta. Kolaborasi dengan komunitas jurnalis profesional dinilai sebagai salah satu pendekatan yang relevan.


Bagi perusahaan yang berminat menjajaki kemitraan, KJI membuka kanal komunikasi melalui surat elektronik di kolaborasijurnalisindonesia@gmail.com atau WhatsApp di 0811-6699-94.


Di tengah lanskap informasi yang kian kompleks, menjaga integritas dan membangun kepercayaan publik tampaknya bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.


Penulis : Chairur Rahman (Wartawan Muda)

Editor    : Redaksi

×
Berita Terbaru Update