MR.com, PADANG | Meningkatnya ragam tindak kriminal, mulai dari pencurian, pembegalan, penipuan digital hingga penyalahgunaan narkoba, menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat. Di tengah dinamika ancaman tersebut, Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Provinsi Sumatera Barat, Mahdiyal Hasan, SH, menegaskan bahwa menjaga keamanan daerah bukan hanya menjadi beban institusi kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga.
Menurut Mahdiyal, paradigma bahwa keamanan sepenuhnya merupakan urusan aparat sudah saatnya ditinggalkan. Tanpa kepedulian masyarakat, ruang gerak pelaku kejahatan justru semakin terbuka.
"Keamanan lingkungan lahir dari kepedulian bersama. Polisi memiliki keterbatasan personel dan jangkauan, sehingga masyarakat harus berperan aktif sebagai mata dan telinga di lingkungan masing-masing," ujar Mahdiyal dalam keterangannya pada Sabtu (25/7).
Ia menilai perkembangan modus kejahatan saat ini semakin kompleks. Pelaku tidak hanya mengincar rumah kosong dan kendaraan bermotor, tetapi juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan penipuan secara daring yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Selain itu, ancaman penyalahgunaan narkoba dan kekerasan terhadap generasi muda juga dinilai sebagai persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
Mahdiyal memaparkan sedikitnya empat ancaman yang harus menjadi perhatian bersama, yakni pencurian terhadap rumah maupun kendaraan, aksi begal dan perampokan di jalanan, kejahatan siber melalui berbagai modus penipuan digital, serta peredaran narkoba yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.
Untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal, Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Sumbar mengajak masyarakat menerapkan langkah-langkah pencegahan secara nyata. Warga diimbau lebih mengenal kondisi lingkungan dan tetangganya, memanfaatkan teknologi pengamanan seperti CCTV, alarm, maupun kunci pengaman tambahan, serta tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang dianggap mencurigakan kepada aparat maupun pengurus lingkungan.
Selain itu, komunikasi antarwarga melalui RT, RW, kelurahan hingga komunitas lokal juga perlu terus diperkuat agar informasi terkait potensi gangguan keamanan dapat segera ditindaklanjuti.
"Jangan bersikap apatis. Ketika masyarakat peduli dan berani melapor, peluang kejahatan dapat ditekan sejak dini. Semangat kebersamaan menjadi benteng paling efektif dalam menjaga keamanan daerah," tegasnya.
Mahdiyal juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat memperkuat solidaritas melalui semangat "Satu Komando dalam Kepedulian, Satu Barisan dalam Keamanan."
Ia mengingatkan, apabila masyarakat mengetahui atau menemukan dugaan tindak kriminalitas, segera menghubungi layanan darurat Polri di nomor 110 atau mendatangi kantor kepolisian terdekat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Menurutnya, keamanan bukan hanya slogan, tetapi hasil dari kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat yang sama-sama memiliki kepedulian menjaga ketertiban. Tanpa keterlibatan publik, upaya menciptakan Sumatera Barat yang aman, nyaman, dan kondusif akan sulit diwujudkan.**
Editor : Chairur Rahman (Wartawan Madya)
