-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bilal Hasan, The Indo Ninja Menggebrak UFC: 45 Detik Hancurkan Lawan, Indonesia Punya Jagoan Baru!

Monday, August 31, 2026 | Monday, August 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T06:21:18Z

Bilal Hasan

MR.com, JAKARTA | Indonesia kembali punya alasan untuk menatap panggung Mixed Martial Arts (MMA) dunia dengan kepala tegak. Nama Bilal Hasan kini menjadi sorotan setelah petarung berjuluk The Indo Ninja itu mencetak kemenangan brutal hanya dalam 45 detik di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10.


Mridul Saikia menjadi korban keganasan Bilal. Sebuah overhand kanan menjatuhkan Saikia. Tak berhenti di sana, Bilal langsung menghujani lawannya dengan serangan ground and pound hingga wasit menghentikan pertarungan (TKO).


Pertarungan berakhir sebelum penonton sempat menikmati panasnya duel. Namun, 45 detik itu ternyata cukup untuk membuka pintu terbesar dalam karier Bilal. Presiden UFC Dana White langsung memberikan kontrak kepada The Indo Ninja.


"Saya sangat terkesan dengan kamu. Saya tidak sabar menantikan kamu di masa mendatang. Saya sangat tidak sabar menonton pertarungan pertamamu di UFC. Selamat datang," ujar Dana White.



Bukan Sekedar Kontrak UFC

Kontrak tersebut mempunyai arti lebih besar bagi Indonesia. Bilal tercatat sebagai petarung Indonesia kedua yang mendapatkan kontrak UFC, setelah Jeka Saragih mencetak sejarah pada 2023.


Dengan demikian, jalan yang sebelumnya dibuka Jeka kini diteruskan Bilal. Bedanya, Bilal datang dengan senjata yang tidak kalah mengerikan.


Rekor profesionalnya masih sempurna,  yakni 9 kemenangan tanpa kekalahan. Tujuh kemenangan diraih melalui TKO, satu submission dan satu melalui keputusan juri.


Catatan tersebut membuat Bilal bukan sekedar petarung berdarah Indonesia yang kebetulan mendapatkan kesempatan tampil di UFC. Ia datang dengan rekam jejak.



Darah Jakarta, Mental Amerika, Jiwa Indonesia

Bilal lahir di Oahu, Hawaii, 16 Juli 2001. Kedua orang tuanya berasal dari Jakarta. Saat berusia 10 tahun, Bilal pindah ke Washington, Amerika Serikat. Di negeri tersebut karier olahraganya berkembang. Namun, darah Indonesia tetap mengalir. Identitas itu bahkan ikut dibawa ketika kariernya mulai menembus level dunia.


Perjalanan Bilal di olahraga bela diri dimulai sejak usia empat tahun melalui Taekwondo. Prestasinya pun bukan kelas biasa. Pada 2017, ia menjadi juara PAN-American Taekwondo Junior Championships sebelum akhirnya mengambil keputusan besar untuk beralih ke MMA pada 2021. Keputusan itu kini mulai terbayar.


Sabuk CFFC, Lalu Dana White

Sebelum namanya diteriakkan dalam arena DWCS, Bilal terlebih dahulu membangun reputasi melalui Cage Fury Fighting Championship (CFFC). Pada 2024, ia merebut sabuk juara kelas flyweight CFFC setelah mengalahkan Jose Leon melalui rear-naked choke.


Setahun kemudian, Bilal mempertahankan gelarnya dengan menghentikan Brian Hauser melalui KO. Rangkaian kemenangan tersebut memperlihatkan karakter bertarung Bilal.


Ia mampu bermain dalam pertarungan berdiri sekaligus mengandalkan kemampuan grappling. Kecepatan, akurasi pukulan dan agresivitas menjadi kombinasi yang membuat The Indo Ninja sulit ditebak. Dan ketika kesempatan DWCS datang, Bilal tidak membuangnya, 45 detik menjadi kartu nama yang langsung dibaca Dana White.



Shanghai Menanti?

Setelah kontrak UFC berada di tangan, perhatian berikutnya tertuju pada debut Bilal. Bilal telah mengunggah informasi mengenai debutnya di UFC Shanghai melalui media sosial dengan menampilkan bendera Indonesia dan Peru.


Sejumlah sumber menyebut Bilal diproyeksikan menghadapi Nilson Rojas di kelas flyweight. Namun, pertarungan tersebut masih menunggu pengumuman resmi dari UFC.


Jika benar terealisasi, Shanghai akan menjadi panggung pertama Bilal setelah resmi masuk UFC. Dan di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.


Sebab, mendapatkan kontrak UFC bukan garis finis. Itu baru pintu masuk. Di organisasi MMA terbesar dunia, reputasi harus dibuktikan kembali dari nol. Setiap lawan membawa kualitas berbeda. Setiap kesalahan bisa menjadi akhir pertandingan.


Tetapi Bilal punya modal yang tidak kecil, Rekor 9-0. Usia 25 tahun. Pengalaman juara CFFC. Dan kemenangan DWCS hanya dalam 45 detik. Kini Indonesia tinggal menunggu satu hal kapan The Indo Ninja benar-benar memasuki oktagon UFC. Jika Jeka Saragih membuka pintu, Bilal Hasan datang untuk membuat pintu itu semakin lebar.


Dari darah Jakarta yang mengalir dalam tubuhnya, Bilal kini membawa nama Indonesia menuju panggung MMA paling bergengsi di dunia.

The Indo Ninja telah masuk UFC. Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai.


×
Berita Terbaru Update