-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kabut Asap Makin Mengganggu, BEM FH Unes dan Wartawan Turun ke Jalan 500 Masker Dibagikan

Wednesday, September 9, 2026 | Wednesday, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T13:53:48Z


MR.com, PADANG | Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, mulai mendapat respons langsung dari kalangan mahasiswa dan insan pers.


Bukan sekedar mengabarkan kondisi udara yang memburuk, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Eka Sakti (Unes) Padang bersama sejumlah wartawan memilih turun langsung ke tengah masyarakat dengan membagikan masker secara gratis.


Aksi sosial tersebut digelar Rabu (9/9/2026) saat aktivitas masyarakat cukup padat di kawasan simpang lampu merah Masjid Raya Khatib Al Minangkabawi, Kota Padang. Sedikitnya 500 masker dibagikan kepada pengendara maupun warga yang melintas.


Ketua BEM Fakultas Hukum Unes Padang, Aryasuta Taharman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang perlu mendapat perhatian.


Menurutnya, masker bukan sekedar bantuan sederhana, tetapi menjadi bentuk perlindungan awal sekaligus sarana edukasi agar masyarakat lebih waspada terhadap dampak buruk kabut asap.


"Hari ini kami dari BEM Fakultas Hukum Unes bersama abang-abang wartawan membagikan masker sebagai bentuk benteng dan edukasi dalam mencegah dampak kabut asap," kata Aryasuta.


Ia menilai kondisi kualitas udara yang terus menjadi perhatian perlu direspons dengan langkah nyata, bukan hanya melalui imbauan.


"Karena kualitas udara hari ke hari terus menurun, maka perlu ada aksi nyata untuk mengedukasi masyarakat," ujarnya.


Aryasuta berharap aksi tersebut tidak berhenti di BEM Fakultas Hukum Unes. Ia mendorong organisasi mahasiswa lainnya ikut mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.


"Tadi sedikitnya ada sekitar 500 masker yang kami bagikan. Semoga setelah ini ada BEM-BEM lainnya yang ikut turun," katanya.



Media Tak Cukup Beritakan, Harus Ikut Bergerak


Senada, Pimpinan Umum GofaktaNews.com, Topik Marliandi, bersama Tim Redaksi Suwandi, S.H., M.H., yang turut dalam aksi tersebut, menilai persoalan kabut asap tidak semestinya berhenti pada pemberitaan media.


Menurutnya, pers memiliki fungsi edukasi yang dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk terlibat langsung mengingatkan masyarakat mengenai resiko buruk kualitas udara.


"Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi melalui pemberitaan. Dalam kondisi seperti ini, kita juga bisa mengambil bagian dalam mengedukasi masyarakat," ujar Topik.


Ia menyebut pembagian masker merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki pesan penting: masyarakat membutuhkan proteksi dini ketika kualitas udara memburuk.


"Kegiatan seperti ini penting. Kita ingin mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak kabut asap, terutama resiko terhadap pernapasan," katanya.


Topik juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap kabut asap sebagai persoalan biasa.


Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih.


Karena itu, masyarakat dihimbau menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di ruang terbuka apabila tidak mendesak, serta menjaga kondisi tubuh.



Jangan Tunggu Korban Berjatuhan


Lebih jauh, Topik berharap kondisi udara yang memburuk menjadi momentum bagi pemerintah, organisasi mahasiswa, komunitas, media dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi publik.


"Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui kabut asap dari pemberitaan. Harus ada edukasi langsung, termasuk bagaimana masyarakat melindungi diri ketika kualitas udara memburuk," tegasnya.


Ia menambahkan, sinergi mahasiswa dan media diharapkan dapat menjadi pemantik gerakan yang lebih luas.


"Harapannya gerakan ini menular. Tidak hanya BEM Unes, tetapi juga BEM lainnya, instansi dan elemen masyarakat ikut turun memberikan edukasi kepada warga," pungkasnya.


Aksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ketika kualitas udara memburuk, masyarakat tidak bisa hanya menunggu pemerintah bertindak.


Langkah proteksi paling sederhana yaitu, menggunakan masker dan mengurangi paparan udara luar, hal ini justru menjadi benteng awal yang dapat dilakukan masyarakat.


Apalagi, kabut asap dan abu vulkanik yang berdampak hingga wilayah Kota Padang berpotensi menambah beban kualitas udara.


Pewarta: Tim

Editor     : Chairur Rahman 


×
Berita Terbaru Update