MR.com, Padang| Kondisi bangunan sekretariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat kembali jadi sorotan. Gedung yang semestinya menjadi pusat aktivitas kepemudaan itu kini bak bangunan terbengkalai.
Cat dinding mengelupas, plafon bolong, dan fasilitas pertemuan jauh dari kata layak. Jaringan internet yang merupakan kebutuhan vital organisasi pun terputus akibat tunggakan.
Alih-alih merespons kegelisahan publik, Ketua KNPI Sumbar periode 2022–2025, Nanda Satria, memilih bungkam. Upaya redaksi menghubungi lewat sambungan telepon pada Kamis, 28 Agustus 2025, tak berbalas.
Berita terkait : Sekretariat KNPI Sumbar Gersang dan Memprihatinkan, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Diamnya Nanda menambah panjang daftar kekecewaan kalangan muda terhadap kepemimpinan organisasi tersebut. “Sesibuk apa ketua ini sebagai anggota dewan, sehingga satu tahun tidak pernah mengunjungi sekretariat KNPI,” kata seorang narasumber yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan, sejak awal 2025 Nanda praktis absen dari sekretariat.
Menurut sumber itu, posisi Ketua KNPI Sumbar hanya dijadikan batu loncatan politik bagi Nanda untuk meniti karier sebagai wakil rakyat. “Sekretariat dibiarkan mati, pemuda kehilangan rumahnya,” ujarnya.
Kritik serupa juga datang dari sejumlah aktivis. Mereka menilai KNPI Sumbar kehilangan ruh kepemudaan karena ditinggalkan pemimpinnya. “Bagaimana mau menggerakkan pemuda kalau rumah sendiri saja tak terurus,” kata seorang aktivis di Padang.
Dorongan agar DPD KNPI Sumbar segera berbenah pun menguat. Di tengah isu kebangsaan yang kian kompleks, pemuda disebut butuh ruang konsolidasi. Namun, alih-alih menjadi pusat gagasan, sekretariat justru berubah menjadi simbol ketidakpedulian.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu klarifikasi dari Ketua KNPI Sumbar serta pihak-pihak terkait lainnya.(cr)