-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gema Takbir di Ambang Pintu Antara Panggilan Ibadah dan Luka yang Belum Pulih

Saturday, February 14, 2026 | Saturday, February 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T13:39:36Z


 

Penulis : Mukhsin

MR.com, Padang | Dalam hitungan hari, kumandang takbir akan memecah kesunyian malam, menandai datangnya bulan suci Ramadhan yang dinanti jutaan umat Islam. Suara syahdu dari pelantang suara masjid akan memanggil kaum muslimin untuk merapatkan barisan di rumah-rumah ibadah, menjemput keberkahan dalam balutan takwa.


Namun, di balik persiapan sajadah dan mukena baru, tersaji pemandangan kontras yang menyayat hati. Di sudut-sudut Pasar Raya Padang, gema takbir kali ini terasa getir bagi sebagian pedagang. "Takbir" kegembiraan itu harus beradu dengan isak tangis yang belum juga reda. 


Kebijakan yang Tak Berujung Pangkal


Tangis pedagang bukanlah tanpa sebab. Para pedagang kaki lima merasa terjepit oleh rentetan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil. Hingga detik ini, berbagai persoalan mendasar mulai dari melambungnya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan hingga ketidakpastian regulasi ekonomi yang masih menggantung tanpa solusi konkret.


"Bagaimana kami bisa menyambut Ramadan dengan tenang jika dapur saja tidak mengepul? Kebijakan hari ini seolah hanya janji di atas kertas yang tak pernah sampai ke piring kami," keluh salah satu pedagang di Pasar Raya Padang dengan nada lirih.


Persimpangan Spiritual dan Realitas Ekonomi


Ketidakpastian ini menciptakan jurang pemisah yang lebar antara kewajiban spiritual dan beban hidup yang kian menghimpit. Umat kini berada di persimpangan jalan. 


Di satu sisi, ada dorongan untuk menyucikan hati menuju rumah ibadah, disisi lain, beban hidup akibat kebijakan yang "tak jelas ujung pangkalnya" terus menyeret mereka kembali ke realitas pahit.


Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi pemangku kebijakan. Pemerintah diingatkan agar tidak hanya sekadar memberikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa melalui baliho-baliho megah, tetapi juga benar-benar menghapus air mata rakyat dengan solusi nyata sebelum fajar Ramadan benar-benar menyingsing.

×
Berita Terbaru Update