-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BPJN Sumbar Kebut Preservasi Jembatan Padang–Painan–Kambang, Proyek 6,25 Miliar Dituntut Tepat Mutu, Tepat Waktu

Tuesday, July 28, 2026 | Tuesday, July 28, 2026 WIB Last Updated 2026-07-28T02:34:36Z


MR.com, PESISIR SELATAN|Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat terus memperkuat keandalan infrastruktur jalan nasional di wilayah pesisir. Salah satu fokusnya adalah pekerjaan Preservasi Jembatan Padang–Painan–Kambang dengan nilai kontrak Rp6.259.947.000 yang bersumber dari APBN.


Proyek ini bukan sekedar rutinitas pemeliharaan infrastruktur. Di balik nilai investasi yang digelontorkan negara, tersimpan tanggung jawab besar untuk memastikan jembatan di jalur strategis Padang–Painan–Kambang tetap layak, aman, dan mampu menopang arus logistik serta mobilitas masyarakat yang terus meningkat.


Berdasarkan data pada papan informasi proyek, pekerjaan dimulai pada 26 Februari 2026 dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender dan ditargetkan rampung pada 23 Oktober 2026. Pelaksanaan dipercayakan kepada CV Rokade Cooperation, sementara pengawasan dilakukan oleh PT Dwikarsa Envacotama KSO, PT Cipta Strada KSO, dan PT Laras Sembada.


Pantauan di lapangan pada Jumat (24/7) menunjukkan aktivitas pekerjaan berlangsung cukup intensif. Truk ready mix silih berganti memasok material beton, sementara para pekerja terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD) saat melaksanakan pengecoran pada bagian struktur jembatan.


Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa tahapan pekerjaan memasuki fase penting yang membutuhkan pengawasan ekstra. Sebab, kualitas pengecoran dan mutu material akan sangat menentukan umur layanan jembatan dalam jangka panjang.


Jalur nasional Padang–Painan–Kambang merupakan salah satu koridor transportasi utama di Sumatera Barat. Selain dilalui kendaraan pribadi dan angkutan umum, ruas ini juga menjadi lintasan distribusi logistik menuju kawasan pesisir selatan.


Karena berada di lingkungan pantai dengan tingkat kelembapan dan kadar garam yang tinggi, struktur jembatan menghadapi resiko korosi lebih besar dibanding wilayah daratan biasa. Itulah sebabnya pekerjaan preservasi harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi proyek.


Di sisi lain, keterbukaan informasi melalui pemasangan papan proyek menjadi bentuk transparansi yang patut diapresiasi. Publik dapat mengetahui nilai kontrak, waktu pelaksanaan, sumber anggaran, hingga pihak pelaksana dan konsultan pengawas sehingga ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan uang negara semakin terbuka.


Namun transparansi tidak boleh berhenti pada papan informasi semata. Pengawasan kualitas di lapangan harus berjalan konsisten sejak proses pengecoran, pengujian mutu beton, hingga pekerjaan dinyatakan selesai.


Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sumatera Barat bersama konsultan pengawas dituntut memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi spesifikasi kontrak. Kualitas hasil akhir akan menjadi tolok ukur apakah anggaran negara benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman, dan berumur panjang, atau justru menyisakan pekerjaan perbaikan dalam waktu singkat.


Dengan target penyelesaian pada Oktober 2026, proyek preservasi ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan pesisir Sumatera Barat, memperlancar distribusi barang dan jasa, mendukung sektor pariwisata, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.


Bagi publik, keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari selesainya pekerjaan tepat waktu, tetapi juga dari kualitas konstruksi yang mampu bertahan menghadapi beban lalu lintas dan kondisi lingkungan pesisir dalam jangka panjang. Sebab, setiap rupiah APBN yang dikucurkan harus bermuara pada manfaat nyata, bukan sekadar tercapainya target penyerapan anggaran.

Editor  : Chairur Rahman 
×
Berita Terbaru Update