-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jelang HUT RI, Pokdarkamtibmas dan PMII Sumbar ‘Turun Jalan’ Bangkitkan Kesadaran Kebangsaan

Sunday, August 16, 2026 | Sunday, August 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T12:35:06Z

MR.com, PADANG | Sehari menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat kebangsaan di Sumatera Barat kembali digelorakan. Pokdarkamtibmas Bhayangkara Provinsi Sumatera Barat bersama PKC PMII Sumbar turun langsung ke tengah masyarakat membagikan bendera Merah Putih.

Namun, kegiatan itu tidak semata-mata soal membagikan bendera. Ada pesan yang jauh lebih besar, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, sementara kesadaran kebangsaan justru perlahan tergerus oleh berbagai persoalan sosial, politik, keamanan, dan kepentingan kelompok.

Merah Putih yang dibagikan kepada masyarakat ditempatkan sebagai simbol untuk mengingat kembali mahalnya harga sebuah kemerdekaan. Darah, air mata, pengorbanan, keberanian, dan perjuangan panjang para pendiri bangsa menjadi bagian dari sejarah yang semestinya tidak selesai dibaca setiap 17 Agustus.

Dalam perspektif hermeneutika, simbol tidak pernah berdiri sendiri. Ia memiliki makna yang terus ditafsirkan oleh setiap generasi. Karena itu, Merah Putih bukan sekedar kain berwarna merah dan putih. 

Ia adalah representasi perjalanan sejarah bangsa sekaligus pertanyaan bagi generasi hari ini, apa yang sudah dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan yang dahulu direbut dengan pengorbanan begitu besar?

Jika generasi terdahulu menghadapi penjajahan dengan senjata dan mempertaruhkan nyawa, maka bentuk perjuangan generasi sekarang tentu berbeda.

Perjuangan itu dapat diwujudkan melalui menjaga persatuan, menciptakan keamanan dan ketertiban, merawat demokrasi, melawan hoaks dan provokasi, memperkuat kepedulian sosial, serta memastikan negara tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Di titik inilah kolaborasi Pokdarkamtibmas Bhayangkara dan PKC PMII Sumbar menjadi relevan.

Pokdarkamtibmas membawa semangat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sementara PMII merepresentasikan energi intelektual dan gerakan kaum muda.

Keduanya bertemu dalam satu kesadaran bahwa menjaga Indonesia tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah maupun aparat keamanan.

Kemerdekaan adalah proyek kebangsaan yang harus dijaga bersama. Terlebih di tengah situasi bangsa yang menghadapi tantangan kompleks. Persatuan dapat diganggu oleh polarisasi, kepentingan politik dapat mengalahkan kepentingan publik, sementara rasa apatis masyarakat berpotensi membuat makna kemerdekaan semakin dangkal.

Karena itu, pembagian bendera menjelang 17 Agustus seyogianya tidak berhenti sebagai kegiatan simbolik.

Setiap bendera yang terpasang di rumah warga, kendaraan, jalan maupun ruang publik harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki konsekuensi moral.

Indonesia memang telah merdeka dari penjajahan. Tetapi pekerjaan rumah bangsa belum selesai.

Kedaulatan harus terus dijaga. Keadilan harus diperjuangkan. Persatuan harus dirawat. Dan keamanan masyarakat harus menjadi tanggung jawab bersama.

Jangan sampai merah putih hanya ramai berkibar selama Agustus, tetapi semangat memperjuangkan kepentingan rakyat justru menghilang setelah seremoni berakhir.

Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sumbar dan PKC PMII Sumbar melalui momentum tersebut hendak mengingatkan bahwa perjuangan tidak berhenti pada 17 Agustus 1945.


Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tugas yang tak kalah berat, yaitu memastikan kemerdekaan benar-benar memiliki arti bagi rakyat.

Sebab kemerdekaan bukan sekedar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan adalah ketika rakyat merasa aman, memiliki ruang menyampaikan pendapat, memperoleh keadilan, serta mempunyai kesempatan menentukan masa depannya sendiri sebagai bangsa yang berdaulat.

Merah Putih pun akhirnya bukan hanya simbol yang dikibarkan.

Ia adalah pengingat. Bahwa Indonesia dibangun dengan pengorbanan. Bahwa persatuan tidak boleh diperdagangkan. Dan bahwa kedaulatan rakyat harus tetap menjadi tujuan utama perjalanan bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Jaga Indonesia. Rawat persatuan. Tegakkan kedaulatan rakyat.

Salam Merdeka! 🇮🇩

×
Berita Terbaru Update