-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Turun ke Pulau Pigago Bersihkan Pantai, Kapolres Pasbar : Jangan Biarkan Laut Jadi Tempat Sampah

Sunday, August 16, 2026 | Sunday, August 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T13:12:23Z


MR.com, PASAMAN BARAT | Pesan menjaga lingkungan tidak cukup berhenti di atas panggung atau dalam slogan. Di Pulau Pigago, Air Bangis, pesan itu coba diterjemahkan langsung menjadi aksi.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., turun memimpin aksi bersih-bersih pantai bersama jajaran kepolisian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Indonesia Asri, sekaligus mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni, sementara alam justru dibiarkan rusak.


Dengan menyisir kawasan pesisir, personel kepolisian mengumpulkan berbagai sampah yang berserakan di sepanjang pantai. Mereka bekerja bersama tanpa sekat jabatan, menjadikan kawasan wisata dan ekosistem pesisir tersebut sebagai ruang gotong royong.


Langkah itu memang terlihat sederhana. Namun, di tengah persoalan sampah laut yang terus menjadi ancaman bagi ekosistem, aksi semacam ini menyimpan pesan yang jauh lebih besar, yaitu laut bukan tempat pembuangan terakhir dari kelalaian manusia.


AKBP Agung Tribawanto menegaskan, kelestarian laut berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat.


“Kelestarian laut adalah cermin kemakmuran bangsa. Menjaganya berarti menjaga kehidupan kita semua,” ujarnya.


Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan semata-mata pekerjaan pemerintah ataupun aparat. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan kekayaan alam tetap terpelihara.


“Melalui aksi ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita bersama,” katanya.


Pulau Pigago sendiri memiliki pesona alam yang menjadi bagian dari kekayaan pesisir Pasaman Barat. Namun keindahan tersebut akan kehilangan makna apabila kawasan pesisirnya perlahan berubah menjadi tumpukan sampah.


Karena itu, aksi bersih pantai tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan simbolis. Tantangan sesungguhnya justru terletak pada bagaimana kesadaran menjaga lingkungan menjadi kebiasaan sehari-hari.


Sebab, membersihkan pantai sehari tidak akan banyak berarti jika keesokan harinya sampah kembali dibuang sembarangan.


Di titik inilah pesan Indonesia Asri perlu diterjemahkan lebih konkret. Bukan sekedar slogan, melainkan perubahan perilaku dari aparat, pemerintah, pelaku usaha, wisatawan hingga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesisir.


“Dengan laut yang bersih dan lestari, bukan hanya ekosistem yang terjaga, melainkan sumber kehidupan dan keindahan Indonesia Asri akan terus abadi,” tutur Agung.


Pulau Pigago pun menjadi saksi bahwa menjaga alam membutuhkan lebih dari sekedar kata-kata. Ia membutuhkan tangan yang mau bekerja, kepedulian yang konsisten, serta keberanian untuk mengubah kebiasaan.


Di tengah perayaan kemerdekaan yang sarat seremoni, pesan dari pesisir Air Bangis itu sederhana tetapi penting, bangsa yang merdeka bukan hanya bangsa yang mampu membangun, tetapi juga bangsa yang sanggup menjaga apa yang diwariskan alam untuk generasi berikutnya.(**)


Editor  : Chairur Rahman 


×
Berita Terbaru Update