Diduga, Shelter diGedung Dinas Kebudayaan Prov.Sumbar, Terlupakan Dalam Perawatannya


Mitra Rakyat.com(Padang)
Tujuan pembanguan shelter oleh negara sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau biasa disebut shelter. Bangunan TES berfungsi sebagai tempat penampungan sementara untuk menyelamatkan jiwa masyarakat ketika terjadi tsunami, yang digunakan paling lama 2 jam setelah kejadian  dan bukan merupakan tempat pengungsian.

Namun, apabila stunami yang dikhawatirkan belum datang dan kemudian shalter dibangun tersebut sudah mulai rusak, apakah negara juga menganggarkan untuk perawatannya..?, tanya salah seorang pengunjung shelter yang juga sejalur dengan bangunan Dinas Kebudayaan Prov.Sumbar,  pada Kamis (01/08/2019) beberapa waktu lalu dipadang.

Pengunjung yang akrab disapa Danil mengatakan," untuk pembangunan shelter tersebut, negara sudah gelontorkan uang mecapai puluhan milyar" sebut Danil.

Mustahil juga, kalau untuk perawatannya negara enggan keluarkan dana yang mungkin tidak sebesar pembangunan awal, sebutnya lagi.

Sebab, akan sia-sia saja uang telah dihabiskan pada masa pembangunan nya, kalau tidak diringi dengan anggaran untuk perawatan nya, kata Danil lagi.

Itulah saat ini kondisi shelter dengan dwi fungsi bersamaan dengan Dinas Kebudayaan Prov.Sumbar tersebut, lanjut Danil,"  atap atau lotengnya sudah rusak. Rangka baja sebagai penahan atap dan loteng sudah banyak yang rusak" tutupnya.

Pagar shelter karatan menuju keropos dan tulangan rangka baja keluar menembus loteng

Hal senada juga diungkapakan oleh salah seorang pengunjung lainnya, pada Kamis (22/08) tadi. "Begitu juga pada pagar shelter  sebagai pengaman pengguna agar tidak mudah jatuh sudah banyak karatan", sebut pengunjung yang tidak ingin namanya dituliskan itu.

Andaikan kalau kita kedatangan tsunami yang tidak diduga-duga atau dadakan, sementara kondisi shelter dalam keadaan rusak karena tidak dirawat, jangan sampai korban berjatuhan bukan ulah tsunami, namun disebabkan oleh kondisi shelter yang tidak kondusif, kalau seperti itu siapa yang akan disalahkan, tukasnya.

Terkahir dikatannya, sebagai salah satu warga kota padang ini berharap kepada pihak yang berkompeten dalam menangani perawatan shelter tersebut untuk melakukan pekerjaan perawatan  sesegara mungkin,  tanpa harus terjdi tsunami dulu,karena lebih cepat lebih baik, pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan pihak media masi upaya konfirmasi pihak terkait lainnya. *roel /ikw*

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.