October 2023

1 #Kajati #Kajari #Sumbar #Pasbar 4 #Pasbar 1 #Pasbar #IMI 1 #sunatanmasal #pasbar #kolaboraksi 1 17 Agustus 1 AAYT 1 Administrasi 6 Agam 1 Agama 1 Aia Gadang 1 Air mata 1 Ajudan 1 Akses 4 Aksi 1 Amankan 1 Ambulance 1 Anam Koto 1 Anggaran 6 APD 1 Arogan 2 Artikel 1 Aset 1 Asimilasi 1 ASN 1 Atlet 1 ATR 2 Aturan 1 Babinkamtibmas 1 Baharuddin 1 Balon 1 Bandung 1 Bansos 1 Bantah 7 Bantuan 1 Batu Sangkar 1 Bawaslu 1 Baznas 1 Baznas Pasbar 1 Bebas 1 Bedah Rumah 1 Belajar 1 Belanja 4 Bencana 2 Berbagi 1 Berjoget 1 Bhakti 1 Bhayangkara 1 Bhayangkari 2 Bina Marga 1 BK 1 BKPSDM 1 BLPP 1 BLT Dana Desa 3 BNN 4 BNNK 1 Bocah 1 Bogor 1 Box Redaksi 1 Boyolali 9 BPBD 1 BPK RI 1 BPN 1 BTN 1 BTT 8 Bukittinggi 1 Bully 17 Bupati 3 Bupati Pasbar 1 Cacat Hukum 1 Calon 1 Camat 1 Cerpen 6 Corona 1 Covid 29 Covid 19 16 Covid-19 1 CPNS 1 cross 1 dampak 1 Dana 1 Dandim 1 Data 1 Demo 1 Dermawan 3 Dharmasraya 1 Dilaporkan 1 dinas 2 Dinkes 1 Dinsos 2 Direktur 3 Disinfektan 4 DPC 2 DPD 1 DPD Golkar 1 DPD PAN 1 DPP 12 DPRD 3 DPRD Padang 1 DPRD Pasbar 1 Dukungan 1 Duta Genre 1 Emma Yohana 2 Erick Hariyona 1 Ershi 1 Evakuasi 1 Facebook 1 Forkopimda 1 Formalin 1 Fuso 1 Gabungan 1 Gempars 1 Geoaprk 3 Gerindra 1 Gor 1 Gudang 3 gugus tugas 3 Hakim 2 HANI 1 Hari raya 1 Haru. 1 Hilang 1 Himbau 2 Hoax 1 Hujat 2 Hukum 1 Humas 1 HUT 1 Hutan Kota 1 idul adha 1 Ikan Tongkol 1 Iklan video 1 Ikw 2 Ilegal mining 1 Incasi 1 Inspektorat 1 Intel 3 Isolasi 1 Isu 1 Jabatan 32 Jakarta 3 Jalan 1 Jambi 3 Jateng 6 Jubir 1 Jumat berbagi 1 Jurnalis 10 Kab. Solok 2 Kab.Agam 4 Kab.Padang Pariaman 3 Kab.Pasaman 2 Kab.Solok 1 Kab.Solok Selatan 1 Kabag 3 Kabid 2 Kabupaten Pasaman 1 Kader 3 Kadis 1 Kajari 2 Kalaksa 1 Kanit 1 Kapa 10 Kapolres 1 Karantina 6 Kasat 1 Kasi 1 KASN 1 Kasubag Humas 1 Kasus 1 Kebakaran 1 Kejahatan 1 Kemanusiaan 1 Kemerdekaan 2 Keracunan 1 Kerja 1 Kerja bakti 1 kerjasama 2 Kesbangpol 1 Kesenian Daerah 1 Kesra 2 Ketua 2 Ketua DPRD 1 Kinali 2 KKN 1 Kodim 2 KOK 3 Kolaboraksi 2 Komisi 1 Komisioner 4 KONI 1 KONI PASBAR 1 Kontak 1 Kontrak 1 Kopi 4 Korban 1 Korban Banjir 1 Korupsi 15 Kota Padang 2 Kota Solok 3 KPU 2 Kriminal 4 kuasa hukum 1 Kuliah 1 Kupon 1 Kurang Mampu 1 Kurban 1 Labor 1 Laka Lantas 1 Lalulintas 1 Lantas 5 Lapas 3 Laporan 1 Laporkan 2 Laskar 1 Lebaran 2 Lembah Melintang 1 Leting 1 Limapuluh Kota 1 LKAAM 1 Lubuk Basung 3 Maapam 3 Mahasiswa 1 Maligi 1 Masjid 3 Masker 1 Medsos 1 Melahirkan 1 Mengajar 2 Meninggal 5 Mentawai 1 metrologi 1 Milenial 1 MoU 1 MPP 1 MRPB 2 MRPB Peduli 1 MTQ 2 Mujahidin 3 Muri 1 Nagari 1 Narapidana 6 Narkoba 28 Nasional 1 Negara 2 Negatif 5 New Normal 2 New Pasbar 88 News Pasbar 1 Ngawi 1 ninik mamak 2 ODP 1 OfRoad 2 Oknum 2 olah raga 2 Operasi 127 Opini 1 Opino 1 OTG 2 PAC 1 Pada 662 Padang 6 Padang Panjang 17 Padang Pariaman 1 Painan 1 Pakar 4 Pandemi 1 Pangan 1 Pantai Maligi 1 Panti Asuhan 6 Pariaman 1 Paripurna 2 pariwara 1 Pariwisata 1 Partai 1 Pasaan 93 Pasaman 27 Pasaman Barat 521 Pasbar 1 Pasbat 1 Pasien 1 Paslon 1 Patuh 4 Payakumbuh 1 Pdamg 2 PDIP 4 PDP 6 Peduli 1 peduli lingkungan 1 Pegawai 2 Pelaku 3 Pelanggaran 3 Pemalsuan 1 Pemasaran 1 pembelian 1 Pembinaan 1 Pemda 1 Pemerasan 3 Pemerintah 1 Pemerintahan 1 Pemilihan 1 Pemilu 2024 65 Pemko Padang 1 Pemuda 1 Penanggulangan 1 penangkapan 2 Pencemaran 2 Pencuri 1 pendidikan 2 Pengadaan 2 Pengadilan 1 Penganiayaan 1 Pengawasan 1 Penggelapan 1 Penghargaan 1 penusukan 1 Penyelidikan 1 Penyu 1 Perantauan 1 Perawatan 3 Perbatasan 1 Peredaran 1 Periode 1 Perjalanan 1 perkebunan 3 Pers 1 Pertanahan 3 Perumda AM Kota Padamg 8 Perumda AM Kota Padang 2 Perumda Kota Padang 41 Pessel 3 Pilkada 1 Pinjam 1 PKH 1 PKK 1 Plasma 1 Plt 2 PN 1 PN Pasbar 2 PNS 3 pol pp 1 Polda Sumbar 4 Polisi 6 Politik 28 Polres 6 Polres Pasbar 1 Polsek 1 Pos 3 Pos perbatasan 6 Positif 2 posko 1 potensi 1 PPM 1 Prestasi 4 PSBB 1 PSDA 1 Puan 2 PUPR 1 Pusdalops 2 Puskesmas 1 Pustu 1 Rapid Test 2 razia 1 Rekomendasi 3 Relawan 1 Reses 1 Reskrim 1 Revisi 1 RI 8 RSUD 1 RSUP M Djamil 1 RTLH 1 Rumah Sakit 1 Rusak 1 Sabu 1 Samarinda 1 Sapi 2 SAR 8 Satgas 2 Satlantas 1 SE 4 Sekda 1 Sekda Pasbar 1 Selebaran 8 Sembako 1 Sertijab 1 Sewenang wenang 1 Sidak 13 sijunjung 1 Sikilang 2 Singgalang 1 sirkuit 2 SK 1 Snar 2 Solo 5 Solok 4 Solok Selatan 5 SolSel 4 sosial 2 Sosialisasi 2 Sumatera Barat 145 Sumbar 1 Sumbar- 1 Sumur 1 Sunatan massal 1 sungai 1 surat kaleng 6 swab 2 Talamau 1 Talu 1 Tanah 20 Tanah Datar 1 Target 1 Tata Usaha 1 teluk tapang 1 Temu ramah 2 Terisolir 1 Terminal 1 Tersangka 5 Thermogun 1 Tidak layak Huni 2 Tilang 1 Tindak Pidana Korupsi 1 tipiter 1 TMMD 2 TNI 1 TNI AL 1 Tongkol 1 TP.PKK 1 tradisional 1 Transparan 1 trenggiling 1 tuak 2 Tukik 1 Tumor 1 Ujung Gading 1 Ultimatum 1 Uluran 1 Unand 1 Upacara 1 Update 1 usaha 1 usir balik 1 Verifikasi 1 Virtual 1 wakil bupati 4 Wali Nagari 2 wartawan 1 Waspada 1 Wirid Yasin 1 Yamaha Vega 2 Yarsi 2 Yulianto 1 ZI 1 Zona Hijau 1 Zona Merah


MR.COM, PASBAR – Polres Pasaman Barat (Pasbar), Polda Sumatera Barat (Sumbar) menggelar pertemuan dan silaturahmi sekaligus memediasi permasalahan yang dilakukan oknum personel Sat Lantas dengan salah seorang jurnalis di Pasaman Barat, Senin (30/10) siang pukul 12.00 Wib.


Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki melalui Kasi Humas AKP Rosminarti mengatakan bahwa pemberitaan terkait penghinaan serta tindakan kasar yang dilakukan oleh salah seorang oknum personel Sat Lantas Polres Pasbar yang berinisial Briptu NND terhadap jurnalis di Pasbar yang bernama Saipen Kasri dan Irfan Pasaribu telah viral di media online.


“Kita mendapat perintah langsung dari Kapolres Pasaman Barat dan langsung mengambil langkah cepat menyikapi hal ini, dengan mengadakan pertemuan dengan insan pers untuk mengklarifikasi dan menyelesaikan persoalan yang dapat menurunkan citra Kepolisian di mata masyarakat", ujar Kasi Humas AKP. Rosminarti.



Kasi Humas yang didampingi Kasat Lantas Iptu M. Irsyad Fahtur R dan Kasi Propam Iptu R. Pasaribu mengatakan bahwa permasalahan yang diduga dilakukan oleh oknum personel Sat Lantas akan kami coba selesaikan dan akan mencari solusi terhadap persoalan yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2023 yang lalu.


“Kami telah membaca sejumlah pemberitaan terkait perbuatan yang dilakukan oleh salah satu oknum personel Sat Lantas ini, agar permasalahan ini tidak terulang lagi dikemudian hari, maka kami menggelar mediasi dengan insan pers untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkap Kasi Humas.


Kejadian ini berawal pada hari Sabtu (28/10) pukul 23.59 Wib, wartawan media online di Pasaman Barat mengaku dihina dan mendapat perlakukan kasar oleh salah seorang oknum personel Sat Lantas ketika melaksanakan kegiatan KRYD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan) yang berada di depan Mako Polres Pasaman Barat.


“Kita sudah kroscek kebawah terkait permasalahan ini, sebenarnya ini miss komunikasi antara jurnalis dengan personel Sat Lantas yang sedang bertugas melaksanakan kegiatan KRYD pada hari Sabtu kemaren,” ungkap Kasi Humas.


Dengan adanya kejadian tersebut, pihak jurnalis yang diwakilkan oleh Pimred Ajopasbar.andoranews.com, Zoelnasti menemui pihak Kepolisian Resor Pasaman Barat untuk mengetahui duduk permasalahan ini.


“Saya selaku mitra Polres Pasaman Barat dan bersama rekan-rekan media lainnya mendatangi Mapolres Pasaman Barat untuk mengetahui duduk permasalahan ini dan menyelesaikannya agar tidak terjadi lagi dikemudian hari,” ungkap Zoelnasti.


Zoelnasti mengatakan, menyelesaikan persoalan yang terjadi antara oknum personel Sat Lantas ini dengan wartawan ini sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama, dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.


“Ini tugas kita bersama untuk menyelesaikannya, saya berharap dengan kejadian ini hendaknya menjadi pembelajaran kita bersama, baik dari kami dari wartawan yang melaksanakan tugas maupun dari rekan-rekan dari Polri yang juga melaksanakan tugas dilapangan,” ungkap Zoelnasti. 


Penyelesaian persolan ini ditandai dengan kedua belah pihak sepakat saling memaafkan antara Irfan Pasaribu dan Saipen Kasri dengan Briptu NND oknum personel Sat Lantas Polres Pasaman Barat. (DDR)


MR.com, Pasbar|Perbuatan tidak menyenangkan dari oknum anggota kepolisian kembali dirasakan oleh beberapa wartawan saat melakukan kegiatan peliputan razia di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).

Kali ini perlakuan tidak menyenangkan tersebut diduga dilakukan oleh oknum anggota Satlantas Polres Pasaman Barat (Pasbar), Polda Sumatera Barat (Sumbar) terhadap wartawan Ajopasbarandoranews.com Pasbar.

Disinyalir oknum tersebut tidak senang karena beberapa awak media menyambangi lokasi kegiatan razia surat-surat yang sedang dilakukan oleh Satlantas polres Pasbar tersebut.

Demikian pengakuan salah satu awak media yang diduga sebagai korban. Saipen Kasri, Redaktur Ajopasbarandoranews.com dan Portal berita Nusantara Simpang Empat menjelaskan kalau dirinya bersama rekan media lain sudah menerima perlakuan intimidasi dilokasi kegiatan razia yang dilakukan oknum satlantas polres Pasbar pada Sabtu malam (28/10).


"Malam itu sekira pukul 23.59 Wib, kami merasa telah di intimidasi dan dihina dengan kata-kata oleh oknum Polres Pasbar dengan inisial NND yang sedang lakukan giat razia surat kendaraan dan SIM," terarang Saipen dalam konpersnya pada Ahad (29/10) di Pasbar.

Dijelaskannya, malam itu saya dan teman media lain sedang melakukan peliputan kegiatan razia yang dilakukan oleh Satlantas Polres Pasbar. Kemudian saya didatangi oleh oknum NND seraya mengeluarkan kata-kata kasar, ujarnya.

Oknum berpangkat Briptu NND datang dan melarang bahkan bersikeras serta menghardik dengan bahasa kasar.

"Woi, kau siapa kok foto-foto saya, ada kau minta izin pada saya, emang kau siapa, dengan nada keras. Mentang-mentang wartawan kau, sembarang foto aja, tahu kau gak, mukamu itu kayak aa... apel," sebut Saipen menirukan bahasa sang Briptu.

Ditambah lagi, sebagian wartawan ada yang dicemooh dengan kata-kata kasar oleh Briptu tersebut. "Silakan kau lapor ke abang kau, aku tahu siapa abangmu," kata Saipen kembali menirukan ucapan NND yang terindah arogansi saat itu.

Mendapat perlakuan intimidasi dan tindakan kasar tersebut, sejumlah jurnalis yang ada di Pasbar merasa tersinggung dan tidak terima. Kejadian itu sangat disesalkan oleh Pimred Ajopasbarandoranews.com Zoelnasti.

Bahkan Ia akan mendesak Kapolres AKBP Agung Basuki untuk segera menyelesaikan kasus perbuatan tidak mengenakan tersebut.

Menurut Zoelnasti, selama ini kami jurnalis, khususnya anggota Ajopasbarandoranews.com, tidak pernah bermasalah dengan pihak kepolisian setempat bahkan kita bermitra.

"Selama ini Polri dan jurnalis selalu menjadi mitra yang baik, dibuktikan dengan penandatanganan Mou antara Dewan pers dengan Kaporli. Bila sikap intimidasi terhadap kuli tinta ini terus dibiarkan, atau tidak ditindak lanjuti, saya khawatir ke depan dapat merusak jalinan kemitraan yang telah ada," tandasnya.

Kami mengingatkan bahwa, sebagai jurnalis kami dilindungi Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dan oknum diduga telah melakukan pelanggaran undang-undang pers Pasal 18, tegasnya lagi.

Tindak kekerasan akan menghambat jurnalis memenuhi tujuan jurnalisme, yakni menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa mengatur hidupnya secara bebas,” ujarnya.

Apabila tidak ada tindakan atau sikap tegas dari pihak Polres, bukan tidak mungkin dugaan intimidasi terhadap awak media ini sampai ke Kapolda Sumbar atau ke Kapolri, pungkasnya. 

Media masih upaya kumpulkan data-data dan upaya konfirmasi pihak terkait lai hingga berita ini ditayangkan(DDR)


MR.COM, PASBAR - Adanya laporan dari masyarakat terkait tenggelamnya satu orang anak yang berada di pantai Sikabau, Jorong Sibakau, Nagari Parit, Kecamatan koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Sabtu (28/10) sekira pukul 14.00 Wib.


Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki langsung memerintahkan Kasat Polair AKP Adri Mardoan dan Kapolsek Sungai Beremas AKP Efriadi untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap korban.


"Saya langsung perintahkan Kasat Polair dan Kapolsek Sungai Beremas setelah mendapat laporan dari masyarakat Pantai Sikabau bahwa ada seorang anak yang bernama Ririn (12) warga Jorong Sikabau, Nagari Parit, Kecamatan koto Balingka yang terseret arus ombak.


Menurut keterangan saksi mata dilokasi kejadian mengatakan bahwa, korban yang merupakan siswa sekolah dasar ini awalnya bermain dan berenang dengan temannya Zahira (12) di pinggir pantai, namun karena arus dan ombak yang cukup kuat, kedua anak ini terseret sampai ke tengah laut.


"Saksi mata yang melihat kejadian itu langsung menolong kedua korban, namun korban Reren tidak ditemukan karena arus dan ombak laut yang cukup kuat, sehingga sampai saat ini korban atas nama Ririn belum ditemukan," ungkap Kapolres.


Kasat Polair Polres Pasbar AKP Adri Mardoan yang berada dilokasi kejadian mengatakan bahwa  tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sungai Beremas, personel dari TNI AL, Basarnas, BPBD Pasbar serta warga masyarakat setempat masih berusaha menemukan korban Ririn yang diduga tenggelam karena terseret arus ombak.


"Kami bersama tim gabungan telah berada dilokasi kejadian untuk berupaya menemukan korban yang diduga terseret arus ombak," ungkap Kasat Polair.


AKP Adri Mardoan menjelaskan bahwa pada malam hari ini arus gelombang cukup kuat dan tinggi karena adanya hembusan angin selatan, yang menyebabkan proses pencarian korban terkendala.


"Kita akan koordinasikan bersama tim gabungan terkait proses pencarian korban, kalau tidak memungkinkan, proses pencarian ini akan kita lanjutkan besok pagi," ungkap Kasat Polair.


AKP Adri Mardoan bersama tim gabungan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan anak yang menjadi korban tenggelam di pantai Sikabau ini, mudah-mudahan korban segara ditemukan dengan selamat. (DDR)


MR.COM, PASBAR - Proyek pembangunan infrastruktur Jalan Tombang Padang-Silayang Mudik, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat (Sumbar), Pemda Pasbar dan semua pihak terkait.


Bupati Hamsuardi meninjau Peningkatan Jalan Tombang Padang-Silayang Mudik guna melihat secara langsung dan memastikan pengerjaan proyek tersebut berjalan sesuai target, Jumat (27/10).


Selain meninjau Peningkatan Jalan Tombang Padang-Silayang Mudik, Bupati Hamsuardi bersama stakeholder terkait juga meninjau 4 titik lokasi lainnya yaitu Pelebaran Jalan Lingkar Silaping Kecamatan Ranah Batahan.


Peningkatan Jalan Paroman Sawah-Kampung Pinang Kecamatan Ranah Batahan, Peningkatan Jalan Trans PB II Kecamatan Koto Balingka, serta Peningkatan Jalan Keliling Kota Ujung Gading (Jl. Jawa, Lombok, Sulawesi, Kalimantan) Kecamatan Lembah Melintang.


Bupati Hamsuardi mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI melalui Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat (Sumbar) dan semua pihak terkait, yang telah mengalokasikan dana untuk peningkatan jalan Tombang Padang-Silayang Mudik itu. Ia berharap, pembangunan tersebut tetap dilakukan di Pasbar. 


"Hari ini kita berada di lokasi Peningkatan Jalan Tombang Padang-Silayang Mudik. Jalan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Pasbar, terutama dalam rangka peningkatan ekonomi juga sosial pemerintahan dan lain sebagainya", ujar Bupati.


"Jalan ini dibangun melalui inpres IGD, untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Mentri PU, kepada pimpinan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar dan seluruh pihak terkait yang telah mengalokasikan dana untuk pembangunan jalan ini," ucapnya.


Lebih lanjut ia menambahkan, pelaksana dan konsultan pengawas serta pihak terkait harus menjalin koordinasi yang baik. Jikapun menemui kendala, ia meminta pelaksana menyampaikan kendala yang dihadapi tersebut. 


“Semua pihak harus berusaha semaksimal mungkin supaya pengerjaan jalan selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja,” tegasnya. 


Kepala PUPR Pasbar Jon Hendri menjelaskan Peningkatan Jalan Tombang Padang-Silayang Mudik melalui Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat (Sumbar) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 9.351.078.000.


Kontraktor Pelaksana oleh PT. Mandalawangi Lestari dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender. Sementara Pelebaran jalan Lingkar Silaping dan peningkatan jalan Trans PB II bersumber dari dana DAU APBD Pasbar TA 2023 dengan nilai kontrak Rp. 3.550.858.881, kontraktor Pelaksana oleh PT. Sarana Mitra Saudara.


Peningkatan jalan Paroman Sawah-Kampung Pinang (DAK Reguler) bersumber dari dana DAK APBD Pasbar TA 2023 dengan nilai kontrak Rp 4.383.453.000 dengan kontraktor Pelaksana oleh PT. Hariyona dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.


Serta Peningkatan jalan keliling kota Ujung Gading (Jl. Jawa, Lombok, Sulawesi, Kalimantan) bersumber dari dana DAU APBD Pasbar TA 2023 dengan nilai kontrak Rp 2.798.897.780, kontraktor Pelaksana oleh PT. Sarana Mitra Saudara.(DDR)


MR.COM, PASBAR - Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi hadiri wisuda 112 sarjana Angkatan XXXIII Tahun 2023 Institut Teknologi dan Ilmu Sosial Khatulistiwa (ITS Khatulistiwa), Kamis (26/10) di Yappas Convention Centre.


Pada kesempatan itu, Bupati Hamsuardi berharap ITS Khatulistiwa dapat sama dan sejajar dengan perguruan tinggi lainnya di luar Pasbar. 


"Kita sangat bangga dan berbahagia pada hari ini. Dimana sebanyak 112 anak-anak kita diwisuda, maka bertambahlah jumlah sarjana di Pasbar ini. Minggu lalu, kita berkunjung ke Kota Medan dan menyaksikan bahwa telah banyak masyarakat kita yang sudah sukses, kita berharap di sinipun demikian", Ujar Bupati Hamsuardi.


"Kita berharap anak-anak kita sukses hingga meraih gelar profesor. ITS kita harapkan dapat sejajar dengan perguruan tinggi lainnya, agar anak-anak kita dapat mewujudkan cita-citanya yang dimulai dari ITS Khatulistiwa Yappas ini," Harapnya.


Lebih lanjut ia mengungkapkan, mekarnya nagari dari yang semula berjumlah 19 menjadi 90 nagari akan memberikan peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan mengabdi di nagari masing-masing. 


“Tahun 2025 mendatang, akan diadakan pemilihan wali nagari, anak-anak Pasbar memiliki kesempatan menjadi wali nagari, sekretaris dan perangkat nagari,” ungkapnya.


Diakhir sambutannya, Bupati Hamsuardi kembali mengucapkan selamat kepada wisudawan wisudawati ITS Khatulistiwa tahun 2023 tersebut. Ia juga berpesan, agar wisudawan wisudawati semangat menggapai cita-cita dan mengabdi pada masyarakat untuk bersama membangun Pasbar.


Disamping itu, Wakil Rektor I Yoesep Hadiputra menjelaskan, bahwa ITS Khatulistiwa yang berada di bawah naungan Yappas merupakan gabungan dari dua sekolah tinggi yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Lubuk Sikaping dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasaman. Ia juga menegaskan, ITS Khatulistiwa optimis, untuk bisa mensejajarkan diri dengan perguruan-perguruan tinggi yang terkemuka di tingkat nasional.


"Saya melaporkan jumlah wisudawan dan wisudawati kita hari ini yaitu berjumlah 112 orang. Dimana dari 112 orang tersebut terdiri dari 2 prodi yakni Prodi Ilmu Hukum dan Prodi Manajemen. ITS Khatulistiwa berusaha semaksimal mungkin, untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan juga terkait peluang pengembangan dari sektor akademik maupun juga non akademik," tambahnya.(DDR)


 

MR COM, PASBAR – Warga Kampung Lambah Bukik, Jorong Anam Koto Utara, Nagari Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) dikagetkan dengan peristiwa diduga pembunuhan, Kamis (26/10).


Dua orang korban yang ditemukan adalah seorang wanita Ali Juma (70) dan lelaki paruh baya Safrial (50) yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan telah meninggal dunia didalam sebuah rumah. Kedua korban diduga menjadi korban pembunuhan.


"Benar, kedua korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah, yang diduga menjadi korban pembunuhan," ujar Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki didampingi Kapolsek Kinali AKP Aditialidarman saat melakukan olah TKP.


Dikatakan, mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya penemuan jasad wanita dan lelaki parubaya didalam sebuah rumah, personel Satuan Reskrim dan Unit Identifikasi Polres Pasbar bersama personel Polsek Kinali langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berada di Kampung Lambah Bukik, Jorong Anam Koto Utara, Nagari Anam Koto Utara Kecamatan Kinali.


"Kedua korban diketahui bernama Ali Juma (70) berjenis kelamin Wanita yang tinggal sendirian, dan Safrial (50) berjenis kelamin laki-laki yang merupakan mantan menantu Ali Juma," ungkap Kapolres menjelaskan.


Kapolres kembali menerangkan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi I Murni (45) yang merupakan anak kandung dari Korban Ali Juma, yang seperti biasa setiap pagi Ibunya membuka pintu rumah, namun saat itu korban Ali Juma tidak berada dirumah tersebut.


"Anak korban kemudian mencari tahu dan menemui neneknya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Namun setibanya dirumah neneknya tersebut, Korban Ali Juma (ibunya) tidak berada dirumah tersebut," jelasnya.


Diterangkan, selanjutnya saksi I pergi ke rumah ibunya dan memanggil-manggil namun saat itu tidak ada yang menjawab. Kemudian saksi I membuka jendela rumah dan melihat ke dalam rumah ada sosok manusia berada di dalam rumah tersebut dalam posisi tertelungkup.


Melihat kondisi tersebut, Saksi I berteriak minta tolong, kemudian saksi II Banun (65) bersama saksi III Bulkaini (53) mencoba masuk ke dalam rumah, sedangkan Saksi II masuk lewat pintu dapur dengan cara mendobrak pintu tersebut.


"Saat itu, lampu rumah dalam keadaan mati dan melihat sosok manusia dalam posisi tertelungkup dan bersimbah darah. Saksi II mengira korban adalah kakak kandungnya. Namun setelah ditelentangkan ternyata adalah korban Safrial (50) merupakan mantan suami dari Saksi I yang sudah bercerai dua bulan yang lalu," terangnya.


Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, setelah melihat korban Safrial ditemukan tidak bernyawa, saksi masuk ke dalam sebuah kamar dirumah tersebut, dan melihat korban Ali Juma sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang dan bersimbah darah.


"Diketahui, korban Ali Juma ini merupakan mantan mertua dari korban Safrial. Korban Ali Juma tinggal sendirian di rumah tersebut, sedangkan saksi I Murni (anak korban Ali Juma) bertempat tinggal disamping rumah Ibunya," jelasnya.


Ditambahkan, pada saat melakukam olah TKP, kedua korban dalam keadaan meninggal dunia dan kaku, diperkirakan kejadian tersebut terjadi antara pukul 01.00 Wib sampai pukul 04.00 Wib dini hari, diduga pelaku masuk ke dalam rumah korban Ali Juma dengan cara melewati atau memanjat dinding kamar mandi belakang rumah korban.


"Belum diketahui motif dari kejadian ini, Satuan Reskrim dan Unit Identifikasi Polres Pasaman Barat masih melakukan pendalaman lebih lanjut dengan mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan para saksi atas kejadian ini," ucap Kapolres.


Saat ini kedua korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Pasaman Barat untuk menjalani Visum et Repertum (VER) pemerikasan luar guna mencari tahu penyebab kematian kedua korban, dan rencananya kedua korban ini juga akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.(DDR)


MR.COM, PASBAR - Jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat (Polres Pasbar) terus berupaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkotika diwilayah hukumnya dengan cara memberikan sosialisasi dan penyuluhan ataupun melalui penegakan hukum secara tegas tanpa pandang bulu.


Kali ini, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Ranah Batahan (Rabat) mengungkap tindak pidana peredaran gelap Narkotika golongan I jenis ganja yang dengan sengaja menanam ganja pada sebuah polybag yang berada di Proyek Siduampan Jalur Tiga, Jorong Siduampan, Nagari Batahan Selatan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (24/10).


Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki melalui Kapolsek Ranah Batahan AKP Muswar Hamidi menjelaskan, berawal sewaktu Kapolsek Ranah Batahan AKP Muswar Hamidi bersama personelnya melakukan penangkapan terhadap pelaku R (17) yang merupakan warga Jorong Lubuk Gobing, Nagari Batahan pada pukul 15.00 Wib.


“Dari hasil penyelidikan, kami bersama personel lainnya telah berhasil mengamankan seorang anak dibawah umur di depan sebuah toko bangunan di Jorong Sukorejo, Nagari Desa Baru Barat yang memiliki ganja kering siap pakai yang disimpan didalam tas sandang milik pelaku,” ungkap Kapolsek.


Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku R mendapatkan ganja kering tersebut dari seorang pemuda berinisial DA (22) yang tinggal Jorong Siduampan, Nagari Batahan Selatan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat. 


Tidak mau kehilangan buruannya, petugas langsung menyelidiki dan mencari keberadaan DA dan berhasil mengamankan pelaku DA yang sedang berboncengan dengan pelaku AAP (23) dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul warna hitam tanpa plat nomor milik pelaku DA.


“Dari tangan pelaku, kami menemukan sebelas paket ukuran sedang yang diduga berisi Narkotika jenis ganja, 21 paket ukuran kecil Narkotika jenis ganja kering yang disimpan didalam jok motor milik pelaku DA serta dua batang rokok yang telah dicampur daun ganja, satu bungkus kecil ganja kering siap pakai serta uang tunai sebesar Rp. 627.000,- yang diduga hasil penjualan ganja yang ditemukan didalam saku celana milik pelaku,” ungkap Kapolsek.


AKP Muswar Hamidi terus melakukan pengembangan perkara ini, dari pemeriksaan awal, pelaku DA membeli barang haram tersebut dari pelaku yang berinisial IL yang merupakan warga Ranah Batahan yang saat ini sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) Sat Resnarkoba Polres Pasaman Barat.


Pengembangan terus dilanjutkan Kapolsek bersama timnya, hingga pada akhirnya informasi kepemilikan ganja ini mengarah ke pelaku lain yang berinisial AY (49) alias Ucok yang diduga ada kaitannya dengan barang haram yang didapat dari tangan pelaku DA.


“Penggeledahan yang disaksikan oleh tokoh masyarakat, kami menemukan satu paket ukuran kecil yang dibungkus dalam plastik warna bening dibelakang televisi rumah pelaku dan 28 batang ganja yang ditanam dalam polybag warna hitam yang berada dibelakang rumah pelaku AY,” ungkap Kapolsek.


Menurut pengakuan pelaku AY, tanaman ganja tersebut diperkirakan sudah berumur satu bulan, ia mengaku meletakan tanaman tersebut dibelakang rumah dan ditanam dalam polybag hitam dan sengaja ditanami tumbuhan lain agar tidak dicurigai.


Kemudian, petugas dilapangan juga mengamankan pelaku A (21) di warung milik AY, yang merupakan warga Jorong Siduampan, Nagari Batahan Selatan, karena terbukti menyimpan satu paket ukuran kecil Narkotika jenis ganja kering yang disimpan dalam kotak rokok milik pelaku yang berada dibelakang tempat duduknya.


“Kami sudah banyak menerima laporan dan aduan dari berbagai tokoh masyarakat terkait aktifitas transaksi jual beli Narkotika di warung milik pelaku YS, selain tempat transaksi, warung milik pelaku AY ini juga kerap digunakan tempat menggunakan Narkotika,” ujar AKP Muswar Hamidi.


Saat ini Kapolsek Ranah Batahan telah berkoordianasi dengan Kasat Resnarkoba Polres Pasaman Barat AKP Eri Yanto untuk proses hukum lebih lanjut.


Ditempat terpisah, AKP Eri Yanto menjelaskan bahwa salah satu pelaku berinisial R adalah anak-anak, maka proses hukum perkara ini akan dilakukan melalui proses peradilan anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dengan berkoordinasi dengan pihak BAPAS (Balai Permasyarakatan) Bukittinggi dan Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat.


“Kelima pelaku beserta barang bukti telah kami bawa ke Mapolres Pasaman Barat guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku AY dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati,” jelas Kasat Resnarkoba.


Untuk pelaku R, DA, AAP dan A penyidik dari Sat Resnarkoba Polres Pasaman Barat menjerat pelaku dengan Pasal 114 ayat (1) Jo pasal 111 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal 10 milyar.(DDR)



MR.com, Padang| Terkait pekerjaan pipa milik Perumda Air Minum Kota Padang yang sebelumnya ada dugaan pelaksanaan tidak sesuai spesifikasi dan labrak aturan. Akhirnya tim teknis Perumda angkat bicara untuk mengklarifikasi dugaan tersebut.

Erik salah satu tim teknis dari Perumda Air Minum Kota Padang menjelaskan bahwa dugaan tersebut tidak benar. Katanya, ada kesalahan pahaman atau mis komunikasi antara pihak pengawas dengan rekan media yang datang kelokasi waktu itu.

Berita sebelumnya: Perumda Air Minum Kota Padang Diduga Kelola Proyek "Siluman", Terindikasi Abaikan UU K3 dan Tidak Sesuai Speks Teknis

"Sebenarnya pekerjaan yang sudah kita lakukan secara keseluruhan, sudah sesuai spesifikasi dan merunut pada kaedah nya. Namun, pada saat media datang kelokasi pukul 13.00 wib, artinya itu masih waktu istirahat makan para pekerja," ungkap Erik menjelaskan pada Rabu(25/10) di Padang.

Untuk fasilitas Alat Pelindung Kerja yang diberikan, sebenarnya kata Erik sudah sesuai standar. Namun, pada saat itu mereka belum memakainya kembali lantaran masih jam istirahat, ungkap Erik.

Jadi mereka hanya bekerja sekedar saja tanpa memakai APK lengkap. Tapi setelah jam kerja sudah masuk mereka kembali menggunakannya, papa Erik lagi.

Kemudian menyangkut spek teknis. Kedalaman galian pipa untuk spesifikasinya kata Erik, dilakukan sedalam 125 centimeter, ulasnya.

Kemudian, lanjut Erik, pada saat pipa akan dibenam dan ditimbun ke kembali, kita selalu menggunakan pasir pilihan sebagai urugan, untuk menjaga pipa agar tidak bocor saat ada pergerakan tanah.

Dan terkait plang proyek, pihak Perumda sudah mengintruksikan kepada rekanan agar menaruh papan informasi itu sebelum pekerjaan dimulai. Kalau pun ada pelanggaran-pelanggaran yang tejadi, itu tidak ada unsur kesengajaan dari pihak rekanan.

Dapat kami pastikan, insyaallah kedepannya pekerjaan akan berjalan sesuai rencana, dan akan kami lakukan pengawasan lebih intens lagi, agar tujuan asas manfaat dapat tercapai secara optimal, tegas Erik.

Terakhir Erik mewakili pihak Perumda mengucapkan maaf kepada seluruh pihak atau masyarakat kota Padang khususnya atas ketidaknyamanan terkait pekerjaan ini, dan terimakasih kepada media sebagai kontrol sosial yang sudah menyampaikan informasi ini, pungkasnya.

Media masih upaya konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya hingga berita ini ditayangkan.(cr)


MR.com, Sumbar| Meskipun sudah dikonfirmasi, PPK 1.1 M.Nasir diduga masih bungkam atau enggan memberikan penjelasannya terkait proyek negara yang ada dibawah pengawasannya. Masih menyangkut spesifikasi teknis dan material yang digunakan pada proyek penanganan longsoran dikawasan wisata Danau Singkarak.

Sebelumnya, proyek yang dikerjakan CV. Jasa Limanang Mandiri itu diduga ada persekongkolan jahat. Sebab ada indikasi perbuatan PPK yang terkesan bungkam atau apatisme terhadap informasi pelaksanaan proyek negara yang ada dibawah pantauannya. Dengan diamnya itu, disinyalir mengarahkan prasangka negatif pengamat hukum seperti itu.

Baca berita sebelumnya: Saat Dikonfirmasi PPK 1.1 M.Nasir "Bungkam", Proyek Penanganan Longsoran Diduga Ada Persekongkolan Jahat Yang Rugikan Negara

Namun dugaan tersebut diklarifikasi oleh pihak pelaksana lapangan dari CV.Jasa Limanang Mandiri. Varel Farisa sebagai pelaksana lapangan pada itu membantah kalau material batu yang digunakan bukan ilegal.



"Material batu tersebut didatangkan dari quarry pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yaitu PT.Batu Lubuk Raya. Dengan lokasi penambanganan Jorong Pintu Rayo, Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat,"demikian Varel memaparkan kepada media pada Selasa (24/10) via WhatsApp pribadinya 0853-6306-8xxx.

Selanjutnya menyangkut spesifikasi teknis. Varel menjelaskan kalau pekerjaan itu sepenuhnya sudah sesuai spesifikasi, baik secara teknis ataupun spek materialnya,terang Varel.

Menurut penuturan Varel lagi, segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan semuanya sudah sesuai dengan aturan dan kaedah yang harus diikuti.

"Kita banyak menghabiskan anggaran pada pekerjaan beton. Karena kita banyak memakai material besi ulir dan sudah diuji tarik," ringkasnya.

Kemudian Varel juga menjelaskan bahwa bronjong yang ada difoto media itu, katanya bukan masuk pada item pekerjaan kita. Artinya, kita hanya sekedar memperbaiki bronjong lama yang kelihatan sudah rusak, tetapi pekerjaan tidak masuk pada anggaran, tandasnya.

Volume material batu pada proyek senilai Rp 3.992.623.000 itu, menurut keterangan Varel secara keseluruhan sekitar 400 kubik. Dan material batu tersebut diyakininya sudah lolos uji labor atau uji abrasi.

Lagi, Varel sebagai pihak dari rekanan CV. Jasa Limanang Mandiri menegaskan kalau pekerjaan yang dilakukannya tidak ada melabrak aturan dan dikerjakan sudah sesuai spesifikasi teknis yang seharusnya, pungkas Varel.

Hingga berita ditayangkan PPK 1.1 M.Nasir diduga masih belum bisa memberikan penjelasannya. Dan  masih upaya mengumpulkan data-data dan konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya.(cr)


MR.COM, PASBAR - Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi didampingi stakeholder terkait secara resmi membuka Tournament Volley Ball IKATES Sahabis Gogo Cup II, Selasa (24/10) malam di Lapangan Ikates, Jorong Koto Dalam, Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur. Pertandingan dibuka oleh tim Actor Moeda Pematang Sontang melawan Portika Bukit Harapan. 


Dalam sambutannya, Bupati Hamsuardi mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara Open Tournament IKATES Sahabis Gogo Cup II tahun 2023. Ia berharap kegiatan itu bisa sukses dan menjadi agenda rutin disetiap tahunnya. Ia juga mengatakan turnamen itu memberikan kesan tersendiri baginya. 


"Salah satu kompetisi yang dilakukan di Pasbar pada malam hari adalah Tournament IKATES Sahabis Gogo. Disinilah saya tancapkan ketika menjadi Calon Bupati Pasbar. Saya berharap pada panitia agar kegiatan ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Saya berharap para atlet ini terus berlatih dengan giat agar menjadi atlet yang baik, dengan prestasi yang terus meningkat," ujarnya. 


Disamping itu, laporan panitia oleh Victor Mahery menyebutkan pelaksanaan Open Tournament Volley Ball IKATES Sahabis Gogo merupakan agenda tahunan. Kegiatan itu diikuti 26 klub, dimulai tanggal 24 Oktober hingga akhir November dan total hadiah sebesar 47 juta rupiah. 


"Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Pemda, Camat, Wali Nagari Sungai Aua juga pihak terkait lainnya. Selain itu, kerja sama Pemuda IKATES dan bimbingan niniak mamak serta donatur sangatlah penting. Mohon dukungan dari kita semua. Semoga kegiatan kita ini sukses hingga penghujung acara," tangkasnya.


Diakhir acara pembukaan, Pemda Pasbar melalui Bupati dan Kadispora menyerahkan bola kepada panitia pelaksana. Pemda juga membantu sebesar 10 juta rupiah. Melalui dana pribadi Hamsuardi senilai 5 juta rupiah, Anggota DPRD Daliyus K sebesar 5 juta rupiah, HD Dianovri Harpama 3 juta rupiah, dan bonus dari bupati sebanyak 200 ribu rupiah per tim serta kepada pemain terbaik sebesar 200 ribu rupiah.


Ditempat terpisah ketua KONI Pasbar Mondiharto juga menyampaikan apresiasinya atas semakin banyaknya kegiatan olahraga dan Turnamen di Pasbar ini.


"Kita selaku pengurus KONI Pasbar yang selalu mendukung dan mencari para bakal atlet-atlet Pasaman Barat ini sangat mengapresiasi kegiatan Turnamen-Turnamen yang ada di Pasaman Barat ini, karena dari Turnamen-Turnamen itu lah Kita bisa melahirkan para Atlet nantinya", ujar Mondiharto.(DDR)


MR.COM, PASBAR - Mari kita dukung Open Tournament Pondok Cup I Tahun 2023 ini, Kita laksanakan untuk mengembangkan olahraga di Pasaman Barat khususnya olahraga sepak bola sekaligus sebagai ajang untuk mengembangkan potensi wisata Pohon Seribu Sasak Ranah Pasisie. Dalam mendukung hal tersebut, pembangunan Jalan Mahakarya-Sasak juga sudah dilakukan. Semoga tahun depan pembangunan dilanjutkan hingga Muara Sasak.


Hal tersebut diungkapkan oleb Bupati Pasbar Hamsuardi didampingi stakeholder terkait, saat membuka Open Tournament Sepak Bola Pondok Cup 1 Tahun 2023, Organisasi Pemuda Samudra Jaya (OPRASY), pada Selasa (24/10) sore di Lapangan Sepak Bola Pohon Seribu, Jorong Pondok, Nagari Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie.


Hamsuardi juga berharap masyarakat Sasak mendukung dan menyukseskan Open Tournament Pondok Cup I Tahun 2023 tersebut karena tournament itu merupakan kompetisi yang pertama. Ia berharap, kegiatan itu dapat dilanjutkan di tahun selanjutnya.


"Terima kasih kepada panitia Open Tournament Pondok Cup I Tahun 2023 yang sudah lama mempersiapkan acara ini. Terima kasih juga kepada sponsor utama Bapak Wakil Ketua DPRD Pasbar Endra Yama Putra dan Daliyus K serta sponsor lainnya. Mari kita dukung turnamen ini," ucap Bupati Hamsuardi.


Hal serupa diungkapkan Wakil Ketua DPRD Pasbar Endra Yama Putra. Ia menyebutkan, kedatangannya sebagai anggota DPRD bersama Bupati Hamsuardi bertujuan untuk mendukung Tournament Pondok Cup 1 serta melihat sumber mata pencarian utama masyarakat Sasak yaitu sebagai nelayan, dan melihat wisata Pohon Seribu sehingga dapat menjadi daerah yang diandalkan.


Selain itu, Wakil Ketua DPRD Daliyus K menambahkan merupakan sebuah kebahagian bahwa DPRD bersama Bupati Pasbar dapat hadir dan mendukung Open Tournament Pondok Cup I. Ia sebagai anggota DPRD menyumbang sebesar 5 juta rupiah dan Endra Yama Putra juga sebesar 5 juta rupiah serta dari Bupati Hamsuardi melalui KONI sebesar 5 juta rupiah.


Sekretaris KONI Pasbar Iwan mewakili Ketua KONI Pasbar Mondiharto mengatakan bahwa dirinya beserta para pengurus KONI Pasbar merasa senang, karena beberapa bulan belakangan ini di Pasbar aktifitas olah raga semakin menggeliat.


"Dengan semakin menggeliatnya aktifitas olah raga di Pasaman Barat ini Kita berharap akan semakin banyak para atlit yang lahir melalui Tournamen-Tournamen yang digelar dibeberapa Kecamatan dan dari beberapa cabang olah raga", ujar Iwan.


Sementara itu Ketua Panitia, Amon memaparkan bahwa Open Tournament Pondok Cup I merupakan terobosan baru yang diselenggarakan oleh OPRASY. Ia berharap, masyarakat Sasak dapat mendukung dan meramaikan kegiatan itu. Ia juga menjelaskan pemenang pertama nantinya akan membawa pulang hadiah senilai 6 juta rupiah beserta tropi dan juara kedua akan mendapatkan hadiah senilai 4 juta rupiah beserta tropi.(DDR)


MR.com, Padang| Pemberitaan terkait pelaksanaan pekerjaan pipa yang digawangi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang menuai tanggapan negatif dari pihak terkait. 

Disebutkan proyek "siluman", karena ada indikasi pihak terkait menutup-nutupi seluruh informasi menyangkut proyek pipa tersebut dari publik dengan meniadakan plang proyek sebagai media informasi publik masyarakat luas.

Namun sepertinya ada ketidak senangan dari pihak Perumda dengan sebutan proyek siluman. Hal itu disampaikan Adi Zein selaku Humas dari Perumda Air Minum Kota Padang.

Baca berita sebelumnya: Perumda Air Minum Kota Padang Diduga Kelola Proyek "Siluman", Terindikasi Abaikan UU K3 dan Tidak Sesuai Speks Teknis

Diduga rekanan abaikan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya karena tidak difasilitasi dengan Alat Pelindung Kerja (APK) lengkap, sebagian pekerja hanya menggunakan rompi 

Pria yang akrab disapa Adi tersebut menuding kalau media sudah menyudutkan PDAM yang sekarang bernama Perumda Air Minum dengan menyebut proyek yang dikelola merupakan proyek siluman.

"Judul yang yang ditulis media sangat menyudutkan PDAM, kenapa harus pakai proyek siluman,"kata Adi Zein saat dikonfirmasi via WhatsApp pribadinya 0812-6158-3xxx pada Selasa (24/10/2023).

Dibalik itu sepertinya Adi mengakui kalau plang proyek sangat perlu pada proyek yang menggunakan uang negara. Kata Adi, adanya plang nama (plang proyek) memang merupakan syarat sebuah pekerjaan sebagai informasi publik. 

Untuk pekerjaan pemasangan pipa ini, segera kami panggil rekanan yang melaksanakan pekerjaan untuk melengkapinya dilapangan, tegas Adi.

Kemudian terkait laporan masyarakat soal jalan yang rusak, Adi mengatakan karena pekerjaan ini belum selesai, jadi wajar saja kalau kondisi jalan masih belum kembali seperti semula.

"Namun kami dapat memastikan bahwa semua pekerjaan yang memakai fasilitas umum seperti jalan yang dibongkar, akan dikembalikan seperti keadaan semula. Tetapi itu dilakukan ketika pekerjaan telah selesai,"terang Adi.

Selanjutnya soal spek galian. Adi mengklaim kalau pekerjaan sudah sesuai spesifikasi teknis. Katanya, pekerjaan sudah benar begitupun dengan timbunannya. Jikapun ada kesalahan dalam pelaksanaan, segera akan kami tegur rekanan yang melaksanakannya, tegas Adi lagi.

Karena posisi pekerjaan dijalan yang banyak dilalui oleh masyarakat, kami juga berupaya agar pekerjaan secepatnya selesai, supaya tidak banyak menganggu aktifitas masyarakat, ringkasnya.


Junaidi pengawas dari Perumda Air Minum Kota Padang saat dikonfirmasi dilokasi pekerjaan 

Tetapi menyangkut dugaan rekanan telah mengabaikan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya karena tidak difasilitasi dengan Alat Pelindung Kerja(APK) saat bekerja. Hingga berita ini ditayangkan Adi belum bisa menjelaskannya.

Apa yang disampaikan Adi Zein disinyalir bersebarangan dengan keterangan yang disampaikan oleh Junaidi sebelumnya. Waktu dilokasi pekerjaan kemarin, Junaidi yang mengaku pengawas dari Perumda mengatakan kalau setiap pekerjaan fisik yang dilakukan Perumda tidak pernah menyediakan plang proyek.

Kemudian, untuk pekerjaan pipa itu pihak Perumda juga tidak  memakai jasa konsultan supervisi atau pengawas. Seterusnya untuk kelengkapan APK sebagai alat untuk menjaga keselamatan para pekerja saat melakukan pekerjaan. Junaidi mengatakan kalau rekanan sudah menyiapkannya. 

Tetapi fakta di lapangan menunjukkan para pekerja melakukan kegiatan penggalian dengan bertelanjang kaki tidak memakai sepatu bot, tidak menggunakan sarung tangan, tidak menggunakan helm pelindung kepala. Hanya terlihat sebagian pekerja menggunakan rompi, itupun dipakai setelah awak media mengambil dokumentasi.

Hingga berita ditayangkan, media masih upaya konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya.(cr)


MR.COM, PASBAR - Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi hadiri dan melakukan  pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Masyarakat Pasaman Barat (IKM Pasbar) Kota Medan Periode 2023-2027.


Selain itu Hamsuardi juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung IKM Pasbar di Kota Medan, pada Minggu (22/10) di Jl. Jermal 7, Desa Bandar Klippa Kota Medan.


Bupati Hamsuardi bersama Ketua DPRD Pasbar Erianto, wakil ketua DPRD Pasbar Endra Yama Putra dan didampingi stakeholder terkait pada pelantikan tersebut mengajak seluruh anggota IKM Pasbar Kota Medan untuk bersatu dan menjaga tali silaturahmi.


“Mari bersatu dan saling bersilaturahmi, karena di rantau ini teman sekampunglah yang menjadi keluarga kita,” himbau Hamsuardi di hadapan ratusan warga yang hadir.


Ia mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang lama atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam mempersatukan warga rantau Pasbar di Kota Medan.


Hamsuardi juga berharap agar pengurus yang baru dapat bekerja lebih baik lagi, memberikan sumbangsih positif kepada daerah asal dan daerah rantau, serta menjalin kerjasama yang baik dengan pihak lain di rantau.


Dalam sambutannya, Bupati Hamsuardi juga menyampaikan program Pemerintah Daerah Pasaman Barat dan pencapaian dalam membangun Kabupaten Pasaman Barat seperti berobat gratis, studi banding keluar negeri untuk siswa nilai terbaik.


Ia juga mengapresiasi rencana pembangunan sekretariat IKM Pasbar Kota Medan dan memberikan bantuan sebanyak 500 juta rupiah untuk pembangunan sekretariat tersebut dengan melengkapi administrasi yang dibutuhkan.


Senada dengan Bupati Hmasuardi, Ketua DPRD Pasaman Barat Erianto sepakat agar menyisihkan APBD untuk pembangunan sekretariat IKM Pasaman Barat. Ia juga mengajak seluruh pihak agar bersinergi dan saling berkontribusi untuk pembangunan kampung halaman.


Sementara itu, Ketua IKM Pasbar terpilih Salamuddin menjelaskan bahwa IKM Pasbar Kota Medan merupakan wadah untuk bisa bersilaturahmi dalam membina rasa persatuan sekampung.


“IKM Pasbar Kota Medan merupakan wadah untuk bisa bersilaturahmi dalam membina rasa persatuan sekampung, saling membantu apa bila ada yang dapat musibah. Inilah gunanya kita membangun sekretariat IKM Pasbar Kota Medan ini, dan berkumpul dan berkegiatan di tempat ini,” ujarnya.


Selain itu, Ketua Dewan Penasehat IKM Pasbar Lahmuddin Lubis mengungkapkan 3 tujuan pembangunan sekretariat IKM Pasbar Kota Medan. Ia juga mengungkapkan selain pembangunan sekretariat, juga akan dibangun penginapan yang akan dimanfaatkan secara bersama


“Ada 3 tujuan pembangunan sekretariat IKM Pasbar Kota Medan yakni, ketika anak-anak Pasaman Barat sekolah ke Medan menjelang dapat tempat kost sematara bisa tinggal di sekretariat, ketika ada kunjungan Pemerintah Daerah Pasaman Barat ke Kota Medan daripada menginap di hotel lebih baik menginap di sekretariat dan juga tempat berkumpulnya IKM Pasaman Barat Kota Medan,” ungkapnya.(DDR)


MR.com, Padang| Diduga Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang kelola proyek "siluman". Pasalnya, pekerjaan pipa yang dilakukan Perumda Air Minum kebanggaan warga Padang itu dilaksanakan terindikasi tidak transparan terhadap anggaran serta informasi terkait lainnya.

Karena dalam pelaksanaannya, rekanan bersama pihak Perumda disinyalir sepakat untuk tidak menyediakan papan informasi (plang proyek) sebagai media informasi untuk publik. Selain tidak transparan, pelaksanaan pekerjaan diduga kuat rekanan telah labrak aturan tentang K3 dan berjalan tidak sesuai spesifikasi teknis yang seharusnya.

Junaidi sebagai pengawasan dari Perumda Air Minum Kota Padang mengaku, Perumda tidak ada menggunakan jasa Konsultan supervisi atau pengawas pada proyek pipa yang dikelolanya

Parahnya, pada pekerjaan itu kuat dugaan pihak Perumda yang dipimpin Hendra Pebrizal itu tidak memakai jasa dari konsultan supervisi atau konsultan pengawas.

Hal tersebut terpantau media saat telusuri lokasi pekerjaan yang berlokasi di Kelurahan Seberang Padang pada Senin(23/10). Media dapati beberapa kejanggalan yang terjadi dilapangan menyangkut pelaksanaan proyek tersebut.

Saat bekerja, para pekerja sebagai buruh kasar dalam melakukan penggalian tanah diduga tidak difasilitasi dengan Alat Pelindung Kerja (APK) yang lengkap sesuai standar. Para pekerja melakukan pekerjaannya tanpa menggunakan sarung tangan, sepatu bot, dan helm pelindung kepala. Ada beberapa pekerja yang hanya menggunakan rompi.

Kemudian secara teknis, galian untuk pipa memiliki kedalaman yang bervariasi. Dan pipa saat ditimbun, diduga kuat tidak seluruhnya diberikan pasir urug sebagai pelindung atau bantalan pipa saat ditimbun kembali.

Sementara dilokasi yang ada hanya pengawas dari Perumda Air Minum sendiri bernama Junaidi yang selalu hadir setiap hari kerja. Hal tersebut diakui Junaidi bahwa dia sebagai pengawas dari Perumda Air Minum Kota Padang.


Pekerja diduga tidak difasilitasi dengan Alat Pelindung Kerja (APK) saat melakukan pekerjaannya 

Saat dikonfirmasi, Junaidi mengatakan tidak pernah ada plang proyek pada setiap kegiatan yang dilakukan Perumda.

"Memang tidak ada plang proyek pada proyek ini, dan disetiap kegiatan fisik yang dilakukan Perumda juga tidak pernah menyediakan plang proyek yang dimaksud," kata Junaidi dihari yang sama.

Menyangkut APK, kata Junaidi, pihak rekanan sudah ada menyiapkannya. Tetapi para pekerja ini saja yang nakal tidak mau memakainya APK tersebut, ujarnya. Namun, Junaidi tidak menjelaskan APK saja yang sudah disediakan atau diberikan oleh pihak rekanan kepada para pekerja yang juga ada berusia lanjut.

Berikutnya menyangkut spesifikasi teknis pekerjaan. Untuk speks teknis, Junaidi menerangkan bahwa sebelum pipa ditimbun kembali, mereka selalu memberi pasir setebal 20-25 cm, dan baru timbun.

Dalam galian diduga tidak sesuai spesifikasi dan diduga pipa ditimbun tidak memakai pasir urug 

"Untuk kedalaman galian spesifikasinya 125 cm. Dan itupun tidak seluruhnya memiliki kedalaman seperti itu, ada yang kurang," terangnya lagi.

Tetapi keterangan yang disampaikan oleh Junaidi tidak sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh salah satu pekerja waktu itu. Untuk pasir urug pada bantalan pipa menurut pengakuan pekerja yang tidak mau memberikan namanya itu sekitar 10-15 centimeter saja.

Merunut pada keterangan yang disampaikan Junaidi, proyek pipa itu dikerjakan sepanjang 500 meter dengan kontraktor pelaksananya CV.Citra Karisma selama 60 hari. Uang yang dihabiskan untuk proyek ini hanya Rp178.000, dan pekerjaan berakhir pada 22 November 2023, pungkasnya.

Apakah pekerjaan yang menggunakan uang negara atau APBD tidak harus transparan terhadap seluruh informasinya..? Bagaimana pendapat pengamat hukum dan pembangunan menyangkut hal tersebut,?.. tunggu berita selanjutnya.

Media masih upaya mengumpulkan data-data dan konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya hingga berita ini diterbitkan.(cr)

Pembangunan Bronjong pada proyek Penanganan Longsoran oleh CV. Jasa Limanang Mandiri diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan terindikasi labrak UU Tentang Pertambangan 

MR.com, Sumbar| Sikap tidak koperatif seorang pejabat publik lagi-lagi terindikasi terjadi dilingkungan BPJN Sumbar. Diduga, M. Nasir sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 di Satker PJN Wil 1, BPJN Sumbar memilih "bungkam" saat dikonfirmasi media terkait proyek negara yang dikelolanya.

Konfirmasi media kepada M. Nasir sebelumnya menyangkut ada dugaan pekerjaan yang berada dibawah pengawasannya berjalan tidak sesuai speks teknis dan terindikasi labrak aturan, khususnya tentang undang-undang pertambangan.

Dugaan tersebut terjadi pada pekerjaan penangan longsoran senilai Rp3.992.623.000,00 oleh CV.Jasa Limanang Mandiri. Karena, pembangunan bronjong yang dikerjakannya diduga kuat tidak mengacu pada spesifikasi teknis dan material batu yang dipakai terindikasi material Ilegal.

Baca berita terkait: Pelaksanaan Proyek Penanganan Longsoran Milik BPJN Sumbar Diduga Tidak Sesuai Speks Teknis dan Kangkangi UU Pertambangan


Namun sayangnya, M.Nasir sebagai pejabat publik disinyalir lebih memilih "bungkam" atau tidak mau menanggapi konfirmasi media sampai saat ini. Lain hal dengan kedua pimpinan dari PPK 1.1 tersebut. Yakni Kepala Satker PJN Wil 1, Masudi dan Kepala BPJN Sumbar Thabrani

Kedua pejabat publik yang dimaksud saat dikonfirmasi terkesan mengelak dengan cara mengarahkan media untuk menghubungi bidang Komunikasi Publik (Kompu) di masing-masing instansi yang dipimpinnya. Masudi saat dikonfirmasi via WhatsApp pribadinya 0821-8666-6xxx mengatakan silahkan hubungi bagian Komunikasi Publik Satker PJN Wil 1.

Begitu juga, Kepala BPJN Sumbar Thabrani. Kabalai PJN Sumbar tersebut mengatakan kalau ada berita yang perlu dikonfirmasi silahkan hubungi Kompu Balai, katanya singkat via telpon 0853-5910-0xxx.

Menyangkut sikap pejabat publik yang diduga tidak koperatif tersebut, seorang Aktivis Anti Korupsi Sumatera Barat, Mahdiyal Hasan, SH. menilai kalau pelaksanaan proyek tersebut diduga tidak baik-baik saja.

Kata Mahdiyal, dengan bungkamnya M.Nasir saat dikonfirmasi media ini terkait pekerjaan yang dilakukannya itu, mengisyaratkan kalau pekerjaan yang dilakukan CV. Jasa Limanang Mandiri ini terindikasi bermasalah, ungkap Mahdiyal pada Senin(23/10) di Padang.

"Semestinya, sebagai pejabat publik M. Nasir beserta Masudi dan Thabrani memiliki kewajiban untuk selalu bersikap kooperatif dan transparan terhadap seluruh informasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukannya. Karena, hal tersebut masih menyangkut  kepentingan publik," ujarnya.

Selain itu, anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan proyek negara tersebut merupakan uang negara yang notabenenya uang rakyat. Jadi ada kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan oleh pejabat publik yang dimaksud kepada masyarakat luas, cecarnya.

Sebenarnya ini perkara mudah, ucap Mahdiyal. Kalau memang pekerjaan sudah sesuai speks teknis dan material batu yang digunakan berasal dari quarry yang memiliki izin lengkap, M. Nasir sebagai ujung tombak dari BPJN Sumbar tinggal menjelaskan saja kepada publik melalui media ini, tidak perlu mengelak dengan berbagai cara, imbuhnya.

"PPK tersebut tidak mesti bungkam, malah dengan diamnya seperti ini membuat asumsi masyarakat menjadi semakin liar," kata Alumni Fakultas Hukum Unand itu.

Pejabat publik yang seperti itu perlu di evaluasi kinerjanya oleh Dirjen Bina Marga atau pihak Kementerian PUPR. Karena seluruh informasi harus diketahui masyarakat dan terbuka untuk umum. 

Kemudian, dengan sikapnya yang  demikian patut adanya dugaan terjadi persekongkolan jahat yang rugikan negara antara pihak kontraktor dengan pihak instansi dalam pelaksanaan proyek negara itu, tukasnya.

Apabila material yang dipakai pada proyek tersebut terbukti ilegal, artinya pihak bersangkutan telah merugikan negara, karena material tersebut terhindar dari pajak sebagai sumber Pendapatan Anggaran Daerah (PAD), pungkasnya 

Hingga berita ditayangkan media masih upaya mengumpulkan data-data dan  konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya.(cr/tim)


MR.COM, PASBAR - Wakil Bupati (Wabup) Pasaman Barat (Pasbar) Risnawanto resmi tutup Open Turnamen Taruna FC Cup 2023, Minggu (22/10) di Lapangan Sepak Bola Nagari Tandikek Kejorongan Sumber Agung Kecamatan Kinali Kabupaten Pasbar. Pertandingan berhasil dimenangkan Tim Julio Cell sebagai juara I dan Tim Bhaskoro FC sebagai juara dua. 


Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2023 tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Pasbar Daliyus K, anggota DPRD Ali Nasir, Sifrowati Yulianto, OPD, KONI dan stakeholder terkait. 


“Dalam pertandingan kemenangan bukan akhir dari segalanya. Namun, itu buah dari rajinnya latihan. Sehingga atlet dituntut untuk terus berlatih karena akan banyak turnamen yang digelar, baik di tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten. Untuk itu, jangan pernah patah semangat. Terus latihan dan pantang menyerah," ucap Wabup Risnawanto dalam sambutannya saat menutup turnament tersebut.


Ia juga mengucapkan selamat kepada kedua kesebelasan. Karena telah menjunjung tinggi sportifitas di dalam olahraga. Sehingga penonton dan masyarakat bisa menilai dan menikmati pertunjukan.


"Terima kasih juga saya sampaikan kepada donatur yang telah ikut menyumbang. Baik secara materil maupun secara moril," ucapnya.


Mondiharto juga menyampaikan bahwa atas nama KONI Pasbar Ia selalu mendukung kegiatan olahraga yang ada di Pasaman Barat baik secara moril maupun materil.


"Kita akan selalu suport kegiatan-kegiatan olahraga seperti saat ini baik secara moril maupun materil, Kita juga akan mendukung pembinaan untuk calon-calon atlit", ujar Mondiharto.


Pada penutupan turnament itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui KONI juga memberikan bantuan sebesar 5 juta rupiah. (DDR)


 MR.COM, PASBAR - Wakil Bupati Risnawanto resmi tutup Turnamen Sepak Bola Rajawali Cup XVI Tahun 2023 antar club se-Kabupaten Pasaman Barat, pada Jumat (20/10) sore di Lapangan Sepak Bola Jorong Pasar Lama Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang.


Laga final mempertemukan Tim Popesta Simpang Tiga Alin dengan Tim IPK Kuamang. Pertandingan berhasil dimenangkan oleh kesebelasan Popesta Simpang Tiga Alin dengan skor 1:0 dan membawa pulang hadiah senilai 20 juta rupiah sebagai juara I. Sementara Tim IPK Kuamang mendapatkan hadiah senilai 10 juta rupiah sebagai juara II.


Wakil Bupati Risnawanto dalam sambutannya sangat mengapresiasi semangat pemain dan antusias penonton untuk menyaksikan pertandingan tersebut.


"Pemain tetap memberikan penampilan yang terbaik dengan menjunjung tinggi sportifitas ketika tampil, saling serang dengan tetap memegang teguh aturan main. Begitu juga dengan penonton, walaupun hujan lebat tetap memberikan semangat kepada pemain," ucap Wabup Risnawanto.


Ia menegaskah bahwa Pemerintah Daerah sangat mendukung turnamen yang diselenggarakan itu. Karena menurutnya dapat memberikan banyak manfaat positif kepada pemuda dan masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah sukses menyelenggarakan turnamen dan turut mendukung program pemerintah di bidang olahraga


"Kami atas nama Pemda Pasbar mengucapkan terima kasih kepada panitia dan masyarakat yang telah memberikan dukungan moril dan materil sehingga suksesnya turnamen ini. Tentunya turnamen ini perlu terus kita tingkatkan lagi," ucapnya.


Ia mengungkapkan, Pemerintah Daerah akan menggelar Liga Kabupaten Pasaman Barat untuk usia 19 tahun. 


"Pemerintah Daerah juga akan mengadakan Liga Kabupaten Pasaman Barat tidak akan lama lagi. Liga Kabupaten Pasaman Barat ini untuk usia 19 tahun. Tentunya tujuan diadakan kegiatan tersebut untuk membina generasi muda terutama di bidang olahraga cabang bola kaki.Liga Kabupaten ini juga nantinya untuk mempersiapkan menghadapi Porprov mendatang," jelas Risnawanto.


Sementara, Ketua KONI Pasaman Barat, Mondiharto melalui Sekretaris KONI Iwan S, mengatakan Turnamen Sepak Bola Rajawali Cup XVI Tahun 2023 antar club se-Kabupaten ini dilaksanakan pada bulan oktober dan merupakan salah satu ajang bagi KONI untuk mencari bibit-bibt atlet di daerah.


"Kita akan selalu menjaring atlet-atlet melalui Turnamen-Turnamen yang dilakukan dalam setiap bidang olahraga dan selanjutnya para bibit atlet tersebut akan Kita bina agar nant kedepan nya Pasaman Barat sudah memiliki atlet sendiri", ujar Iwan.(DDR)


MR.com, Sumbar| Pelaksanaan proyek penanganan longsoran yang berada dibawah pengelolaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat(BPJN Sumbar) diduga berjalan tidak sesuai spesifikasi teknis dan terindikasi kangkangi undang-undang tentang pertambangan.

Pasalnya, proyek negara yang berada di wilayah kerja Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 1(Satker PJN Wil 1) diduga menggunakan material batu ilegal. Dikatakan ilegal, karena material batu tersebut didatangkan dari quarry yang dicurigai tidak memiliki izin resmi lengkap.

Selain itu, terpantau oleh tim investigasi dari media dilokasi pekerjaan pada Jum'at(13/10) waktu lalu, material batu yang dipakai didominasi oleh batu dengan ukuran berat yang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi. Karena batu yang ada didalam kawat bronjong itu secara presentase diduga banyak batu-batu yang berukuran kecil-kecil dan kuat dugaannya jauh dari spesifikasi yang seharusnya.

Terindikasi pelaksanaan pembangunan bronjong yang dikerjakan oleh CV. Jasa Limanang Mandiri(JLM) asal jadi, tidak merunut pada aturan secara spesifikasi teknis dan perundang-undangan tentang pertambangan.

Sementara, pekerjaan penanganan longsoran tersebut diawasi oleh tiga konsultan supervisi sekaligus yakni, PT. ESKAPINDO MATRA KSO PT.JASA MITRA MANUNGGAL dan PT.INDEC INTERNUSA. Namun disinyalir dalam pelaksanaannya masih lemah terhadap pengawasan.

Ada dugaan pembiaran dilakukan oleh konsultan supervisi beserta pihak terkait atau pihak instansi terhadap indikasi kecurangan yang dilakukan rekanan.

Proyek negara dengan nomor kontrak : 25/PKK/SK-PJN1-Bb.23.03.1.1/2023 yang dikerjakan CV.Jasa Limanang Mandiri tersebut dibiayai negara sebesar Rp3.992.623.000,- dengan jangka waktu pelaksanaannya selama 240 hari kalender dimulai pada 23 Februari 2023.

Lokasi pekerjaan yang terindikasi labrak aturan tersebut berada dikawasan perbatasan Padang Panjang dengan Kota Solok tepatnya dikawasan lokasi wisata Danau Singkarak.

Terkait hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 M.Nasir meskipun sudah dihubungi via telpon dengan nomor 0812-7812-xxx pada Kamis(19/10) bentuk upaya konfirmasi tim media. Namun PPK tersebut diduga belum bisa memberikan keterangan atau penjelasannya.

Hingga berita ditayangkan,media masih upaya konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya.(cr/tim)


MR.COM, PASBAR - Akses jalan Talu menuju Simpang Empat terputus, akibat tanah longsor yang menutupi badan jalan yang berada di Polongan Anam, Jorong Patomuan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kamis (19/10) sekitar pukul 07.30 Wib.


"Benar, kami mendapat laporan dari Kapolsek Talamau Iptu Yuli Dekri bahwa telah terjadi tanah longsor yang menutupi badan jalan sehingga tidak dapat dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat disekitar lokasi Polongan Anam Jorong Patomuan," ujar Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki.


Lebih lanjut Kapolres mengatakan, mendapat laporan adanya kejadian bencana alam tanah longsor tersebut, Kapolres bersama Kasat Samapta AKP Asril dan Kasi Propam Iptu R. Pasaribu langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi longsor, sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas dan kamtibcarlantas yang aman dan kondusif.


"Saat ini kami bersama Instansi terkait dibantu oleh masyarakat setempat sedang berupaya untuk membersihkan material tanah longsor agar bisa dilalui masyarakat, minimal bisa dilalui kendaraan roda dua," terangnya.


AKBP Agung Basuki mengatakan, pihaknya telah menurunkan 30 orang personel yang telah siaga dilokasi longsor dengan sasaran utama mengamankan lokasi longsor agar tidak ada korban jiwa akibat terjadinya longsor susulan dan membuka jalur alternatif sebagai upaya pengalihan akses jalan yang sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.


“Kami bersama stakeholder dan personel TNI dari Koramil 03/Talu sudah berada dititik longsor untuk melakukan pengamanan serta membantu masyarakat untuk melewati jalur alternatif yang cukup terjal dan jalan yang dipenuhi material longsor yang bercampur batu dan kayu,” ungkap Kapolres.


Saat ini, tim gabungan dilokasi longsor masih membersihkan material longsor dengan excavator mini dan alat seadanya sambil menunggu alat berat dari Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat agar akses jalan dari Talu menuju Simpang Empat dapat segera dilalui kendaraan roda empat.


Kapolres Pasbar mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melewati jalur Talu menuju Simpang Empat atau sebaliknya agar selalu waspada dan berhati-hati apalagi saat ini musim penghujan karena daerah ini sangat rawan terjadi longsor, dan kepada Pemerintah Daerah untuk terus bergerak cepat dalam upaya membuka akses jalan yang tertutup material longsor saat ini, agar aktifitas dan pasokan logistik masyarakat tidak terganggu.


Sampai berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dan kerugian materil dalam kejadian ini, namun saat ini aliran listrik padam dan jaringan telekomunikasi agak terganggu.(DDR)


MR.COM, PASBAR - Polri yang merupakan salah satu garda terdepan didalam tugasnya menjaga keamanan dan juga mensukseskan pesta yang digelar sekali dalam lima tahun maka Polri dituntut untuk selalu siap.


Untuk menunjukan kesiapan tersebut, Polres Pasaman Barat (Pasbar) mengelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata 2023-2024 dalam rangka Pengamanan Pemilu 2024 bertempat dihalaman Polres Pasbar, Selasa (17/10).


Dalam kegiatan apel gelar pasukan tersebut turut hadir Bupati Pasbar Hamsuardi, Anggota DPRD, unsur Forkopimda, Intansi Terkait, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, serta perwakilan Partai Politik.


Sementara personil dan peserta apel terdiri dari pleton TNI Kodim 0305/Pasaman, pleton Brimob, Pleton personel Polres Pasbar, pleton Satuan Polisi Pamong Praja, pleton Dishub Pasbar, pleton Linmas, serta pleton Senkom.


“Dalam Operasi Mantap Brata kali ini kita akan menurunkan 295 personel untuk pengamanan persiapan Pemilu 2024, agar Pemilu 2024 di Pasaman Barat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki.


Apel gelar pasukan operasi Mantap Brata tersebut, dimaksudkan untuk mengecek kesiapan pasukan pengamanan menjelang Pemilu 2024 nanti yang terdiri dari pasukan Polri dan TNI serta stakeholder terkait.


Menurut Kapolres, Operasi Mantap Brata dilaksanakan selama 222 hari, yang dimulai pada tanggal 19 Oktober 2023 dan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2024 nanti.


Kapolres Pasbar sudah memetakan wilayah rawan konflik dalam Pemilu yakni tiga kecamatan anatar lain Kecamatan Kinali, Sungai Aur, dan Kecamatan Lembah Melintang.


Dengan ada nya pemetaan tersebut hingga memudahkan personil untuk melakukan pengamanan di 1.286 TPS yang tersebar di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.


“Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi yang merupakan kematangan demokrasi, momen penting menentukan nasib bangsa dimasa depan karena menyelenggarakan pesta demokrasi terbesar dan serentak dalam tahun yang sama,” jelas Kapolres.


Kapolres terus mengajak semua elemen untuk ikut menyukseskan Pemilu 2024, tidak hanya TNI dan Polri tetapi andil besar Masyarakat juga diperlukan. Sehingga Pemilu berjalan aman dan lancar jauh dari berita hoaks, kampanye hitam maupun money politik dapat diantisipasi sejak awal.


“Operasi Mantap Brata ini juga merupakan penguatan komunikasi publik, publikasi dan edukasi agar masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuh Kapolres.


Kapolres juga berpesan kepada anggota Polri jika ada konflik agar diselesaikan pada akar masalah dengan cara yang humanis.


AKBP Agung Basuki juga meminta semua pihak agar mengantisipasi teror yang bisa mengacaukan suasana menjelang Pemilu 2024 dan mengoptimalkan preventive strike agar pelaku terror berhasil ditangkap sebelum melancarkan aksinya, sehingga kita bisa memastikan tidak ada letupan sekecil apapun pada pelaksanaan Pemilu 2024.


“Jika ada pelaku teror agar ditangkap agar Pemilu damai, kalau soal pidana Pemilu silakan koordinasikan dengan Penegak Hukum Pemilu (Gakkumdu),” kata Agung.


Ada beberapa penekanan Kapolri yang di sampaikan AKBP Agung Basuki dalam apel gelar pasukan seperti tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pastikan kesiapan perlengkapan pribadi, sarpras dan fasilitas penunjang lainnya.


Selain itu, orang nomor satu di tubuh Polri itu juga mengingatkan untuk melaksanakan pengamanan dengan penuh rasa tanggung jawab, humanis dan professional yang sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedure) dan melakukan pengaturan jadwal pengamanan sehingga kesehatan personel selalu dalam kondisi yang prima.


Terakhir, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo mengarahkan untuk selalu megedepankan komunikasi publik dan upaya cooling system, agar masyarakat berpartisipasi penuh dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu 2024 dan terhindar dari polarisasi serta tingkatkan sinergisitas dan soliditas antar seluruh personel pengamanan maupun stakeholder terkait, karena hal tersebut adalah kunci utama keberhasilan operasi.


AKBP Agung Basuki mengucapkan terimakasih dan selamat bertugas kepada seluruh personel yang terlibat. Mari bersama-sama kita amankan Pemilu 2024, demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 yang kita cita-citakan bersama.


Diakhir kegiatan pelaksanaan apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata, Kapolres Pasbar bersama para tamu undangan mengecek kesiapan sarana dan prasanara yang akan mendukung suksesnya pengamanan Pemilu 2024 dan dilanjutkan dengan rapat koordinasi lintas sektoral dalam mewujudkan sinergitas dan situasi yang kondusif menjelang Pemilu 2024 di aula Bhayangkara Polres Pasaman Barat. (DDR)


MR.COM, PASBAR - Sukses Munas II serta pemilihan Ketua Umum Organisasi otomotif Penari Lintas Comunity (PLC) yang baru digelar di aula kantor Bupati Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar), sabtu (14/10) lalu, Kemudian kegiatan PLC dilanjutkan dengan Anniversary ke-8, minggu (15/10) di Pohon Seribu Pantai Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.

Kegiatan yang dimulai Minggu pagi menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari hiburan, pembagian door prize, memberikan tong sampah kepada masyarakat serta aksi bersih pantai.

Dalam kegiatan tersebut terlihat di area lapangan diisi oleh member dari 46 region se-Nusantara serta para pendukung kegiatan Munas dan Anniversary ke-8 PLC serta para tamu undangan.

Usai kegiatan hiburan dan bagi-bagi door prize kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih pantai yang diikuti oleh seluruh member tidak terkecuali Ketum terpih Mukti Ali, SH., M.Kn serta Kadis Pariwisata  Decky H Sahputra juga terlihat membaur bersama para member.

Disela-sela aksi bersih tersebut Ketum mengatakan bahwa dalam hal menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama dan hal itu harus ditumbuh kembangkan dimulai dari diri sendiri.

"Saat kita datang Pantai Sasak ini terlihat bersih, terutama Pohon Seribu ini, jadi usai kita melakukan kegiatan Anniversary ini kita harus tetap jaga kebersihan itu", ujar Ketum.

"Untuk itu maka sebelum kita kembali ke tempat masing-masing maka kita harus lakukan aksi bersih ini, karena menjaga kebersihan lingkungan ini merupakan tanggung jawab Kita bersama dan itu harus Kita jaga dan Kita mulai dari diri sendiri, karena itu untuk tanggung jawab kebersihan ini tidak ada beda nya antara ketua maupun anggota", jelas Ketum lagi.

Sementara Kadis Pariwisata Decky H Sahputra juga menyampaikan bahwa Pohon Seribu Pantai Sasak merupakan salah satu destinasi wisata pantai Pasbar yang cukup ramai dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun luar daerah terutam dihari libur.

"Pohon Seribu Pantai Sasak ini adalah salah satu Objek Wisata Pantai yang ada di Pasbar yang selalu ramai dikunjungi setiap hari baik hari libur mapun hari biasa, untuk itu maka kita mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga keamanan, kenyamanan para pengunjung dan kebersihan lingkungan", ujar Decky.

"Dengan ada nya rombongan komunitas PLC yang mengadakan acara Anniversary nya hari ini maka kita sangat mendukung kegiatan aksi bersih yang mereka lakukan, karena hal itu menunjukan kepada masyarakat bahwa betapa penting nya menjaga lingkungan agar tetap bersih", tambah Decky.

"Kita juga berharap agar kedepan nya banyak organisasi-organisasi lain nya yang berkunjung dan berkegiatan di objek-objek wisata Pasbar ini, karena dengan kunjungan dan kegiatan mereka dapat memperkenalkan objek wisata Pasbar ini keluar daerah", Tutup Decky.

Dua kegiatan yang digelar PLC di Pasbar mulai dari Munas II tanggal 14 Oktober 2023 hingga rangkaian kegiatan Anniversary ke-8 tanggal 15 oktober 2023 tersebut pun berjalan dan terlaksana dengan baik dari mulai pembukaan sampai penutupan.(DDR)

Mitra

{picture#http://2.bp.blogspot.com/-XccjilccW3o/WvaXDidXfzI/AAAAAAAABh4/uSZS7TnCbfc4FwXpWuQb2n8Fgh6BY9x7ACK4BGAYYCw/s1600/logo3.png} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Powered by Blogger.