November 2022

#Kajati #Kajari #Sumbar #Pasbar #Pasbar #Pasbar #IMI #sunatanmasal #pasbar #kolaboraksi 17 Agustus AAYT Administrasi Agam Aia Gadang Air mata Ajudan Akses Aksi Amankan Ambulance Anam Koto Anggaran APD Arogan Aset Asimilasi ASN Atlet ATR Aturan Babinkamtibmas Baharuddin Balon Bandung Bansos Bantah Bantuan Batu Sangkar Bawaslu Baznas Bebas Bedah Rumah Belajar Belanja Bencana Berbagi Berjoget Bhakti Bhayangkara Bhayangkari Bina Marga BK BKPSDM BLPP BLT Dana Desa BNN BNNK Bocah Bogor Box Redaksi Boyolali BPBD BPK RI BPN BTN BTT Bukittinggi Bully Bupati Bupati Pasbar Cacat Hukum Calon Camat Cerpen Corona Covid Covid 19 Covid-19 CPNS cross dampak Dana Dandim Data Demo Dermawan Dharmasraya Dilaporkan dinas Dinkes Dinsos Direktur Disinfektan DPC DPD DPD Golkar DPD PAN DPP DPRD DPRD Padang DPRD Pasbar Dukungan Duta Genre Emma Yohana Erick Hariyona Ershi Evakuasi Facebook Forkopimda Formalin Fuso Gabungan Gempars Geoaprk Gerindra Gor Gudang gugus tugas Hakim HANI Hari raya Haru. Hilang Himbau Hoax Hujat Hukum Humas HUT Hutan Kota idul adha Ikan Tongkol Iklan video Ikw Ilegal mining Incasi Inspektorat Intel Internasional Isolasi Isu Jabatan Jakarta Jalan Jambi Jateng Jubir Jumat berbagi Jurnalis Kab. Solok Kab.Agam Kab.Solok Kabag Kabid Kabupaten Pasaman Kader Kadis Kalaksa Kanit Kapa Kapolres Karantina Kasat Kasi KASN Kasubag Humas Kasus Kebakaran Kejahatan Kemanusiaan Kemerdekaan Keracunan Kerja Kerja bakti kerjasama Kesbangpol Kesra Ketua Ketua DPRD Kinali KKN Kodim KOK Kolaboraksi Komisi Komisioner KONI KONI PASBAR Kontak Kontrak Kopi Korban Korban Banjir Korupsi Kota Padang Kota Solok KPU Kriminal kuasa hukum Kuliah Kupon Kurang Mampu Kurban Labor Laka Lantas Lalulintas Lantas Lapas Laporan Laporkan Laskar Lebaran Lembah Melintang Leting LKAAM Maapam Mahasiswa Maligi Masjid Masker Medsos Melahirkan Mengajar Meninggal Mentawai metrologi Milenial MoU MPP MRPB MRPB Peduli MTQ Mujahidin Muri Nagari Narapidana Narkoba Negara Negatif New Normal New Pasbar News Pasbar Ngawi ninik mamak ODP OfRoad Oknum olah raga Operasi Opini Opino OTG PAC Pada Padang Padang Panjang Padang Pariaman Painan Pakar Pandemi Pangan Pantai Maligi Panti Asuhan Pariaman Paripurna pariwara Pariwisata Partai Pasaan Pasaman Pasaman Barat Pasbar Pasbat Pasien Paslon Patuh Payakumbuh Pdamg PDIP PDP Peduli peduli lingkungan Pegawai Pelaku Pelanggaran Pemalsuan Pemasaran pembelian Pembinaan Pemda Pemerasan Pemerintah Pemilihan Pemko Padang Pemuda Penanggulangan penangkapan Pencemaran Pencuri pendidikan Pengadaan Pengadilan Penganiayaan Pengawasan Penggelapan Penghargaan penusukan Penyelidikan Penyu Perantauan Perawatan Perbatasan Peredaran Periode Perjalanan perkebunan Pers Pertanahan Perumda AM Kota Padamg Perumda AM Kota Padang Perumda Kota Padang Pessel Pilkada Pinjam PKH PKK Plasma Plt PN PN Pasbar PNS pol pp Polda Sumbar Polisi Politik Polres Polres Pasbar Polsek Pos Pos perbatasan Positif posko potensi PPM Prestasi PSBB PSDA Puan PUPR Pusdalops Puskesmas Pustu Rapid Test razia Rekomendasi Relawan Reses Reskrim Revisi RI RSUD RSUP M Djamil RTLH Rumah Sakit Rusak Sabu Samarinda Sapi SAR Satgas Satlantas SE Sekda Sekda Pasbar Selebaran Sembako Sertijab Sewenang wenang Sidak sijunjung Sikilang Singgalang sirkuit SK Snar Solo Solok Solok Selatan SolSel sosial Sosialisasi Sumbar Sumbar- Sumur Sunatan massal sungai surat kaleng swab Talamau Talu Tanah Tanah Datar Target Tata Usaha teluk tapang Temu ramah Terisolir Terminal Tersangka Thermogun Tidak layak Huni Tilang tipiter TMMD TNI TNI AL Tongkol TP.PKK tradisional Transparan trenggiling tuak Tukik Tumor Ujung Gading Ultimatum Uluran Unand Upacara Update usaha usir balik Verifikasi Virtual wakil bupati Wali Nagari wartawan Waspada Wirid Yasin Yamaha Vega Yarsi Yulianto ZI Zona Hijau Zona Merah


MR.com, Bukittinggi| Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) satu-satunya yang berada di jalan Raya Bypass, Bukittinggi diduga labrak aturan tentang penjualan BBM bersubsidi.

Diduga kuat SPBU tersebut melayani pembeli(konsumen) Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite menggunakan jiregen.

Setelah menerima informasi dari masyarakat, selanjutnya tim media melakukan investigasi. Dan benar, terciduk salah satu karyawan di SPBU itu sedang melakukan pengisian BBM kedalam jiregen yang ada di dalam kendaraan roda empat jenis Avanza dengan Nopol BA 1618 LH dan beberapa kendaraan dibelakangnya,  pada Rabu(30/11/2022) pukul 15.00 Wib.


Saat dikonfirmasi kepada konsumen itu menyangkut penggunaan BBM bersubsidi yang dibelinya menggunakan jerigen, dan izin rekomendasi yang dikantonginya. Konsumen itu tidak menjawab, bahkan terkesan menghindar dan tergesa-gesa pergi meninggalkan awak media yang ada lokasi SPBU.

Kemudian mediapun mengkonfirmasikan kepada Ayu yang mengaku sebagai pengawas di SPBU itu. Ayu pun tidak serta Merta membantah kalau SPBU telah lakukan kesalahan.

“Sebenarnya apa yang telah kami lakukan itu, memang tidak dibolehkan. Kecuali hanya dua atau tiga dan atau satu, itu baru dibolehkan," kata Ayu.

Namun, sebenarnya tetap juga tidak diperbolehkan, kecuali ada surat perizinan dari pihak dinas terkait,” ucap Ayu yang dinilai sedikit plin plan itu.

Selanjutnya awak media pun telah menghubungi Kris menurut informasi sebagai Manajer perusahaan di SPBU tersebut via seluler pribadinya, tetapi nomor tersebut tidak aktif, begitu juga melalui aplikasi WA pun diduga tidak aktif.

Sementara pihak Pertamina melarang pengisian BBM megunakan jerigen. Ini jelas diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191/2014," agar SPBU dilarang untuk menjual premium/pertalite dan solar kepada warga menggunakan jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.

Selain itu, diatur juga dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, pembelian Pertalite menggunakan jerigen yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu (pertanian, perikanan, usaha mikro/kecil).

Menurut informasi yang beredar dilingkungan masyarakat Bukittinggi, SPBU tersebut diduga sudah lama melakukan tindakan melawan hukum tersebut.

Hingga berita diterbitkan media masih upaya konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya.(tim/cr)


MR.com, Padang| Proyek polder kolam retensi asrama Polda dengan nilai anggaran Rp7.184.913.000,00, sumber dana APBN TA 2022 "terancam gagal mutu". Diduga proyek yang dikerjakan CV.Bulat Air tidak sesuai ekspektasi yang diharapkan publik.

Pasalnya, sampai saat ini progres pekerjaan proyek negara itu masih berada di bawah 30 persen. Sementara, sisa masa pekerjaan hanya tinggal 30 hari dari 300 hari masa pelaksanaan yang diberikan. Seperti yang disebutkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan Ilyas Firman.

"Progres pekerjaan sampai sekarang baru mencapai sekitar 28 persen. Dan sisa waktu pelaksanaan hanya tinggal 30 hari," kata Ilyas Firman pada Selasa (29/11/2022) di lingkungan Gedung BWSS V Padang, jalan Khatib Sulaiman, Padang.

Disinyalir, CV.Bulat Air Tidak Mampu Selesaikan Proyek Kolam Retensi, Pengamat: Contoh Kinerja BP2JK Sumbar Berdampak Buruk


Kata Ilyas, sesuai perintah dan intruksi dari Dirjen SDA, bagaimanapun pekerjaan tersebut harus diselesaikan. Kerena untuk tahun depan tidak ada lagi uang negara untuk melanjutkannya, ucap Ilyas.

Selanjutnya PPK muda tersebut menjelaskan, target yang harus dicapai pada akhir Desember paling sedikit tercapai 40 persen.

"Kalau pekerjaan tidak selesai, bisa jadi akan terjadi pemutusan kontrak dengan CV.Bulat Air dan kemungkinan untuk selanjutnya BWSS V Padang yang melanjutkan," ulasnya.

Terkait pekerjaan, kata Ilyas ada pekerjaan yang sifatnya optimasi atau dihilangkan dan anggarannya dikembalikan ke negara.

Pekerjaan yang dioptimasi itu ialah pengadaan pompa air. Menurut keterangannya, pompa air tersebut dihilangkan atau dioptimasi,karena tidak ada manfaat atau fungsi dikolam tersebut.

"Saat banjir kemarin, terlihat  genangan atau ketinggian air sama dengan air yang ada pada kolam retensi. Jadi, kemana air yang ada di kolam tersebut akan di buang," terang Ilyas.

Kemudian, menyangkut ada bekas galian tanah hitam berlumpur  yang diduga digunakan itu. Ilyas menyebutkan sisa galian itu tidak akan dipakai tapi dibuang.

Dilain pihak, salah seorang Aktivis Anti Korupsi Sumatera Barat, Mahdiyal Hasan SH mengkritik pedas pelaksanaan proyek tersebut,pada Rabu(30/11/2022) di Padang.

Aktivis muda itu menduga proyek milik Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang (BWSS V Padang) ini hanya dijadikan sebagai lahan mencari keuntungan oleh kontraktor pelaksana dan mungkin pihak-pihak terkait lainnya.

"Dirunut dari informasi terkait perjalanan proyek itu hingga hari ini. Semakin kuat dugaan kalau proyek negara ini hanya sebagai lahan basah bagi sekelompok oknum yang memiliki kepentingan," ujarnya.

Pekerjaan baru dimulai setelah tiga bulan sejak penandatanganan kontrak kerja dilakukan oleh CV.Bulat Air. Parahnya, CV.Bulat Air meletakkan pelaksana lapangan yang diduga kuat tidak paham dengan sistem pekerjaan secara administratif.

"Buktinya, saat dikonfirmasi media saja menyangkut progres fisik pekerjaan, pelaksana lapangan bernama Iwan itu tidak bisa menjelaskan. Kita curiga Iwan tidak memiliki sertifikasi sebagai pelaksana lapangan yang merupakan salah satu syarat untuk menjadi pemenang tender" imbuhnya.

Yang semakin membuat publik jadi curiga, kata Mahdiyal, adalah selama 300 hari masa pelaksanaan yang disepakati, kontraktor hanya mampu mencapai progres dibawah 50 persen, seperti yang disampaikan PPK Ilyas Firman, terang Lawyer muda itu.

Kita berharap kepada penegak hukum agar proyek ini dijadikan salah satu prioritas untuk diusut. Karena menurut kami proyek milik BWSS V Padang ini terindikasi KKN dan merugikan keuangan negara, pungkasnya.

Media masih upaya mengumpulkan data-data informasi dan upaya konfirmasi pihak-pihak terkait lain hingga berita ini ditayangkan.(tim)



MR.COM., Pasbar --  Prof Dr. Indang Dewata Ahli Manajemen Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan, bahwa diperlukan political will Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menertibkan penambangan tanpa izin (Peti).


"Diperlukan political will dan peran koordinasi bupati untuk memberantas tambang illegal di Pasaman Barat, bisa saja dengan membentuk Satgas khusus, dengan penegak hukum, tanpa itu mustahil bisa ditertibkan," kata Prof Indang Dewata  usai sosialisasi dampak lingkungan akibat tambang dengan Bupati Pasaman Barat H Hamsuari dan jajaran OPD di Auditorium kantor Bupati setempat, Selasa (29/11).


Menurut dia, pemerintah daerah bisa melakukan pendekatan melalui bakumutu. Aturannya sudah ada bakumutu (ambang batas) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22/2009, setiap bahan usaha yang melakukan usaha tambang yang melewati ambang batas dapat diancam pidana minimal  ancaman 5 tahun penjara  denda Rp5 miliar.


Disebutkan, yang merasakan dampak lingkungan dari tambang ilegal adalah masyarakat daerah, masyarakatnya Bupati bukan pemerintah pusat. Oleh karenanya diperlukan keberanian Bupati setiap daerah. 


"Yang teraniaya itu masyarakatnya Bupati, yang perlu koordinasi itu sekarang Bupati dengan Kepolisian, Kejaksaan. Jangan bergerak sendiri-sendiri. Sepanjang bergerak sendiri-sendiri maka masalahnya tidak akan selesai," kata Indang Dewata.


Sementara Bupati Pasaman Barat H Hamsuardi menyampaikan terima kasih kepada para ahli UNP serta mahasiswa Pasca Sarjananya yang telah memberikan masukan terkait dampak lingkungan akibat tambang liar di Pasaman Barat atau tambang tanpa izin.


Dimana sebelumnya melalui program Praktek Lapangan Terpadu Program Magister dan Doktor Prodi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang para Mahasiswa S2 dan S3 turun dan survey sertal lakukan penelitian ke lapangan langsung.


Penelitian dilakukan di beberapa titik, salah satunya di Astra Muaro Kiawai. Selanjutnya hasil penelitian itu dijadikan sebagai bahan persentase dihadapan Bupati Pasbar serta jajarannya.


Langkah yang dilakukan Pemkab Pasbar  saat ini, kata Hamsuardi memberikan sosialisasi dan pengumuman kepada masyarakat, serta menetapkan kawasan tata ruang Pemkab Pasaman Barat. Artinya, masyarakat harus diberitahu daerah-daerah yang tidak boleh ditambang.


Ditanya soal penindakkan hukum tambang ilegal, kata Hamsuardi, bukan kewenangan Pemkab Pasbar, tetapi diserahkan kepada pihak penegak hukum, bukan ranahnya Pemkab Pasbar(DDR/nir)


MR.com, Padang| Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK) Sumatera Barat yang bekerja di bawah naungan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR diminta untuk bekerja lebih baik.

"Sebab, hal ini sangat penting dalam menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tepat mutu dan tepat waktu sesuai spirit Kementerian PUPR," demikian pengamat pembangunan lulusan Universitas Indonesia (UI), Ir. Sutan Hendy Alamsyah mengatakan pada Selasa (29/11/2022) di Padang.

Pengamat dengan sapaan akrab Sutan itu menyebutkan, peningkatan kinerja sangat penting, mengingat BP2JK merupakan pondasi awal tercapainya tujuan pelaksanaan kegiatan di lingkup Kementerian PUPR.

"Untuk itu diharapkan BP2JK Sumbar untuk benar-benar mampu bekerja secara profesional dan bertanggungjawab sebagai pemegang kebijakan dalam menetapkan pemenang tender," tegasnya.

Sutan menegaskan, BP2JK diharapkan untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap seluruh aspek yang dimiliki oleh peserta atau calon pemenang lelang.

"Terutama sekali dalam hal dukungan material dan peralatan, bahkan juga sangat penting adalah kemampuan finansial calon pemenang," ujarnya.

Disebutkannya, salah satu contoh kinerja BP2JK Sumbar yang berdampak buruk adalah dalam hal penetapan CV. Bulat Air sebagai Pelaksana Kolam Retensi Polda Sumbar.

"Meski waktu efektif pelaksanaan hanya sekitar 30 hari lagi (akhir 30 Desember 2022), pekerjaan Kolam Retensi Polda Sumbar diperkirakan baru sekitar 30 persen,"ulasnya.

Dengan waktu masa pekerjaan yang tinggal sesingkat itu. Kita sangat pesimis, perusahaan penyedia jasa yang berasal dari Pekanbaru(CV.Bulat Air) itu mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam dokumen kontrak, katanya lagi.

"Apalagi berdasarkan pantauan, CV. Bulat Air memulai pekerjaan sekitar tiga bulan setelah penandatanganan kontrak dilakukan," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sutan, masih berdasarkan pantauan di lapangan, pelaksana lapangan CV. Bulat Air (Iwan) terkesan tidak memahami teknis pekerjaan.

Misalnya, saat ditanya sudah berapa persen progres pekerjaan, Iwan menjawab "tidak tau". Artinya kita menduga, untuk membayar pelaksana lapangan yang berkualitas pun CV. Bulat Air tidak memiliki kemampuan yang memadai, ujarnya.

Oleh sebab, kata Sutan, kita berharap BWSS V Padang sebagai owner pekerjaan untuk tidak main-main dalam menilai kualitas dan volume pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh CV. Bulat Air.

Maksudnya, BWSS V Padang diharapkan benar-benar memperhatikan aspek akuntabilitas terkait pembayaran pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh CV. Bulat Air.

Sutan mengingatkan, jangan sampai hanya karena pelaksanaan pekerjaan oleh CV. Bulat Air yang buruk, mengakibatkan PPK kegiatan terlibat masalah hukum. " Hanya akibat dari kurang memperhatikan akuntabilitas pembayaran terhadap pekerjaan," pungkasnya.

Hingga berita diterbitkan media masih upaya mengumpulkan data-data dan informasi terkait pelaksanaan proyek tersebut. Dan media juga masih dalam upaya konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya.(cr)



Pondasi KSLL (Jaring Laba-laba) pada bangunan Mesjid Assyura habis anggaran sebesar 2,3 Miliar
MR.com, Padang| Pembangunan mesjid Assyura yang berada dilingkungan Gedung DPRD Sumatera Barat(Sumbar) dilaksanakan oleh PT. Putra Giat Pembangunan (PGP) sebesar Rp14.422.744.000 APBD TA.2022 terus menuai sorotan tajam berbagai kalangan masyarakat.

Kali ini, seorang pengamat pembangunan di Sumbar lulusan Universitas Indonesia (UI) Ir. Sutan Hendy Alamsyah menduga ada "kongkalingkong" dalam pelaksanaan proyek negara tersebut.

Demi Keamanan Negara, Pihak Pembangunan Mesjid 14 Miliar DPRD Sumbar "Enggan" Berikan Informasi Bukti Uji Labor

Diduga Memakai Besi "Banci", Tedi : Pekerjaan Mesjid DPRD Sumbar Tidak Ada Masalah

Sengkarut Pembangunan Mesjid Assyura Sekwan disinyalir "Bungkam", Ketua DPRD Sumbar : Kontraktor Menyalahi Aturan Laporkan ke Pihak Berwajib

Ir.Sutan Hendy Alamsyah, Pengamat Pembangunan Sumbar, Sarjana Arsitek Lulusan Universitas Indonesia (UI) Jakarta

Menurut dugaannya, proyek pembangunan rumah ibadah umat Islam ini dimanfaatkan oleh sekelompok oknum dalam upaya menumpuk pundi-pundi kekayaan mereka.

"Banyak hal yang perlu diungkap dalam perjalanan pembangunan mesjid ini, agar khalayak ramai dapat paham dan bisa menilainya sendiri, dan selanjutnya menjadi acuan Aparat Penegak Hukum (APH) hendaknya" ujar Sutan Hendy Alamsyah pada Senin(28/11/2022) di Padang.

Untuk sebuah pembangunan mesjid yang tergolong bangunan sangat sederhana, kemudian menghabiskan anggaran hingga 14 miliar, sama saja dengan "pemborosan", kata Sutan.

Salah satu pemborosannya, sebut Sutan, terindikasi terjadi pada pekerjaan pondasi KSLL dengan anggaran sebesar 2,3 miliar. Karena menurutnya, untuk satu pekerjaan pondasi KSLL tidak harus menghabiskan uang negara sebanyak itu. 

Menurut penilaiannya sebagai Sarjana Arsitek lulusan UI, untuk pondasi KSLL dengan luas bangunan seperti mesjid Assyura. "Paling besar menghabiskan anggaran satu miliar saja untuk pondasi KSLL itu, dan itupun lebih dari cukup," tegasnya.

Kenapa saya bisa mengatakan demikian, tuturnya. Kerena saya banyak tahu kenal dengan petinggi pemegang paten KSLL PT Katama Surya Bumi, dan pernah bersama di proyek Mess Pemda Bukik Gadang Sijunjung pada tahun 2003, ungkapnya.

"Apalagi material besi beton yang dipakai pada pondasi tersebut diduga dicampur besi beton polos dengan besi ulir, ini akan semakin meringankan anggarannya," terang Sutan.

Tapi, kenapa pembuatan pondasi itu terkesan dipaksakan, ada apa dibalik semua itu. Hal ini tentu menimbulkan kecurigaan dilingkungan masyarakat Sumbar. "Masyarakat khawatir pondasi KSLL dipakai pada bangunan tersebut untuk menjadi objek oknum tertentu dalam mencari keuntungan,"tandasnya.

Kemudian, apakah bangunan mesjid tersebut memang patut menggunakan pondasi KSLL(laba-laba)?, ucapnya lagi.

Pondasi KSLL biasanya hanya digunakan pada bangunan yang berdiri diatas tanah yang labil atau bangunan dengan ketinggian paling sedikit empat lantai dan maksimalnya sepuluh lantai.

Katanya, apakah sebelum dilakukan pekerjaan pondasi KSLL itu, adakah pihak konsultan perencana ada melakukan uji sondir(sondir test) terhadap tanah tempat berdirinya bangunan mesjid saat ini.

Sebab, kata Sutan, pengujian sondir merupakan salah satu pengujian penetrasi. Yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan, serta mengetahui kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras, jelasnya.

Sutan masih menjelaskan, tujuan sondir untuk mengetahui kekuatan penahan jika berdiri sebuah bangunan diatasnya. Kemudian, penggunaan hasil sondir dapat digunakan salah satunya sebagai penentuan jenis pondasi yang akan dipakai.

Nah, begitu juga pada proyek mesjid Assyura ini. Apakah ada dilakukan sondir test oleh konsultan perencana. Dan bagaimana hasilnya?. "Karena, hasil dari sondir test sangat erat kaitannya dengan penggunaan pondasi KSLL," imbuhnya lagi.

"Sementara, dilihat dan dibandingkan dengan bangunan yang ada berdekatan dengan mesjid, tidak ada yang memakai pondasi KSLL. Itu artinya tekstur tanahnya tidak labil," terang Insinyur itu lagi.

Kemudian kita bandingkan lagi dengan mesjid Al Hakim yang berdiri kokoh di pinggir pantai. Mesjid tersebut bangunannya tidak memakai pondasi KSLL dengan anggaran yang relatif sesuai.

"Padahal tingkat kerumitannya dibandingkan mesjid Assyura menurut saya cukup tinggi atau sulit, karena berada di pinggiran pantai" ulasnya

Kekhawatiran kita sebagai masyarakat Sumbar adanya KKN pada proyek ini bukan tanpa alasan. "Sebab, bukan rahasia umum lagi, untuk menjadi pemenang tender pada proyek negara, kontraktor pelaksana harus siap dengan komitmen untuk memberi keuntungan kepada pemegang kebijakan," ujarnya.

"Kecurigaan kita tertuju pada pekerjaan pondasi KSLL ini. Disinyalir pondasi KSLL dijadikan sebagai lahan untuk mencarikan untung yang akan dipersembahkan kepada oknum tertentu," ujarnya lagi.

Karena nilai untuk pembuatan pondasi KSLL yang sepatutnya tentu hanya diketahui oleh pemilik paten(PT. Katama Surya Bumi), disitulah indikasi permainannya, ungkap Sutan.

Untuk itu kita berharap kepada Aparat Penegak Hukum seperti Kejaksaan Tinggi (Kejati) agar memberikan yang terbaik pada negara sesuai tupoksi yang sudah diamanatkan, pungkasnya.

Hingga berita diterbitkan media masih upaya konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya.(cr)



 MR.COM, PASBAR - Penutupan MTQ Nasional ke-XI tingkat Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (25/11) yang ditutup secara resmi oleh Bupati Pasbar Hamsuardi juga dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Sumbar Syamsul Bahri serta Ketua DPRD Pasbar Erianto serta anggota DPRD Pasbar Sifrowati.


Bupati Hamsuardi menyampaikan bahwa MTQN ke-39 tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun lalu menempatkan Pasbar di peringkat 9. Ia berharap, tahun depan Pasbar bisa meraih peringkat 5 besar sesuai target yang diimpikan.


Ia memohon dukungan moril dan materil semua pihak, sehingga kedepan pelaksanaan MTQ baik tingkat kabupaten maupun tingkat Provinsi Sumatera Barat lebih sukses dan lebih berhasil lagi.


Sementara itu, Ketua DPRD Pasbar Erianto menyebutkan penyelenggaraan kegiatan MTQ Nasional tingkat Kabupaten Pasaman Barat yang ke-XI berjalan dengan lancar, aman, tertib dan sukses. Sukses dalam penyelenggaraan maupun dalam menggali potensi qori qoriah.


Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia dan masyarakat Koto Balingka sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ Nasional ke-XI tingkat Kabupaten Pasaman Barat.


Pelaksanaan MTQ ini lanjutnya, memiliki makna yang sangat penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan MTQ dapat dijadikan sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual tentang Al-Qur’an.


Selain itu, juga dapat dijadikan sebagai sarana perekat kebersamaan dan membangun kekuatan yang berdasarkan nilai-nilai agama Islam dalam menyongsong pembangunan, mewujudkan masyarakat yang baik, aman, dan tentram.


“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, kami ucapkan selamat atas prestasi yang diraih oleh para juara, dan kepada yang belum berhasil kami ingatkan agar terus mengasah kemampuan sedangkan bagi yang sudah dinyatakan sebagai pemenang kami harapkan jangan berpuas diri dan terus belajar. Apabila hal ini kita upayakan, insya Allah suasana religius sangat terasa, meskipun kegiatan ini sudah selesai,” ujar Erianto.


Selain itu, Sekcam Koto Balingka Makmur Hidayat dalam laporan panitia menjelaskan MTQ Nasional ke-XI tingkat Kabupaten Pasaman Barat dilaksanakan mulai dari tanggal 22 hingga 25 November 2022 di 13 tempat lomba dan 40 pemondokan untuk kafilah, tim kerja dan dewan hakim yang tersebar di 5 kejorongan di Kecamatan Koto Balingka. Jumlah kafilah sebanyak 549 orang terdiri dari 280 putra dan 269 putri.


“Adapun cabang lomba yang telah dilombakan terdiri dari 11 cabang lomba yakni Bintang Qasidah, Tilawah, Kitab Standar, Syarhil Qur’an (MSQ), Khutbah Jum’at, Hifzil Non Tilawah, Hifzil Tilawah, Tartil, Khattil Qur’an (Kaligrafi), Fahmil Qur’an (MFQ), dan Musabaqoh Makalah Ilmu Al Qur’an (M2IQ),” terangnya.


Pada MTQ Nasional ke-XI tingkat Kabupaten Pasaman Barat tahun 2022 ini, Kecamatan Sungai Beremas berhasil menduduki juara (rangking) 1 dari 11 kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, dengan total poin sebanyak 73 poin dengan rincian 65 juara I, 6 juara II dan 2 juara III. Sedangkan rangking selanjutnya diduduki oleh Kecamatan Pasaman dan Kecamatan Koto Balingka dengan total poin sebanyak 58 poin. (Ddr)



MR.com, Padang| Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI) akan menggelar Bhakti Sosial "Donor Darah" pada acara puncak Musyawarah Besar (MUBES) Ke-V di Tahun 2022 ini. Hal tersebut disampaikan oleh Andarizal Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Mubes.

"Benar, pada puncak MUBES IKW-RI Ke-V yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2022 nanti akan diiringi dengan kegiatan sosial donor darah," kata Andarizal, pada Jum'at (25/11/2022) di Padang.

Andarizal meneruskan, Kegiatan Bhakti Sosial yang diselenggarakan IKW-RI akan didukung atau berkerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Dr.M.Djamil Padang.

Untuk peserta donor, selain anggota Anggota IKW RI, Andarizal juga mengajak kalangan masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam mengisi persediaan darah untuk daerah Sumbar.

"Selain berkonsentrasi pada pelaksanaan Mubes IKW-RI, kita sebagai jurnalis juga harus bisa melakukan aksi-aksi sosial, seperti donor darah ini,"imbuhnya.

Karena inilah yang membedakan IKW-RI dengan organisasi Kewartawanan lainnya, tutur Andarizal.

Sebab, IKW-RI lahir dari rasa kebersamaan  dan panggilan hati, dan yang selama ini berjalan dalam gerakan-gerakan sosial dan itu tidak boleh memudar," tegasnya.

Terkait kegiatan sosial ini, Andarizal sekali lagi menegaskan bahwa selain Anggota IKW-RI, kegiatan donor darah ini juga terbuka untuk umum. 

"Tidak saja berlaku bagi anggota IKW-RI, untuk masyarakat umum yang ingin mendonorkan darahnya juga bisa ikut dalam kegiatan sosial ini, dan setiap pendonor yang telah mendonorkan darahnya akan mendapatkan bingkisan sembako,"ucapnya.

Mari ramaikan aksi Bhakti sosial ini, karena setetes darah kita akan sangat berarti bagi kehidupan mereka, pungkasnya. (dn/cr)



 MR.COM, PADANG - Pertanian dan pangan menjadi sektor yang tidak luput terkena imbas pandemi covid-19. Padahal selama 6 tahun terakhir, sebagaimana dirilis oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sector pertanian selalu mampu menunjukkan resiliensi dalam masa krisis dan menunjukkan peran sebagai penyangga perekonomian.


Upaya meningkatkan peran sektor pertanian, pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama.


Pengembangan pertanian berkelanjutan dengan peningkatan skala usaha melalui integrasi hulu-hilir serta pelibatan teknologi dalam lingkup korporasi menjadi prasyarat dalam peningkatan daya saing komoditas pertanian, baik untuk pemenuhan dalam negeri maupun orientasi ekspor.


Menyadari krusialnya pertanian berkelanjutan berbasis biosistem sebagai elemen ketahanan pangan baik nasional maupun global, maka Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Unand) menaja konferensi internasional secara webinar, Kamis (24/11).


Konferensi Internasional tentang Pertanian Berkelanjutan dan Biosistem atau International Conference on Sustainable Agriculture and Biosystem (ICSAB) 2022, mengangkat tema  "Sustainable Agriculture and Biosystem for Better Life - Post Pandemic Period" atau "Pertanian Berkelanjutan dan Biosistem untuk Kehidupan Lebih Baik Pascapandemi.


ICSAB 2022 merupakan konferensi kelima yang diadakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Tema konferensi tahun ini adalah "Sustainable Agriculture and Biosystem for Better Life - Post Pandemic Period". Meskipun konferensi ini dilakukan secara daring, namun tidak mengurangi semangat para peneliti untuk mengikuti acara ini.


Melalui ini, kami dengan bangga menyediakan platform yang tepat untuk diskusi dan transfer informasi penelitian terkini, inovasi teknologi baru, dan aplikasi praktis dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan pertanian berkelanjutan.


Ketua panitia ICSAB 2022 Khandra Fahmy mengatakan ICSAB 2022 merupakan konferensi kelima yang diadakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Andalas. ISCAB kali ini berkolaborasi dengan Fakultas Perkebunan dan Agroteknologi, Universiti Teknologi MARA Malaysia, dan didukung oleh Universitas Ehime Jepang, Universitas Maejo Thailand, Universitas of Khartoum Sudan, dan Universiti Technologi Brunei, Brunei Darussalam.


Meskipun konferensi ini dilaksanakan secara virtual, sambungnya, namun tetap memberikan semangat kepada para peneliti untuk berpartisipasi. 


Melalui konferensi ini, Fateta Unand memfasilitasi platform ilmiah untuk diskusi dan transfer informasi penelitian saat ini, inovasi teknologi baru, dan aplikasi praktis dalam disiplin ilmu berkaitan dengan pertanian berkelanjutan. 


“Ada 174 makalah yang dipresentasikan secara lisan dan melalui presentasi poster selama konferensi ini. Makalah lengkap terpilih yang dipresentasikan selama konferensi sedang dipersiapkan untuk diterbitkan dalam IOP Proceeding,” beber Khandra, dalam pers rilis untuk media.


Dia menambahkan, setiap anggota komite memberikan kontribusi yang signifikan terhadap suksesnya acara.


“Kami berterima kasih kepada semua orang atas dukungan mereka yang berharga. Akhirnya, aktif atas nama dewan penasehat konferensi dan panitia penyelenggara, saya ingin mengungkapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kami sampaikan kepada Rektor Universitas Andalas, semua peserta, kolega, pembicara utama, serta UiTM atas dukungan mereka yang sangat diperlukan dalam penyelenggaraan pertemuan ilmiah ini,” kata Khandra yang saat ini juga menjabat Direktur Kemahasiswaan Unand ini.


Dekan Fateta Alfi Asben menyebutkan, Fakultas Teknologi Pertanian telah mempertimbangkan isu pertanian berkelanjutan dan biosistem sangat penting bagi pembangunan di sektor pertanian. 


Dikatakannya, populasi dunia meningkat pesat, disaat bersamaan pertanian dunia menghadapi tantangan kritis.


“Meningkatnya permintaan dari memproduksi dan mendistribusikan makanan dan serat yang cukup, ditantang oleh ketakutan alami dari persoalan sumber daya,” ungkapnya.


Rektor Unand Yuliandri yang memberikan kata sambutan, menyebutkan, Fateta Unand menjadi fakultas kesebelas di Universitas pada tanggal 15 Mei 2008. Sejak saat itu, Fateta Unand secara konsisten memberikan kontribusi tidak hanya dalam memberikan layanan pendidikan yang luar biasa, tetapi juga dalam mengusulkan inovasi teknologi. berkaitan dengan praktik pertanian.


Sebagai Rektor Unand, Yuliandri mengatakan konferensi ini merupakan platform yang bagus untuk memfasilitasi kolaborasi intensif dan transfer ilmu pengetahuan. 


“Meskipun tahun ini masih diadakan secara virtual, namun saya berharap, konferensi ini memberi kita kesempatan besar untuk bertukar ilmu pengetahuan, serta membangun jaringan menjadi komunitas yang kuat dari persekutuan intelektual dan professional,” sebutnya.


ICSAB tahun ini menghadirkan 5 orang pembicara kunci (keynote speakers) dan 174 makalah yang masuk. Untuk 5 orang pembicara kunci yakni,  Prof. Hiroki Oue, The Dean of United Graduate School of Agricultural Science, Ehime University, Japan; Assoc. Prof. Ts. Dr Shamsiah Abdullah Faculty of Plantation and Agrotechnology, UiTM Malaysia; Patpent Penjumras, PhD, Maejo University, Thailand; Dr. Wida Susanty Haji Suhaili, Universiti Teknologi Brunei, Brunei Darussalam; Suha Gaafar B. Elsoragaby, Ph.D, University of Khartoum, Sudan; dan Dr. Renny Eka Putri, Faculty of Agricultural Technology Andalas University, Indonesia.


Salah seorang Keynote Speaker dalam ICSAB 2022, Prof. Hiroki Oue dari Ehime University Japan, mengemukakan pembahasan tentang Perbandingan dalam Konduktansi Stomata dan Laju Transportasi Elektron dari Empat Kultivar Beras Jepang. Dikatakannya, kondisi iklim global dengan cuaca yang tidak menentu, dan dipengaruhi oleh suhu udara yang tinggi, produksi dan kualitas beras telah dilaporkan menurun. 


Menurutnya, memilih panas kultivar toleran merupakan salah satu penanggulangan masalah ini.


“Sebagai pendekatan mekanisme toleransi panas beras, sifat konduktansi stomata (gs) dan laju transpor elektron (ETR) dibandingkan antara empat kultivar; Koshihikari (KH), Nikomaru (NM), Hinohikari (HH) dan Himenorin (HR) kultivar baru yang dikembangkan di Prefektur Ehime,” terang Hiroki.


Pembicara kunci lainnya, Renny Eka Putri memaparkan hasil penelitiannya dengan judul ‘Pertanian Presisi: Jalan Ke Depan di Mekanisasi Pertanian. Dijelaskan Renny, salah satu cara untuk mencapai target produksi tanaman adalah dengan meningkatkan hasil rata-rata tahunan melalui penggunaan varietas unggul, adaptasi teknik pertanian presisi, tepat pengelolaan tanaman selama masa tanam, dan penanganan tanaman yang tepat untuk mengurangi kehilangan gabah sebelum dan sesudah panen. 


Menurutnya, mekanisasi dan teknik pertanian presisi selalu diprioritaskan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan pemanfaatan input efisiensi produksi pertanian. 


“Kapasitas lapangan mesin pertanian untuk tanaman budidaya biasanya jauh lebih tinggi daripada tenaga kerja manual. Misalnya kapasitas pengolahan tanah dengan traktor tangan yang memiliki kapasitas mesin 3,7 kW adalah sekitar 1,5 kali kapasitasnya hewan sementara, kapasitas perontokan untuk pemanen listrik (5,3 kW) kira-kira 6 kali lipat kapasitas membanting,” bebernya. 


Dengan demikian, sambung Renny, penggunaan mesin pertanian dapat dilakukan secara signifikan meningkatkan kapasitas untuk berbagai operasi pertanian. 


“Banyak upaya penelitian di sekitar dunia telah menunjukkan bahwa pertanian presisi memiliki potensi untuk meningkatkan keuntungan dalam suatu ekosistem pertanian. Pertanian presisi mengelola setiap input produksi (misalnya pupuk, air, batu gamping, herbisida, insektisida, dan benih) di lokasi tertentu untuk mengurangi limbah, meningkatkan keuntungan dan menjaga kualitas lingkungan,” ungkap Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) Fateta Unand ini.


Pembicara kunci lainnya yang berasal dari University Of Khartoun, Suda, Suha Gaafar memaparkan hasil risetnya soal ‘Kinerja Lapangan, Penggunaan Energi, dan Gas Emisi Rumah Kaca dari Operasi Tillage Pada Produksi Beras.


Dia mengatakan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai operasi pengolahan tanah di sawah lahan basah melalui kinerja, distribusi waktu lapangan, distribusi pengeluaran energi, dan gas emisi rumah kaca. Metode riset dilakukan berdasarkan lintasan pengolahan tanah yang berbeda.


 “Itu hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas lapangan efektif dan teoritis, efisiensi lapangan, jam tenaga kerja, konsumsi bahan bakar, dan kecepatan operasi,” imbuhnya.


Hasilnya menunjukkan bahwa 80,7% dari total waktu yang dihabiskan untuk operasi olah tanah aktual sementara 17% dan 2,3% dari total waktu operasi dihabiskan untuk memutar dan membalikkan, masing-masing. 


“Hasil juga menunjukkan yang tertinggi kontribusi terhadap pengeluaran energi adalah energi bahan bakar yang mewakili 90,99% dari total energi. Itu perkiraan energi manusia dari metode konvensional berbasis waktu berbeda secara signifikan dari energi manusia yang diperoleh melalui pengukuran langsung dengan Garmin,” tandasnya. (Penulis Rahmi Awalina/DDR)


MR.COM, PASBAR - Hari Ibu secara Nasional diperingati setiap tanggal 22 Desember. Menjelang puncak peringatan Hari Ibu yang ke-94 tahun, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pasaman Barat (Pasbar) Ny. Fitri Risnawanto bersama anggota GOW lainnya memberikan bantuan Alat Peraga Edukasi (APE) di 3 (tiga) Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Pasbar, Kamis (24/11).


Tiga SLB tersebut yakni, SLB 1 Negeri Sungai Aur, SLB Ummi Khaira Tonggar, Kecamatan Pasaman, dan SLB Miftahul Khoir Kajai Kecamatan Talamau.


"Kita berharap bantuan Alat Peraga Edukasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai alat belajar untuk anak-anak kita yang ada di SLB ini. Walaupun bantuan ini tidak banyak, semoga bisa membantu untuk anak-anak dalam belajar," kata Ny. Fitri Risnawanto. 


Dalam kesempatan itu, Ny. Fitri Risnawanto memberikan semangat kepada anak-anak serta memberikan apresiasi serta pujian yang luar biasa kepada para Guru yang telah mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak yang sangat luar biasa itu.


Sementara itu, Kepala Sekolah SLB 1 Negeri Sungai Aur Ahmega Melis mengucapkan Terima Kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh GOW Pasbar. Ia mengatakan akan memanfaatkan bantuan alat itu dengan sebaik mungkin untuk mendidik anak-anak.


Ia juga berharap Pemkab Pasbar dapat membantu pemenuhan sarana prasarana dalam menunjang aktivitas dan mengajar di sekolah, sehingga kedepan bisa setara dengan sekolah umum lainnya.


Turut hadir, Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Ayu Hendra Putra, Kadis DPPKBP3A Anna Rahmadia serta stakeholder terkait lainnya.(Ddr)


MR.COM, PASBAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat (Pasbar) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pasbar salurkan Rp 517 juta bantuan pendidikan kepada 704 mustahik atau siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berprestasi se-Kabupaten Pasbar, Kamis (24/11) di Auditorium Kantor Bupati Pasbar.


Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Pasbar Risnawanto mengucapkan terima kasih kepada Baznas Pasbar karena telah membantu pemerintah memajukan pendidikan anak bangsa khususnya di Kabupaten Pasaman Barat.


"Baznas hadir membantu Pemda dalam hal pengentasan kemiskinan, memajukan pendidikan dan lain sebagainya. Saya berharap pada semua pihak agar menyiarkan dan mengkampanyekan zakat di Pasbar," kata Risnawanto.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, kami turut mengajak semua pihak untuk mensukseskan program 'Pasbar Cerdas'. Untuk itu perlunya kerjasama dan kolaborasi yang baik dari semua pihak. Kepada para majelis guru dan komite sekolah mohon untuk tidak memungut iuran, yang menambah beban siswa dan orang tua murid," imbuhnya.


Sementara Ketua Baznas Pasbar Muhajir menjelaskan, penyaluran zakat tersebut merupakan kegiatan rutin dari Baznas Pasbar, melalui bidang pengumpulan zakat ASN Pasbar. Ia menyebutkan Potensi zakat lainnya masih banyak yang bisa dikembangkan. Hal itu tentu dengan adanya dukungan penuh dari Pemkab, Kemenag Pasbar dan lembaga lainnya.


"Alhamdulillah pada tahun 2022 ini sudah mulai terkumpul dari Non ASN, semisal dari Anggota DPRD Pasbar, para pelaku usaha dan lain sebagainya," tangkas Muhajir.


Disamping penyaluran melalui proposal yang masuk atau mustahik yang mengajukan, ada hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu mustahik yang berhak menerima namun belum mengajukan.


Senada dengan itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, Starmon mengatakan saat ini Baznas Pasbar memberikan bantuan kepada 704 siswa-siswi berprestasi di Pasbar.


"Beasiswa untuk tingkat SD 374 mustahik yakni sebesar Rp 500.000 per orang, sedangkan tingkat SMP sebanyak 330 mustahik masing-masing menerima Rp 1.000.000 per orang," ujarnya.


Dikatakannya, penyaluran itu akan tetap disalurkan sesuai dengan ketentuan jadwal yang disepakati. Pada bulan Desember mendatang, juga akan dilaksanakan penyaluran beasiswa prestasi bagi mahasiswa perguruan tinggi dalam dan luar daerah.


"Saat ini sedang dilakukan penjaringan bagi mahasiswa yang berprestasi 44 orang dalam daerah, dan luar daerah 55 orang mustahik," tutup Starmon.(Ddr)


MR.COM, PASBAR - Sebanyak 266 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Formasi Umum tahun 2019 angkatan 2020 menjalani masa orientasi.


Kegiatan yang diprakarsai oleh Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu, digelar di Aula Kantor Bupati Pasbar, Kamis (24/11).


Orientasi bagi CPNS angkatan 2020 dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Hendra Putra didampingi Asisten III Raf'an, Pj Kepala BKPSDM Pasbar Emnita serta stakeholder terkait lainnya. 


Dalam arahannya, Sekda Hendra Putra menyampaikan kepada para calon abdi Negara tersebut untuk menerapkan prinsip dasar sebagai PNS, yakni sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik dan sebagai perekat. 


"Sebagai pelayan publik, kita harus memberikan pelayanan yang baik dan benar kepada masyarakat," ucap Hendra Putra. 


Selain itu, Hendra Putra juga mendoakan semua CPNS angkatan 2022 agar menjadi pegawai yang baik dan benar, taat pada aturan dan pimpinan serta membangun kerja sama antar ASN agar apa yang menjadi tujuan dapat terwujud. 


"Dimana kita ditugaskan, maka berikanlah inovasi-inovasi terbaik untuk membangun Pasaman Barat ke arah yang lebih baik. Harus bisa bekerja tim, karena tidak ada manusia yang hebat sendiri, namun harus bisa saling intropeksi diri dan saling menasehati agar dapat berhasil dalam bekerja, sehingga KORPRI Pasaman Barat menjadi lebih hebat dengan menjadikan PNS Pasbar yang profesional, netral, dan sejahtera," ungkap Hendra Putra. 


Diakhir sambutannya ia berharap kepada Calon PNS untuk dapat membantu program-program kerja Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat baik itu di bidang pendidikan maupun di bidang lainnya sesuai bidang dan jabatan masing-masing, sehinga kedepan pembangunan di Pasaman Barat lebih cepat terwujud.(Ddr)


MR.COM, Pasbar - Hal utama yang kita lakukan selaku umat Islam adalah membangun surau sebagai rumah kita di Syorga kelak. Kebersamaan menjadi modal untuk mempercepat pembangunan menjelang bulan ramadhan yang hanya tinggal beberapa bulan lagi. Sehingga di bulan puasa nanti, masyarakat sudah bisa memanfaatkan surau ini untuk fokus memperbanyak ibadah.


Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Risnawanto saat menghadiri acara Batagak Kudo-kudo di Surau Al-Mukhlisin Kampung Air Meruap, Jorong Sigunanti, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Rabu (23/11).


Wabup Risnawanto mengucapkan terima kasih atas kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan masyarakat Kampung Air Meruap, Jorong Sigunanti, Nagari Kinali. Sebagai Wakil Bupati dan atas nama pribadi serta keluarga menyatakan siap berpartisipasi membantu pembangunan Surau Al-Mukhlisin Air Meruap tersebut. 


"Kami sangat berterimakasih atas kegiatan kemasyarakatan baik pembangunan jalan, Musholla, Masjid, Jembatan dan lain sebagainya di Nagari Kinali ini. Terima kasih tokoh masyarakat, Tuanku, Niniak Mamak, Buya, dan Masyarakat. Kedatangan kami baik atas nama Pemda, atas nama pribadi dan keluarga siap berpartisipasi sesuai kemampuan kami," ucapnya.


Turut hadir Anggota DPRD Ali Nasir, Kasatpol PP dan Damkar Hendri Wijaya, Kepala Dinas Perhubungan Bakaruddin, Ketua GOW Pasbar Ny. Fitri Risnawanto, Camat Kinali Saparuddin, Wali Nagari Kinali Sudirman, Kepala Jorong Sigunanti Franky Fernandes, Buya Syekh Mudo, tuo sumando, tokoh masyarakat, ketua pemuda, urang tuo adat, alim ulama, niniak mamak, KUA Kinali dan stakeholder terkait lainnya.(Ddr)


 MR.COM, PASBAR - Wakil ketua DPRD Pasaman Barat bersama BPBD Pasaman Barat tinjau langsung lokasi jembatan yang ambruk di Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie.


"Peninjauan dilakukan untuk memastikan keadaan jalan penghubung masyarakat di daerah itu. Ini sangat darurat karena jembatan ini merupakan satu-satunya akses transportasi darat,” kata wakil ketua DPRD Pasbar Daliyus. K, Rabu (23/11).


Ia mengatakan, pembangunan jembatan ini adalah kewenangan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat maka saya memohonkan untuk segera dialokasikan anggarannya.


“Perbaikan secepatnya dilakukan karena akan berdampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Jembatan yang ambruk ini merupakan satu-satunya akses ke Rantau Panjang,” katanya.


Terkait hal pembangunan itu, ia mengaku bahwa dirinya telah membicarakan kepada Dinas PUPR dan BPBD Pasaman Barat meminta agar jambatan ini dibangun.


“Secepatnya, kami akan membuat laporan yang akan ditujukan kepada Bupati Pasaman Barat dengan membawa dokumen-dokumen, gambar-gambar, kemudian data-data yang sudah valid. oleh sebab itu kita harapkan kepada Bupati Pasaman Barat mudah-mudahan pembangunan jembatan ini bisa selesai untuk satu tahun anggaran,” pintanya.


Ia juga mengharapkan kepada masyarakat untuk sabar terlebih dahulu dan diminta pengertiannya. Dan ia menegaskan, bahwa pihak pemerintah pasti tanggap dan merespon dengan cepat untuk menyelesaikan masalah ini. 


“Kami akan upayakan dapat memperbaiki jembatan ini secepatnya,” tegasnya. (Ddr)


 MR.COM, PASBAR - Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-XI tingkat Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) resmi dibuka di Kecamatan Koto Balingka, Selasa (22/11).


Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Pasaman Barat Hamsuardi, didampingi Wakil Bupati Risnawanto dan Sekretaris Daerah Hendra Putra, yang ditandai dengan pemukulan Bedug serentak di panggung utama kegiatan.


Tahun ini Kecamatan Koto Balingka dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-XI tingkat Kabupaten Pasaman Barat, dan untuk tahun mendatang Kecamatan Kinali ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten.


Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir Kakan Kemenag Muhammad Nur, Forkopimda Pasbar, OPD dan stakeholder terkait lainnya.


Bupati Pasbar  Hamsuardi dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh kafilah dari 11 kecamatan di Pasaman Barat, yang telah siap berkompetisi untuk menjadi qori'-qoriah', hafidz - hafidzah terbaik tingkat kabupaten.


"Selamat datang dan selamat bertanding kepada seluruh kafilah-kafilah terbaik kami pada MTQ tingkat kabupaten. Untuk selanjutnya terbaik tingkat kabupaten ini akan mewakili Kabupaten Pasaman Barat di tingkat Provinsi Sumatera Barat," ungkap Bupati Hamsuardi.


Selaku Kepala Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Bupati Hamsuardi menyebutkan akan berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat yang lebih baik, dan telah berusaha membuat terobosan-terobosan baru, seperti Program Magrib Mengaji, mendirikan rumah tahfidz, Tahfizd Al-Qur'an bagi siswa tingkat SD dan SMP, dan lainnya.


"Mendidik anak tidak hanya ketika ia dewasa, tetapi sejak bayi bahkan sejak dalam kandungan perlu diarahkan, dibina dan diperhatikan dengan baik, salah satunya dengan memperbanyak baca Al-Qur'an, sehingga akan lahir para Qori dan Qori'ah seperti yang kita saksikan pada kegiatan hari ini," katanya.


Saat ini lanjutnya, Pemda telah membentuk Da'i Nagari, dan juga Penyuluh Agama dari Kementerian Agama. Peran dan fungsinya sangatlah penting,  mengajari dan mendidik anak-anak untuk pandai membaca Al-Qur'an, yang saat ini akan dilombakan.


"Melalui acara MTQ ini, kami mengajak kita semua untuk berfikir secara jernih, menatap jauh ke depan. Semua kebijakan Visi dan Misi kami, rasanya sangatlah mulia. Kita punya keinginan, agar generasi kita menjadi baik, beriman, berilmu, sejahtera dunia dan akhirat, keinginan kami bukan hanya sekedar untuk menjadikan masyarakat Pasaman Barat menjadi sejahtera dalam masalah ekonomi, namun sukses dunia dan akhirat," tegasnya.


Ia juga menghimbau kepada seluruh kafilah untuk tampil dengan maksimal, berlomba dengan sportif, niat ikhlas, dan memberikan yang terbaik.


Sementara itu, Kakan Kemenag Muhammad Nur mengatakan bahwa selama 3 hari ini di Koto Balingka bergema Al-Qur'an. Karena 508 lebih kafilah akan membaca Al-Qur'an, sehingga bumi Koto Balingka ini akan memiliki molekul baik.


"Karena bacaan Al-Qur'an itu mampu membuat molekul eksagonal sehingga bagus untuk kesehatan kita, ya seperti air zam-zam," kata Muhammad Nur. 


Melalui ajang MTQ ini, katanya ada peningkatan tentang membaca Al-Qur'an. Bukan hanya tentang lomba saja, namun tengang memaknai Al-Qur'an.


Hal yang sama juga disampaikan oleh Camat Koto Balingka Bahrul Ilmi. Sebagai tuan rumah pihaknya telah mempersiapkan kegiatan itu dengan maksimal. Sekitar 508 kafilah akan bertanding di 10 cabang lomba.(Ddr)


MR.COM, PASBAR - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Evaluasi Tindak Lanjut Dalam Rangka Audit Kasus Stunting tingkat Kabupaten Pasaman Barat tahun 2022.


Kegiatan evaluasi dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pasbar sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pasaman Barat Risnawanto, Senin (21/11) di auditorium kantor bupati setempat. Evaluasi tindak lanjut tersebut merupakan lanjutan dari audit kasus stunting yang telah digelar di tahun 2022.


Pada kesempatan itu, Ketua TPPS Pasbar Risnawanto mengungkapkan evaluasi audit kasus stunting yang dilaksanakan bertujuan untuk menurunkan angka stunting di Pasbar. Pemerintah telah menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024.


"Audit stunting tentu memiliki tujuan, bagaimana instruksi presiden yakni prevalensi stunting 24 persen ini berdasarkan SSGBI harus terealisasi menjadi 14 persen di tahun 2024. Capaian Pasbar sebagai terbaik 1 dalam prevalensi stunting se-Sumbar telah mendapatkan apresiasi, namun tentu harus kita pertajam dalam mencapai target yang ada," katanya.


Dalam mencapai target tersebut lanjutnya, TPPS yang meliputi OPD terkait, tim kecamatan serta tim Nagari harus Lokasi Fokusnya (lokus) kepada prioritas yakni penanganan terhadap 90 jorong yang ada. Kedepan, ia menginginkan adanya sistem aplikasi untuk mendukung prioritas lokus tersebut.


"Masih ada tugas berat kita berdasarkan target di tahun 2024. Lokus prioritas stunting kita di 90 jorong, tidak terlepas dari peran semua OPD, serta bapak dan ibu dari kecamatan dan nagari sebagai perwakilan. Kedepan kita menginginkan adanya sistem aplikasi agar di tahun 2023 kita bergerak bersama dan mencapai target angka 14 persen," jelasnya.


Sementara itu, Laporan Panitia yang disampaikan Kepala DPPKBP3A Anna Rahmadia menyebutkan audit kasus stunting menjadi prioritas yang harus dilaksanakan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui permasalahan apa yang mengakibatkan stunting terutama di Pasbar.


"Kita berharap tidak ada lagi kasus stunting yang baru di Pasbar. Treatment apa yang bisa kita laksanakan dari dinas masing masing. Adanya dua intervensi diantaranya intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Pada kasus yang ada harus dilihat berdasarkan intervensi tersebut. Spesifik yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sementara Sensitif sebagai pendukung penurunan stunting," ungkapnya.


Turut hadir Tim Pakar Satgas Stunting Provinsi Sumatera Barat, Asisten II Joni Hendri, Sekretaris DPPKBP3A Efrini Desri, Kepala OPD, Anggota TPPS Kabupaten, Ketua dan Anggota TPPS Kecamatan, Ketua dan anggota TPPS Nagari, dan Tim Pakar Audit Kasus Stunting, Tim Pendamping Keluarga, peserta audit dan stakeholder terkait lainnya.(Ddr)


MR.COM, PASBAR - Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto Buka Open turnamen Persatuan Sepak Bola Sungai Talang (STFC Cup) yang memperebutkan Piala Ketua DPRD Pasbar.


Dalam kesempatan tersebut Wabup menyampaikan  beberapa harapan bagaimana sarana dan fasilitas lapangan dapat ditingkatkan, sehingga agenda rutin  terus dilaksanakan dan dapat menunjang prestasi generasi muda di Pasbar.


Dalam Open Turnamen yang berlangsung di lapangan hijau STFC Sungai Talang, Kecamatan Luhak Nan Duo tersebut selain dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Pasbar Erianto serta wakilnya Endra Yama Putra juga dihadiri oleh KaDispora Pasbar Media Fitra, Kasatpol PP dan Damkar Hendri Wijaya, unsur Forkopimca, Ketua KONI Mondiharto, Ketua PS Pasbar HD Dianovri Harpama, panitia dan stakeholder terkait lainnya, Senin (21/11).


"Besar harapan di tahun 2023 mendatang pesertanya adalah tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Wabup didampingi Ketua DPRD Erianto, Wakil Ketua DPRD Endra Yama Putra.


Ia menegaskan, cabang sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang digemari seluruh masyarakat baik secara nasional maupun daerah. Artinya, generasi muda semangat dan bangkit di semua bidang olahraga, tak terutama sepak bola.


Pemda Pasbar sangat mengapresiasi kegiatan keolahragaan, dengan berupaya menghadiri setiap undangan kegiatan olahraga maupun mengalokasikan anggaran untuk pembangunan yang dibutuhkan.


Sementara itu, Ketua DPRD Pasbar Erianto mengucapkan terima kasih, kepada panitia dan masyarakat Sungai Talang yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.


Ia berharap ditahun depan, akan segera diusulkan pembangunan tribun dan akses jalan menuju lapangan STFC Sungai Talang.


“Kegiatan ini dilaksanakan oleh pemuda-pemudi setiap tahunnya berkat dukungan masyarakat Sungai Talang. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih juga kepada Pak Wabup yang berkesempatan hadir sekaligus membuka acara. Nanti di 2023, mudah-mudahan kita menyaksikan turnamen ini di tribun. Kita usulkan fasilitas lapangan dan akses menuju lapangan semoga terealisasi,” ucapnya.


Selain itu, Ketua Panitia Armen Putra menjelaskan Open Turnamen STFC Cup VIII 2022 Piala Ketua DPRD Pasbar itu berlangsung mulai 21 November hingga 6 Desember 2022. Kegiatan diikuti sebanyak 16 tim dari Kabupaten Pasbar.


Dengan diselenggarakannya turnamen tahunan itu, dapat menampung dan menyalurkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga khususnya sepak bola.


“Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 21 November hingga 6 Desember 2022 menghadirkan sebanyak 16 tim dari Kabupaten Pasaman Barat. Hadiah yang di berikan nantinya kepada juara 1 sebanyak 10 juta plus tropi, juara 2 sebanyak 7 juta plus tropi dan top skor serta pemain terbaik senilai 500 ribu plus tropi. Harapan kita dengan adanya open turnamen ini, bakat-bakat generasi dan pemuda kita di Pasaman Barat dapat tersalurkan,” terangnya.


Memulai pertandingan, Wabup Risnawanto beserta stakeholder terkait melakukan tendangan pertama dan dilanjutkan dengan pemberian peralatan olahraga kepada panitia Open Turnamen STFC Cup VIII tahun 2022 Piala Ketua DPRD Pasbar. (Ddr)



MR.COM, PASBAR - Wakil Bupati Pasaman Barat (Wabup Pasbar) Risnawanto bersama stakeholder terkait meninjau proses pembangunan penahan ombak atau batu grip pohon seribu dan seawall (dinding pemecah ombak) di Suak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kamis (17/11).


Pada kesempatan tersebut Wabup Risnawanto mengatakan, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie terkenal dengan destinasi wisata pohon seribu. Disamping ramai dikunjungi, kawasan pesisir Pantai Sasak sangat rentan terhadap ancaman abrasi yang semakin mendekati pemukiman warga.


"Sebagai salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi terutama pada hari Sabtu dan Minggu, tentu kawasan pohon seribu rawan akan abrasi. Abrasi setiap tahunnya semakin lama semakin dekat ke pemukiman warga khususnya di Karambie Ampek. Dengan demikian sebagai tempat wisata unggulan, tentunya harus di rawat agar nantinya tidak terjadi abrasi," ucap Wabup Risnawanto.


Ia menyebutkan, Pemda Pasbar sesuai kewenangan dan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi telah menganggarkan pembangunan penahan ombak atau batu grip dan pembangunan seawall untuk mengantisipasi luapan air laut yang dapat menghantam pemukiman warga dan penguatan pada profil pantai tersebut. 


"Berdasarkan peninjauan yang kita lakukan di sekitar Karambie Ampek ini, abrasi yang terjadi sekitar 300 meter berdampak terhadap 2 Kepala Keluarga (KK). Selain dititik ini, di sekitar Muaro juga terjadi abrasi. Pemasangan batu grip dalam proses pembangunan untuk mengantisipasi meluasnya abrasi ini. Kami berharap, proyek pembangunan ini terealisasi dengan baik," jelasnya.


Setelah meninjau proyek pemasangan batu grip, Wabup Risnawanto kemudian meninjau pembangunan seawall (dinding pemecah ombak) oleh pemerintah provinsi bersama Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) di daerah Suak menuju Maligi. Ia berharap, semua pihak mendukung dan memantau pembangunan sesuai perencanaan yang telah dirancang dengan baik. (Ddr)


MR.COM., PASBAR - Anggota Komisi 3 DPRD Pasaman Barat (Pasbar) Propinsi Sumatera Barat (Sumbar) Subandrio tinjau pembangunan jembatan Dusun III Jorong Pujorahayu, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Selasa (15/11)


Pembangunan jembatan tersebut menelan biaya Rp 199.481.100 yang bersumber dari Dana DAU APBD Kabupaten Pasaman Barat tahun anggaran 2022, dengan pelaksana CV Maya Group.


Subandrio mengatakan, jembatan merupakan salah satu kebutuhan dan juga sebagai penghubung kelancaran akses transportasi jalan yang sering dilalui masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.


“Masyarakat jorong pujorahayu ini hampir merata beraktivitas sehari-hari sebagai petani dan pekebun. Jembatan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat dan memperlancar akses transportasi hasil pertanian dan perkebunan,” ujarnya.


Ditegaskannya, kepada kontraktor pelaksana dalam pembangunan jembatan ini harus sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Hal ini bertujuan agar kondisi jembatan dapat bertahan lama.


Selain itu, katanya, masyarakat juga harus ikut mengawasi proses pembangunan jembatan ini. Jika ada yang tidak sesuai dengan bobot pengerjaannya, segera laporkan kepada pengawas dan pihak terkait.


“Kita sengaja datang melakukan peninjauan ke lokasi karena ini sudah menjadi tugas sebagai wakil rakyat di Komisi III Bidang Pembangunan, dan juga sekaligus melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan,” tegasnya.


Dalam kunjungannya, anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat Komisi III Bidang Pembangunan Subandrio didampingi oleh tokoh masyarakat setempat yaitu Ketua RT 03 Pujorahayu Sugeng Yudanto. (Ddr)


MR.COM, Pasbar - Drs H. Baharuddin R, terpilih sebagai Ketua Lembaga Kerapaatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) secara aklamasi Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Propinsi Sumatera Barat (Sumbar) periode 2022-2027 dalam Musda  LKAAM Pasbar di Hotel Gucci, Sabtu (12/11).


Dalam Musda yang dipimpin Nofriadi K Imam Rajo itu, dihadiri jajaran  ninik mamak se-Pasbar dan pengurus KAN tersebut sepakat memilih H Baharuddin secara aklamasi sebagai ketua guna  untuk melanjutkan kepengurusan LKAAM Pasbar untuk lima tahun ke depan. 


Ketua Umum LKAAM Sumbar H Fauzi Bahar memberikan apresiasi kepada ninik mamak Pasaman Barat dan  pengurus KAN  Pasaman Barat yang telah melaksanakan musyawarah dengan sangat baik tanpa ada rintangan.


"Ini adalah cerminan demokrasi di Minangkau yang patut kita tiru. Musyawarah untuk menghasilkan mufakat, singkat, efektif dan berkualitas," kata ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar yang juga merupakan mantan Walikota Padang itu. 


Fauzi bepesan kepada ninik mamak agar menjadi tauladan bagi anak kemenakan. 


 "Kalau ninik mamak jadi tauladan, maka anak kemenakan akan patuh terhadap perintah ninik mamak," kata Fauzi Bahar. 


Dia juga berpesan sebagai ninik  mamak juga harus memiliki akhlak yang mulia, dan mengayomi  sehingga akan disegani oleh anak kemenakan. Sebab saat ini pintar saja tidak cukup, harus berakhlak. Sebab hanya dengan akhlak itulah bangsa ini  akan  bisa diperbaiki.


"Satu lagi yang terpenting ninik mamak juga harus sholat dan dekat dengan Allah SWT, paling utama ninik mamak itu sholat berjemaah di masjid tiap waktu sholat. Begitu juga ninik mamak agar mampu menanamkan nilai-nilai agama kepada anak kemenakan," timbal Fauzi. 


Fauzi Bahar menekankan agar ninik juga bersatu sehingga apapun masalah anak kemenakan akan bisa diselesaikan dengan baik. 


"Kalau ninik mamak bersatu dan kompak maka eksistensinya juga akan di pandang oleh pemerintah daerah," tambah dia. 


Dalam menyelesaikan berbagai problem anak kemenakan di Sumatera Barat, kata Fauzi Bahar, ninik mamak harus berperan. 


Dia  mendukung program penegak hukum  untuk menerapkan restorative justice (penyelesaian perkara tindak pidana diubah menjadi dialog dan mediasi) kecuali narkoba, korupsi, dan kejahatan luar biasa. 


"Nah disinilah peran ninik mamak bisa mengayomi anak kemenakan untuk menyelesailan berbagai problem di tengah-tengah masyarakat," kata dia.


H Baharuddin yang saat ini anggota DPRD Pasbar ini, menyampaikan terima kasih kepada semua ninik mamak dan pengurus KAN se Pasaman Barat yang telah memberi amanah kepada dirinya. Begitu juga apresiasi kepada Ketum LKAAM Sumbar H Fauzi Bahar dan jajaran.


"Kalau selama ini LKAAM kita mati suri, maka Insya Allah ke depan akan kita majukan. Kita akan coba berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar LKAAM dianggarkan oleh Pemkab Pasaman Barat. Begitu juga bundo kanduang akan  dapat perhatian dari pemerintah daerah dan dapat perhatian," kata mantan bupati duo periode ini. 


Ketua terpilih menetapkan tim formanur yang bekerja selama sepekan untuk menyusun dan menetapkan kepengurusan LKAAM Pasaman Barat untuk lima tahun kedepan dan akan dilakukan pelantikkan sesegara mungkin.


Baharuddin bertekad akan mengembalikan 'pinang katampuaknyo, siriah ka gagangnyo' sesuai dengan falsafah Minangkabau Adat Basandikan Syarak, Syarak Basandikan Kitabullah (ABSSBK) di Pasaman Barat. (DDR/JS)


 MR.COM, PASBAR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat, Dedi Lesmana dampingi wakil bupati Pasaman Barat Risnawanto buka Turnamen Jambak Old Star Cup I, Minggu (13/11) di Lapangan Bola Jambak, Nagari Lingkuang Aur, Kecamatan Pasaman.


Anggota DPRD Dedi Lesmana mengatakan, turnamen yang di laksanakan ini merupakan inisiatif warga Jambak yang mencintai sepak bola. Sebab pertandingan sepak bola sudah lama vakum untuk itulah warga Jambak berinisiatif untuk melaksanakan turnament ini agar bisa kembali aktif seperti dulu lagi.


Ia berharap dukungan dari KONI dan Pemda melalui Dispora untuk membantu memenuhi sarana lapangan seperti pembatas lapangan sehingga melindungi bangunan disekitar lapangan.


“Terima kasih kepada panitia yang telah berperan aktif dalam turnamen. Semoga acara turnamen ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ucapnya.


Sementara itu, salah seorang perwakilan panitia, Sidik mengatakan, pertandingan ini diikuti oleh masyarakat berusia 24 tahun keatas se-Pasaman Barat.


“Terima kasih kepada wakil bupati beserta rombongan yang telah hadir dan terima kasih kepada panitia dan masyrakat Jambak yang telah ikut mensukseskan acara ini,” katanya. (Ddr)


MR.COM, PASBAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) gelar rapat paripurna penyampaian jawaban atas laporan Banggar tentang KUA-PPAS-APBD Tahun Anggaran 2023 oleh Bupati Pasbar Hamsuardi, di ruang rapat DPRD setempat, Jum’at (11/11).


Rapat Paripurna, dibuka langsung oleh Ketua DPRD Pasbar Erianto didampingi Wakil Ketua Endra Yama Putra dan Daliyus K, serta dihadiri oleh Kepala OPD.


Ketua DPRD Erianto saat pembukaan sidang menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Badan Anggaran DPRD Pasbar dan TAPD Pemerintahn Pasbar yang telah bekerja keras, serta mengedepankan asas efesiensi dan efektifitas, sehingga dapat dicapai kesamaan pandangan dalam rangka menyikapi dinamika perkembangan Pembangunan Pasbar di tahun mendatang.


“Terimakasih juga sudah memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi, sehingga KUA – PPAS RAPBD TA 2023 ini dapat diproses sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.


Ia menyebutkan, dalam upaya pengelolaan dan peningkatan PAD pada umumnya, agar tidak menetapkan kebijakan yang memberatkan dunia usaha dan masyarakat. Bahkan sebaliknya, perlu diberikan insentif untuk menarik atau memberikan rangsangan agar kegiatan ekonomi masyarakat cendrung stabil atau meningkat.


“Upaya tersebut dapat ditempuh melalui penyederhanaan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah, pemberian intensif atau rasionalisasi pajak atau retribusi daerah, meningkatkan ketaatan wajib pajak dan pembayaran retribusi daerah, serta meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas pungutan PAD yang diikuti dengan peningkatan kualitas, kemudahan, ketepatan dan kecepatan pelayanan,” ujarnya.


Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah daerah dapat mendayagunakan kekayaan atau aset-aset daerah yang ideal dengan cara melakukan kerjasama dengan pihak ketiga.


“Pendapatan Daerah yang bersumber dari Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Untuk RAPBD Tahun 2023 mengalami Kenaikan sebesar Rp 795.764.3468 atau 0,61 %,” terangnya.


Dari Total Pendapatan Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 1.114.032.376.578 bila dibandingkan APBD perubahan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 1.150.295.390.533 mengalami Penurunan sebesar Rp 36.263.013.955 atau sebesar 3,15 %.


Belanja Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 1.162.532.376.578 dibandingkan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp.1.267.689.293.792 mengalami Penurunan sebesar Rp. 105.156.917.214 atau sebesar 0,82 % dan Pembiayaan Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 50.000.000.000 dibandingkan pada RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 123.393.903.259 mengalami Penurunan sebesar Rp 73.393.903.259 atau sebesar 59,48 %.


Bupati Pasbar Hamsuardi saat menyampaikan jawaban atas laporan Banggar tentang KUA-PPAS-APBD Tahun Anggaran 2023 mengucapkan terima kasih, atas apresiasi Badan Anggaran DPRD Pasbar, terhadap Rancangan KUA dan PPAS Tahun 2023, yang disusun dengan mempedomani ketentuan peraturan perundang-undangan serta memperhatikan prinsip pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan serta terukur dalam pencapaian tujuan-tujuan pembangunan.



"Terima kasih atas saran dari Badan Anggaran DPRD terkait dengan membangun komunikasi dengan semua pihak serta pemenuhan ketersediaan sumberdaya aparatur yang professional sehingga terwujudnya birokrasi yang handal dalam rangka melaksanakan program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Pasaman Barat ini,” kata Hamsuardi.


Ia menambahkan, sesuai dengan surat Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor S-173/PK/2022 Tanggal 29 September 2022, perihal Penyampaian Rincian Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 dimana DAU yang disampaikan berbeda dengan DAU tahun sebelumnya.


Untuk DAU Tahun Anggaran 2023 dibagi menjadi 2 yaitu, DAU yang tidak ditentukan penggunaannya dan DAU yang ditentukan penggunaannya.


“Terhadap DAU yang ditentukan penggunaannya sudah diformulasikan ke dalam Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2023 ke dalam SKPD teknis terkait sesuai dengan bidang peruntukannya, namun Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat masih menunggu penetapan ketentuan secara teknis terkait dengan penggunaan anggaran DAU yang ditentukan penggunaannya. Jika ketentuan tersebut telah ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian peruntukannya,” jelasnya. (Ddr)


MR.COM, PASBAR – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat (Pasbar), Propinsi Sumatera Barat (Sumbar) gandeng insan media dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).


Kepala Badan BNNK Pasbar Irwan Efenry melalui Kepala Sub Bagian Umum BNNK Pasaman Barat Gidion Gerhard Silitonga saat workshop penguatan kapasitas meminta kepada insan media untuk mendukung kota tanggap ancaman narkoba di Aula Hotel Guci Simpang Empat, Kamis (10/11).


“Peran media sangat penting dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika melalui pemberitaan positif yang bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika,” jelas Gidion.


Dikatakannya lagi bahwa Pasbar merupakan daerah yang rawan peredaran narkotika karena kasus narkoba cukup tinggi. Untuk itu pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi terhadap pelajar dan masyarakat tentang bahaya narkotika.


“Dengan upaya preventif itu selain dari penindakan dan rehabilitasi maka perlu kerja sama dengan media agar sosialisasi bahaya narkotika sampai ke tengah-tengah masyarakat,” katanya.


Pada kegiatan itu juga menghadirkan nara sumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Dinas Kesehatan Pasaman Barat.


Sekretaris Badan Kesbangpol Pasaman Barat Yosmar Difia sebagai nara sumber mengatakan Pemkab Pasaman Barat sangat mendukung program P4GN dari BNNK Pasaman Barat.


Menurut Yosmar Difia penyalahgunaan narkotika bagi kalangan muda banyak faktor penyebabnya. Selain faktor individu sendiri juga faktor lingkungan dan pergaulan sehari-hari. Untuk itu, salah satu program yang terus dilakukan adalah dengan menjalankan sosialisasi bersih narkoba ditingkat Nagari bagi kalangan pelajar.


"Upaya preventif atau pencegahan inilah yang harus dilakukan secara masif dan terus menerus. Bagaimana memberikan pemahaman kepada pelajar dan masyarakat tentang bahaya narkotika,” ujar Sekban.


Peran media disini, katanya, bagaimana media mampu menyajikan pemberitaan yang menyentuh dan menyampaikan bahaya penggunaan narkotika.


"Melalui publikasi itu maka masyarakat merasa cemas dan mengetahui dampak buruk dari narkotika,” ujarnya lagi.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia memaparkan tentang apa itu narkotika serta dampak yang ditimbulkan bagi pengguna narkotika jika mengkonsumsi secara berlebihan.


Menurutnya narkotika saat ini banyak menyerang kalangan muda atau remaja. Selain disebabkan oleh faktor keluarga juga akibat lingkungan dan ketidaktahuan tentang dampak yang ditimbulkan. Untuk itu, melalui gerakan P4GN ini dengan memperbanyak sosialisasi dan edukasi tentang narkotika maka penyalahgunaan narkotika dapat ditekan. Pencegahannya harus dilakukan secara konfrehensif melibatkan semua elemen. Mulai dari keluarga, instansi terkait dan media. (DDR)



 MR.COM, PASBAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat beserta Forkopimda, menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-77 dan Hari Kesehatan Nasional ke-58, Kamis (10/11/2022) di halaman kantor bupati setempat.


Dalam upacara, Ketua DPRD Pasaman Barat Erianto bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir dalam upacara, Ketua TP PKK Pasbar Ny. Titi Hamsuardi, Ketua GOW Ny. Fitri Risnawanto, para Asisten Bupati, Kepala OPD, dan stakeholder terkait lainnya.


Untuk mengobarkan semangat perjuangan dari pahlawan yang telah gugur dan pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan RI Indonesia, dalam upacara dibacakan beberapa pesan-pesan dari pahlawan Nasional RI.


Dalam amanat Mentri Sosial RI yang dibacakan oleh Ketua DPRD Erianto mengungkapkan agar menghormati perjuangan pahlawan dengan menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), untuk mengarungi tantangan ke depan.


“Bersama kita kenang dan hormati perjuangan para Pahlawan. Bersama kita bangun ingatan kolektif bangsa agar dapat mengimplementasikan semangat dan nilai-nilai luhur pahlawan. Bersama kita perkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan amanat pahlawan bangsa. Pahlawan akan menjadi teladan bagi kita mengarungi masa-masa penuh tantangan. Teladan bagi kita menata masa depan dan menjadi Pemenang. Selamat Hari Pahlawan Tahun 2022,” katanya.


Ia melanjutkan, bersamaan dengan peringatan hari pahlawan ini juga diperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-58 di Kabupaten Pasaman Barat.


Lima puluh delapan tahun bukanlah usia yang singkat, banyak pencapaian pembangunan kesehatan yang sudah diraih, khususnya saat menghadapi pandemi covid 19. Saat ini kita menghadapi masa transisi dari pandemi ke endemi.


Pemerintah mulai melonggarkan aturan pembatasan terkait pencegahan pandemi Covid-19 salah satunya dengan memperbolehkan masyarakat untuk tidak memakai masker saat beraktifitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang. Dengan mengangkat tema "Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku,” kata Erianto.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hamsuardi didampingi Wakil Bupati Pasbar Risnawanto dan Forkopimda menyerahkan piagam penghargaan kepada Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 kategori Dokter, kepada dr. Ayu Sasmita Daulay senilai Rp 2.000.000.


Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman Barat juga menyerahkan santunan jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT) dan beasiswa kepada ahli waris tenaga kerja atas nama Bambang Riadi dari PT. Bakrie Pasaman Plantation sejumlah Rp 249.295.868.


Dengan rincian santunan jaminan hari tua Rp 37.795.858, santunan jaminan kematian Rp 42.000.000 dan beasiswa sampai perguruan tinggi untuk dua orang anak tenaga kerja maksimal senilai Rp 169.500.000.


Santunan jaminan kematian (JKM) kepada ahli waris tenaga kerja atas nama Hotnida THL Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat dari SDN 08 Lembah Melintang dengan total Rp 42.000.000.


Santunan jaminan kematian kepada ahli waris tenaga kerja atas nama Jasni dari Paguyuban Usaha Tani Pasaman Barat Kinali total Rp 42.000.000. (Ddr)


MR.com, Bukittinggi| Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara atau yang disingkat PERBANUSA kunjungi Lapas Kelas IIA Bukittinggi pada Minggu (06/11/2022). Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PERBANUSA langsung turun meninjau area lokasi rencana pengolahan sampah di Lapas Bukittinggi.

Kehadiran PERBANUSA di Lapas Bukittinggi ini merupakan lanjutan dari kegiatan Sosialisasi Percepatan Pengelolaan Sampah di Sumatera yang diadakan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera atau P3ES Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Pekanbaru sehari sebelumnya.

Dalam kegiatan ini direncanakan bahwa Lapas Kelas IIA Bukittinggi dilibatkan menjadi salah satu stakeholder untuk terobosan baru dalam pengelolaan sampah. Sebelumnya, sampah yang ada di Lapas Bukittinggi ditumpuk beberapa hari sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini tentu tidaklah baik apabila dibiarkan terus menerus. Akhirnya Lapas Bukittinggi meminta bantuan Perbanusa untuk memberikan solusi atas kerisauan dan kekhawatiran akan kondisi lingkungan tersebut.

Ketua Umum DPP Perbanusa, Sodikin, berharap dengan adanya kerjasama dengan Lapas Bukittinggi ini dapat mengatasi masalah pengelolaan sampah yang selama ini dirasakan oleh masyarakat.  Ia berharap, nantinya dapat membangun sinergi antar pemangku kepentingan dalam koordinasi dan melaksanakan kegiatan pengelolaan persampahan terkhusus di Kota Bukittinggi dan sekitarnya.

Sodikin menjelaskan bahwa Perbanusa berfungsi sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi, pemersatu, representasi komunikasi dan pendampingan para pegiat dan praktisi pengelola sampah dan bank sampah.

"Tujuannya untuk terwujudnya partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah yang mandiri, kreatif, inovatif dan solutif menuju pengelolaan sampah yang maju dan berkelanjutan," ungkapnya.  

Sementara itu Kalapas Lapas Bukittinggi, Marten, memberikan apresiasinya atas pengelolaan sampah yang akan diselenggarakan di Lapas Bukittinggi sehingga tidak terjadi penumpukan lagi.

"Sampah membutuhkan penanganan  khusus dikarenakan apabila tidak tertangani dengan baik, maka akan menimbulkan penumpukan, bau tidak sedap, memenuhi selokan dan akan menimbulkan berbagai penyakit yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan di Lapas Bukittinggi dan warga sekitar," pungkas Kalapas. (Rel/Ism) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.