Mei 2018



Mitra Rakyat (Padang)

Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) dalam pengelolaan keuangan daerah. Laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017 itu diserahkan Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Pemut Arya Wibowo kepada Pjs Walikota Padang, Drs. Alwis di Kantor BPK Perwakilan Sumbar, Selasa (22/5).

Seperti diketahui, predikat WTP ini merupakan yang kelima kalinya diraih Pemko Padang dengan empat kali didapat secara berturut-turut sejak beberapa tahun belakangan. Penyerahan LHP oleh BPK Perwakilan Sumbar itu pun juga diterima Ketua DPRD Padang Elly Thrisyanti. Juga nampak hadir Sekda Kota Padang Asnel, Asisten I Vidal Triza, Kepala Inspektorat Corri Saidan, Kepala BPKA Andri Yulika, Kepala BKPSDM Habibul Fuadi serta lainnya.

Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Pemut Arya Wibowo menyebut laporan hasil pemeriksaan keuangan Pemko Padang sudah bagus dan sesuai dengan yang diharapkan, sehingga alhasil kembali sukses meraih opini WTP.

Sementara atas hasil tersebut, Pjs Walikota Padang, Drs Alwis juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama kepada BPK yang telah melakukan audit terhadap LKPD Pemko Padang tahun 2017. Terlebih BPK  juga memberikan semacam masukan dan hal-hal terkait apakah sudah sesuai dengan ketentuan tertentu.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur dari LHP terhadap LKPD di 2017 kita kembali mendapatkan opini WTP dari BPK,” ucap Alwis bersyukur.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SKPD terkait serta seluruh SKPD di lingkungan Pemko Padang yang mampu dengan baik menyelesaikan penyajian laporan keuangan.

“Khususnya BPKA dalam menyajikan laporan keuangan secara keseluruhan. Sehingga memberikan hasil yang sangat-sangat positif bagi kita ke depan untuk terus dipertahankan,” imbuhnya.

Kepala Inspektorat Kota Padang, Corri Saidan menyampaikan terima kasih baik kepada Walikota-Wakil Walikota cuti serta Pjs Walikota yang melanjutkan dan Sekda Kota Padang.

“Kita berharap ini akan memberikan manfaat dalam rangka untuk mewujudkan tata kelola pengelolaan keuangan yang semakin baik, akuntabel dan transparan di Pemko Padang. Tentunya ini juga bermanfaat bagi peningkatan kinerja Pemko Padang secara keseluruhan,” ungkap Corri dengan optimis.

Ke depan kata Corri, beberapa masukan atau kekurangan yang perlu disikapi seperti disampaikan oleh BPK Perwakilan Sumbar pihaknya bertekad untuk segera menindak lanjuti ke depan sesuai ketentuan dengan mengimplementasikannya di setiap SKPD.

“Alhamdulillah ya, ini mungkin berkah Ramadan bagi Pemko Padang secara keseluruhan yang masih bisa mempertahankan kinerja dalam penyajian laporan keuangan di tahun 2017. Tentu ini tidak sampai di sini, Insya Allah kita akan terus meningkatkannya lagi. Karena ini demi memberikan manfaat terkait pengelolaan manajemen keuangan secara keseluruhan bagi penyelenggaraan pemerintahan di kota ini,” tukasnya.(th)


Mitra Rakyat (Padang)


Tantangan dan godaan puasa pada saat ini sepertnya jauh lebih berat dibandingkan dengan belasan dan mungkin juga puluhan tahun lalu. Zaman telah berubah dengan cepat. Kini, era gadget di tangan, komunikasi yang serba cepat, memungkinkan semua godaan datang bisa merusak kualitas puasa.

Sekadar misal, ada yang iseng, di tengah hari panas terik, dikirimnya ke Whatsapps Groups (WAG) dan ke layar Facebook gambar es campur dengan gelas yang berembun. Menandakan dingin dan imajinasi kita langsung terasa; begitu segar bila diminum. WAG pun heboh, begitu pula media sosial. Macam-macam komentar. Tak sampai di situ, foto tadi juga kembali dikirimnya ke WAG. Begitu terus menerus.

Itulah satu bentuk godaan yang datang ketika puasa. Bagi yang kuat iman, hal semacam itu tidak seberapa. Apalagi harus membatalkan puasa. Namun godaan untuk berkomentar, mungkin marah, memaki, bisa jadi tidak bisa dikendalikan. Inilah yang akan mengganggu kualitas puasa. Puasa bukan hanya menahan haus dan lapar semata. Juga mengendalikan emosi.

Hal yang paling mudah, selain godaan berkomentar di WAG dan Media Sosial, juga perkataan yang bermuatan dusta. Kadang sepele tetapi itu tetap saja memiliki nilai kebohongan. Bukankah puasa juga membangun sifat jujur? Karena itu kita memang harus memelihara sebaik-baik mungkin ibadah puasa.

Puasa adalah tameng, apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti, maka katakanlah,”saya sedang berpuasa.”

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.

Peringatan-peringatan serupa ini tidak bisa diabaikan bila hendak melatih diri menjadi lebih baik. Setiap tindakan mesti memiliki makna ibadah, tidak iseng, agar hasil dari perjuangan satu bulan ini mendapatkan hasil yang maksimal.

Selamat menunaikan ibadah puasa. Jauhi share yang tak penting, membuat kualitas ibadah puasa bisa rusak dan kita tak mendapatkan apa-apa, kecuali rasa haus dan lapar. Salam. (S3Alam)

Penulis : Desri Ayunda


Mitra Rakyat (Sumbar)

Pencanangan Upaya Khusus Sapi Induksi Wajib Bunting (Upsus Siwab 2018) merupakan kegiatan pengembangan hasil ternak yang lebih baik, secara nasional dan khususnya di Sumatera Barat.  Peternakan merupakan kegiatan yang cepat dalam mengentaskan kemiskinan di daerah yang minus pertanian. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat acara Singkronisasi Birahi pada Wilayah Introduksi Imunisasi Buatan (IB) dalam rangka gebyar Upsus Siwab Tingkat Provinsi Sumbar yang dipusatkan di Nagari Talang Binjai di Kecamatan Silaut,  Sabtu (12/5/2018).
Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Ir. Infini Murtuavi, MSi,  Kepada Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Drh. Erinaldi, Msi, Ketua DPRD Pesisir Selatan,  Asisten Pembangunan Pemkab Pessel,  Camat, Walinagari.

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, dimana dengan usaha perternakan masyarakat dapat cepat mendapat uang dengan menjual ternaknya. Dan usaha perternakan yang berintegrasi dengan kebun sawit telah memberikan keuntungan yang cukup besar di daerah Silaut ini.  Ternak sapi lebih terlihat gemuk gemuk dan bermutu. 

Kemajuan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga diharapkan tidak ada lagi anak-anak kita yang tidak sekolah lagi. 

Kita memberi apresiasi kabupaten Pessel menjadi target introduksi IB terbanyak 2.500 ekor sapi dari 10.000 ekor sapi induksi IB di Sumatera Barat, ungkap Nasrul Abit. 

Direktur PPHP Kementrian Pertanian Infiani Murtiavi dalam kesempatan itu menyampaikan, Sumbar merupakan daerah IB salah satu dari 7 daerah induksi, dimana perkembangan sapi Bali cukup baik di daerah ini.  

Saat ini kebutuhan daging sapi secara nasional adalah 662.000 ton daging sapi pertahun dan terus meningkat seiring dengan penambahan penduduk. Dan kondisi saat ini baru 70 % dihasilkan dari dalam negeri, untuk mencukupkan kebutuhan kita import keluar negeri 30 %. 

Untuk meningkatkan kebutuhan tersebut,  Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting, yang lebih dikenal dengan Upsus Siwab merupakan kegiatan yang terintegrasi, menggunakan pendekatan peran aktif masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya peternakan untuk mencapai kebuntingan 3 juta ekor dari 4 juta akseptor Sapi/Kerbau pada tahun 2018.

Untuk mengawal perkembangan kinerja Upsus Siwab telah diterbitkan landasan pelaksanaan kegiatan berupa peraturan dan keputusan Menteri Pertanian, yang masing- masing mengatur percepatan peningkatan populasi ternak ruminansia besar, kelompok kerja upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting; kesekretariatan kelompok kerja Upsus Siwab; dan tim supervisi upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting, organisasi pelaksana, dan kesekretariatan pokja Upsus Siwab.

Untuk memantau perkembangan capaian kinerja Program Upsus Siwab secara cepat dan real time harian (yang mencakup jumlah sapi yang di IB, sapi bunting, dan sapi yang melahirkan) digunakan instrumen yang dikembangkan dari modul iSIKHNAS yang diintegrasikan dengan Sistem Monitoring dan Pelaporan SMS Kementerian Pertanian. 

Sedangkan pemantauan kinerja kegiatan teknis secara bulanan yang mencakup aspek pakan, penanganan gangguan reproduksi, semen, SDM, sarana dan prasarana IB, serta pengendalian pemotongan Sapi/Kerbau betina produktif digunakan mekanisme yang melibatkan penanggung jawab dan petugas pelaporan Upsus Siwab di Kabupaten/Kota dan Provinsi, ujar Fini
Direktur PPHP Kementan RI juga menyampaikan, kita mengapresiasi kerjasama dukungan Bank Nagari yang ikut serta mendukung pengembangan produktifitas ternak di Sumatera Barat.

Ini mungkin bisa menjadi percontohan dalam mendorong pertenak dalam mengembangkan usahanya.  
Dukungan bank nagari dalam memajukan peternakan di Sumatera Barat, telah mampu pula meningkatkan produktifitas ternak di Indonesia. Dimana saat ini 2 daerah yang menjadi prioritas pengembangan ternak di Indonesia adalah Sumatera Barat dan Jawa Tengah. 

Saking serius Kementerian Pertanian bidang peternakan di Sumbar memiliki dua UPTD, Balai Veteriner Bukittinggi dan UPTD Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijau Pakan Ternak (BPTUHPT)Padang Mengatas Payakumbuh.  Kita senang saat ini populasi tenak sapi Sumatera Barat mencapai 500.000 ekor sapi, tentu ini menjadi inspirasi bagi kita mengembangan usaha peternakan lebih baik di Sumbar, ungkapnya. 

Sumber (Impiannews.com.)

PADANG, MITRA RAKYAT 

Menyambut masuknya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah, puluhan pimpinan dan awak media yg berhimpun dalam wadah sosial Ikatan Kekeluargaan Wartawan (IKW) melaksanakan kegiatan rekreasi ke kawasan wisata Bungus Teluk Kabung (Bungtekab),  Kota Padang, Rabu (9/5/2018).
Dalam kesempatan santap siang di RM Keluarga yang lokasinya persis di sisi ruas jalan Padang - Painan Pesisir Selatan, Ketua IKW, Ecevit Demirel, memaparkan, memasuki momentum bulan suci tahun ini ia beserta puluhan rekan seprofesi di IKW bersepakat untuk "badoncek" lalu melaksanakan kegiatan rekreasi dalam rangka lebih mempererat uhkuwah. Mengingat efisiensi waktu, pilihan tempat rekreasi jatuh pada kawasan Bungtekab yang terbilang masih hijau dan asri. 

"Alhamdulillah, ini kali ke sekian kami melaksanakan kegiatan rekreasi bersama-sama, setelah sebelumnya bersama-sama pula berkonvoi, rekreasi ke kawasan wisata Harau, Kabupaten Limapuluh Kota," papar pemilik sapaan "ede" yang juga Pemimpin Redaksi Media Online Sumatrazone. 

Ia juga menegaskan bahwa IKW murni sebuah wadah sosial beranggotakan wartawan dan pemilik media, bersifat independen dan tidak berafilisasi dengan kepentingan politik apapun juga. Termasuk pada moment Pilkada Serentak 2018 ini, IKW tidak menyatakan atau memberikan dukungan kepada satu pun pasangan calon kepala daerah (paslon kada).

"Yang utama bagi kami adalah menumbuhkan dan membangun rasa kebersamaan, saling empati dan peduli sesama anggota," papar ede.

Ia juga menyatakan bahwa IKW membuka diri bagi insan pers yang ingin bergabung dengan IKW, mengingat tujuan besar wadah sosial ini adalah untuk mempersatukan segenap wartawan, menepis rasa saling ego dan membangun jembatan hati antar insan seprofesi. "Dengan demikian, diharapkan wartawan menjadi elemen yang solid, kuat dan jauh dari upaya pengkotak-kotakan oleh pihak manapun juga," ujarnya. 

Sekretaris IKW, Nal Koto, menambahkan, wadah sosial IKW saat ini beranggotakan 53 pimpinan media online dan cetak di Padang. Jumlah anggota meningkat signifikan, seiring terus eksis dan intensnya wadah ini berkegiatan sosial dengan prinsip "karena, dari dan untuk" anggota. 

"Diharapkan, rasa kebersamaan yang telah terjalin selama ini semakin menguat, seiring berjalannya waktu," imbuh Pemred www.nusantaranews.net ini. 

Dewan Pembina IKW, Taf Ch, mengaku salut dan bangga melihat begitu kompak dan solidnya segenap anggota IKW, baik dalam suka maupun duka. 

"Kebersamaan yang terbangun dalam wadah sosial IKW patut menjadi contoh bagi kelompok-kelompok wartawan dimana saja berada," ungkap Pemred Media Online www.impiannews.com tersebut.

Turut hadir bersama-sama keluarga besar IKW dalam kegiatan rekreasi ini, antara lain wartawan senior Yal Aziz, Sekretaris PPWI Sumbar Rifnaldi dan sejumlah awak media yang dekat dengan keluarga besar IKW lainnya.
(RED)

Mitra Rakyat ( Padang ) 
 
Geliat ekonomi keluarga melalui Gerakan PKK - Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) semakin dirasakan warga Kelurahan Gunung Pangilun. Ini ditandai dengan adanya peningkatan produktifitas dari kader-kader PKK berupa hasil keterampilan merangkai acrylic, menjahit dan membuat kue kering.

"Keberhasilan program UP2K dibuktikan  dengan adanya peningkatan ekonomi keluarga karena adanya usaha-usaha yang produktif dalam rumah tangga atau kelompok UP2K," kata Tisno Eli selaku Ketua Tim penilai UP2K tingkat Provinsi Sumatera Barat saat penilaian di Gunung Pangilun, Senin (7/5/2018).

Kali ini, PKK Kelurahan Gunung Pangilun didapuk mewakili Kota Padang dalam penilaian UP2K tingkat Provinsi Sumatera Barat. UP2K yang terdiri dari 4 kelompok yang dinamakan Kelompok Sejahtera ini diakui yang terbaik di Kota Padang.

Menurut Tisno Eli, kekompakan warga dan kelompok-kelompok kerja pada PKK Gunung Pangilun telah menunjukkan semangat kemajuan bersama. Hal ini berefek terhadap usaha peningkatan pendapatan keluarga yang dimulai dengan pelatihan-pelatihan.

"Melihat semangatnya sepertinya berpeluang menjadi juara satu tetapi kita belum melihat sejauh mana keberhasilan peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga berdasarkan data-datanya," kata Tisno.

Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan Gunung Pangilun, Syamsidar Andi Amir mengatakan, upaya yang dilakukan selama ini adalah mendata potensi masyarakat. Bagi ibu-ibu yang tidak memiliki penghasilan tambahan keluarga dibantu diberikan pelatihan keterampilan melalui program Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Dinas Perdagangan. 

"Setelah memiliki keterampilan, diupayakan pula pembentukan kelompok untuk mengembangkan potensi. Mereka juga dibekali bahan-bahan berupa acrylic dan bantuan mesin jahit dari dinas terkait," kata Syamsidar.

Seiring waktu, usaha yang dimulai tersebut mulai berjalan dan melihatkan hasil. Produk yang dihasilkan sudah dapat dipasarkan melalui pendampingan dari pendamping UKM kelurahan. 

"Sekarang usaha kelompok UP2K Gunung Pangilun berjalan sesuai harapan. Kedepannya akan terus dikembangkan," ungkapnya.

Lurah Gunung Pangilun menyebut, dorongan dari Ketua LPM dan tokoh masyarakat suatu hal yang memotivasi warga untuk lebih kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. "Kita bersama tokoh masyarakat terus mendorong warga untuk kreatif dan produktif sehingga membantu tambahan pendapatan bagi keluarga," kata lurah terbaik Kota Padang itu.

Pada kesempatan ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra. Diakui Lurah Andi Amir, pokok - pokok pikiran anggota dewan terhadap kelompok UP2K sangat membantu percepatan perkembangan usaha. 

"Pokir dari anggota dewan sangat membantu untuk kelompok UP2K," tukasnya.

Mitra Rakyat ( Padang )

Universitas Islam Negeri - Jadi mahasiswa itu kejar nilai terbaik dan tingkatkan kualitas diri untuk menjadi unggul dan berdaya saing.  Sementara jika ingin berpolitik kuatkan dahulu kebutuhan papan, sandang ada usaha yang jelas dan kuat, bukan yang dimuda dilarang berpolitik akan mempersiapkan diri untuk segala sesuatu kehidupan lebih itu lebih penting.
Hal ini disampaikan Wakil Gubenur Sumatet Barat Nasrul Abit pada saat memberikan sambutan Serah Terima dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM)  Perguruan Tinggi se Sumatera Barat tahun 2018, di Auditorium UIN Imam Bonjol,  Padang (7/5/2018).

Hadir dalam kesempatan itu,  Bupati dan Walikota se Sumbar mewakili,  Rektor UIN Imam Bonjol, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Prov. Sumbar dan utusan 10 Perguruan Tinggi Baik Negeri maupun Swasta di Sumatera Barat.

Wagub Nasrul Abit lebih jauh menjelaskan, saat ini ananda mesti usahakan nilai IP 3, agar mampu bersaing secara kompetitif dalam mencari kesempatan kerja dimanapun. Melengkapi semua keahlian, berbahasa, teknologi informasi yang terpenting itu jangan lupakan sholat lima waktu.

Dalam pelaksanaan pendidikan sesuai UU No 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional pasal 20 ayat 2 menyatakan, perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dan salah satu implementasi dari undang-undang tersebut  Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Bagi mahasiswa tujuan KKN-PPM,  pertama memperoleh pengalaman belajar terlibat langsung dalam masyarakat,  merumuskan,  memecahkan masalah pembanguan secara  pragmatis dan interdisipliner.

Kedua dapa memberikan pemikiran berdasarkan ilmu teknologi dan seni dalam upaya menumbuhkan percepatan kader-kader pembangunan. Dan juga mentranformasikan pengetahuan sikap dan keterampilan kepada masyarakat dalam memecahkan masalah pembangunan didaerah, ungkap Narul Abit

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan,  saat ini kita tengah berjuang melepaskan 3 kabupaten (Pasaman Barat,  Solok Selatan dan Mentawai) keluar dari kategori daerah tertinggal.

Kita berharap dengan adanya program KKN-PPM,akan mampu memberikan kegairahan kemajuan pada ketiga daerah-daerah tersebut . Pengalaman baru dan tantangan baru bagi mahasiswa KKN di daerah ini tentu akan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.

Sebagai warga baru mahasiswa sebaiknya dapat berlaku baik dan dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya, harap Nasrul Abit.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM)  yang diwakili sekretaris menyampaikan,  tujuan dari pelaksanaan KKN-PPM merupakan implementasi program kegiatan pemerintahan dalam pembangunan nasional.

Baik dari pemprov. Sumbar,  pemkab/ko dengan menerapkan  ilmu pendidikan yabg ada pada perguruan tinggi kepada masyarakat melalui pengabdian masyarakat.

Saat ini ada 10 perguruan tinggi se Sumbar dengan jumlah Mahasiswa 12.582 orang yang berlokasi di 12 Kabupaten dan  6 Kota  se Sumbar.

Padang, Mitra Rakyat - Memperingati Hari Air Sedunia (Happy World Water Day), ratusan warga dari Kelurahan Pampangan dan Pengambiran Ampalu Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, laksanakan gotong royong, aksi bersih sungai Batang Jirak, Minggu (25/3) Pagi.

Dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti mengatakan gotong-royong sebagai solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membentuk komunitas-komunitas, karena dalam komunitas seperti ini akan terlihat dengan jelas kegiatan yang dilakukan seperti aksi bersih sungai kali ini.

"Kita memperhatikan aliran sungai dimana Lubuk Begalung umumnya rawan juga dengan banjir karena rentan dengan sampah yang berserakan. Lewat pembinaan Camat bersama Komunitas masyarakat peduli sungai, Tagana, KSB dan seluruh elemen masyarakat Kelurahan Pampangan dan Pengambiran Ampalu Nan XX, berinisiatif laksanakan kegiatan gotong-royong bersih sungai untuk tujuan kita bersama. 

Diakui kegiatan ini belum maksimal, karena luasnya jangkauan yang akan dibersihkan. Aksi peduli dari masyarakat ini kita harapkan sebagai representasi untuk masyarakat agar bisa dijadikan sebagai agenda rutin. 

Untuk itu, dia berharap kegiatan ini berjalan secara berkesinambungan demi terciptanya lingkungan yang sehat dan asri. Apalagi, air merupakan sumber kehidupan. Dengan menyelamatkan parit dan sungai otomatis telah meningkatkan sumber kehidupan air dan apa yang kita harapkan bersama untuk sungai yang bersih dapat tercipta,"  harapan Ketua DPRD Padang. 

Selain itu Elly Thrisyanti juga mengajak masyarakat untuk rutin menjaga sungai dari sampah-sampah dengan menggiatkan gotong royong. "Masyarakat juga hendaknya jangan membuang sampah ke sungai. Mari kita jaga kebersihan sungai untuk kehidupan kita bersama," katanya. 

Komunitas masyarakat peduli sungai Kecamatan Lubuak Bagaluang menyambut baik sambutan Ketua DPRD Kota Padang itu.

Ketua pelaksana, M. Zukra berinisiatif dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang untuk aksi bersih sungai melibatkan seluruh pihak yang berkompeten. 

Dalam mengisi kegiatan Peringatan Hari Air Dunia yang jatuhnya pada tanggal 22 Maret 2018 ini, maka pihaknya merintis kegiatan ini dengan aksi bersih-bersih. Dan ini untuk pertama kalinya dilaksanakan. Kedepannya kegiatan ini bersama Ketua DPRD Padang serta Camat Lubuk Begalung selaku pembina akan kita bicarakan agar ini jadi agenda rutin, "pungkasnya. 

Menurut Camat Lubuak Bagaluang, Rosail, sungai bukanlah tong sampah namun tempat kehidupan ikan larangan. Aksi bersih anak Sungai Jirak ini gunanya menghimbau masyarakat setempat mencintai kebersihan. 

Menurutnya, gotong-royong terjadi dalam beberapa aktivitas kehidupan.  Kegiatan gotong-royong yang biasa dilakukan masyarakat seperti dalam bentuk kerja bakti, dilakukan untuk kepentingan bersama. Selain itu gotong-royong juga dalam bentuk tolong menolong pada saat melakukan pesta pernikahan dan khitanan.

Untuk gotong royong yang bersifat pesta, beberapa hari sebelum pesta akan dilakukan terjadi sumbangan dari kenalan, tetangga ataupun kerabat datang membantu dalam bentuk bahan makanan, uang, ataupun tenaga, kemudian bantuan ini harus dikembalikan minimal dengan nilai yang sama. 

"Bahkan gotong-royong dapat pula terjadi pada saat adanya musibah ataupun kematian salah seorang warga komunitas, hal ini tidak dapat disebut kepentingan bersama ataupun kepentingan pribadi tetapi rasa kemanusiaan yang muncul di antara warga, karena musibah datangnya tidak diperhitungkan ataupun diketahui, sehingga warga yang mendapat musibah tersebut memerlukan bantuan dari warga lainnya, "jelasnya panjang lebar.

Sumber (nusantaranews.net).



Mitra Rakyat ( Padang ) 

Dalam rangka kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2018, Tim monitoring BBGRM yang melibatkan beberapa OPD serta Legislatif turun langsung meninjau kelokasi kegiatan didampingi Camat setempat dengan usulan dua kelurahan tiap kecamatan.

Dalam kegiatan monitoring kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat 2018 ini, Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti bersama tim monitoring langsung turun meninjau di Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX dan Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, didampingi Camat Lubuk Begalung, Rosail Akhyari.

Elly Thrisyanti mengatakan, diharapkan dengan adanya program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ini bisa lebih mempercepat proses pembangunan fisik di Kota Padang, terutama mengenai pembangunan drainase dan jalan lingkung. Karena sama sama kita ketahui saat ini Kota Padang masih sangat rawan banjir.

Dengan ada program BBGRM ini yang dilaksanakan setiap tahunnya, mudah-mudahan dapat meningkatkan pembangunan di setiap kelurahan. Dimana nanti kita tentu berharap akan terbuka nya akses jalan baru yang selama ini belum ada di daerah tersebut. "Seperti yang sedang dilaksanakan di RT 03 RW 20 Kampung Jambak ini,"  ujarnya.

Begitu juga kegiatan BBGRM yang sedang dilaksanakan di Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, dimana disana sedang berjalan pengerjaan drainase dan peninggian pondasi.  Tentu pengerjaan yang dilakukan masyarakat tersebut akan membantu pemerintah dalam hal penanggulangan banjir dengan memperbaiki drainase yang ada di daerah tersebut, " pungkasnya.

Yazirman Murad Ketua LPM Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX menyampaikan, pelaksanaan BBGRM ini di mulai dari tgl 27 April lalu. Untuk pelaksanaan di lakukan pengerjaan jalan sepanjang 250 meter di RT 03 RW 20. Anggaran untuk pelaksanaan kegiatan BBGRM ini sebanyak Rp. 31.204.200 setelah potong pajak dari Rp 35 juta.

Partisipasi masyarakat disini sangat antusias sekali untuk pembangunan jalan termasuk pembangunan Mushalla Nurul Janah yang sedang dibangun saat ini. Untuk pengerjaan jalanan di RT 03 RW 20 Kampung Jambak ini sudah terlaksana sekitar 45 persen, dimana untuk tanah jalan di wakaf kan oleh masyarakat kaum suku Jambak, termasuk tanah Mushalla. Direncanakan jalan ini akan tembus ke RW 03 RT 04 sekaligus RW 10 yang panjangnya sekitar 400 meter.

Lurah Pengambiran Ampalu Nan XX, Donasri mengatakan partisipasi dan swadaya masyarakat sangat mendukung sekali. Ini dibuktikan di Hibah kan nya tanah untuk pembangunan jalan dan Mushalla.

Harapan kami untuk manunggal Kecamatan nanti kalau bisa juga diarahkan kesini. Dan untuk penilaian tentunya mengharapkan Kelurahan ini jadi yang terbaik. Selain itu mudah-mudahan jalan ini bisa tembus ke simpang Arai Pinang di RT 04, RW 03 yang Ketua nya Mayrico, sekaligus di RW 10.

Sementara Lurah Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Mur Ifwan menyampaikan, kegiatan BBGRM 2018 ini dilaksanakan di RT 02 RW 05 dengan pokok pengerjaan drainase dan peninggian pondasi yang telah hancur sepanjang 103 meter serta pengerjaan tambahan pembangunan lapangan voli.

"Ketua LPM, Elfirwan mengatakan untuk pelaksanaan kegiatan BBGRM disini tidak ada kendala, partisipasi masyarakat sangat baik sekali dan juga ada swadaya dari masyarakat berupa bantuan sejumlah uang yang kita tuliskan besar besar di papan pemberitahuan agar tidak terjadi kecurigaan, " ungkapnya.

Camat Lubuk Begalung, Rosail Akhyari mengatakan, alhamdulillah dengan kunjungan tim monitoring BBGRM 2018 dalam hal oleh Ketua DPRD Padang, kita sangat berterima kasih karena dalam kunjungan ini juga diberikan berupa bantuan oleh Ketua DPRD Padang.

Semoga melalui kunjungan Ketua DPRD Padang buk Elly Thrisyanti bisa memotivasi masyarakat dan tokoh masyarakat agar bisa meningkatkan kualitas kerja dari manunggal tersebut. "Kemudian harapan dari kecamatan dan kelurahan, kita berharap agar poporsi untuk belanja anggaran pada BBGRM ini bisa di tambah lagi, dimana setelah berjalan sekian tahun anggarannya masih sebesar Rp.35 juta dan dipotong pajak.(***)

Mitra Rakyat ( Padang ) 
 
Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Suardi, SH, M.Hum membuka Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Indonesian Creative Cities Network (ICCN) atau Jejaring Kabupaten Kota Kreatif se-Indonesia, di hotel Kryad Bumiminang Kota Padang, Jumat (4/5).

Kadis Kominfo Suardi pada kesempatan itu mengapresiasi Rakornas yang di selengarakan ICCN memilih kota Padang tempat penyelengaraan. Bahaslah bebagai kreativitas untuk membangun ekonomi keluarga dan bangsa ini.

Apalagi dilihat pesertanya banyak yang datang dari berbagai wilayah seperti dari Semarang, Bima, kabupaten Kota di Sumtera Barat serta daerah lainnya. Hal ini sesuatu yang menyenangkan, dan jangan lupa menikmati makanan randang dan yang lainnya.Sebab di sini, semuanya asli, mulai dari tukang masak dan rasa,"Makanya tak salah lagi, makanan di Kota Padang hanya ada dua rasa, enak dan enak sekali.Untuk itu buktikanlah selama berada di kota tercinta ini, “ sebut Suardi kepada para peserta Rakornas ICCN.

Namun dibalik semua itu, Suardi mengingatkan, ikuti jalan dan aturan yang jelas, sehingga ICCN wadah berkreatif berlangsung dengan baik. Apalagi ICCN berkomitmen untuk memajukan kota-kota kreatif di Indonesia, dan melakukan riset serta pengembangan untuk menumbuhkan pembangunan ekonomi dengan engine kreativitas berupa ide/gagasan kreatif dan inovasi. Serta yang ditopang dukungan infrastruktur digital yang berkualitas dan modern. Sebab ekonomi kreatif diyakini adalah ekonomi hari ini dan masa depan.

Sementara itu Ketua Pelaksana Rakornas ICCN tahun 2018 M. Satria Haris menyampaikan, Rakonas diikuti 200 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.Kegiatan dilansungkan selama tiga hari, dimulai 4 Mei dan berakhir 6 Mei 2018.

Rakornas meliputi juga lokakarya tentang kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif, yang terbuka bagi umum dan pemerintah daerah,serta seminar nasional dengan tema ekosistem ekonomi kreatif dalam perspektif ruang kota.

Rakornas diselenggarakan di Kota Padang, Sumatera Barat, lalu dirangkai pula dengan berbagai program lokal. Para peserta Rakornas akan diterima dan dijamu Gubernur Sumbar dan Walikota Padang. Setelah itu juga terdapat program kunjungan kekomunitas dan sentra usaha ekonomi kreatif di Kota Padang dan ke Kabupaten Pesisir Selatan, sebut Satria Haris.

Alhamdulillah penyelenggaraan Rakornas ICCN 2018 didukung pula oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). BEKRAF mendukung ICCN sebagai jejaring komunitas dan pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia, untuk mendorong tiga tujuan utama BEKRAF, yaitu peningkatan PDB, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan nilai ekspor.

Mitra Rakyat ( Padang )
 
Terkait penyerahan karya guru dalam bentuk buku-buku,  kita berikan apresiasi dan penghargaan kepada para guru-guru yang telah menunjukan hasil karyanya sebagai sebuah program peningkatan kemampuan literasi di Sumatera Barat. 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela-sela acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional  2 Mai 2018, dihalaman kantor Gubernur Padang,  Rabu (2/5/2018).

Hadir dalam kesempatan itu forkopimda, Kepala OPD dilingkungan pemerintah provinsi Sumatera Barat. 

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, guru - guru harus mampu menulis, sehingga hasil buah pikirannya dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Sumatera Barat merupakan negeri para penulis  dan semua itu mesti kita lestarikan. 

Guru teruslah belajar,  kegiatan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan menjadi keharusan. Hal inj disebabkan oleh karena anak didik sebuah profesi dinamis, sejalan denhan dinamika hidup. Guru berdiri didepan dalam memandu tumbuh kembang anak dalam menyongsong masa depannya, ungkap Nasrul Abit. 

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, kepada Dinas pendidikan beserta jajarannya termasuk para kepala sekolah dan guru yang telah menyelenggarakan Ujian Nasional 2018 dengan aman dan lancar. 

Dalam pengamatan yang ada saat ini Ujian Nasional Berbasia Komputer (UNBK) SMK telah terlaksana 99,6% peserta, SMA/MA 87% peserta,  sedangkan SMP/MTs baru 49% peserta. 
Untuk kita menghimbau Bupati dan Walikota untuk memprioritaskan pengadaan komputer untuk 30% perserta ujian nasional di jenjang SMP/MTs. Karena melalui UNBK para siswa memiliki waktu lebih lama unguk berpikir  dibandingkan ujian kertas pensil, sehingga hasil ujian lebih baik. 

Melalui peringatan Hardiknas tahun ini kita berharap kepada para kepala sekolah, guru serta pengawas sekolah untuk berupaya semaksimal mungkin meningkatkan mutu pendidikan. Saat ini target kita sudah lebih tinggi lagi masuk dunia kerja bagi tamatan SMK dan perguruan tinggi favorit bagi SMA menjadi impian kita semua, ajak Wagub Nasrul Abit. 

Peringatan Hardiknas 2018 ini ditandai dengan penyerahan hasil karya 1.000 tulisan guru dalam buku yang diterima wagub Nasrul Abit. Buku inj nantinya akan diasrahkan ke Dinas Perpustakaan Provinsi sebagai salah satu meningkatkam minat literasi di Sumatera  Barat.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.