Proyek Siluman Mangkrak, diDuga Kuat Rugikan Warga dan Kangkangi UU KIP

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Priyanto SH MH

Entah masuk dalam pengawalan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) atau tidak, sesuai amanat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-152/A/JA/10/2015 tanggal 01 Oktober 2015, yang jelas proyek diduga kuat milik negara mangkrak, terindikasi  rugikan masyarakat dan kangkangi UU KIP NO 14 Tahun 2014 oleh rekanan.

Mitra Rakyat.com (Padang)
Pasalnya,proyek tanpa identitas itu menurut pengakuan masyarakat telah rugikan warga setempat, kemudian hanya dijadikan sebagai lahan untuk mengeruk uang negara saja. Karena pada pelaksanaannya, proyek saluran drainase yang berlokasi di RT 003  RW001 Kayu Kalek, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang itu tidak jelas tujuannya, kata Ujang Ketua RW setempat, pada Selasa(08/10) dilokasi pekerjaan.


Dari awal pekerjaan ini dimulai pada 14 Agustus hingga 09 Oktober 2019, belum ada satupun pemberitahuan atau sosialisasi kepada warga oleh pihak yang bersangkutan, apa dan dari mana sumber dananya, masyarakat sendiri tidak mengetahui, bahkan tidak memiliki papan nama proyek, papar Ujang.

Sedangkan pihak pengawas dari dinas Pekerjaan Umum(PU) hanya giat dibulan pertama pekerjaan saja mendatangi lokasi untuk pengawasan, dan dibulan berikut sampai hari ini, tim pengawas tersebut tidak pernah datang lagi. Dan parahnya, usaha masyarakat setempat jadi korban kecurangan para pengutil uang rakyat ini,ketusnya.

Ada beberapa warga yang merasa dirugikan pada perjalanan proyek siluman ini, diantaranya warga yang bernama Tiswis. Tiswis mengaku telah dirugikan kontraktor, karena kolam lele sebagai mata pencaharian satu-satunya dirusak oleh rekanan dengan iming-iming akan diganti dan diperbaiki kembali. Namun, hingga saat ini belum juga ada ganti rugi seperti yang telah dijanjikan.

“ Kolam usaha lele saya dirusak dengan cara ditimbun, dan saya biarkan karena mereka janji akan perbaiki kembali, akan tetapi hingga saat ini beluim juga diperbaiki”, kata Tiswis kepada media, pada Jumat (11/10) siang tadi dirumahnya.

 Bahkan jembatan yang baru dibangunnya pun menggunakan uang pribadi juga dirusak, dengan rayuan janji yang sama, katanya lagi.

Parahnya, saluran selokan atau pengairan warga yang lama ditutup begitu saja oleh kontraktor, akibatnya apabila saat hujan datang, air yang mengaliri saluran akan meluap dan sekolah dasar yang ada dekat lokasi akan mengalami kebanjiran, sebutnya lagi.

Uniknya, saat dikonfrotir kepada Inal disebut-sebut sebagai pelaksana lapangan via telpon 0823817255xx  tidak menjawab, bahkan terkesan sengaja mengelak dari media. Karena, sudah sering ditelpon dan nomor yang ditujupun aktif. Begitu juga Ijes, disebut sebagai kepala tukang dan tangan kanan dari Inal juga diduga enggan menjawab konfirmasi media via selulernya 0813742825xx, dihari yang sama.

Hingga berita ini diterbitkan pihak media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.* tim*

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.