Juli 2019

Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Jembatan Lolong (P.099) ke-4, Terkesan Lambat oleh PT. CAHAYA TUNGGAL ABADI (CTA)

Mitra Rakyat.com(Padang)
Dalam perjalanannya, pekerjaan lanjutan jembatan lolong(P.099) yang ke 4 kalinya terkesan mpot-mpotan atau lambat. Sebab, pekerjaan yang telah memasuki minggu ke 9, secara fisik disinyalir belum mencapai progres 30 persen oleh rekanan (PT.CTA) hingga berita ini diterbitkan.

Baca berita terkait:
Diduga, PT CTA Kangkangi Perpres No 54 Tahun 2010 dan UU No 14 Tahun 2008 pada Pekerjaan Jembatan Lolong

Kegiatan Berjalan 9 Minggu, Johan (PT.CTA) Sebut Lupa Perbaiki Papan Nama Proyek


Sementara, surat perintah melaksanakan pekerjaan(SPMK) dari DPUPR Provinsi Sumbar keluar tanggal 28 Mai 2019. Bahkan, untuk pengerjaan awal persiapan pengadaan direksikeet dan persiapan Alat Pengaman Keselamatan(APK), rekanan juga terkesan lalai, terpantau saat awak media telusuri lokasi pekerjaan, pada Rabu(31/07) dipinggir pantai Cimpago, Lolong, Padang.
Wawancara awak media bersama Johan Pelaksana Lapangan PT.CTA di Direksikeet Proyek
Proyek dengan nomor kontrak 30/12/KTR/-BMI/2019, yang bernilai Rp 15.424.481.000,  diawasi PT.Wiguna Sarana Teknik(WST) dengan masa pengerjaan selama 214 hari kalender ditambah masa pemeliharaan 180 hari kalender itu saat ini memang terlambat, kata Johan mengakuinya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan proyek jembatan ini mengalami keterlambatan, lanjut Johan,"diantaranya, sampai saat ini kami masih menunggu datangnya tiang pancang dari produsen (PT.Jaya Sentrikon)", tutur Johan.

Dan untuk pekerjaan pengaspalan sepanjang kurang lebih 800 m juga belum dikerjakan, kendala yang kami hadapi pada item pekerjaan tersebut, masih banyak masyarakat yang tinggal disana, katanya lagi.

Menurut keterangan Johan, "jalan yang akan dikerjakan masih dihuni penduduk setempat, terang Johan, " sementara, kata dinas terkait lahan sudah redy, tapi kenyataannya lahan yang dikerjakan belum dikosongkan sampai sekarang", tukasnya.

Menyangkut pengadaan direksikeet, memang kami belum sepenuhnya mempersiapkan,pungkas Johan.

Sementara itu menurut keterangan PPTK Yufrizal dengan sapaan Al mengatakan," pekerjaan terlambat lantaran produsen tiang pancang masih menunggu umur beton untuk dibawa ke lokasi pekerjaan, ungkap Al via telpon 0823906115xx pada hari yang sama.

Rekanan masih menunggu tiang pancang, sebab, umur beton tiang pancang yang dipesan belum cukup 28 hari dari PT.Jaya Sentrikon, sebut Al.

Terkait pekerjaan untuk pengaspalan jalan, rencananya rekanan mengerjakan bulan oktober, sekarang masih tahap pembuat badan jalan, cakap Al.

Terkait direksikeet yang belum lengkap oleh rekanan, Al menyebutkan," telah perintahkan anggotanya dilapangan untuk buat surat teguran lagi", pungkas Al.

Hingga berita ini ditayang, media masih upaya konfrotir pihak terkait lainnya. *Roel/ikw*


Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Komando Distrik Militer (Kodim) 0305/Pasaman bersama Dinas Perikanan mensosialisasikan akan fungsi dan cara pemakaian pupuk bios 44 di Komplek BBI Beringin Nagari Lanset Kadap Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Rabu (31/07/2019)

Hadir sebagai nara sumber pada kegiatan sosialisasi itu Dandim 0305/Pasaman Letkol Arh Pri Isdiyanto, SE, Pj. Kepala Dinas Perikanan M. Dwi Richie J.p, S.Pi, M.Si, Kebid Budi daya Perikanan Rajamin, Kepala UPT BBI Beringin Rao Selatan, dan Danramil 05/Rao.

Dandim 0305/Pasaman Letkol Arh Pri Isdiyanto, SE menyampaikan, pemanfaatan Bios 44 untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan sebagai sarana kontak dari TNI kepada masyarakat dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalu upaya nyata dan pendekatan teknologi tepat guna.

"Mamfaat yang dapat di serap dari pupuk bios 44 tersebut yaitu air sisa dari kolam pun berguna sebagai pupuk untuk pengairan sawah masyarakat," terang Dandim 0305/Pasaman.

Kepala Dinas Perikanan M. Dwi Richie J.P, S.Pi, M.Si menyampaikan, terkait dengan program Kodim 0305/Pasaman tentang Bios 44 bahwasanya penyuluh perikanan sangat mendukung kegiatan yang ada di komplek BBI ini karena disamping meningkatkan kesejahteraan perikanan serta juga mendukung Visi Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman. sehingga program Bios 44 ini dapat kita sinergikan untuk kedepannya yang bisa meningkatkan pendapatan kosumsi petani ikan kita.

Melalui sosialisasi ini akan kita tindaklanjuti melalui penyuluh penyuluh yang ada di Kabupaten Pasaman khususnya sentral sentral perikanan yang ada di kecamatan Rao, Panti dan Bonjol, ucap Kepala Dinas Perikanan.
(Mad)


Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman tinjau kolam ikan kelompok tani binaan yang telah di kukuhkan penyuluh perikanan didampingi penyuluh beserta staf kantor Dinas Perikanan di  Kecamatan Rao, Rabu (532/7/2019).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman M. Dwi Richie J.p, S.Pi, M.Si mengatakan, Dalam rangka visi misi Pemerintah Daerah, Dinas Perikanan mengunjungi pembenihan, pembesaran dan juga untuk pemasaran.

Harapan kita kedepannya melalui sektor perikanan ini dapat sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan terlaksananya pembangunan perikanan ini dapat mensejahterakan petani perikanan di kecamatan Rao, Umumnya Kabupaten Pasaman.

Selanjutnya, Untuk tahun ini kita sudah melaksanakan Program DAK,  bantuan berupa paket percontohan benih terdiri dari ikan mas, ikan nila dan ikan lele serta di bantu dengan pakan juga perangkat perkolaman termasuk perbaikan kolam.

Dalam Undang Undang no 45 Tahun 2009 tentang perikanan dalam bentuk kelompok yang salah satunya legalitas dan diketahui penyuluh perikanan, sehingga propsal tersebut dapat diajukan ke Dinas Perikanan, nanti kita lakukan surve CP CL  ke lokasi, ungkap M. Dwi Richie J.P,S.pi,M.Si
(Mad)

Papan nama proyek sudah diganti, terkait dugaan PT. CTA Kanggakngi Perpres No.54 Tahun 2010
Mitra Rakyat.com(Padang)
Pekerjaan jembatan lolong (P.099) yang sebelumnya diduga kangkangi Perpres No 54 Tahun 2010, Perpres No 70 Tahun 2012 oleh PT. Cahaya Tunggal Abadi(CTA) selaku pelaksana, karena, rekanan pada pengadaan papan nama proyek tidak menuliskan nilai kegiatan dan sumber dananya.

Berita terkait : Diduga, PT CTA Kangkangi Perpres No 54 Tahun 2010 dan UU No 14 Tahun 2008 pada Pekerjaan Jembatan Lolong  

Selanjutnya, saat awak media mengkonfrotir hal itu kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan(PPTK) Yufrizal atau akrabnya disapa Al, pada Rabu(31/07) via telpon 0823906115xx mengatakan," kita sudah tegur rekanan untuk segera perbaiki plang proyek tersebut", kata Al.

" saya pagi tadi dihubungi pak Kadis (Fathol) untuk menegur rekanan, dan rekanan pagi juga menukar plang proyek yang bermasalah tersebut", jelasnya.

Mungkin mereka(CTA) lupa atau kilaf untuk perbaiki papan nama proyek yang diduga itu, selanjutnya Al berterima kasih terhadap media atas kontrol sosialnya.

Sementara, Aptimus pengawas lapangan dari PT.Wiguna Sarana Teknik(WST) pada hari yang sama mengatakan" sudah sering saya tegur, namun, rekanan, tidak mengindahkan", jelas Aptimus singkat.

Lain lagi, Johan pelaksana lapangan dari PT.CTA menyebutkan," memang PPTK dan Pengawas sudah sering mengingatkan, namun, kami lupa untuk merubahnya, dan terkait perubahan itu kami hanya menunggu dari kantor,makanya kami telat merubahnya, kata Johan, diruangannya.

Pekerjaan yang telah berjalan selama 9 minggu, rekanan sebut lupa meski sudah sering ditegur PPTK dan Konsultan pengawas.

Sampai berita ini ditanyangkan pihak media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.    * roel/ikw*




Mitra Rakyat (Pasaman)


Pasaman -- Setelah menghadiri Rakor K3MI yang diadakan di Kecamatan Padang Gelugur  Kanwil Kemenag Sumbar  diwakilkan Kabid Madrasah Syamsul, bersama Ketua Baznas dan Kemenag Pasaman, meninjau UKM Pisang Karamel Yanti Petok Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman yang merupakan  binaan Baznas, melalui Program Zakat Produktif, senin (29/7/2019).

Kanwil sumatera Barat sangat mengapresiasi kerja Cerdas Baznas Pasaman ini, yg mengamalkan Hakekat Zakat itu, melalui Zakat Produktif,  merubah Mustahik menjadi Muzakki, Salut dan Apresiasi untuk Baznas Pasaman yg sangat Inovatif,

"Saya sangat salut dan mengapresiasi kerja Baznas Kabupaten Pasaman yang telah mengamalkan  Hakekat zakat Produktif Merubah Mustahik menjadi Muzakki ", tegas syamsul.

Kemenag Pasaman H. Dedi Wandra menyarankan tentang label halal nya yg hampir habis segera dilakukan perpanjangan nya karena label halal ini sangat penting bagi pengusaha makanan.karena kalau tidak pakai label halal masyarakat tdak akan mau untuk membeli produk tersebut, ucapnya.

Ketua Baznas Pasaman H. Syafrizal menargetkan pemasaran UKM Pisang Karamel Yanti  nantinya tembus luar propinsi seperti riau, jambi dan bengkulu dan mudah mudahan bisa merambah sampai luar negeri.

Target daripada zakat Produktif ini, adalah untuk bantuan anak anak kita mendapatkan  beasiswa S1,S2 dan S3 yang belajar di dalam negeri maupan di luar negeri nantinya, ucap Ketua Baznas Pasan H. Syafrizal.
(Mad)

Papan Nama Proyek Lanjutan Pembangunan Jembatan Lolong, tanpa di tuliskan Nilai Harga dan Sumber Dana

Mitra Rakyat.com(Padang)
Kuat dugaan PT. Cahaya Tunggal Abadi(CTA) pada proyek lanjutan pembangunan jembatan lolong (P.99) yang berlokasi pinggir pantai Cimpago kangkangi Peraturan Presiden(Perpres) nomor 54 Tahun 2010 dan Prepres nomor 70 Tahun 2012. Pasalnya, proyek milik Dinas DPUPR Provinsi Sumbar itu pada papan nama proyek tidak menuliskan nilai dan sumber dana proyek.

Sementara, kewajiban memasang papan nama proyek tertuang dalam Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan Prepres nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini  mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik atau non fisik yang dibiayai negara, wajib memasang papan nama proyek, kata Raka, saat media meminta tanggapannya terkait hal itu dirumahnya, pada Selasa(30/07) sore tadi.

Papan nama proyek yang dimaksud, lanjut Raka, "diantaranya memuat jenis kegiatan, lokasi pekerjaan, nomor kontrak, nilai kontrak, kontraktor pelaksana,konsultan pengawas, sumber dana pekerjaan dan jangka waktu pekerjaan", jelas Raka.

Jadi menurutnya, "apabila rekanan(kontraktor) tidak menuliskan nilai atau harga dari proyek negara yang dikerjakan berikut sumber dananya, rekanan (Kontraktor) tidak memamtuhi perpres tersebut", tukasnya.

Jadi wajar publik pertanyakan peranan dan kinerja konsultan pengawas pada proyek jembatan itu, bahkan PPTK kegiatan pun wajib dipertanyakan tanggung jawabnya, ada apa pada proyek yang menggunakan uang rakyat ini", tandas nya.

Selain itu, dengan tidak dicantumkan nya nilai kontrak dan sumber dana pada plang proyek itu, bukan hanya bertentangan dengan perpres. Tapi, juga tidak sesuai dengan semangat tranparansi yang dituangkan pemerintah pada Undang-undang No 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik(KIP) pungkasnya.

Sampai berita ini ditayang, pihak media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.*roel/ikw*


Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis menghadiri dan sekaligus membuka Rapat Koordinasi  Musyawarah Kerja Kelompok  Kepala Madrasah (MK3MI) Sumatera Barat di Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN) 2 Nagari Sitombol Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman. Senin (29/07/2019).

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, Kakankemenag Pasaman H. Dedi Wandra, Kanwil Kemenag Sumbar yang diwakili oleh Kabid Penmad Kemenag Provinsi Sumatera Barat H. Samsul Arifin, Staf Ahli Bidang Hukum dan Ham Drs. Ashari, M. Pd, Ketua BAZNAS kabupaten Pasaman H.  Syafrizal, Camat Padanggelugur,  Walinagari Sitombol, Kepala KUA se Pasaman, Pengurus dan anggota MK3MI Sumbar.

Kanwil Kemenag Sumbar yang diwakili oleh Kabid Penmad Kemenag Provinsi Sumatera Barat H. Samsul Arifin menyampaikan, ucapan terima kasih dan berikan apresiasi yg setinggi tingginya atas dukungan dan kehadiran bapak Bupati Pasaman, yg punya visi Agamis ini, dan itu sesungguh nya adalah ranahnya kementrian agama, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, ucapnya.

Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pemerintah daerah kabupaten Pasaman sangat mengapresiasi dan mendukung Rakor K3MI yang di laksanakan di MIN 2 Muaro Bangun Kecamatan Padang Gelugur Ini yang diikuti kepala sekolah MI se Sumatera Barat ini, karena berdampak  terhadap peningkatan mutu pendidikan bagi pendidikan Madrasah di Kabupaten  Pasaman yang Agamis dan Berbudaya ini.

Diakhir sambutan bupati berharap, agar Rakor MK3MI ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat dan lahirnya inovasi, juga menjadi jembatan kemajuan dunia pendidikan Madrasah di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Pasaman,serta meningkatkan profesionaitas kepala Madrasah, termasuk kepala - kepala MI negeri maupun swasta di Ranah Pasaman. Karena dengan peran dan Fungsinya sangat membantu terwujudnya masyarakat Pasaman yang Agamis dan Berbudaya yang menjadi visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman.

Dalam acara itu Ketua Baznas Pasaman H. Syafrizal, menyampaikan terima kasih kepada Kanwil Sumatera Barat, bahwa kemenag dan seluruh jajaranya sudah menyalurkan Zakat Profesi nya melalui Baznas Pasaman.dalam Penjelasan nya Baznas Pasaman sudah berikan Beasiswa ke pada 4000 Siswa dan Mahasiwa  baik dalam maupun luar negeri seperti Mesir, Jepang dan Thaiwan, ungkap H. Syafrizal.

Pada acara rekor itu Baznas Pasaman memberikan bantuan beasiswa Prestasi kepda Santri kurang mampu MIN 1 dan 2 Pasaman sebanyak  45 orang yg diserahkan secara simbolis oleh Bupati, Kanwil, Kemenag ,Ketua K3MI, dan Ketua Baznas.
(Mad)


Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Bagi banyak orang yang tumbuh besar pada dekade 1992 ke atas terutama di Kabupaten Pasaman, kolam renang Puti Sangkar Bulan yang terletak dibelakang kantor PDAM Lubuk Sikaping merupakan salah satu tujuan utama untuk berenang. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh tempat berenang ini adalah karena lokasinya yang mudah dijangkau dan terletak di tengah kota.

Mengingat kedua hal tersebut, kolam renang ini memang menjadi tujuan utama bagi anak sekolah baik pada hari libur atau hari sekolah. Di hari sekolah, biasanya banyak anak yang berenang selepas jam belajar usai.

Tahun 1992 s/d 1997  merupakan saat-saat  dari kejayaan kolam renang yang dibangun zaman Bupati Taufik Martha. Hampir seluruh orang yang menghabiskan masa anak-anak di Kabupaten Pasaman pernah menginjakkan kaki dan bermain air di kolam renang ini. Tapi dari Tahun 1997 sampai sekarang keadaan kolam renang Puti Sangkar Bulan yang jadi kebanggaan Kabupaten Pasaman Pada Porda ( Pekan Olah Raga Daerah ) sebagai tuan rumah Tahun 1996 sangat memprihatinkan.

Yulisman seorang tokoh masyarakat pasaman menyampaikan, kita sangat prihatin melihat kolam renang ini karena ini merupakan aset Pemerintah Daerah yang perlu kita jaga dan pelihara, Yang kita ketahui bahwasanya kolam renang ini sudah rusak. Sehingga sewaktu lomba tahun kemarin lokasi renangnya di kolam.

Kita berharap Dinas terkait seperti Dinas Pemuda Olah Raga untuk dapat menganggarkan perbaikan kolam renang Puti Sangkar Bulan ini sehingga bisa membawa anak anak ataupun atlit renang kita berlatih di kolam renang ini, ungkap yulisman.

Ditempat terpisah Alputra Andesta yang biasa di panggil Mak Ak yang peduli dengan olah raga menyampaikan, kolam renang puti sangkar bulan ini di bangun pada tahun 1992 di masa pemerintahan Bupati Taufik Martha untuk persiapan Porda tahun 1996 yang mana Kabupaten Pasaman sebagai tuan rumah waktu itu.

Tapi sejak tahun 1997 sampai sekarang kolam renang Puti Sangkar Bulan tidak aktif lagi karena rusak. " Saya berharap supaya dapat di anggarkan oleh pemerintah Kabupaten Pasaman untuk perbaikan kolam renang Puti sangkar Bulan ini. kalau kolam renang ini sudah aktif kembali bisa menambah PAD ( Pendapatan Asli Daerah)", ungkap Mak Ak.
(Mad)



Mitra Rakyat.com(Padang)
Helmi Moesim atau lebih akrabnya dipanggil Da Ay, pria tampan nan bersahaja ini adalah anggota dewan terpilih periode 2019-2024.
Dapil Padang Selatan dan Padang Timur, pencapai suara tertinggi diintern partai Bekarya, Kota Padang.

Meningkatkan pertanian, UMKM, pendidikan religius, dan pendidikan yang berakarakter, menjadi skala prioritas yang harus dibenahi dikalangan masyarakat kota padang ini. Jadi, inilah yang menjadi spirit dan tantangan bagi beliau untuk kembali lagi menjadi anggota dewan.

Helmi Moesim (Da Ay) duduk bersama segenap anggota IKW RI di warkop Nana Pink, kawasan Gor H.Agus Salim, Padang
Inilah salah satu perbincangan diwaktu Daay dengan rekan-rekan IKW duduk bersama diposko IKW kawasan Gor.H.Agus Salim, Padang, Selasa(30/07)kemeren.

Kenapa saya kembali mencalonkan diri untuk jadi anggota dewan berikutnya, "karena, banyak saya temukan ditengah-tengah masyarakat masalah yang krusial dan perlu ditata lebih baik lagi, terutama pendidikan yang berkarakter, itu yang menjadi spirit saya, karena cocok dengan platfom dipartai Berkaya" tutur Daay.

"Misalnya, bidang pertanian, UMKM, pendidikan religius, Alhamdulillah, itu adalah niatan saya pasca dan kembali terpilih lagi menjadi sebagai pembawa aspirasi masyarakat(anggota DPRD Kota Padang) untuk periode 2019-2024 yang akan datang", kata Daay lagi.

Dimasa sekarang ini, troble maker dikalangan remaja merupakan suatu hal yang harus dibenahi secara khusus, karena, ini adalah tanggung jawab kita bersama, untuk membawa para remaja, khusus dikota padang ini menjadi generasi yang berkarakter lebih baik lagi" cakapnya.

Sebab, banyak kita temukan kenakalan remaja dimasa sekarang yang tidak terkendali, seperti, kebanggan melakukan pelanggaran hukum kemudian lepas dari jeratan hukum, mereka akan bangga pabila bercerita kepada teman sebayanya, inilah karakter dan prilaku remaja yang harus kita perbaiki secara bersama-sama", tutur pria berkumis tipis ini lagi.

Pendidikan berkarakter ini diawali dalam keluarga, orang tua harus mendidik anak-anak mereka secara intens, perkuat akidah dan akhlak merupakan pondasi yang harus ditanamkan kepada anak dari dalam rumah, terus Daay y

Seraya meneguk kopinya, Daay yang juga pembina di IKW berharap orang tua dan masyarakat kota padang khususnya, agar secara bersama untuk berikan pendidikan yang berkarakter baik kepada anak-anak kita sebagai penerus bangsa ini, tutup Helmi Moesim.

Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. *roel/ikw*

Pekerjaan Rehabilitasi Jaling Perumahan sebanyak 23 titik, namun, papan nama proyek hanya ada 1 dijalan Beringin IV, Lolong , Padang

Mitra Rakyat.com(Padang)
Pekerjaan Peningkatan dan Rehabilitasi Jalan Lingkung Paket 2, milik Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan(DPRKPP) Kota Padang,Bidang Jalan Lingkung(Jaling), berilai Rp 4.505.311.329.70,-, dikerjakan CV.Duo Davari dan CV.Gasitech Consultan sebagai konsultan pengawas. Sebelumnya, kuat dugaan melanggar spesifikasi teknis dalam pelaksanaanya, pada Sabtu(27/07)waktu lalu.

Terpantau media pada saat itu, diduga rekanan(CV. Duo Davari) melakukan penghamparan aspal saat cuaca hujan lebat, suhu hotmix saat itu diukur menggunakan alat pengukur suhu tidak mencapai 80'c, kemudian, permukaan jalan yang akan diaspal penuh debu(belum dibersihkan), dan pemakaian Prime Coat hanya sekedar saja di jalan Kelapa Gading Astratek, Padang, waktu itu. Bahkan, pekerjaan yang dilaksankan sebanyak 23 titik itu, papan nama proyek hanya berada disatu tempat, Jalan Beringin IV, Lolong.

Suhu panas Hotmix diatas Dum truk saat diukur menggunakan alat pengukur suhu didapati tidak mencapai 80'c

Namun, kontraktor yang akrab disapa Desi pemilik CV.Duo Davari membantah itu semua dengan menyebutkan," jangan memfitnah kontraktor yang bekerja dengan susah payah ini, kami kontraktor belum tentu beruntung pada pekerjaan ini", kata Desi.

Terkait dugaan suhu aspal yang tidak sesuai itu merupakan suatu hal yang tidak benar, kata Desi, sebab, saat itu PPK kegiatan Norman ikut mengukur suhu aspal pada hari Sabtu, 27 Juli 2019, dan  PPK dapati suhu Aspal(Hotmix) 150'c ", jelas Desi.

Dilanjutkannya, menyangkut dugaan aspal dihampar saat cuaca hujan lebat itu, Desi mengakuinya, namun, itu harus dilakukan karena aspal sudah dihampar sebelum hujan turun, jadi pekerjaan saat hujan itu hanya menyelesaikan saja, ungkap Desi.

Baiknya mengukur suhu menggunakan alat itu harus dibenamkan ke dalam aspal ada di Dum truk, jangan hanya sekedar diatas tumpukan aspal saja, ketus Desi.

Sebelumnya, awak media menggunakan alat pengukur suhu digital denga sistim laser atau infra red yang telah teruji kwalitasnya, cara penggunaannya cukup laser ditembakan dengan jarak max 10 cm dari objek, kemudian kita akan dapati hasilnya suhunya. Jadi tidak mungkin alat dibenamkan kedalam tumpukan aspal lagi.

Sampai berita ini ditayangkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan itu Noerman belum berikan tanggapan nya, saat dikonfrotir via what shappnya 0858309836xx, pada Sabtu(27/07) waktu itu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya. *Roel/ikw*

Kennia Syafina Amran(Keken), Siswi Berprestasi SMKN 2 Padang( foto kiri)

Mitra Rakyat.com(Padang)
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri(SMK N 2 Padang), seakan lepas dahaga setelah sekian lama puasa prestasi dibidang keolah ragaan, khususnya Cabang Olah Raga (Cabor) renang.

Ini disampaikan Kepala Sekolah SMKN 2 Padang melalui Guru Olahraga Masri saat ditemui wartawan pada Kamis (26/7) di sekolah SMKN 2 Padang.
Foto Selfi Bersama Keluarga sehabis pertadingan, terlihat Keken sangat Bahagia
Meski hanya meraih medali perak, namun, Kennia Syafina Amran, yang akrab disapa Keken, putri dari  pasangan Nal Koto dan Afri Yuliyanti ini telah membuat sekolah menjadi bangga dengan prestasi yang diraihnya, ungkap Masri.

Keken menyabet mendali perak di cabang olah raga renang di Kejuaran Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional( O2SN ) tingkat SMK se Sumateta Barat yang digelar Dinas Pendidikan Sumbar pada bulan Juli ini, cabor renang dipertandingkan di kolam renang Teratai kawasan Gor Haji Agus Salim Kota Padang, kata nya lagi.

Keberhasilan siswa SMKN 2 Padang yang baru duduk dibangku kelas dua ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Sebab, selama ini, belum ada satupun siswa dari sekolah SMKN 2 Padang yang berhasil menyabet medali, pada ajang O2SN tingkat Provinsi, khusus dicabang Renang, lanjut Masri dengan wajah berseri-seri.

Selanjutnya Masri mengatakan, "apa yang telah diraih oleh siswi nya saat ini, diharapkan akan menjadi motivasi dan inspiras bagi siswa dan siswi lainnya agar lebih semangat agar selalu berprestasi, baik dalam bidang akademik, maupun  dalam bidang olahraga", harap Masri. 

"Karena, untuk meraih prestasi tidak gampang, butuh perjuangan dan kemauan yang kuat dari diri sendiri. Selain itu, juga diperlukan dukungan moral dan do'a dari kedua orang, serta pihak-pihak yang ada disekitarnya", tukasnya.


Mudah-mudahan, pencapaian yang diperoleh tahun ini, bisa ditingkatkan lagi, setidaknya dapat mempertahankan apa yang telah diraih, pungkas Masri


Berikut raihan medali Kennia Syafina Amran pada O2SN SMK tingkat Provinsi:


Turun dicabang 200 meter juara 2Gaya bebas 100 meter juara 2Gaya dada 50 meter juara 2
*Realise*

Proyek Pipanisasi PDAM Kota Padang di Perumka, mendapat tanggapan negatif di lingkungan masyarakat

Mitra Rakyat.com(Padang)
Proyek pekerjaan pipanisasi milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang di sepanjang Jalan Sunda dan Jalan Jawa kawasan perumahan kereta api(perumka), Kota Padang,  yang dikerjakan CV. DUA PUTRA, mendapat sorotan negatif oleh warga sekitar.

Burhan selaku warga sekitar kawasan perumka menilai, "pekerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spek. Bahkan mengenai papan nama kegiatan yang hingga saat ini masih belum dipampang", kata Burhan.

"Seharusnya sejak kegiatan itu dilaksanakan, mestinya papan nama proyek itu sudah terpasangkan, karena pemasangan papan nama proyek itu memang sudah diatur dalam perundang-undangan yang ada, jika menggunakan uang negara haruslah transparan, agar masyarakat juga bisa ikut memantau proses pekerjaan tersebut," ungkapnya, Sabtu (27/07), tadi dirumahnya.

Selanjutnya Burhan mengatakan," itu sudah diatur secara tegas dalam Perpres No 54 tahun 2010 dan Perpres No 70 tahun 2012. Yang mana regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik atau non fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek"ketus Burhan.

Papan nama tersebut diantaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek.

"Jika Papan nama tetap tidak dipasang, maka jelas ini ada niatan untuk tidak tertip aturan dan pengawas dari proyek tersebut harus segera mengambil tindakan tegas, tidak boleh ada kompromi," tegasnya.

Burhan menyebutkan, secara speksifikasi teknis pada penggalian tanah diduganya tidak sesuai, rekanan melakukan penggalian hanya sedalam 70cm-80cm, sementara dalam speksnya penggalian dilakukan sedalam 130cm.

Juga untuk pipa yang digunakan, Burhan mengatakan," pipa yang dipakai menurut dugaannya pipa 4 inch, sementara, dalam spek menurut Burhan 6 inch dinilai dari kebutuhan air bersih warga perumka ini", pungkasnya.

Sementara itu, Jon selaku pelaksana saat dikonfirmasi dengan singkat mengatakan, "bahwa pekerjaannya sudah dianggap sesuai spek. Untuk galian, rekanan menggali tanah sedalam 125 cm, dan untuk pipa yang digunakan adalah pipa berukuran 6 inch.

"Pekerjaan tersebut itu PL (penunjukan langsung), dan sudah sesuai spek," terangnya.

Dalam hal yang berkaitan dengan papan nama, Jon mengakui memang tidak ada  papan nama proyek dipasangkan, sebab, dari PDAM sendiri tidak menyuruh, karena harga PL ini kecil, hanya sekitar 300 jutaan", pungkasnya.

Uniknya, Junaidi menurut informasi dari Jon adalah pengawas dari PDAM, akan tetapi saat dikinfrotir oleh media terkait nama perusahan(kontraktor) mengatakan tidak tahu.

Saat dikonfrotir kepada Humas PDAM Richi menyanggah dugaan tersebut,"Hingga saat ini pemantauan kami, pekerjaan sudah sesuai spek,pipa yang dipasang adalah diameter 150 mm/ 6", dengan kedalaman galian 125 cm. Jika ada galian yg kedalamannya 80 cm itu pekerjaan galiannya belum selesai, dan nantinya pihak pelaksananya akan menambah kedalamannya"jelas Richi.

"karena setiap pemasangan pipa ke tanah harus sepengetahuan pengawas dan nanti pengawas akan cek kembali kedalamannya",lanjutnya.

Rambu-rambu pekerjaan,lanjut Humas itu," memang harus ada di lapangan sebagai pemberitahuan ke masyarakat tetang pekerjaan tersebut. Untuk papan nama proyek tidak diwajibkan, karena semuanya sesuai yang tertuang dalam kontrak", sebut Richi.

"Dan PDAM tidak wajib mengacu pada perpres, karena kita punya regulasi sendiri, perwako dan perdir yang mengatur itu, tuturnya.

Terkait nilai pekerjaan, sumber dana, dan pelaksananya(kontraktor), publik bisa mengetahuinya dengan cara bertanya kepada PDAM, karena PDAM sangat terbuka informasinya jika ada yang bertanya, pungkas Richi.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak media masih upaya konfirmasi Wako Padang, dan pihak terkait lainnya.* roel/ikw*

Rekanan (CV.Duo Davari) bekerja dalam cuaca hujan lebat saat penghamparan Hotmix, di Jalan Kelapa Gading,Astratek, Kec.Padang Utara

Mitra Rakyat.com(Padang)
Diduga kuat, ada kongkalingkong pada pekerjaan jalan lingkung milik Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Pertanahan(DPRKPP) Kota Padang, Bidang Jalan Lingkung(Jaling).

Sebab,terindikasi rekanan (CV.Duo Davari) telah langgar speksifikasi teknis kegiatan. Seperti, jaling dengan mengunakan asphalt hotmix, selain tidak transparan karena tidak disertai dengan plang proyek, juga rekanan  disinyalir salahi aturan dalam pelaksanaannya.

Baca juga :Disinyalir, Proyek "Curang" CV.Insani Kontraktor Direstui Pengawas dan PPTK

Terpantau saat awak media dilokasi kegiatan  yang menggunakan uang rakyat (APBD) itu, pada Sabtu(27/07) di Jalan Kelapa Gading Astratek, Kecamatan Padang Utara, Padang, persis didepan kantor CV.Duo Davari tersebut.

Terciduk rekanan bekerja dikondisi cuaca hujan lebat, dan suhu hotmix sebelum dihampar yang masih berada di atas  kendaran (Dum truk), suhu panas hotmix diduga tidak mencapai 80'c, saat awak media mengukur suhu menggunakan alat pengukur suhu panas(termometer).

Sementara, pada Quality Control proyek jalan berdasarkan spesifikasi umum tahun 2010, suhu campuran di dalam Dum truk harus 135'c -150'c, dan suhu pada pemadatan akhir oleh tandem roller tidak kurang dari 95'c.

Kemudian untuk pekerjaan prime coat , rekanan hanya menghampar seadanya saja, bahkan, pekerjaan pembersihan menggunakan kompresor pun rekanan disinyalir tidak melakukannya.

Sementara dalam spesifikasi teknis dijelaskan, kondisi permukaan jalan sebelum diprime coat harus bersih dari debu dan air. Setelah itu, barulah asphal Hotmix diampar dengan suhu minimal 111'c, ini dilakukan agar aspal jalan kuat dan bermutu.

Dengan begitu, rekanan beserta  stakeholder lainnya diduga telah langgar pasal 25 ayat (1) (2) Perpres No 4 tahun 2015 Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Anehnya, mesikupun konsultan pengawas dari PT.Gartex ada dilokasi, namun, seakan tidak bernyali untuk menegur rekanan nakal tersebut. Wawan selaku konsultan mengakui," suhu aspal memang tidak sesuai dengan semestinya waktu dilokasi, namun, apa daya jarak AMP ke lokasi jauh, jadi wajar suhunya segitu", kata Wawan kepada awak media. Dan saya hanya sendiri, sementara banyak pekerjaan yang harus diawasi tidak hanya ini", jelas Wawan singkat.

Uniknya, saat cuaca mulai gerimis sang konsultan bergegas pergi tinggalkan lokasi, dan teridikasi biarkan rekanan tetap bekerja meski hujan lebat.

Sampai, berita ini ditayangkan, media masih menunggu dan upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.* roel/ikw*




Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman menggelar ajang Duta Budaya 2019. Kegiatan ini diikuti 31 peserta dari berbagai utusan Nagari. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat mulai dari tes tertulis, wawancara dan talenta, maka hari ini acara grand final pemilihan Duta Budaya Kabupaten Pasaman di Aula Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, Sabtu (27/7/2019).

Hadir dalam kegiatan itu Drs Ali Yusri M.Pd Plt Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebuadayaan, Kabid Budaya Ahmad Bukhari SH, Kabid Paud Dan Pendidikan Non Formal Boy Candra Lubis S.Pd beserta narasumber dari provinsi Sumatera Barat dan para peserta yang mengikuti pemilihan duta budaya 2019.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Drs. Ali Yusri M.Pd mengatakan, Alhamdulillahirabbilalamin  akhirnya acara pemilihan Duta Budaya Kabupaten PasamanTahun 2019 program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa kita laksanakan dengan baik.inilah salah satu kegiatan kita untuk memperkuat dan memajukan kebudayaan terutama kebudayaan daerah di Kabupaten Pasaman.

Karena ini salah satu dari kegiatan kita untuk mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Pasaman ini yang agamis, berbudaya dan sejahtera, kesejahteraan tidak terlepas dari kemajuan kebudayaan.

Pelaksanaan pemilihan Duta Budaya ialah guna mendidik dan mengajak pemuda dan pemudi untuk lebih mempromosikan budaya yang ada di Kabupaten Pasaman, ungkap Ali Yusri.

Akhirnya terpilih 5 pasang rangmudo dan puti bungsu menjadi juara Duta Budaya Kabupaten Pasaman dengan motto " Mancari Tampang Nan Kajadi, mamiliah Bijo Nan Katumbuah " diadakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan kabupaten Pasaman.

Pemilihan Duta Budaya Tahun 2019 Juri memberikan penilaian berdasarkan kriteria  yang telah ditentukan , berdasarkan kesepakatan sidang Dewan Juri/ penilai pada tanggal 27 juli 2019.

Nominasi Peserta pemenang PEMILIHAN DUTA BUDAYA KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019 :
Rangmudo;
1.Rangmudo Juara I, Indra Maulana dari kenagarian Aia Manggih Lubuk Sikaping
2. Rangmudo Wakil I Juara II, Ilham Sumardi dari Lansek Kodok Rao Selatan.
3. Rangmudo Wakil II Juara III, Yaumil Aifat dari Jambak Lubuk Sikaping.
4. Rangmudo Bertalenta juara Harapan I, Agung Gumelar dari Padang Mentinggi Rao.
5. Rangmudo Persahabatan Juara Harapan II, Robbi Sugandi dari Sundata Utara Lubuk Sikaping.

PutiBungsu;
1. Putibungsu Juara I, Dinda Hanifah dari Aia Manggih Lubuk Sikaping.
2. Putibungsu Wakil I Juara II, Zaida Rahmi dari Aia Manggih Utara Lubuk Sikaping.
3. Putubungsu Wakil II Juara III, Syitika Rahmi dari Ladang Panjang Tigo Nagari.
4. Putibungsu Bertalenta Juara Harapan I, Defni Ariani dari Padang Mentinggi Rao.
5. Putibungsu Persahabatan Juara Harapan II, Winda Anggraini dari Lansek Kodok Rao Selatan.
Bagi peserta dapat juara, mendapatkan satu buah tropi, piagam beserta uang pembinaan.
(Mad)

Pekerjaan Drainase milik DPUPR Kota Padang di Belanti sarat KKN

Mitra Rakyat.com(Padang)
Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang diduga beraroma KKN. Pasalnya, pekerjaan proyek pembangunan trotoar paket 1 yang berlokasi di dekat SMA Negeri 1 Padang, Kelurahan Belanti, Kecamatan Padang Utara dalam perjalanannya diduga langgar spesifikasi teknis, namun demikian pengawas dan PPTK kegiatan seakan restui itu semua, kata Dani warga kota ini, pada Jumat(26/07) dirumahnya.

Proyek pembangunan jalan  dan jembatan, kegiatan, pembangunan trotoar, pekerjaan pembangunan trotoar paket 1, bernomor kontrak  01/kont-sda/APBD/PUPR/2019, bernilai, Rp 5.962.194.569,73. Pekerjaan yang menggunakan APBD ini, dikerjakan CV. Insani Kontraktor. Kemudian, Konsultan pengawasnya CV Mitra Sakinah, pada pemasangan batu,  sangat kentara indikasi kongkalingkongnya.

 Material Batu dan Material Kanstin diduga tidak sesuai Spesifikasi
Dani menilai pekerjaan yang menggunakan uang rakyat(APBD) Tahun Anggaran(TA 2019) ini  sengaja dijadikan sebagai lahan untuk mengumpulkan pundi-pundi oleh para mafia yang ada diproyek ini.

Seperti, material batu yang digunakan, menurutnya rata-rata tidak sesuai dengan spek, karena, dilapangan terlihat batu untuk pondasi  digunakan bervariasi,  ada batu gunung, batu sungai yang besarnya keterlaluan, bahkan, ada batu yang dicurigai batu cadas, ungkap Dani.

Juga untuk material kanstin, menurut penilaiannya," diragukan kanstin yang digunakan mendapati kualitas beton K-250.Karena, rekanan memakai kanstin produksi sendiri, diragukan sesuai dengan kualitas beton yang dibutuhkan, cetusnya.

Pemasangan batu pondasi dalam keadaan lahan dipenuhi air, dan buruh kasar bekerja tanpa memakai APK

Parahnya, saat pemasangan batu untuk pondasi drainase, rekanan melakukannya dalam keadaan lahan dipenuhi air. Jadi, diragukan untuk kualitas dan mutu bangunan drainase tersebut akan bertahan lama, tambah Dani.

Begitu juga pada SMK3 nya, kuat dugaan rekanan tidak ada gunakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja(SMK3) tersebut, karena, tidak ada satupun buruh kasar yang memakai Alat Pengaman Keselamatan(APK) saat bekerja, tandasnya.

Namun demikian, tidak ada satupun stakeholder yang berani menegur rekanan(kontraktor),baik konsultan pengawas, PPTK dan juga PPK, meskipun sudah banyak dugaan pelanggaran dilakukan oleh rekanan, pungkasnya.

Pada hari yang sama, sebelumnya awak media telah telusuri kelokasi kegiatan, mengkonfortir kepada Riki selaku pelaksana dari CV.Insani Kontraktor. Riki membantah dengan mengatakan,"kami bekerja sudah sesuai speks, baik dari teknis maupun material yang ada.

Tapi, kalau terkait SMK3 dan K3 Riki mengakui memang lalai, hingga memasuki minggu ke13 ini belum ada APK untuk buruh kasar kami sediakan.

Juga, Riki mengakui untuk material kanstin memang rekanan produksi sendiri, namun itu sudah seizin dinas terkait. Dan kami minta dukungan untuk kanstin ini kepada PT.Kunango Jantan, pungkas Riki.

Hal senada juga diungkapkan oleh Desi selaku atasan Riki, Desi mengatakan," kami minta dukungan kepada PT. Kunango Jantan agar bersedia mengadakan material Kanstin, namun karena takut terlambat disebabkan banyak antrian di PT.Kunango Jantan, kami(PT.Insani Kontraktor) produksi saja sendiri dan itupun atas seizin PPTK dan PPK, kata Desi saat itu dikediaman sekaligus kantornya.

Tapi untuk kualitas beton kanstin, Desi menjamin sudah sesuai dengan speks yang semestinya, mungkin bisa lebih yaitu K-300, pungkas Desi.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.*tim/ikw*





Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Dinas pendidikan kabupaten pasaman melalui kepala bidang kebudayaan mengadakan pemilihan duta budaya tingkat Kabupaten Pasaman dengan tema kita tingkatkan semangat dan Implementasi budaya minang "Adat Basandi Sara', Sara' Basandi Kitabullah" sebagai benteng kehidupan budaya di era globalisasi, Jumat (26/7/2019).

Hadir dalam kegiatan itu Kabid Budaya Ahmad Bukhari SH, beserta narasumber dari provinsi Sumatera Barat Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto dan kawan kawan bertempat di Wisma Equator Pasaman Lubuk Sikaping.

Jika berkunjung ke daerah MinangKabau kita mendapati nuansa Islam yang sangat kental. Daerah Minangkabau juga merupakan "penghasil" ulama nusantara. Tak heran karena masyarakat Minangkabau terkenal menerapkan kehidupan yang Islami berpadu dengan adat istiadat lokal.

Tatanan yang dipegang erat sebagai dasar hubungan adat dan agama adalah ungkapan Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (adat bersendi syariat dan syariat bersendi kitab Allah SWT).

Musra Dahrizal biasa di panggil Mak Katik dengan ciri khas memakai kupiah (topi) Sampiah mengatakan, bahwa seluruh duta duta pernagari di harapkan bukan menang ataupun kalahnya tapi dia bisa menyampaikan kebudayaan dalam kontek adaik salingka nagari menurut adaik sabatang panjang (Adat selingkar nagari menurut adat sebatang panjang) dimana dia berada dapat menjadi corong kebudayaan minang kabau secara utuh.

Selanjutnya, tidak perlu cantik dan gagah yang perlu wawasan kebudayaan adat basandi sara' bersama pengajian Al Qur'an dan mengerti dengan adat itulah yang kita harapkan, ucapnya.

Kegiatan ini berjalan selama tiga hari  tanggal 25 s/d 27 Juli 2019 di ikuti 31 orang peserta dengan menampilkan Kemahiran dari beberapa budaya tradisi minang seperti, Azan, mengaji, silat, Randai serta lainnya.

Nantinya juara yang akan dipilih: rangmudo samoputi bungsu, rangmudo putibungsu wakil 1 sepasang, rangmudo putibungsu wakil 2 sepasang, rang mudo putibungsu bertalenta sepasang, rangmudo putibungsu persahabatan sepasang, jadi yang diutus untuk duta budaya tingkat provinsi Sumatera Barat hanya tiga orang pemenang rangmudo sama putibungsu.
(Mad).



Kepala Sekolah SMP N 30 Padang bersama Zahwa Islami Novianita Salah satu Siswi Berprestasi

Mitra Rakyat.com(Padang)
Sekolah Menengah Pertama Negeri(SMP N) 30 Padang, milik segudang siswa siswi berprestasai. Terbukti pada kejuaraan antar pelajar se Sumatera Barat baru-baru ini. Diantara siswi berprestasi itu ialah Zahwa yang berhasil meraih Medali Emas di liga pelajar tingkat SMP dan SMA se Sumatera Barat pada dimulai pada 21 Juli 2019.

Zahwa salah satu siswi kebanggaan SMP N 30 Padang itu berhasil mendulang Emas pada Cabang Olah Raga (Cabor) Taekwondo putri liga pelajar.

Selain di liga pelajar Taekwondo Sumbar meraih medali emas, sebelumnya, Zahwa juga sudah banyak raih medali emas, di kejuaraan daerah Taekwondo Se Sumbar Walikota Cup II pada 31/8/2018 lalu, zahwa berhasil meraih juara I  dan sabet satu Emas dengan bawa nama  Dojang Pos Padang.
Foto Bersama Para Guru dan Kepsek SMPN 30 Padang

Kepala Sekolah SMPN 30 Padang, Revianti,M.Pd saat di kunjungi ke sekolah mengatakan,"sangat bangga atas prestasi yang sudah di raih siswi dan siswa nya.
Teti sapaan akrab Kepala Sekolah SMPN 30, sangat bangga dengan zahwa siswi kelas 7.3  ini sudah raih medali emas dalam kejuaraan liga pelajar sumbar. Harapannya ” semoga seluruh siswa dan siswi nya bisa berprestasi ke tingkat Nasional", harap Teti.

Wakil Kepala Sekolah(Wakepsek) ArnaFera,S.Si bidang Kurikulum juga menyebutkan, " selain Zahwa, kita juga miliki siswa berprestasi lainnya, seperti pada cabor Bulu Tangkis yang pernah raih juara umum di tingkat Nasional.

Hal senada juga disampaikan Mukhnizar  wakil kepsek bidang kesiswaan,kita juga ada siswa beladiri pencat silat yang berprestasi raih piala bergilir”tutur nya.

Ditambahkan Teti selain Siswa dan Siswi yang berprestasi, SMPN 30 juga ada guru raih prestasi di tingkat Nasional”pungkas Kepsek tersebut.



Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Polsek Lubuk Sikaping yang di pimpin Iptu Fion Joni Hayes SH. MM bersama Kanit Reskrim Ipda Nofrizal beserta jajaran Polsek Lubuk Sikaping berhasil meringkus satu orang pelaku pencuri sepeda motor.

Kapolsek Lubuk Sikaping Iptu Fion Joni Hayes dalam Press Reales Menyampaikan, Pada hari Selasa tanggal 23 Juli 2019 sekira pkl 14.00 wib bertempat di Kampuang Koto Tangah Nagari Ganggo Mudiak Kec. Bonjol Kab. Pasaman telah dilakukan penangkapan sesuai Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sp.Kap/03/VII/2019/Reskrim tanggal 23 Juli 2019 terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/13/VII/2019/Sek-Lbs tanggal 22 Juli 2019.

Pelaku yang berhasil diringkus adalah, Candra panggilan si Can (31), Agama Islam, tidak memiliki pekerjaan tetap, Alamat Kampuang Koto Tangah Kenagarian Ganggo Mudiak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman. pelaku berhasil di tangkap dirumah istrinya Koto Tangah Kenagarian Ganggo Mudiak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman pada hari Selasa 23 Juli 2019.

Selanjutnya, dalam penangkapan tersebut berhasil di sita sepeda motor merk Honda Revo 110 warna hitam dengan Nomor Polisi B-3762-TND, Nomor Rangka MH1JBC114AK613620 dan Nomor Mesin JBC1E1605577 milik Joni Efriadi yang dicuri  pada hari Senin 22 Juli 2019.

Kejadian berawal Pada hari Selasa sekira pkl 11.00 wib didapat informasi bahwa ada saksi yang melihat pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor merk Honda Revo sesuai Laporan Polisi nomor : LP/13/VII/2019/Sek-Lbs tanggal 22 Juli 2019, berdasarkan laporan tersebut Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Nofrizal, SH bersama anggota memeriksa kebenaran informasi yang disampaikan, setelah sampai di Lokasi Kanit Reskrim bersama anggota meminta keterangan saksi yang melihat dan langsung memeriksa ke lokasi kejadian.

Setelah diringkus pelaku tindak pidana pencurian diamankan di Mako Polsek Lubuk Sikaping dan diambil keterangan, yang bersangkutan mengakui tindakannya mengambil sepeda motor merk Honda Revo 110 warna hitam.

Sekira pkl. 14.00 wib langsung di bawah Pimpinan Kapolsek Lubuk Sikaping IPTU Fion Joni Hayes SH, MM bersama anggota menggunakan Mobil Dinas Isuzu menuju Bungo Tanjuang Nagari Malampah Kec. Tigo Nagari mencari Barang Bukti sepeda motor merk Honda Revo tersebut karena menurut keterangan pelaku sepeda motor tersebut di sembunyikan di rumah orang tuanya di Nagari Malampah.

Kapolsek Lubuk Sikaping bersama anggota membawa pelaku beserta barang bukti ke mako polsek Lubuk Sikaping untuk di amankan. Pelaku di kenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman tuntutan hukuman lima tahun penjara.
(Mad)




Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Kelompok Bermain (KB) Rumanti Nagari Aia Manggih Kecamatan Lubuk Sikaping dikunjungi tim penilaian akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Provinsi Sumatera Barat, Rabu (24/07/2019).

KB Rumanti (Rumah Nan Tigo Puluah) yang beralamat dijalan Bundo Kanduang Aia Dadok Kenagarian Aia Manggih Kecamatan Lubuk Sikaping berdiri sejak 18 Juli 2013 ini dikelola oleh Edri Marni dengan dibantu empat orang guru pengajar.

Dalam penilaian akreditasi ini menurunkan Tim asesor penilaian dari badan akreditasi nasional (BAN) PAUD Provinsi Sumatera Barat. Tim asesor beranggotakan dua orang, Riswandi S. Pd dan Dedi Hendri spd.

Riswandi S. Pd mengatakan bahwa penilaian akreditasi ini melakukan penilaian berupa delapan standar pendidikan dari kurikulum yang tersedia di lembaga.

Selanjutnya, jika lembaga terakreditasi maka banyak yang di dapat keuntungan dari lembaga tersebut dapat bantuan dari pusat melalui dana APBN. Di Kabupaten Pasaman ada tiga lembaga yang dinilai yaitu, Kelompok Bermain Rumanti, Raudhatul Athfal Bhakti Lima Lima dan Kelompok Bermain Al Basir.

KB Rumanti ini dibawah binaan mantan Kepala SKB Lubuk Sikaping Yulfatmi, S.Pd mempunyai visi " Mewujudkan Generasi Yang Berkarakter, Sehat,  Cerdas, Ceria Serta Berakhlak Mulia".

Misi dari KB Rumanti ini yaitu menanamkan nilai nilai agama, moral,  etika dan sosial kepada anak. Melatih kekuatan fisik anak dengan bimbingan bunda asuh dan orang tua. Memberikan pengetahuan umum sesui kemampuan dan daya pikir anak. Menumbuh kembangkan rasa kebersamaan percaya diri dan mandiri serta mengatahkan bakat dan minat yang ada pada anak.

Yulfatmi,S.Pd menjelaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  ini terdiri dari Tempat Penitipan Anak (TPA) usia 0-3 tahun,  Kelompok Bermain (KB) usia 3-4 tahun dan Taman Kanak Kanak (TK) 5-6 Tahun,  Satuan Paud Sejenis (SPS).

Sebagai pembina KB Rumanti Yulfatmi berharap supaya kedepannya paud rumanti ini dapat akreditasi A agar bagi orang tua untuk dapat menitipkan anaknya belajar di KB Rumanti ini.
(Mad)


Cerpen
Malam ini Aku pulang bekerja lebih cepat dari malam sebelumnya. Penat dan letih karena belum mandi mulai terasa menghinggapi sekujur tubuh. Sesekali tangan ku hinggap tuk menggaruk muka, telingga dan kaki, karena gatal (kurapan kali ya, hehehe)

Maklum, sebagai buruh yang selalu berkutat dengan pencari dan penyampai informasi,  membuat aku dituntut tidak mempunyai jadwal pulang yang tetap seperti orang kantoran.

Terkadang, ada terselip rasa iri dihati, kala melihat orang-orang, sudah bisa berkumpul dan bercengkerama dengan anak dan isterinya. Sementara Aku, masih saja sibuk berkutat dan keluyuran dengan teman-teman seprofesi (waduh.... rada baper nih)

Seperti hari biasa, motor bebek tunggangan yang Ku lendarai dan selalu setia menemani ku telah sampai dirumah. Lalu motor kusandarkan dan memarkirnya dihalaman rumah.

Selang beberapa saat motor Ku parkir, tiba-tiba dari pintu rumah sudah terdengar sautan lembut dari isteri Ku.

"Baru pulang pa,, kata nya dengan suara manja, oh iya si Adek (Iqrar Permana Nusantara), hari ini ulang tahun, tapi Ia ndak mau pakai kue ulang tahun, mau nya ke Mac Donald,".  ucap isteri Ku, sembari bergelayut dipundak tuk menemani Ku masuk ke dalam rumah.

Aku pun membalasnya hanya dengan senyuman, sebab, rada bingung juga, mo jawabnya, karena disodori dengan pertanyaan yang bertubi, (ngak pakai rem kali he hehehe)

Sebenarnya aku pun telah menduga bakal disambut dengan pertanyaan seperti itu. Apalagi hari ini adalah hari yang sangatlah penting bagi keluarga ku. Dimana pada hari ini, satu-satu nya putra kesayangan Ku yang bernama "Iqrar Permana Nusantara" merayakan hari kelahirannya di dunia yang penuh warna ini dan akan menginjakkan usia nya yang ke 8 tahun.

Beberapa saat, kami berdua masuk kedalam rumah. Ditengah ruangan, Ku lihat anggota keluarga kecilku (Putra dan Putri ku) tengah duduk dan menatap Ku dengan wajah harapan menunggu jawaban atas pertanyaan isteri Ku tadi (sepertinya telah di seting)

Namun sebelum menjawab, Aku hempaskan dulu badan ini ke kursi, lalu meraih gelas berisi segelas air putih yang selalu disediakan isteri Ku diatas meja setiap kali pulang kerja.

Sesaat Aku terdiam, sambil melepas lelah, ku tatap mereka satu persatu, sedangkan sejuknya air yang masuk kedalam kerongkongan, terus mengalir dan menyegarkan tubuh.

Lalu Ku berdiri, dan mendekati Putra Ku, sambil merangkul nya, kudekap dan kutatap kedua matanya yang polos. Dengan suara lirih dan perlahan, kubisikan ditelinga nya dengan ucapan
“Selamat ulang tahun ya nak, jadi anak yang sholeh, berbhakti kepada orangtua, selalu ingat Allah dan jangan sombong” ucap ku dengan penuh kasih sayang, lalu mencium kedua pipinya

Dengan setengah gelagapan, Iqrar pun menjawab do'a Ku.

"Iya Pa, aamiin ya rabbal alamin,” jawabnya dengan senyuman lebar, Do'a kan selalu kita sekeluarga selalu sehat dan dilindungi Allah ya Pa.

Rasa haru menyesak kedalam hati Ku, karena tidak mengira menerima jawaban yang sama sekali tidak diduga.

Secara serempak kami pun meng amini jawabannya.

Akhirnya, setelah mandi dan beres-beres semuanya, kami pun memenuhi permintaan nya tuk merayakan hari ulang tahun nya pergi ke Mac Donald di Jln A. Yani Kota Padang.


*Terima kasih* NKT

 Kondisi Jalan Nasional Bypass padang, dihiasi banyak lobang menganga dan dalam berpontensi sebabkan lakalantas.

Mitra Rakyat.com(Padang)
Puluhan bahkan mungkin ratusan lubang menganga hiasi jalan nasional Bypass yang kuat dugaan berpotensi sebabkan kecelakaan lalu lintas(lakalantas). Salah satunya jalan by pass KM 16 Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah.
Salah seorang penggunan jalan menyesalkan kondisi jalan itu saat ini. Disejumlah ruas jalan banyak lubang yang bisa kita temui diantaranya ya dikelurahan ini, kata Joy, pengguna jalan bypass pada Selasa(23/07) tadi dijalan bypass.

"Tidak sedikit lubang yang menganga dan dalam yang berpotensi bahayakan nyawa pengguna jalan ada sepanjang jalan by pass ini" tutur Joy.
Seraya menunjukan dengan jarinya, Joy terus mencoleteh," silahkan lihat sendiri, itu jalan sudah berlobang, kemudian kabel listrik yang ada didalamnya sudah muncul dan kulit kabel terkelupas", cetusnya.
Kabel listrik JPU jalan Bypass muncul kepermukaan jalan dan terkelupas

Nah, ini apalagi kabel listrik sudah muncul ke permukaan jalan dan kulitnya sudah sobek, akibatnya, pengguna jalan apabila terjatuh pas diatas kabel yang robek, "nggak tau deh nasibnya gimana", untung-untung aliran listriknya nggak ada, kalau ada gimana, tandasnya.

Jalan rusak selain mengakibatkan laka lantas, juga akan merusak kendaran yang terperosot kedalamnya, akibatnya, pelek atau roda kendaran akan sering diperbaiki oleh pemiliknya, pungkas Joy.

Jalan Bypass sepanjang lebih kurang 27 kilo meter itu dikerjakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Sumbar( BBPJN Wilayah III Sumbar).
Sementara, saat dikonfrotir kepada Kepala Satuan Kerja (Ka Satker), Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN II) Wilayah Sumbar, Agung Setyawan ST, hingga berita ini diterbitkan belum berikan tanggapan konfirmasi awak media.


Sampai berita ini diterbitkab media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.*Roel/ikw*


Tjendrawati Sio alias Cece (kanan),didampingi Suami dan Kuasa Hukum Devi Diany SH, saat konferensi pers di kediamannya.

Mitra Rakyat.com(Padang)
Merasa dibuli terkait dugaan pelanggaran hukum yang tidak pernah diperbuatnya. Akhirnya pemilik usaha dagang minuman dan pengusaha tempat hiburan (Toko 4F/ Damarus) Tjendrawati Sio alias Cece menggelar konferensi pers disalah satu tempat usaha hiburannya, guna mengklarifikasi indikasi pelanggaran hukum yang disangkakan kepadanya, pada Selasa (23/07) tadi.

Cece yang didampingi suami dan pengacaranya Devi Diany SH mengatakan, "kasus ini seakan dipaksakan oleh pihak penyidik, karena, definisi oplosan menurut hukum pada kasus ini tidak tepat", tutur Cece.

Cece membantah kalau dia(cece) tidak pernah produksi minuman beralkohol oplosan ditoko minumannya, lanjut cece.

Sedikit kronologis kejadian diceritan Cece,"Malam itu hari Senin tanggal 20 Mai 2019, seorang pembeli yang tidak dikenalnya membeli minuman paket Rp 50.000, karena tidak ada paket yang diminta, selanjutnya konsumen meminta 4 botol minuman alkohol berbeda merk dan membayar kepada pelayan sebesar Rp 58.000, kemudian pembeli menyuruh pelayan toko untuk mencampur ke empat botol minuman itu kedalam  satu kantong plastik, selanjutnya diberikan pelayan kepada sipembeli, jelas Cece.

Minuman yang ada dikantong plastik itulah yang dijadikan sebagai barang bukti dugaan minuman oplosan yang disangkakan kepadanya, jelas Cece lagi.

Selanjutnya, Devi Diany SH sebagai kuasa hukum dari Cece pada kesempatan itu menjelaskan,"Minuman keras oplosan adalah minuman keras yang ditambahkan bahan-bahan sebagai perasa pada minuman keras. Bahan-bahan yang digunakan oleh pembuat minuman oplosan sangat tidak layak untuk di konsumsi", jelas Devi.

Sementara pada kasus ini, dilanjutkannya, "pemilik toko 4F(Cece) sudah mengantongi izin usaha perdagangan minuman berakohol yang diterbitkan Kementrian Perdagangan Kota Padang, bernomor : 30/SIPT/SUBDIS-MB/10/2018, diterbitkan tanggal 31 Oktober 2018 berlaku hingga 12 Januari 2021.

Jadi menurut kuasa hukum tersebut, pelanggaran undang-undang tentang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, dan Undang-undang Pangan 18 tahun 2012, seperti apa yang disangkakan kepada klainnya tersebut tidak tepat sasaran, tegas pengacara itu.

Terkait dengan persoalan ini, pihak Toko 4F dengan kuasa hukumnya akan mencoba mengkomunikasikan dengan Lembaga Bantuan Hukum( LBH ) dalam upaya mencari perlindungan hukum atas tuduhan pengoplosan tersebut.

Dengan dugaan kasus ini pihak toko 4F (Cece) merasa tidak nyaman dan merasa nama baiknya diobrak-obrik, pihak tersangka akan lapor balik pihak-pihak yang dirasa telah merugikan kliennya, pungkas Devi.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih upaya konfrotir pihak-pihak terkait lainnya.*Tim/ikw*


Wakapolres Kep.Mentawai Maman Rosadi Foto Bersama Segenap Anggota IKW RI di Kawasan Gor.H.Agus Salim Padang

Mitra Rakyat.com(Padang)
Wakil Kepala Polisi Resor(Wakapolres) Kepulauan Mentawai Maman Rosadi, hari ini temu ramah dengan puluhan pewarta dan pemilik media yang tergabung dalam organisasi sosial Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia( IKW RI) disalah satu cafe dikawasan Gor H.Agus Salim, padang,Sabtu(20/07) siang tadi.

Kedatangan Wakapolres Mentawai Maman Rosadi  yang di dampingi Firman disambut hangat seluruh jajaran pengurus dan anggota IKW-RI.

Sebagai wujud persahabaan, Maman Rosadi berserta Firman disuguhi minuman khas dikalangan pemuda minang kopi setengah (kopi sakarek-bahasa minang red). Dan ini telah menjadi budaya di IKW-RI kepada setiap tamu yang datang di markas besar IKW-RI kawasan Gor Haji Agus Salim.

Dalam pertemuan tersebut, Maman Rosadi sangat mengapresiasi komunitas IKW-RI yang bisa menjalin kesatuan persatuan dalam ikatan sosial sesama media.

"Tentu hal ini tidaklah mudah untuk mewujudkannya, apalagi kita tahu bahwa menyatukan satu visi dan misi terutama para pemilik media yang mempunyai kesibukan dan aktivitas masing-masing", kata Maman.


Oleh karena itu, besar harapan kami selaku aparat penegak hukum untuk saling berkoordinasi dan menjaga kebersamaan ini serta saling memberi manfaat kepada masyarakat dalam bingkai NKRI, pinta Maman Rosadi beberapa menit lalu.
Realis *IKW RI*

Warga perumahan Alam Indah, Kel.Lubuk Minturun,Kec.Koto Tangah,Kota Padang, saat Goro Perbaiki Jembatan Yang Amblas
Mitra Rakyat.com(Padang)
Warga Perumahan Alam Indah Kelurahan Lubuk Minturun,Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kecewa terhadap kinerja Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Pertanahan(DPRKPP) Kota Padang. Pasalnya, janji tahun lalu akan membangun infrastruktur jalan (betonisasi) di komplek warga tersebut hingga saat ini belum terealisasikan, kata Weny, warga perumahan tersebut pada Jumat (19/07) dipadang.

Tahun lalu (2018) masyarakat setempat sempat merasa sangat bahagia dan bersyukur, karena masyarakat dijanjikan jalan dikawasan perumahan mereka akan segera di beton oleh dinas terkait, ungkap Weny lagi.

"Semula kami sangat senang dan berharap jalan ini akan di cor, karena beberapa orang petugas sudah turun mengukur jalan yang akan dibetonisasi" kata Weny dengan wajah kecewa.

Namun, lanjut Weny,  "harapan tinggal harapan, hingga detik ini alhamdulillah betonisasi yang dijanjikan tidak kunjung terlaksana, sementara, saat ini sedang giatnya pembangunan infrastruktur dikerjakan di pusat kota, tandasnya.

Wanita paruh baya ini melanjutkan, "lengkap sudah penderitaan warga, setelah jembatan yang dibangun dari swadaya masyarakat yang tercipta  dari pohon kelapa ini amblas, sehingga diyakininya, segala aktivitas warga setempat terganggu, bila pemerintah tidak cepat tanggap untuk segera perbaiki.

Terakhir Weny berharap pada Pemko Padang, lewat DPRKPP Kota Padang, untuk segera merealisasikan pembangunan jalan beton yang dijanjikan pada kawasan Perumahan Alam Indah supaya perekonomian masyarakat tumbuh dan segalan kegiatan warga berjalan lancar, pungkas Weny.

Sampai berita ini diterbitkan pihak media masih upaya konfirmasi pihak terkait. *roel/ikw*


Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman -- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasaman Lakukan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi Kursi Partai Politik dan Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Dalam Pemilihan Umum 2019 di Aula Flom Mitra Lubuk Sikaping,  jumat. (19/07/2019).

Berdasarkan Keputusan KPU Kabuaten Pasaman Nomor : 162/PL.01.9-Kpt/1308/KPU-Kab/VII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabuaten Pasaman Tahun 2019 yang menetapkan Kursi Partai Politik yaitu PKB 4 Kursi,  Gerindra 5 Kursi,  PDI Perjuangan. 1 Kursi,  Golkar 4 Kursi,  Nasdem 3 Kursi,  PKS 5 Kursi,  PPP 4 Kursi, PAN 4 Kursi,  Hanura 1 Kursi,  Demokrat 4 Kursi.

Dan Sesuai dengan Keputusan KPU Kabupaten Pasaman Nomor : 163/PL.01.9-Kpt/1308/KPU-Kab/VII/2019 tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabuaten Pasaman Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019
yang menetapkan 35 anggota DPRD Pasaman Periode 2019-2024.

Dari Daerah Pemilihan Pasaman 1 yang terdiri 5 Kursi ditetapkan Welly Suhery, S.T (PKB),  Rahmi Wahidah, A. Md (Gerindra), Eka Hariani Sandra (Golkar),  Danny Ismaya, S.T dan Ristawadi, S.T.

Sedangkan Untuk Daerah Pemilihan Pasaman 2 terdiri 8 kursi ditetapkan Karman (Gerindra),  Mhd Maradongan nst (PDI Perjuangan), Sodikin (Golkar),  Yusrizal (Nasdem),  Aprial (PKS),  Yulius Erita, S.Ag (PPP),  Arivatana,S.Pd (PAN) dan Leon Fitra Irfan, S.T (Hanura).

Dan untuk Daerah Pemilihan Pasaman 3 sebanyak 6 Kursi ditetapkan Muhammad Ansyari Lubis (PKB),  Asraf (Gerindra), Nelfri Asfandi, S. Pt (PKS),  Bona Lubis,  S.P (PPP),  Yulisman, A. Md (PAN), Rudi Aspirasi, S.T (Demoktat).

Pada Daerah Pemilihan Pasaman 4   sebanyak 8 Kursi menetapkan Aminullah,S.H (PKB),  Bustomi, S.E (Gerindra),  Yasri (Golkar),  Salamat,  S. E, M.Si (Nasdem),  Syamri (PKS),  Erizal (PPP),  Haniful Khairi, S.Sos (PAN)  dan Mulyadi (Demokrat).

Untuk Daerah Pemilihan Pasaman 5 sebnyak 8 kursi ditetapkan Jusran (PKB), Martias (Gerindra),  Syofyan, S.Pd (Golkar),  Ahmad Kadafi,S.T (Nasdem),  Farizal,  M.Farm,Apt (PKS), Emitrapil,A.Md (PPP), Drs. H Hendri (PAN),  Nelo Primardi,S.T.(Demokrat).
(Mad)




Mitra Rakyat (Pasaman)

Pasaman - Memiliki rumah layak huni merupakan impian semua orang, tak terkecuali bagi  warga kurang mampu di Kecamatan Lubuk Sikaping, kabupaten Pasaman. Rumah idaman yang menjadi impiannya puluhun tahun akhirnya terwujud melalui  HUT Adyaksa yang ke 59 dan Ikatan Adyaksa Darma Karini ke 19.

Kejari Pasaman Adriyansah, SH, MH bersama Ketua Baznas Pasaman, lakukan bedah rumah warga kurang mampu yang  bernama Syawal benteng di Jorong rumah Nan XXX Nagari Air Manggis Kec. Lubuk Sikaping Kab. Pasaman, jumat (19/7/2019).

Dalam rangka Hut Adyaksa yang ke 59, kepala kejaksaan yg didampingi istri beserta jajarannya rela berjalan kaki masuk perkebunan melalui jalan setapak lebih kurang 400 M,dari jalan aspal menuju lokasi, beliau sangat terharu melihat kondisi rumah yang lantai tanah dinding bambu yang dibelah dan terpal yang sudah robek.

Sampai istri beliau begitu tercengang, dan terharu,"Duh kok masih ada rumah seperti ini, sabar ya dek", dengan lembut beliau mengusap dan memeluk istri syawal Rama.

Adriyansah dalam sambutannya mengucapkan, terima kasih dan beri apresiasi kepada ketua Baznas Pasaman dan jajaran nya, yg telah melakukan kerjasama dlm rangka HUT Adiyaksa ke 59 ini, dan Ikatan Adiyaksa Darma Karini ke 19, melalui Program Unggulan nya "Pasaman Peduli".

Kami sangat terbantu, insyaallah ,kita komit untuk menyalurkannya melalui Baznas Pasaman, karna kita sudah lihat kerja nyata nya Baznas Pasaman yang di ketuai Ustad H. Syafrizal, ucapnya.
(Mad)

Praktisi Hukum dan Pengacara Edi Mujahiddin SH

Mitra Rakyat.com(Padang)
Sebagai praktisi hukum Edi Mujahidin SH, menegaskan setiap proyek tanpa papan nama informasi proyek merupakan sebuah ‘pelanggaran’ karena tidak sesuai dengan amanat Undang – Undang dan Peraturan lainnya, tegas Edi pada Jumat (19/07) dipadang.

Kedua peraturan dimaksud tertuang pada Undang – Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, jelas pengacara itu.

Berita terkait : PPK 2.1 BPJN Wilayah III Sumbar Tidak Koperatif, Proyek Preservasi Jalan Solok-Sawahlunto Terindikasi Korupsi 

“(Proyek tanpa plang nama proyek), melanggar Peraturan Presiden dan Undang – Undang,” tandas Edi.

Menurut anggota Ikadin itu, "plang informasi proyek  bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan. Dimana keterbukaan atau transparansi ini dimulai sejak tender atau lelang proyek dilakukan termasuk tender proyek yang dilakukan di badan publik.

“Pada pasal 25 Perpres diatur mengenai pengumuman rencana pengadaan barang/jasa pemerintah, melalui website, portal LPSE, papan pengumuman resmi, dan sebagainya. Ini semakin memperkuat apa yang juga diatur dalam UU nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP),” paparnya.

Disinggung mengenai masih adanya proyek yang dikerjakan tanpa plang nama proyek di Sumatera Barat (Sumbar) yang dikerjakan oleh rekanan (PT.Trijaya Putra) yang menggunakan APBN ,  kembali menandaskan apa yang dilakukan pihak rekanan telah melanggar kedua peraturan dimaksud. “Ya, melanggar UU dan Perpres,” tukas dia.

Seperti proyek preservasi jalan Solok-Sawahlunto yang baru-baru ini jadi pemberitaan di media ini, Edi menyebutkan," tindakan rekanan yang tidak profesional bekerja tanpa menggunakan papan nama proyek jelas langgar aturan", terang Edi.

Secara administrasi pada pekerjaan awal, pihak rekanan wajib mengadakan dan menyediakan plang dimaksud, agar tercipta transparasi yang baik dikalangan publik. Kemudian, untuk pengadaan plang tersebut negara sudah menganggarkannya, bukan masalah harganya, tapi fungsinya yang vital terhadap kualitas produk yang diharapkan, tukas Edi.

Apalagi pekerjaan preservasi jalan ini secara Long segament, yang merupakan penanganan preservasi jalan dalam batasan satu panjang segmen yang menerus untuk mendapatkan kondisi jalan yang seragam, yaitu jalan mantap dan seragam sepanjang segmen. (SE Dirjen Bina Marga No 09/SE/Db/2015)

Long segment, lanjut Edi," biasanya meliputi empat komponen jalan yaitu perkerasan, pekerjaan bahu jalan, dan pekerjaan drainase, kemudian masing-masing komponen memiliki indikator kinerja. Dengan tidak menampilkan plang proyek bisa jadi indikasi peluang kontraktor berbuat kecurangan terbuka lebar, karena banyak nya item pekerjaan yang tidak bisa diawasi ungkapnya.

Ditambah dengan tidak koperatifnya PPK 2.1 Ken saat dikonfirmasi media terkait hal itu menumbuhkan asumsi negatif dan nilai buruk dinas dimata masyarakat, hingga kecurigaan tipikor  secara bersama oleh stokholder makin kuat terhendus dikegiatan itu, cetusnya.

Begitu juga Kepala Satuan Kerja(Ka Satker PJN Wilayah II) BPJN Wilayah III Sumbar, Agung Setyawan ST, hingga berita ini diterbitkan, Agung belum mau menanggapi konfirmasi media.


Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu dan upaya konfirmasi pihak terkait lain. *Tim/ikw*

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.