Maret 2019



Mitra Rakyat (Pasaman)

Kepolisian Resor Pasaman laksanakan Press Release pengungkapan Pencurian di aula Rupatama Polres Pasaman, Sabtu {29/3}.
Press realese ini dihadiri oleh Kapolres Pasaman AKBP Hasanudin S.Ag,  Kasatserse AKP Lazuardi S.Sos , Kabagops, Kompol Iwan Siswanto, Kasat Sabhara AKP. Parminto dan personil jajaran Polres Pasaman.

Kronologis kejadian, Senin tanggal 18 Maret 2019 sekitar Pukul 05.30 Wib di Jalan A. Yani no 17 B Kenagarian Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman,  Telah terjadi pencurian Uang tepatnya di Kantor Baznas Kabuaten Pasaman, Dengan kerugian  Uang sekitar Rp.74.781.000 { Tujuh Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Rupiah}
Berdasarkan Laporan Polisi No. LP/38/III/2019/SPKT Res Psm Tanggal 18 Maret 2019, Tim Buser Sat Reskrim Polres Pasaman melakukan olah TKP dan petunjuk yang di peroleh oleh penyidik sewaktu melakukan penyelidikan maka dugaan pelaku pencurian di kantor Baznas Kabupaten Pasaman, Mengarah kepada seorang laki laki yang bernama RS { 36 } yang beralamat di Jorong Taluak Ambun , Kenagarian Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping.
Saat penyidik melakukan interograsi maka, RS mengakui perbuatannya yang melakukan pencurian di Kantor Baznas Kabupaten Pasaman.

Sebelumnya pada Hari Rabu Tanggal 13 Maret 2019. RS mendapat bantuan dari Baznas Kabupaten Pasaman sebanyak Rp.500.000,- { Lima ratus Rupiah  } dari sanalah timbul niat RS untuk melakukan pencurian karena terdapat Uang dengan jumlah yang cukup banyak.
Kemudian tim melakukan pengembangan dan menemukan barang bukti ( BB ) yang diduga merupakan barang-barang dari hasil Uang curian, Di Kantor Baznas Kabupaten Pasaman.

Sehingga selanjutnya barang bukti ( BB ) yang ditemukan dibawa ke Polres Pasaman untuk ditindaklanjuti.
Barang Bukti yang diamankan antara lain :
1 unt sepeda motor Scopy warna biru putih dgn No Pol BA 3697 DD { Alat yang digunakan untuk ke TKP}.
2. 1 buah perhiasan kalung emas.
3. 1 buah cincin emas2.
4. 2 buah Anting
5. 1 buah helm warna hitam merk Classic

Tindak pidana Pencurian sesuai pasal 363 ayat ( 2) sub pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP Pidana dengan ancaman Hukuman Maksimal 7 Tahun penjara.
Kapolres juga berpesan kepada kita semua "agar selalu waspada terhadap segala jenis tindak kejahatan. Dan segera melaporkan kalau ada hal hal yang mencurigakan disekitar kita",ungkap kapolres Pasaman.(Mad)


Mitra rakyat.com (Pasbar)


Dididuga terkait adanya kecurangan PPS Nagari Sinuruik seorang warga melaporkan kepada Panwaslu kecamatan Talamau.

Dugaan ada kecurangan yang dilakukan PPS Nagari Sinuruik dalam seleksi penerimaan angota kpps nagari sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, seorang warga  Zaimu Rezki melaporkan kecurangan seleksi kpps kepada Panwaslu kecamatan Talamau. Jum'at (29/03)

Sebelumnya zaimu mengikuti seleksi angota kpps Nagari sinuruik namun ia merasa di rugikan pada waktu seleksi oleh PPS Nagari Sinuruik dan ia dinyatakan tidak lulus dengan alasan ia berpihak kepada salah satu kandidat .

"degan alasan itu saya tidak terima dan melaporkan ke Panwaslu Kecamatan Talamau, karena yang lulus atas nama Rahmat Afani juga berpihak kepada salah satu kandidat, tapi kenapa kok lulus juga"ujarnya kepada wartawan sumbardetik.com

Laporan tersebut disampaikan Zaimul Rezki melalui sepucuk surat dengan beberapa item indikasi dugaan kecurangan yang dilakukan PPS Kecamatan Talamau dalam Perekrutan anggota KPPS.

Saat di wawancarai Zaimul Rezki mengatakan, dengan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan PPS Nagari Sinuruik dalam perekrutan anggota KPPS, dia menginginkan PPS Nagari Sinuruik melakukan perekrutan ulang anggota KPPS.

"Dalam laporan saya, ada 12 item indikasi dugaan kecurangan yang dulakukan PPS Nagari Sinuruik, Saya minta anggota KPPS direkrut ulang" katanya tegas.

Disampaikan 12 item indikasi salah satu Pelanggaran di antaranya di temukan angota kpps yang lulus tanpa melalui proses seleksi inisial MY (tps 17) sementara yang bersangkutan sampai saat ini masih berada di luar negri, sedangkan bahan beserta tanda tangan untuk seleksi dimasukan oleh pihak lain.

Sementara itu Ketua PPS Nagari Sinuruik Maival saat dikonfirmasi,MinangkabauNews.com melalaui telepon seluler mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan perekrutan anggota KPPS sesuai dengan aturan yang ada.

"Terkait dugaan adanya kecurangan yang kami lakukan dan jika terbukti, itu akan kita evaluasi, dan untuk jelasnya besok kita ketemu karena lewat telepon kurang pas rasanya untuk menjelaskannya," katanya.

Ketua PPK Kecamatan Talamau, Ajum mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke PPK Talamau terkait dugaan kecurangan yang dilakukan PPS Nagari Sinuruik.

"Jika benar ada kecurangan pada perekrutan KPPS di Nagari Sinuruik, kita akan tindak lanjuti, dan jika terbukti kita akan coret nama yang bersangkutan dari anggora KPPS," ucapnya.(ulum/dd)




Mitra Rakyat.com (Pasbar)


Sebanyak Rp 16.000.000,- bantuan pembangunan mesjid Nurul Huda Jambak, Kecamatan Luhak Nan Duo di serahkan langsung oleh AKBP Iman Pribadi Santoso, S.IK kepada pengurus mesjid. Jum'at (29/03)

Kapolres Pasaman Barat mengatakan selesai sholat jum'at kami memberikan langsung kepada pengurus mesjid Nurul Huda dengan harapan agar uang tersebut bisa di gunakan untuk pembangunan mesjid dan demi kenyamanan jemaah dalam melakukan ibadah. 

"jangan nilai pemberian ini dengan jumlahnya, tapi ini merupakan bentuk kedekatan Polres Pasaman Barat dengan warganya."ujarnya 

Ia menambahkan Kegiatan ini juga untuk menindaklanjuti instruksi Kapolda dan Kapolri agar kepolisian selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, tambah AKBP Iman Pribadi Santoso, S.Ik

"Semoga bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi pembangunan masjid tersebut. Dan tentunya, apa yang kami lakukan ini bisa diikuti oleh instansi lain di Pasaman Barat,”(ulum/dd) 




Mitra Rakyat.com (Padang)


Terpilihnya Hendri Septa ketua Umum PSP Padang priode 2019-2024, tentu harapan masyarakat pencinta sepakbola kota Padang tercurah kepada pengurus yang baru di bawah komando Hendri Septa bersama jajaran pengurusnya untuk menggairahkan persepakbolan di kota Padang ini.

selanjutnya sekaitan dengan pemain sepakbola PSP senior adalah sebagai cikal bakalnya yunior, dengan berkembangnya usia muda tentu sebagai kunci sukses, karena PSP bermarkas di Kota Padang.

 Melalui akademi PSP, menjadikan regenerasi sepakbola secara berkesinambungan di Padang.

Diharapkan, kepada Hendri Septa sebagai ketua Umum PSP akan lebih menggairahkan lagi PSP kedepannya. apalagi seorang Hendri Septa mempunyai pengalaman Internasional di luar negeri. Kata Mahyeldi ketia menanda tangani surat keputusan ketua umum PSP rabu malam 28/3/2019 di gedung putih kediaman Walikota A.Yani.

Keberadaan Hendri Septa sebagai ketua umum PSP didamping tim yang solid adalah suatu pertanda bergairahnya untuk mengembalikan kejayaan PSP Padang dimasa yang akan datang. dan memberikan dedikasi untuk kemajuan PSP ini.

Selanjutnya," Kepada pengurus PSP yang baru Mahyeldi mengharapkan, untuk dapat menghidupkan kembali sepakbola antar kecamatan. dan disanalah tumbuh ide akademi dan asosiasi SSB kota Padang .

Sekaitan dengan pemain asing perlu dana yang sangat besar karena main bola erat hubungan dengan pendananaan.maka untuk itu disinilah diminta kepiawain seorang pengurus tutur Mahyeldi.

Untuk itu," diharapkan kepada pengurus PSP yang baru, hendaknya Tim Pandeka Minang ini bisa berkompetisi di kancah persepakbolaan Nasional, dan Internasional. tidak terlepas dari dukungan penuh masyarakat pencinta sepakbola kota Padang. telah dibentuknya kepengurusan PSP priode 2019 sampai 2024 semoga PSP bisa bangkit mengukir Prestasi lagi. Ujar Mahyeldi.

Semasa nenjadi ketua Umum PSP priode 2010 sampai 2019 Mahyeldi mengucapkan maaf kepada masyarakat kota Padang belum bisa memberikan hak pencinta sepakbola di kota Padang. ditangan ketua Umum PSP yang baru nantinya PSP bisa bangkit mengukir prestasi. dan lebih solid lagi untuk mengembalikan marwah dan kejayaan seperti PSP di era tahun tujuh puluhan dulu.

Secara  historis PSP Padang sudah sangat baik. untuk itu sebagai ketua umum PSP terpilih Mahyeldi mengucapkan selamat dan sukses. apalagi didukung oleh pengurus yang sudah lengkap dan berpengalaman di kancah persepak bolaan. bahkan beberapa SKPD pemko Padang pun ikut andil dalam kepengurusan PSP ini. mudah-mudahan PSP kedepan bangkit lebih jaya lagi pungkas Mahyeldi yang gemar sepak bola itu.

Pada kesempatan tersebut turut hadir ketua KONI kota Padang H.Agus Suardi, kepala Dinas Pendapatan Kota Padang Alfiadi, Yuherdi Dispora Padang, Andre Algamar, Miko Kamal, H.Kenedi Dinas Keuangan dan beberapa pengurus PSP.(aca)




Mitra Rakyat.com (Pasbar)


 kurang lebih sepanjang dua kilo meter jalan menuju dua jorong timbo abu dan mudiak simpang rusak parah, kerusakan jalan ini terletak di tiga kampung yaitu kampung pasar baru timbo abu, kampung proyek, dan kampung pasar lama. 

Kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lamanya namun hinga kini masih belum ada juga perbaikan jalan padahal jalan  tersebut merupakan jalan utama menuju ke dua kejorongan. 

Salah seorang masyarakat suryanun mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk meminta bantuan perbaikan jalan seperti proposal tetapi tak kunjung terpenuhi

"padahal jalan ini merupakan akses utama masyarakat di dua kejorongan mulai membawa hasil tani, perekonomian maupun untuk menjalani aktivitas sehari-hari. "ujarnya 

Kurang lebih sebanyak 1300 kk penduduk di dua kejorongan yang mengunakan jalan tersebut untuk melakukan aktifitas sehari-hari dengan rusaknya jalan ini membuat masyarakat mengeluh dengan kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah

kami berharap agar jalan di dua kejorongan bisa diperbaiki lebih cepat agar kami bisa membawa hasil panen dalam keadaan baik (ulum/dd) 




Proyek IPAL program Sanimas IDB diduga ada penyelewengan anggaran oleh Ketau KSM Saiyo Sakato

Mitra Rakyat.com (Padang)


Dua tahun berturut-turut kelurahan Dadok Tunggul Hitam mendapat bantuan dari pemerintah melalui Program Sanimas IDB dengan tujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekitar, baik secara individu maupun kelompok oleh pemerintah.

Namun, kedua proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) program Sanimas IDB dimaksud,masing-masingnya pada tahun 2017 dan 2018 senilai Rp 425.000.000,- yang berlokasi di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam,Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang itu,  menuai masalah dan hingga saat ini belum juga diserahkan kepada masyarakat secara resmi. Ada apa gerangan..?


Sebelumnya, pada tahun 2017 proyek pembangunan IPAL program sanimas IDB berlokasi di Kampung Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, sampai saat ini proyek tersebut seolah mangkrak, kerena, belum diserahkan secara resmi kepada masyarakat.

Proyek IPAL Sanimas IDB diduga penyelewengan anggaran oleh Ketua LKM Saiyo Sakato pada tahun 2017

Diduga, hal serupa juga terjadi pada proyek yang sama  ditahun 2018, sebab, sudah masuk 3 bulan pasca selesai belum juga diresmikan oleh pemerintah. Dari awal pelaksanaanya aroma tidak sedap sudah tercium, mulai dari perencanaan, pengadaan material, sampai pelaksanaannya dikuasai dan dikendalikan oleh Ketua LSM Saiyo Sakato bernama Armen Susnedi, kata Basir pada Senin (25/03) kemarin via telpon nya 082388054xxx.

Basir selaku Ketua RW 14 tempat lokasi proyek IPAL itu mengatakan,” telah terjadi penyelewengan anggaran oleh Ketua LKM dan Ketua KSM pada proyek ini, sebab, dari awal proyek dikerjakan tidak ada laporan keuangan yang diberikan LKM atau KSM kepada masyarakat sekitar, sesuai dengan aturan yang ada” Kata Basir.

Bahkan , lanjut Ketua RW itu,” dari segi teknisnya, KSM dan LKM seolah sepakat mempreteli anggaran agar mendapat keuntungan,seperti, banyaknya faktur-faktur fiktif terkait pembelanjaan material oleh kedua terduga pelaku penyelewengan tersebut” terang Basir.

Terkait laporan keuangan kepada masyarakat sekitar khususnya belum ada sekalipun mereka lakukan, dilokasi memang ada papan publikasinya,  namun, itu hanya sebagai pajangan saja, tidak pernah terisi oleh LKM maupun KSM sebagai salah satu bukti pengelolaan dana anggaran yang real pada proyek tersebut, tukasnya.

Bahkan, sampai saat ini, ketika mereka diminta memberikan laporan keuangan tersebut, Ketua LKM Saiyo Sakato Armen Susnedi tidak bisa memberikannya kepada Ketua RW14 atas nama masyarakat sekitar, prilaku yang sama juga pernah dilakukannya pada pembangunan IPAL pada tahun 2017, tukuknya.

Terakhir Basir berharap kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dari berbagai pihak dari tingkat pusat sampai tingkat kelurahan dan  pihak berwenang agar dapat menguak kasus dugaan penyelewengan anggaran proyek IPAL program Sanimas IDB tahun 2017 dan 2018 dikelurahan itu, pungkasnya.

Dilain pihak Distric Project Implementation unit (DPIU)nya menurut petunjuk teknis (Juknis) yang ada Rizki Kabid Cipta Karya DPRKPP Kota Padang, sampai berita ini diterbitkan belum beri jawaban saat dikonfrotir media pada Rabu (13/03/2019) waktu lalu via telpon nya,081363377xxx.

Pihak media masih upaya konfirmasi kepada pihak yang terkait lainnya sampai berita ini diterbitkan. (Roel)


Mitra Rakyat.com (Pasbar)

Masyarakat Kabupaten Pasaman Barat saat ini dipermudah dalam kepengurusan paspor. Pasalnya, Pemkab Pasbar melakukan kerjasama langsung dengan kantor Imigrasi Kelas II Agam, sehingga masyarakat yang akan mengurus Paspor cukup datang ke kantor bupati setempat.


Bupati Syahiran mengatakan, rancangan kesepakatan inii sudah dilakukan semenjak tahun lalu. Berdasarkan data tentang animo masyarakat Pasbar yang cukup tinggi dalam mengurus paspor, apakah untuk haji ataupun untuk pergi umroh. Sehingga Pemkab Pasbar melakukan kerjasama dengan Kantor imigrasi kelas II Agam dengan nama Layanan Paspor Jempol (Jemput bola).


"Kerjasama ini kita lakukan berdasarkan pertimbangan jarak tempuh masyarakat kita dalam mengurus paspor ke Bukittinggi yang cukup jauh. Bukan saja menghabiskan waktu, tenaga hingga uang. Dengan dasar itulah kita ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menyediakan pelayanan mengurus paspor."ujarnya Syahiran, Senin (25/03)



Ia juga menghimbau kepada masyarakat Pasbar yang ingin mengurus paspor cukup datang ke kantor bupati Pasbar dan juga menghubungi bagian humas pasbar.


"Yang akan bertanggung jawab atau bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor temui Bagian Humas Pasbar. Karena melalui Kabag Humas berkolaborasi dengan Kantor Imigrasi II Agam yang akan membantu masyarakat dalam mengurus paspor,"jelas Syahiran.


Sementara itu, Kepala Divisi Imigrasi Kemenkumham Sumbar Sumantri Sihite menyampaikan tugas pokok bagian imigrasi sebenarnya bukan saja dalam mengurus paspor. Namun, lebih dari itu sehingga penilaian imigrasi yang kadang kala menakutkan bagi masyarakat dapat berubah kedepannya.


"Tugas kita juga mengawasi dan mencegah terjadi tindakan -tindakan yang akan merugikan Negara Indonesia, seperti warga negara asing yang datang ke Indonesia tanpa kelengkapan administrasi, begitu juga nanti warga kita yang akan keluar negeri,"himbau Sumantri Sihite.


Ia menambahkan, masyarakat yang mengurus paspor dari masa ke masa mengalami peningkatan yang signifikan. Sehingga kantor imigrasi perlu melakukan pelayanan yang lebih prima.


"Dan disambut baik pula oleh pemkab Pasbar,  Sehingga terbentuk lah MoU kita hari ini. Hari pertama ini kita melayani 30 orang. Kita ada di Pasbar setiap hari Rabu,"tandas Sumantri Sihite.

(ulum/dd)




Mitra Rakyat.com (Pasbar)


TNI, POLRI dan berbagai unsur lakukan Apel kesiapsiagaan dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) pada April mendatang. Apel tersebut di laksanakan di halaman kantor bupati Pasaman Barat (Pasbar) Jum'at (22/3), dihadiri oleh Bupati Syahiran dan Forkopimda. Apel gabungan unsur keamanan Pemilu tersebut dipimpin oleh Kapolres Pasbar AKBP Iman Pribadi Santoso didampingi Perwira Penghubung Kodim 0305 Pasaman Mayor Idham Chalid.

Amanat Kemenkumham yang dibacakan oleh Kapolres Pasbar dihadapan peserta apel menekankan poin penting dalam menghadapi Pemilu nanti. Pasalnya, Pemilu kali ini merupakan Pemilu yang cukup  besar, karena dalam waktu yang bersamaan masyarakat memilih Presiden, anggota legislatif, mulai dari tingkat kota/kabupaten, provinsi hingga pusat.


“Hari ini, kita bersama-sama unsur komponen bangsa TNI, Polri, Ormas, Linmas menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi Pemilu kelak. Sebab, Pemilu kali ini merupakan perhelatan demokrasi yang menjadi sorotan internasional. Sukses tidaknya demokrasi kali ini menjadi tolak ukur kita semua,”ujarnya Iman Pribadi Santoso.

Ia menambahkan, apel yang serentak seluruh Indonesia tersebut juga menekankan kepada semua komponen bangsa untuk bersama-sama memerangi hoak. Tantangan kedepan yang akan dihadapi dalam berbagai bentuk kerawanan-kerawanan yang akan timbul dalam proses penyelenggaraan Pemilu. TNI/Polri bertanggung jawab dalam mengamankan Pemilu dan mengambil sikap jika terjadi pelanggaran serta kerusuhan.

“Semua komponen bangsa yang terlibat dalam pengamanan Pemilu agar menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. Bagi TNI Polri tugas negara merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
”tambah Iman.


Yang paling penting, tegas Iman Pribadi Santoso tugas dalam mengamankan Pemilu serentak ini merupakan kehormatan dan menjadi ladang amal. Selain itu, jalin sinergisitas antar unsur pemerintah, ormas dan komponen masyarakat lainnya. 

“Tindak tegas pelanggaran –pelanggaran dalam Pemilu. Babinsa dan Babinkamtibnas harus mampu menenangkan masyarakat dalam menerima informasi yang tidak benar, “tegas Kapolres..(ulum/dd)

                   Photo ilustrasi

Mitra Rakyat.com (Pasbar)

Miris,seorang anak dicabuli oleh bapaknya sendiri hingga hamil dan melahirkan, kembali terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Kasus ini terungkap sewaktu ibu korban melaporkan ke SPKT Mapolres Pasbar,pada hari Kamis (21/03) kemaren.

Dan kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres
 Pasaman Barat, melalui Kasat Reskrim, AKP Afrides Roema ketika dikonfirmasi oleh Media.

"Ey (40),istri diduga pelaku pencabulan anak kandunya sendiri melaporkan suaminya Sa (42), bahwa telah melakukan tindakan pencabulan terhadap anak kandunya is(17), hingga melahirkan"terang AKP. Afride Roema.

"Pelaku melakukan hal yang tidak senonoh itu, sekitar bulan Februari 2018 hingga Desember 2018 lalu, bertempat di rumahnya di Dusun I, Jorong Bandarejo, Nagari Lingkuang Aua, Pasaman" Tambah Kasat Reskrim

"Akhirnya korban Is (17) melahirkan seorang anak laki-laki pada (30/01/2019) lalu di Padang," Ulas AKP Afirde Roema.

Saat berita ini diturunkan pihak Mapolres Pasbar, masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpul barang bukti dari pelapor hingga keterangan saksi -saksi, termasuk Kepala jorong Banda Rejo,Nagari Lingkuang Aua,Pasaman. (Ulum)


Bangunan IPAL sudah Hampir 2 Tahun Belum Juga Diserahkan Kepada Masyarakat, Ada apa Sebenarnya?

Mitra Rakyat.com (Padang)
Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) bertujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok oleh pemerintah.

"Namun sayangnya, tujuan mulia pemerintah itu dijadikan sebagai ladang meraut keuntungan oleh oknum tidak bertanggung jawab", kata Sutrisno, pada Jumat(15/03/2019) waktu lalu dirumahnya Kampung Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Seperti pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) program Sanimas IDB yang menghabiskan uang negara sebesar Rp 425.000.000, berada di lingkungan tempat tinggalnya itu. Sudah masuk 2 tahun pasca selesai bangunan tersebut, hingga sekarang belum juga diserahkan secara resmi kepada masyarakat oleh pihak atau dinas terkait, kata Sutrisno.



Parahnya, lanjut Sutrisno, " yang merasakan manfaat dari bangunan IPAL itu hanya segelintir dari warga Parak Jambu, kurang lebih 10 Kepala Keluarga (KK) saja, sementara dalam perencanaannya, ada sekitar 50 (KK) yang berhak mendapatkannya" ungkap Sutrisno yang juga menjabat sebagai Ketua RW 009 dikampung tersebut.

Baca Proyek IPAL Sanimas IDB 2017 diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis Dalam Pelaksanaannya Oleh LKM Saiyo sakato

Selanjutnya menurut Ketua RW itu, dalam kegiatan itu kuat terhendus aroma korupsinya oleh pihak Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Saiyo Sakato yang pada masa itu bertindak sebagai pelaksana lapangan.

"Karena, mulai dari pengadaan material, alat, hingga pekerjaan langsung di markup oleh Ketua LKM Saiyo Sakato" jelasnya.

Sementara, dalam aturan tugas, pokok dan fungsinya(Tupoksi) disitu jelas disebutkan pada poin 6, "Memonitor, mengawasi dan memberi masukan untuk berbagai kebijakan maupun program pemerintah lokal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat miskin maupun pembangunan di wilayahnya"

Begitu juga pada poin 8 "Membangun transparansi kepada masyarakat khususnya dan pihak luar umumnya, melalui berbagai media seperti papan pengumuman, sirkulasi laporan kegiatan dan keuangan bulanan/triwulanan serta rapat-rapat terbuka dan lainnya", jelas Sutrisno lagi.

Namun, bertolak belakang apa yang ditunjukan oleh Ketua LKM tersebut, malah disitu terkesan Ketua LKM bertindak sesuka hatinya, mungkin karena dia seorang oknum TNI itu, katanya lagi.

Dugaan Ketua RW tersebut, telah terjadi praktek KKN secara kolektif oleh pihak-pihak yang terkait dalam program Sanimas IDB itu, dan mengakibatkan kerugian oleh negara dan gagalnya program pemerintah, sebab tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, tukas Sutrisno.

Mengapa demikian, kata Sutrisno lagi, " karena, sudah masuk 2 tahun bangunan itu dinyatakan selesai, hingga saat ini belum juga diresmikan oleh dinas terkait, dan parahnya, sudah banyak pipa yang pecah akibat terlindas kendaraan, disebabkan, pipa tersebut berada diatas permukaaan jalan warga, apakah memang begitu perencanaannya, tukuk Ketua RW itu.

Ini diakibatkan lemahnya pengawasan dari Faskel dan dinas terkait, atau mungkin memang ada main mata antara pihak-pihak tertentu, pungkasnya.

Dilain pihak, saat dikonfirmasikan perihal tersebut kepada Masri selaku Lurah dikelurahan dimaksud mengatakan," saya sudah beritahu kepada pihak DPRKPP, namun, hingga saat ini belum juga ditanggapi secara serius" singkatnya.

Sementara, saat dikonfirmasi media mitrarakyat.com kepada Rizki Kabid Cipta Karya (DPRKPP) Kota Padang selaku DPIU pada kegiatan itu, sampai berita ini diterbitkan belum ada tanggapan, via telpon 081363377xxx, Rabu (13/03/2019).

Begitu juga Ketua LKM Saiyo Sakato disebut bernama Armen, saat dikonfirmasi via telpon nya 085278721xxx, pada Selasa(13/03/2019), belum juga beri tanggapan meskipun sudah dibaca.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya. (Roel)



MITRA RAKYAT.COM (PASBAR)


Festival titik Kulminasi di Sasak Ranah Pasisie resmi dimulai pada Kamis (21/3). Pembukaan festival di buka langsung oleh Bupati Syahiran sekaligus penanaman pohon.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan di hadiri oleh Forkopimda Pasbar, Ketua TP. PKK Hj. Yunisra Syahiran,  Kepala OPD dan Masyarakat sekitar. 

Rangkaian kegiatan titik kulminasi dimulai dengan penanaman pohon oleh Bupati Syahiran dan membagikan 2.200 batang bibit kepada masyarakat, kemudian di lanjutkan Kesenian layang-layang di Pantai Muaro,melihat titik kulminasi matahari pada siang hari, lomba Gandang Tasa, turnamen volli pantai tingkat Sumbar, Konservasi penyu, dan penanaman mangrove.

Bupati Pasbar Syahiran mengatakan bahwa festival titik kulminasi merupakan kegiatan yang sangat bagus dan perdana di helat serta perlu dijadikan even tahunan. Pasalnya, kegiatan tersebut bisa mempromosikan objek wisata yang ada di titik nol kilometer Kecamatan Sasak Ranah Pasisie.

"Kegiatan ini perlu kita dukung bersama. Ini objek wisata kita yang perlu kita promosikan kepada masyarakat luas. Melalui Asati dan para penggiat wisata kami berharap sampaikanlah bahwa objek wisata Sasak Rancak Tacelak yang berada di Sasak Ranah Pasisie ini sudah bagus,"papar Syahiran.



Selain itu, Syahiran meminta kepada masyarakat untuk terbiasa menerima wisatawan dari luar. Karena pelayanan di objek wisata merupakan tolak ukur dalam kualitas objek wisata.

"Seperti pelayanan parkir, pelayanan rumah makan. Jangan sampai tukang parkir memalak, rumah makan memasang tarif tinggi. Kita biasakan berprilaku sopan,"ujarnya Syahiran.

Syahiran juga mengapresiasi camat Sasak Ranah Pasisie dan Forkopimca wilayah tersebut atas kerja kerasnya. Selain itu, semangat masyarakat dalam menggerakkan objek wisata perlu terus dipupuk dan dibina.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 21 s/d 23 Maret tersebut didasari karena melihat titik kulminasi tepat pada 21 Maret pukul 12.48 menit. Pada saat itu, titik kulminasi melewati Pantai Muaro Sasak. Pada kesempatan itu, BMKG Padang Panjang ambil bagian dalam kegiatan festival kulminasi tersebut. 

Camat Sasak Ranah Pasisie Nur Fauziah Zein menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan semua pihak. Tanpa dukungan pihak yang peduli dengan Sasak Ranah Pasisie kegiatan tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

"Terimakasih kepada pihak yang peduli dengan kegiatan ini. Kami ingin, festival ini bisa berjalan dengan baik selama rangkaian kegiatan berjalan. Tentunya, kami juga butuh dukungan semua pihak, agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
"harap Nur Fauziah Zein.
(ulum/dd)





Mitra Rakyat.com
Pengacara muda kpk nusantara Sumbar bapak Fandra Arisandi Andika Putra, SH., SHEL  resmi menjadi Ketua/Direktur Lembaga Bantuan Hukum Peduli Hukum & Ham (LBH-PHH) wilayah Sumatera Barat.

Dengan adanya Lembaga Bantuan Hukum ini masyarakat atau para pencari keadilan yang kurang mampu tidak perlu cemas lagi atau pun khawatir. Bagi masyarakat yang terjerat persoalan hukum bisa langsung konsultasi dengan para advokat dan Paralegal LBH PHH Sumbar

Menurut ketua Lembaga KPK Nusantara Sumbar, Romi Yufhendra mengatakan, "Kami senang, akhir nya pengacara kami menjadi Direktur LBH  PHH Sumbar, Lembaga bantuan hukum ini di peruntukan bagi masyarakat yang tidak mampu", sebut Romi.

Pada masa sekarang, tidak mudah untuk menyewa seorang pengacara, untuk dapatkan jasanya klien atau masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Semoga saja dengan Adanya LBH PHH ini bisa membantu masyarakat miskin yang terzolimi dan terjerat masalah hukum, yang sebentar lagi juga akan dilantik menjadi ketua PARI (Persatuan Advokat Republik Indonesia) Provinsi Sumatera Barat, tuturnya pada Sabtu,16-03-2019, waktu lalu.

Sementara itu Ketua Umum LBH PHH Bapak Subhan Adi Handoko, SH., MH Juga selaku Advokat mengatakan, "Lembaga ini untuk masyarakat kurang mampu dan Semoga LBH PHH Sumbar di bawah naungan ketua Fandra Arisandi Andika Putra, SH., SHEL bisa menjadi Lembaga penegak hukum yang adil", kata Handoko.

Dilain pihak, saat di hubungi awak media  via phone 085364116xxx Bapak Fandra Arisandi Andika Putra, SH., SHEL yang sekarang berada di Jakarta Pusat, menyebutkan, "Alhamdulillah terimakasih banyak kepada Rekan-rekan LBH PHH Sumbar yang memberikan kepercayaan memimpin Lembaga Bantuan Hukum ini. Diteruskannya, "Saya akan bekarja keras terlebih bagi masyarakat kurang mampu yang terjerat masalah hukum", ungkapnya.

"Terima kasih juga kepada mentor dan guru saya Bapak Subhan Adi Handoko, SH., MH. yang memberikan masukan dan arahannya", tukuknya.


Terakhir disebutkan Fandra, "Saya juga selalu bersama Ketua DPD Lembaga KPK Nusantara Provinsi Sumbar untuk selalu mengawal dan memantau Pemerintah, kita semua ingin Pemerintah ini bersih dari semua kegiatan Korupsi, Pungli serta KKN, karena saya juga mengkagumi sosok Bapak Romi Yufhendra yang tegas dan disiplin dalam memimpin Lembaga KPK Nusantara di Sumbar ujar Advokat Kantor Hukum Chiba S Gueci Law Firm Jakarta ini", pungkasnya.

(Eno)

Sriyanti
Opini

Mitra Rakyat.com(Bandung)
Dikutip dari (Merdeka.com), pendakwah Yusuf  Mansur (YM) menilai Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) adalah sosok yang memberikan harapan, sebagai kepala negara maupun pemimpin keluarga yang sukses.
Ustaz YM, sapaannya, bercerita kisah Nabi Musa bagaimana dalam Islam pemimpin harus menghadirkan harapan. Musa, saat terpojok dikejar tentara Firaun, tampil tegar dan memberikan harapan. Ustazd YM menilai Jokowi memiliki spirit kenabian yang layak ditiru. Dia juga mengajak masyarakat meneladani kebaikan pemimpin, tanpa terkecuali Jokowi.

Begitu juga di (Wartakota.Tribunnews.Com) Ustazd Yusuf Mansyur menceritakan hasil penelitian pribadinya bahwa ke-Islaman Presiden Joko Widodo yang selama ini diketahuinya adalah murni dari pribadi yang taat beragama, bukan pencitraan di ruang publik. Beliau juga menyampaikan bagaimana Pak Jokowi tetep menjaga shalat dan puasa senin-kamis di tengah kesibukannya.

Hal itu disampaikannya ketika berceramah dalam diskusi publik dan pembekalan relawan pemenangan 01 se-Jawa Barat di Hotel Papandayan, Bandung, Sabtu, 02 Maret 2019, waktu lalu.

Dalam pandangan Islam, ketika setiap manusia melakukan seluruh amal perbuatan termasuk didalamnya adalah beribadah tidak berdasarkan atas spirit saja.

Akan tetapi harus disertai dengan adanya Ruh, yang merupakan kesadaran manusia akan keterkaitan hubungannya dengan Allah SWT. Dengan kesadaran inilah manusia akan menyesuaikan seluruh amal perbuatannya dengan perintah dan larangan Allah SWT.

Jika saja para penguasa melakukan seluruh amal perbuatannya dengan diiringi kesadaran diatas, maka kejadian yang menyakitkan bagi umat Islam tidak akan terjadi seperti kriminalisasi al Liwa-ar Rayya yang merupakan panji Rasulullah SAW, persekusi terhadap pengemban dakwah yang menyerukan Syariat dan Khilafah dan tidak mengakui bahwa Khilafah Ajaran Islam.

Harus kita pahami, Islam bukanlah agama yang hanya mengatur perkara ibadah mahdoh saja, tetapi Islam adalah Ideologi yang berasal dari langit (Allah SWT) didalamnya terpancar seperangkat aturan yang sempurna dan menyeluruh yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan.

Termasuk pula didalamnya adalah aturan yang mengatur ranah Pemimpin dan Kepemimpinan, dalam ranah ini Islam telah menjadikan Rasulullah SAW dan para Sahabat setelahnya sebagai tauladan.

Faktanya, saat ini adakah gambaran dari tauladan tersebut? seperti halnya Rasulullah SAW dan para Sahabat ketika mengemban amanah sebagai pemimpin dengan menjalankan seluruh Hukum-hukum Allah SWT dengan penuh tanggung jawab.

Adalah sebuah kebatilan ketika Islam hanya diambil sekedar spirit, akhlak dan simbol saja.

Maka dari itu, agar mendapati pemimpin yang menauladani Rasulullah SAW, yang akan bisa menerapkan seluruh aturan Islam secara Kaffah maka sistem yang digunakan pun haruslah sistem yang diwariskan Rasulullah SAW pula yaitu Khilafah 'ala minhaj an-nubuwwah yang akan menjadi Rahmat bagi seluruh alam.


Wallahu a'lam bi ash shawwab

Penulis : Sriyanti
Ibu rumah tangga, pengemban dakwah tinggal di Bandung  

Ine Wulansari

Opini
Mitra rakyat.com (Bandung)
Ini ungkapan yang menggambarkan betapa saat ini banyak upaya-upaya kaum Sepilis (Sekulerisme, Pluralisme, Liberakisme) untuk merusak Islam, "Orang-orang yang turut menyebarkan paham dalam masyarakat yang akan menegakkan kendornya rasa perjuangan, rasa jihad menegakkan cita Islam, bukan saja menjadi pelopor membawa ke jalan kafir, bahkan itulah pengkhianat-pengkhianat yang membawa nama Islam untuk menghancurkan kekuatan Islam".("Dari Hati Ke Hati", Hamka Pustaka Panjimas Jakarta. 2002. Jakarta). 

Dan mengingatkan umat Islam khususnya para pemuda untuk menentang segala macam isme-isme (paham) baru yang diimpor dari Barat, dengan tujuan untuk menyebarkan rasa keragu-raguan atau melemahkan iman dalam Islam. 

Kemudian seperti yang dilansir dalam Kompas.com beberapa waktu lalu, mengenai Munas (Musyawarah Nasional) Alim Ulama dan Konbes (Konferensi Besar) Nahdatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar padar Rabu-Jumat (27-01 Maret 2019).

Salah satunya mengangkat masalah status non muslim dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bahtsul Masail Maudluiyah memutuskan tidak menggunakan kata 'kafir' bagi non muslim di Indonesia. Kata 'kafir' menyakiti sebagian kelompok yang dianggap mengandung unsur kekerasan teologis,ungkap wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar NU, KH Abdul Moqsith Ghazali. Jumat, 27 Februari 2019.

Tidak sejalan dengan hasil keputusan Munas NU, Sekretaris Jenderal FUI, Muhammad Al-Khathtat yang mengatakan kecurigaannya akan keputusan untuk tidak menyebutkan WNI non muslim sebagai kafir sarat dengan motif politik. Khathtat berasumsi keputusan NU ini dilakukan untuk menarik simpati kaum non muslim menjelang pemilihan presiden 17 April 2019 yang akan datang. CNN.Nasional,Jakarta, Sabtu, 02 Maret 2019.

Sebutan kafir kepada non muslim disebut berkali-kali dalam Al-qur'an. Istilah ini murni digunakan Allah dalam firmanNya untuk membedakan kaum yang beriman dan kaum yang Ingkar. 

"Sungguh telah kafir orang-orang yang menyatakan bahwa Allah adalah Al-Masih putra Maryam" (TQS Al-Maidah ayat 17).

Selama berabad-abad penggunaan istilah kafir untuk orang-orang di luar Islam tidak pernah menimbulkan problem. Baik internal umat Islam sendiri maupun dikalangan eksternal di luar Islam. 

Karena itu melarang penggunaan kata kafir untuk menyebut non muslim karena mengandung kekerasan teologis sangatlah tidak relevan, sangat tidak berdasar dan ahistoris. Kalaupun saat ini banyak tindakan kekerasan di dunia, bukan hanya kekerasan teologis, tetapi kekerasan psikis bahkan fisik.

Justru hal ini banyak dirasakan dan dialami kaum muslim sendiri. Kaum muslim dipojokkan dengan label radikal, intoleran, mengancam NKRI dan lain-lain hanya karena menolak pemimpin kafir. Dalam konteks global, yang banyak menjadi korban baik secara teologis, psikis maupun fisik adalah umat Islam yang diperlakukan semena-mena oleh kaum kafir. 

Betapa hal ini membuat umat Islam khususnya merasakan keanehan yang luar biasa, semestinya istilah kafir yang sudah Allah sebutkan dalam Al-qur'an berabad-abad lalu diotak-atik sedemikian rupa oleh sekelompok orang yang merasa diri paling benar. Yang menyebut sebagai wakil umat dengan mudah menyebarkan isu dengan tujuan memecah belah umat.

Namun apa hendak dikata, memang tidak mudah hidup di masa rezim yang berkuasa saat ini. Yang memegang erat sistem kufur begitu sarat dengan semangat liberal sekularisme telah gagal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Dan sudah tentu upaya-upaya kaum sepilis dalam merusak Islam serta memberikan kontaminasi melalui virus sekularisme yang menganggap bahwa agama hanya mengekang kecerdasan akal dan kebebasan berfikir manusia. Dan menolak sistem Islam dalam urusan dunia dan seluruh aspek kehidupan.

Begitu jelas sistem kufur yang dianut saat ini, demikian buruk dan hancur berkuasa ditengah umat, sudah saatnya beralih pada sistem Islam yang berasal dari Dzat Yang Maha Benar, yang menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan. 

Sepanjang sejarah Islam, orang-orang kafir menikmati rasa aman yang luar biasa dalam hidup dimasa Daulah Khilafah Islam. Mereka tidak pernah sedikitpun mengalami kekerasan fisik, psikis, maupun kekerasan teologis sebagaimana yang diklaim oleh kalangan muslim liberal. Bahkan pada era kemunduran Islam, keagungan perlakuan khilafah terhadap kaum kafir tetap mengagumkan. 

Dengan berkaca pada sejarah, bahwa pemerintah Islam yang dinamakan Daulah Khilafah Islamiyah sangat mengatur tatanan kehidupan, memberi rasa aman dan melindungi hak setiap warga negara baik muslim maupun kafir. Serta membebaskan masyarakat dari kekangan sistem kufur. 

Tanpa khilafah umat Islam dijauhkan dari syariat dan menghilangkan nilai agama dari tubuh umat Islam. Oleh karena itu, hal ini tidak akan terjadi jika syariat Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan secara sempurna dalam bingkai sistem pemerintahan Khilafah Islamiyah yang mengikuti manhaj kenabian.

Penulis:
Ine Wulansari
Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah 
Tinggal di Bandung



Mitra Rakyat.com(Padang)


Meningkatnya persaingan para pencari kerja saat ini perlu disikapi dengan membuka peluang lapangan pekerjaan melalui dunia usaha, seperti  usaha ayam goreng d'Besto.

Wali Kota Padang Mahyeldi pada acara Gebyar 5 Tahun d'Besto Sumatera Barat di Axana Hotel, Kamis (14/03/2019), mengatakan, kehadiran d' Besto di Kota Padang dapat menambah nilai investasi  ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan di Kota Padang.

"Hari ini kita sedang melaksanakan Padang Economic Conference 2019. Semua itu kita lakukan untuk meningkatkan investasi dan ekonomi kreatif", ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga berharap, kedepannya d' Besto bisa membuka cabang di seluruh kecamatan di Kota Padang. Sehingga angka pengangguran di Kota Padang juga berkurang.

Sementara itu, Komisaris Owner d' Besto, Evalinda Amir mengatakan, saat ini usaha yang dirintis sejak tahun 1994 telah memiliki cabang hampir di seluruh Indonesia dengan 2000 orang karyawan.

"Kami bertekad kedepan, agar d'Basto bisa membuka cabang lebih banyak lagi", jelasnya.
Ia mengaku,  hingga saat ini d' Besto telah diterima oleh masyarakat sebagai ayam gireng siap saji yang emiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mampu bersaing dengan kuliner sejenis yang ada di Indonesia.

"Di Sumatera Barat  kita memiliki 27 cabang dengan 200 orang karyawan. Kami berharap Pemerintah Kota Padang terus memberikan dukungan agar usaha ini lebih maju lagi", imbuhnya lagi.

Gebyar 5 Tahun d'Besto juga dihadiri Kepala Bapenda Kota Padang Alfiadi dan Kepala BPKA Andri Yulika. (th)

Mila Sari, S.Th.I

Mitra Rakyat.com
Anggun, terhormat, penuh kasih
Posisi mulia yang tak tergantikan
Tempat madrasah ula bermula
Sandaran ternyaman bagi keluarga

Bila dekat, bahagia tak terkira
Bila jauh, rindu hati tak terbendung
Derajat yang tiga kali melebihi ayah
Kunci suksesnya suami dan anak-anak

Penuh keteduhan, penuh cinta
Bentukan symponi yang selalu imbang
Tak kan mengeluh, tak jua mengaduh
semua demi keluarga yang tercinta

Ibu, ibu, ibu, ibu
Wanita mulia sepanjang masa
Mendidik dengan tsaqafah dan cinta
Membentuk pribadi Islam yang utama

Lahirkan generasi gemilang cinta Islam
Dari rahimnya yang suci penuh kasih
Dengan rawatan tangannya sendiri
Lahirlah pribadi Islam yang mulia

Peneguh jihad suami
Pembentuk generasi pemimpin
Generasi cinta Nabi Saw Pejuang Islam
Pembela di garda terdepan bagi ummat

Tapi kini terenggut lah sudah
Tergeser dari tempat yang tinggi
Lebih cinta karier ketimbang keluarga
Demi mengejar makna kesetaraan

Di iming-iming materi
Mengejar puing-puing rupiah
Meski jumlahnya tak seberapa
Merelakan yang dicinta jadi korban

Demi prestasi karier gemilang
Tak ada waktu untuk yang tersayang
Menciptakan kegersangan rumah tangga
Menimbulkan masalah demi masalah

Tak ada kenyamanan
Sirnalah kebahagiaan
Jauh dari ketentraman
Pudarlah kasih sayang

Baiti jannati tinggal khayalan
Layaknya terminal untuk singgah
Hanya sesaat, hanya sebentar
Sekedar istirahat dan berbenah untuk pergi

Semua tergerus tak terurus
Kepercayaan turut lenyaplah sudah
Canda tawa tak lagi terdengar
Keakraban tak lagi terjalin
Yang ada hanya kesibukan

Begitulah kapitalis merasuki
Menyesatkan murninya pemikiran
Keluar tuk tinggalkan amanah
Mengejar sesuatu yang tak berkah

Balance of better
Eksploitasi atas nama kesejahteraan
Karier dan prestasi yang utama
Materi dan kebebasan sebagai tolak ukur

Kembalilah duhai ummi
Pulanglah ke rumah kita
Hidupkan keceriaan rumah ini
Kami butuh tsaqafah dan kasih mu

Laki-laki dan wanita miliki karakter masing-masing
Miliki fitrah sesuai kadar yang ditentukan
Miliki batasan yang tak boleh dilangkahi
Sesuai aturan Tuhan Yang Maha Tahu

Pendidik dan pengatur rumah tangga
Mencerdaskan generasi dan kaum perempuan
Posisi mulia di hadapan sang Pencipta
Teruntuk bagimu ibu dan perempuan

Penulis: Mila Sari, S,Th.I




Mitra Rakyat.com (Pasbar)

Mauluddin (60), warga Simpang Tigo, Nagari Koto Baru, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, hampir saja jadi santapan buaya, namun takdir masih bekehendak lain. Kamis malam (14/03) sekitar pukul 16:50 wib.

Mauluddin diserang buaya muara di aliran Sungai Batang Saman, Saat sedang mencari ikan dan lokan,tepatnya dekat Tempat Pelelangan ikan (TPI) Jorong Halaban.

"Saat ini korban sedang mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak Pasaman Barat," kata Kapolsek Pasaman, AKP Dedy Ardhiansyah.

AKP Dedy Ardhiansyah  menambahkan “kejadian berawal ketika korban sedang mencari ikan lokan bersama sembilan orang rekannya. Saat korban sedang menyelam mencari ikan dan lokan, tiba-tiba korban diserang oleh seekor buaya muara.

Akibat dari gigitan buaya tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kanan dekat telinga, dan dibawah lengan tangan kiri .

Dan setelah kejadian tersebut,  Rian (28) anak Korban, langsung melarikannya ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama, setelah itu korban dirujuk oleh Puskesmas ke RSUD Jambak untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.



Dan untuk sementara waktu Babinsa setempat Serma A. Casmana menghimbau diharapkan kepada masyarakat yang mencari ikan agar hati-hati terhadap serangan buaya. Karena daerah aliran sungai itu cukup banyak buaya," ujar A.Casman. (DDR)




Mitra Rakyat.com (Pasbar)


Bupati Pasaman Barat (Pasbar) H. Syahiran resmikan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Nagari Persiapan Pinagar Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (14/3).

Gedung ini dibangun dengan Anggaran Dana Desa (Dandes) sebesar Rp. 285.324.100,- pada anggaran tahun 2018.

Dalam sambutannya Syahiran menyampaikan bahwa gedung PAUD ini merupakan jembatan emas dalam memperkenalkan pendidikan pada anak-anak khususnya pendidikan anak pada usia dini.

Bupati juga mengatakan pembangunan gedung PAUD tersebut merupakan langkah tepat dalam pemanfaatan dana desa ini dan merupakan contoh bagi nagari lainnya dalam hal mengelola dana desa yang ada, kerena pembangunan gedung PAUD ini menguntungkan dan mensejahterakan masyarakat terutama generasi penerus di dalam dunia pendidikan.

Selain itu Bupati Pasbar berharap kepada orang tua untuk selalu aktif memantau dan mengawasi anak-anak kita dari pergaulan bebas karena Pasbar saat ini sudah marak dengan narkoba dan minum-minuman keras, jangan sampai anak-anak kita terjerumus kedalamnya.

Mari kita rapatkan barisan bahu membahu dan selalu bergandeng tangan dalam memerangi semua dampak kenakalan remaja, mari kita jaga anak-anak kita bersama-sama dari pergaulan bebas dan narkoba yang bisa mengancam setiap saat."ujar Syahiran

Selain itu di tempat yang sama Bupati Syahiran juga menghadiri kegiatan batagak kudo-kudo Mesjid Jami' Pinaga, beliau juga mengajak masyarakat Pinagar untuk selalu meramaikan mesjid dengan mengadakan aktifitas seperti Didikan subuh dan pengajian serta wirid Yasin.

Dalam kesempatan itu turut hadir Kabag Kesra Hendrizal, Camat Pasaman Andre Afandi, Walinagari Aua Kuniang Hendro, Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat Pinagar. (DDR)


MItra Rakyat.com(Padang)


Wali Kota Padang Mahyeldi melepas tim pengantar bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat yang terjadi beberapa waktu lalu. Pelepasan itu dilaksanakan di rumah dinas Wali Kota Padang, Jalan A. Yani, Kamis, (14/03/2019).

Direncanakan, bantuan tersebut akan diserahkan Wali Kota Padang Mahyeldi langsung di lokasi bencana Solok Selatan pada Jumat (15/03/2019). Pada kunjungan ke Solok Selatan, Mahyeldi juga akan mengadakan beberapa kegiatan, antara lain;  pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah dan Forum Bela Negara Solok Selatan, Subuh Mubarokah dan Khatib Sholat Jumat.

Saat pelepasan bantuan tersebut, Mahyeldi mengatakan, bantuan yang diberikan saat ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Padang terhadap korban bencana gempa bumi yang melanda Solok Selatan. Dimana sebelumnya Solok Selatan juga peduli terhadap korban musibah gempa bumi yang melanda Kota Padang.

"Bantuan yang kita berikan ini berasal dari warga Kota Padang, dimana pengumpulannya dikoordinir Dinas Sosial dan Baznas Kota Padang. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para korban bencana", ujar Mahyeldi.
Adapun bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Padang berupa beras 1 ton, mie goreng 200 kg, gula 200 kg, ikan sarden besar 200 jaleng, roti 200 pak, teh pak besar 200 kotak, kopi 200 bungkus dan mie instan 100 dus.

Pelepasan bantuan bagi korban gempa bumi Solok Selatan juga diikuti Kepala Bapenda Alfiadi, Plt Kadis Sosial Afriadi, Plt Kadis Pangan Syahrial, Kabag Perekonomian Edi Dharma, Kabag Kesra Jamilus, Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso, dan anggota Tagana, PMI, BTB Baznas Kota Padang. (th)



Mitra Rakyat.com(Padang)


Wali Kota Padang Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Rudi Rinaldi dan Kepala Bagian Kerjasama Erwin menerima kunjungan Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Charles Michel Geurts di Kediaman Wali Kota  Jl. A.Yani, Selasa sore (12/3/2019).

Adapun kunjungan Wakil Delegasi Uni Eropa tersebut ke Kota Padang adalah dalam rangka meninjau dan melihat potensi pendidikan serta perkembangan Kota Padang di bidang pariwisata dan energi.

Lawatan Delegasi Uni Eropa ini ke Kota Padang begitu penting dalam rangka melakukan pertukaran pemuda di bidang pendidikan. Menurut Charles Michel Geurts, Kota Padang merupakan salah satu kota penting  di dunia dan termasuk favorit di bidang pendidikan.

"Untuk itu Kota Padang sudah masuk dalam kancah pergaulan internasional di beberapa negara, baik Asia maupun Eropa. Ini akan menjadi sebuah catatan bagi Uni Eropa telah datang ke Kota Padang  dan menjalin kerja sama", ujar Mahyeldi.

"Uni Eropa juga baru bekerja sama dengan Universitas Andalas (UNAND). Pada tahun 2018 sudah 200 orang mahasiswa Indonesia mendapatkan peluang melanjutkan pendidikan dibiayai langsung oleh Uni Eropa. Untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri tentu berbagai persyaratan harus terpenuhi oleh universitas, diantaranya sudah menjalin kerjasama dengan Uni Eropa serta mengirimkan mahasiswanya yang cerdas", kata Mahyeldi.

"Pemerintah Kota Padang terus berupaya mengajak Uni Eropa menjalin kerjasama di bidang pendidikan dengan universitas yang ada di Kota Padang, bukan Unand saja, tetapi juga berbagai universitas yang ada di Kota Padang, baik negeri maupun swasta untuk mendapat kesempatan mahasiswanya melanjutkan pendidikan S1,S2 maupun program Doktor di luar negeri", ucap Mahyeldi. (ydt)

Oleh: Cici Apris (Pemerhati Perempuan)


OPINI
Mitra Rakyat.com
Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati setiap tanggal 8 maret. Pada hari itu perempuan kaum femisme menuntut untuk kesetaraan gender.

Untuk memperingati hari perempuan ini, diberbagai kota dilakukan parade aksi damai. Aksi damai ini bertujuan untuk menyuarakan hak-hak perempuan, diantaranya,  menolak eksploitasi perempuan, menuntut aksi perlindungan dan pemulihan bagi kejahatan seksual serta upah yang layak bagi pekerja perempuan.

Feminisme adalah ide yang berasal dari barat, disebabkan sejak dulu banyak wanita mengalami diskiriminasi diberbagai bidang kehidupan, dengan begitu banyak wanita yang mengalami trauma dikehidupannya. Karena terlalu tertekan dengan aturan-aturan yang sangat tidak memihak dan menghargai wanita. Kemudian, munculah ide feminisme yang mengusung ide untuk menuntut kesetaraan
dengan kaum pria dimasa itu.

Perempuan menurut doktrin berbagai peradaban selain agama Islam, sejak dari awalnya memang dipandang tidak lebih sebagai komoditi, alat pemuas nafsu belaka dan diperjualbelikan secara murahan. Misalnya, peradaban yunani, mereka meletakkan perempuan pada kasta ketiga (kasta yang paling bawah) dari masyarakat Yunani pada masanya.

Apabila seorang perempuan melahirkan anak yang cacat maka ia akan dihukum mati, bahkan pada masanya mereka juga biasa mengambil kaum perempuan dari suaminya untuk dihamili oleh lelaki yang pemberani dan perkasa dari masyarakat lain.

Selain Yunani, kaum Yahudi pun demikian,  juga memandang perempuan dengan begitu rendahnya, dan itupun tertuang dalam sebuah ungkapan dalam kitab kuno yahudi "Talmud" yang mengatur kehidupan keseharian mereka  dengan pernyataan bahwa, mustahil ada sebuah dunia tanpa adanya laki-laki dan perempuan.

Namun demikian, berbahagialah orang-orang yang mempunyai anak laki-laki dan celakalah orang-orang yang mempunyai anak perempuan. Selain itu agama lain juga merendahkan kaum perempuan termasuk Hindu, dan Nasrani juga menganggap derajat perempuan jauh dibawah, yang memang berbeda dengan laki-laki.

Melihat begitu rendahnya pandangan terhadap kaum perempuan, disitulah munculnya istilah gerakan feminisme yang menuntut untuk meminta kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Menururut pandangan kita, tujuan dari feminisme ini memang baik, yakni untuk memperjuangkan  hak dan keadilan bagi kaum wanita.

Namun apakah memang feminisme mampu menjadi solusinya?  Apakah memang feminisme yang dibutuhkan untuk melindungi hak-hak perempuan dan apakah perempuan sudah diperlakukan dengan adil?

Gerakan feminisme ini kalau kita perhatikan, permintaannya hanya sederhana saja kalau kaum pria boleh, maka kaum wanita juga boleh, kalau pria bisa maka wanita juga bisa, wanita bukan sekedar pemuas nafsu pria, bukan hanya bisa bekerja dibelakang pria.

Namun wanita juga bisa beraktifitas seperti pria, mereka menuntut untuk kesetaraan dalam derajatnnya.

Timbulnya gerakan feminisme untuk membebaskan hak-hak perempuan hanyalah ilusi semu semata, nyatanya beriring waktu hingga sekarang. Feminisme ini malah merubah manusia menjadi kehidupan tidak bermoral dan malah membuat perempuan sama saja seperti pada masa jahiliah dahulu.

Terlihat pada prakteknya feminisme yang berasal dari barat itu justru telah melahirkan dan memberi ruang kepada kaum manusia untuk memiliki hak menikah sesama jenis (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) istilah modernnya LGBT, dan bebas tanpa diikat oleh aturan rumah tangga.

Sehingga seks bebas ini juga berdampak kepada budaya hidup yang bebas luar biasa, kehamilan diluar nikah meningkat, aborsi meningkat tak terbendung. Karena memang yang dituntut oleh feminisme ini bukan hanya sekedar persamaan kedudukan saja, tapi yang sebenarnya, mereka tuntut adalah kebebasan tanpa batasan, dan inilah ide yang digaungkan oleh feminisme. Sehingga, ide ini bukan hanya berdampak kepada perempuan saja , namun nyatanya juga akan berdampak buruk bagi generasi berikutnya.

Namun, semakin hari Gerakan Feminisme yang menuntut kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, merupakan sebuah ide yang keliru, karena jelas bertentangan dengan fitrah perempuan sebagai seorang yang memang berbeda dengan laki-laki layaknya.

Ide feminisme yang kental dengan ide-ide liberalistik wanita digambarkan harus bangkit melawan ketertindasan, wanita harus eksis dalam kepemimpinan, politik, karir dan pendidikan, sedangkan tugas utama untuk menjadi ibu rumah tangga hanyalah pilihan. Banyak wanita yang lebih memilih berkarir ketimbang mengurus rumah tangga, mendidik anak dan taat pada suaminya.

Ide feminisme ini seringkali menjadikan wanita sibuk dengan mengerjakan tugas seperti laki-laki layaknya, sehingga, berimbas pada rapuhnya ketahanan keluarga, karena wanita merasa tidak perlu lagi bersuami.

Dikarenakan bisa cari uang sendiri, angka perceraian melonjak tinggi, anak-anak sebagai generasi penerus terlibat pergaulan bebas, narkoba, tawuran dan lainnya. sehingga, adrenalin dan ambisi dikehidupan mereka tidak terkendali dan tidak bertanggung jawab atas diri mereka, agama dan negara. Itu semua tidak terlepas dari kurangnya perhatian ciptaan tuhan yang bernama Ibu dikarenakan kesibukan mereka. d

Bukan hanya itu, ide feminisme juga telah mejadikan kebebasan yang tidak beraturan, termasuk dalam hal berpakaian, wanita boleh memilih mau berpakaian atau tidak, mau menutup auratnya atau tidak, bahkan yang lebih miris yaitu suatu pasal yang terdapat dalam RUUPKS yang hari ini, ini adalah sebuah ancaman baru, khususnya bagi umat yang beragama Islam.

Sedang hangat diperbincangkan terkait kelemahan RUUPKS, yaitu jika ada saja seorang ibu yang menyuruh anaknya untuk menutup aurat, maka jika anaknya tidak mau, ibunya tersebut akan dilaporkan karena akan tejerat undang-undang karena melanggar hak asazi manusia.  Ide ini justru merupakan ide yang sangat keliru khususnya bagi agama mayoritas dinegara ini. Karena, seorang ibu itu wajib dan bertanggung jawab terhadap anak mereka, berdasarkan kasus yang telah terjadi diatas itu hanyalah segelintir dampak buruk dari kasus feminisme dan kesetaraan gender.

Islam menilai kaum pria dan wanita memiliki kedudukan yang sama derajatnya, sama-sama ditaklif dengan kewajiban syariat, keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama, yang membedakan hanyalah ketaqwaan kepada Allah SWT semata.

Agama Islam memandang kaum Laki-laki dan Perempuan sebagai dua sisi yang saling melengkapi dan membutuhkan. Laki-laki diciptakan dengan segala bentuknya yang khas, yang mana, itu tidak ada pada perempuan, begitupun sebaliknya, perempuan diciptakan dengan cirri khas, yang mana itu tidak ada pada laki-laki.

Misalnya, dalam Agama Islam ditetapkan bahwa laki-laki memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin bagi istri dan anaknya, bahkan dalam Islam nafkah adalah tanggung jawab dari laki-laki selaku suami, tidak pernah Islam membebankan perempuan untuk mencari nafkah keluar rumah.

Bahkan di Agama Islam meletakkan perempuan pada posisi yang mulia, hanya taat pada suaminya saja, mengurus rumah tangga dan menjaga harta suaminya ketika ia tidak ada, dan mendidik anak-anaknya.

Islam sejak awalnya telah memuliakan perempuan, Islam juga menjadikan perempuan sebagai tonggak peradaban, melalui rahimnya, generasi baru terlahir, melalui didikannya akan lahir para pemimpin peradaban Islam.

Maka jika kita ingin kemuliaan, sebenarnya bukanlah memperjuangkan ide feminisme yang banyak melanggar syariat Islam, tetapi perjuangkanlah Islam itu sendiri supaya hukumnya bisa diterapkan di muka bumi ini, dan dengan itulah kemulian perempuan itu akan di dapatkan dan dipertahankan.

Wallahu a’lam bi ‘ash-shawab

Biodata Penulis
Nama : Cici Aprisa
Tempat/tanggal lahir : Koto Kabun / 23 April 1996
Alamat : Lubuk Lintah, Padang
Pekerjaan : Guru SMKN 1
Sumatera Barat



Mitra Rakyat.com(Padang)
Para da’i dan ulama sejatinya adalah figur penting yang telah berjasa besar dalam memerdekakan bangsa Indonesia dan ikut serta merumuskan dasar-dasar kehidupan bangsa dan negara. Peran ulama dan da’i juga tak kalah penting dalam menyiarkan keislaman dalam kehidupan masyarakat.

Namun jika dilihat dari kenyataan yang ada dewasa ini, para ulama atau pun da’i juga mulai memprihatinkan. Karena kerap mendapat ancaman baik fisik, maupun non fisik. Sehingga dengan dasar itulah mereka memerlukan adanya perlindungan dari hal-hal yang tak diinginkan.

Menyikapi itu, Pemerintah Kota (Pemko) Padang perlu merumuskan perlindungan yang tepat bagi para da’i dan ulama khususnya di Kota Padang . Niatan itu pun dimulai dengan digelarnya kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang “Perlindungan Da’i dan Ulama” yang dilangsungkan di Aula Kantor Baznas Kota Padang, Selasa (12/3).

Kegiatan ini menghadirkan perwakilan ormas dan lembaga keagamaan, ikatan muballigh dan unsur terkait lainnya.

Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah sewaktu membuka FGD menyampaikan, agenda FGD ini memang menjadi fokus utama Pemko Padang saat ini.

“Para da’i dan ulama wajib diberikan perlindungan. Apalagi bagi kita di ranah Minang yang berfalsahkan adat basandi syara’-syara’ basandi kitabullah (ABS-SBK). Syara' mangato adat mamakai," tegasnya.

Mahyeldi pun menyerukan agar melalui FGD ini dapat  melahirkan ide-ide, masukan dan gagasan untuk melahirkan perlindungan hukum bagi para ulama dan da'i di Kota Padang.

"Perlindungan yang dimaksud yaitu, bagaimana para ulama dan da'i selaku yang memegang otoritas dan kompetensi dalam hal keagamaan di masyarakat terlindungi dari tindakan yang mengancam. Baik berupa fisik seperti penghadangan, pembubaran, persekusi, penghancuran, pembakaran dan sebagainya. Begitu juga terlindungi dari non fisik seperti intimidasi, penodaan, penghinaan, berita 'hoax' serta segala bentuk kriminalisasi hukum," jelasnya.

"Apalagi bukan hanya di dunia saja tapi mereka berperan membimbing kita untuk selamat sampai ke akhirat kelak. Jadi untuk itu ke depan, para da'i dan ulama harus kita berikan perlindungan dari banyak hal dalam artian luas. Baik dalam bentuk keamanan jiwa dan raga serta dari segi kebutuhan kehidupan sehari-hari," imbuh wali kota menambahkan.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra Jamilus selaku ketua panitia pelaksana menyebutkan manfaat FGD tersebut diantaranya ingin memperoleh data kualitatif yang bermutu seputar perlindungan da’i dan ulama. Sementara tujuannya untuk memperoleh masukan atau informasi tentang upaya yang harus dilakukan terhadap perlindungan da’i dan ulama.

"Semoga melalui FGD ini akan menghasilkan keputusan yang terbaik untuk perlindungan dai dan ulama yang cukup banyak di Kota Padang,” harapnya.

"Jadi kita akan membuat Perwako untuk upaya ini dengan didasari Undang-undang, Peraturan Menteri dan Perda Kota Padang nantinya. Sehingga apabila para ulama dan da'i dalam penyampaian dakwahnya tidak bertentangan dengan aturan namun mendapat tantangan dari masyarakat atau ormas dan pihak lainnya yang tidak senang, maka disinilah peran pemerintah memberikan perlindungan," jelas Jamilus.

Dalam FGD tersebut juga dihadiri Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso, Kepala Bagian Kesra Jamilus, Kepala Bagian Hukum Syuhandra serta narasumber diantaranya Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag (Ketua MUI Kota Padang) dan Miko Kamal SH. Phd. (dv)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.