Diduga, Ketua LKM Saiyo Sakato Lakukan Penyelewengan Anggaran Proyek IPAL 2 Tahun Berturut-turut


Proyek IPAL program Sanimas IDB diduga ada penyelewengan anggaran oleh Ketau KSM Saiyo Sakato

Mitra Rakyat.com (Padang)


Dua tahun berturut-turut kelurahan Dadok Tunggul Hitam mendapat bantuan dari pemerintah melalui Program Sanimas IDB dengan tujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekitar, baik secara individu maupun kelompok oleh pemerintah.

Namun, kedua proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) program Sanimas IDB dimaksud,masing-masingnya pada tahun 2017 dan 2018 senilai Rp 425.000.000,- yang berlokasi di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam,Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang itu,  menuai masalah dan hingga saat ini belum juga diserahkan kepada masyarakat secara resmi. Ada apa gerangan..?


Sebelumnya, pada tahun 2017 proyek pembangunan IPAL program sanimas IDB berlokasi di Kampung Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, sampai saat ini proyek tersebut seolah mangkrak, kerena, belum diserahkan secara resmi kepada masyarakat.

Proyek IPAL Sanimas IDB diduga penyelewengan anggaran oleh Ketua LKM Saiyo Sakato pada tahun 2017

Diduga, hal serupa juga terjadi pada proyek yang sama  ditahun 2018, sebab, sudah masuk 3 bulan pasca selesai belum juga diresmikan oleh pemerintah. Dari awal pelaksanaanya aroma tidak sedap sudah tercium, mulai dari perencanaan, pengadaan material, sampai pelaksanaannya dikuasai dan dikendalikan oleh Ketua LSM Saiyo Sakato bernama Armen Susnedi, kata Basir pada Senin (25/03) kemarin via telpon nya 082388054xxx.

Basir selaku Ketua RW 14 tempat lokasi proyek IPAL itu mengatakan,” telah terjadi penyelewengan anggaran oleh Ketua LKM dan Ketua KSM pada proyek ini, sebab, dari awal proyek dikerjakan tidak ada laporan keuangan yang diberikan LKM atau KSM kepada masyarakat sekitar, sesuai dengan aturan yang ada” Kata Basir.

Bahkan , lanjut Ketua RW itu,” dari segi teknisnya, KSM dan LKM seolah sepakat mempreteli anggaran agar mendapat keuntungan,seperti, banyaknya faktur-faktur fiktif terkait pembelanjaan material oleh kedua terduga pelaku penyelewengan tersebut” terang Basir.

Terkait laporan keuangan kepada masyarakat sekitar khususnya belum ada sekalipun mereka lakukan, dilokasi memang ada papan publikasinya,  namun, itu hanya sebagai pajangan saja, tidak pernah terisi oleh LKM maupun KSM sebagai salah satu bukti pengelolaan dana anggaran yang real pada proyek tersebut, tukasnya.

Bahkan, sampai saat ini, ketika mereka diminta memberikan laporan keuangan tersebut, Ketua LKM Saiyo Sakato Armen Susnedi tidak bisa memberikannya kepada Ketua RW14 atas nama masyarakat sekitar, prilaku yang sama juga pernah dilakukannya pada pembangunan IPAL pada tahun 2017, tukuknya.

Terakhir Basir berharap kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dari berbagai pihak dari tingkat pusat sampai tingkat kelurahan dan  pihak berwenang agar dapat menguak kasus dugaan penyelewengan anggaran proyek IPAL program Sanimas IDB tahun 2017 dan 2018 dikelurahan itu, pungkasnya.

Dilain pihak Distric Project Implementation unit (DPIU)nya menurut petunjuk teknis (Juknis) yang ada Rizki Kabid Cipta Karya DPRKPP Kota Padang, sampai berita ini diterbitkan belum beri jawaban saat dikonfrotir media pada Rabu (13/03/2019) waktu lalu via telpon nya,081363377xxx.

Pihak media masih upaya konfirmasi kepada pihak yang terkait lainnya sampai berita ini diterbitkan. (Roel)

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.