Mei 2020

AAYT Agam Aia Gadang Aksi Anam Koto APD Asimilasi Aturan Baharuddin Bandung Bansos Bantuan Batu Sangkar Bebas Bencana Berbagi Bhayangkari BLPP BLT Dana Desa Box Redaksi BPBD BTN Bukittinggi Bully Bupati Bupati Pasbar Camat Cerpen Corona Covid Covid 19 Covid-19 CPNS cross Dandim Disinfektan DPD Golkar DPRD DPRD Padang Duta Genre Emma Yohana Erick Hariyona Ershi Facebook Formalin gugus tugas Hakim Himbau Hutan Kota Ikan Tongkol Ikw Incasi Intel Internasional Isolasi Jakarta Jalan Jubir Jumat berbagi Jurnalis Kadis Kapa Kapolres Karantina Kasat Kebakaran Kemanusiaan Keracunan kerjasama Kinali Kodim KOK Kolaboraksi KONI Korban Korban Banjir Kota Padang Kurang Mampu Lapas Laporkan Laskar Lebaran Lembah Melintang Leting Maapam Mahasiswa Maligi Masjid Masker Medsos metrologi MRPB MRPB Peduli Mujahidin Muri Narapidana Negatif News Pasbar Ngawi ODP OfRoad Oknum olah raga Opini Opino OTG Padang Padang Panjang Padang Pariaman Pandemi Pangan Pantai Maligi Pariaman pariwara Pasaan Pasaman Pasaman Barat Pasbar Pasbat Pasien PDP Peduli peduli lingkungan Pemerasan Pemerintah Pemuda Pencemaran Pengadilan Penganiayaan Pengawasan penusukan Penyu Perantauan Perawatan Perbatasan Pers Pessel Pilkada PKH PKK Plasma PN PN Pasbar pol pp Polisi Polres Polres Pasbar Pos Pos perbatasan Positif posko PSBB Pusdalops Puskesmas Rapid Test Relawan Reses RSUD RSUP M Djamil RTLH SAR Satgas Satlantas Sekda Sekda Pasbar Sembako Sertijab sijunjung sirkuit Solok SolSel sosial Sumbar Sunatan massal swab Talamau Talu Tanah Datar teluk tapang Terisolir Thermogun TMMD TNI Tongkol tuak Tukik Ujung Gading Update usir balik Wali Nagari wartawan Wirid Yasin Yarsi Yulianto ZI Zona Merah

dr. Gina Alecia Jubir Wanita Covid-19 Dimata Jurnalis Pasbar

Mitra Rakyat (Pasbar)
Ditengah Pandemi covid-19 yang melanda, ternyata memunculkan berbagai kisah bagi anggota Satgas. Tidak terkecuali kisah unik yang terukir antara para jurnalis dengan juru bicara tim teknis Dinkes Kabupaten Pasaman dr. Gina Alecia. Meski awal pertemuan perdana dengan puluhan wartawan setiap hari nya, ibu dari dua anak ini sangat teliti dalam tugasnya.

Berbagai persepsi dan komentar muncul dari para jurnalis. Zoelnasti, seorang jurnalis senior menilai, dr. Gina cepat menyesuaikan diri dengan insan pers, meski dalam kondisi sulit di tengah wabah, Gina bisa memberikan informasi yang akurat bagi masyarakat. Walaupun berlatar belakang medis, Gina bisa memegang peran pentingnya sebagai Jubir.

"Tugas Jubir sangat penting dan krusial dalam penyampaian informasi, Gina bisa belajar cepat," ujarnya, Sabtu (30/05).

Zulnasti bercerita, Gina totalitas dalam menjalankan tugas, bahkan dibeberapa momen, Gina melakukan treking hingga larut malam dan subuh. Selama berada di tim Satgas, Gina dekat dengan wartawan seolah sudah kenal lama dan bisa nyambung saat konsultasi dan tukar informasi.

"Dia tepat waktu, seolah update data harian menjadi kebutuhan bukan tugas, terkadang kami juga sering telat dan dia harus menunggu," sebutnya dengan nada heran.


"Meskipun setiap hari dan tak ada waktu libur, Namun sama sekali tak terlihat kelelahan di wajahnya, bahkan suara khas tawa Gina saat bercanda dengan awak media Pasbar seakan menggambarkan semangat nya dalam mejalani rutinitasnya", tambah Zulnasti.

Sementara itu, keunikan lain muncul dari kacamata reporter Padang TV, Siel Saputra, dalam kondisi darurat tidak jarang Jubir (Gina) mau membantu pemenuhan kebutuhan gambar, seperti wawancara menggunakan aplikasi atau menjawab pertanyaan wartawan dengan rekaman video. Para reporter meyakini, semua itu berkat dukungan keluarga di rumah atau rekan kerja di Bidangnya.

"Kita salut, meski perempuan dan latarbelakang medis, Kak Gina bisa memberikan kontribusi besar dalam perang melawan Covid 19," ujarnya.

Sementara itu, dr. Gina Alecia saat berdiskusi dengan wartawan beberapa waktu lalu mengaku, tugas sebagai Jubir yang diberikan pemerintah daerah merupakan amanah besar. Ia bersyukur tugas berat ini bisa dijalani berkat dukungan suami, anak, keluarga, teman kerja dan Pemerintah bersama wartawan.

"Kawan kawan semua sangat membantu saya," ujarnya beberapa waktu lalu setelah mengumumkan update data Covid 19 di Media Center.

Gina mengaku, rekan kerja dan wartawan menjadi teman baru setelah menjadi jubir, bahkan banyak pertukaran informasi dan ilmu baru selama  menjalani tugas. dokter Gina Alecia merupakan salah seorang Kasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.(Dedi/Rudi)

Off-Roader Pasbar Peduli COVID-19 Dilepas Bupati Pasbar Menuju Jorong Pigogah

Mitra Rakyat (Pasbar)

Bupati Pasbar Yulianto melepas secara resmi para off-roader Pasbar dalam aksi peduli COVID-19 serta memberikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat di Jorong Pigogah Kenagarian Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Sabtu (30/05).

Dalam Kesempatan ini Bupati yang didampingi istrinya Sifrowati mengatakan sangat mendukung terselenggaranya acara bantuan Bansos ini kepada masyarakat yang sangat membutuhkan seperti masyarakat yang sarana aset jalannya masih berlumpur dan masih sulit ditempuh seperti Pigogah Air Bangis.

"Untuk menempuh akses jalan berlumpur ini, hanya mobil off-road 4X4 inilah yang bisa melewati setiap lintasan rintangan menuju lokasi tersebut," Ujar Yulianto.

"Ini merupakan suatu motifasi bagi kita semua yang mana off-roader tidak hanya sekedar pecinta mobil off-road saja tapi juga mempunyai jiwa sosial dan bermasyarakat untuk membantu sesama, hal ini sepenuhnya saya sangat mendukung", tambah Yulianto.

Dalam kesempatan yang sama, Yulianto juga menghimbau agar tetap menjaga kesehatan, tetap gunakan masker dan cuci tangan sesering mungkin serta menjaga jarak.


Yulianto juga menambahkan, dalam masa PSBB tahap III ini sangat diperlukan untuk mematuhi aturan yang ada, karena Pemerintah Daerah sedang mempersiapkan menuju new normal, kehidupan yang baru serta beberapa item nanti diberikan kelonggaran.

Adapun Bantuan yang diberikan berupa bahan sembako, seperti beras, mie instan, telur dan lain-lain. Bantuan ini yang tergabung dalam beberapa Community mobil off-road  Pasbar seperti Jip 4X4 Community, JAC (Jip Adventure Pasbar), JACKI (Jip Adventure  Club Kinali), Ves community Pasbar.

Sementar itu, AKP Robert juga menyampaikan, terima kasih atas dukungan Bapak Bupati Pasbar atas izin diselenggarakannya  para off-roader Pasbar peduli COVID-19 serta pemberian Bansos ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintahan Daerah yang telah mengizinkan Kami melakukan kegiatan ini, serta terima kasih kepada Bupati Yulianto atas dukungannya serta  telah meluangkan waktu melepas rombongan off-roader secara simbolis di rumah dinas Bupati Pasbar", Ungkap AKP Robert. (Dedi/Rudi)



Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Pemprov Sumbar mengapresiasi tim laboratorium yang bekerja tanpa lelah selama 22 jam. Yang paling luarbiasanya adalah, mereka telah melakukan pemeriksaaan sample sebanyak 1.461 dalam waktu 22 jam. Ini pekerjaan tim yang sangat luar biasa dan merupakan rekor pemeriksaan sample swab terbanyak yang pernah ada di Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam dialog online via zoom bersama Ikatan Apoteker Sumbar dalam rangka Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanggulangan Covid-19 di ruang rapat Wakil Gubernur Sumbar, Kamis (28/5/2020).
Wakil Gubernur menjelaskan deteksi dini adalah kita mencari sebanyak- banyaknya para terindikasi mulai dari ODP, PDP dan OTG, itu dicari semua.

Selanjutnya, deteksi dini harus dipercepat di Sumatera Barat dengan angka 537 gak usah takut, “Menurut hasil deteksi kita dindingkan dengan Provinsi lain Sumatera Barat lebih cepat dalam penanganan uji laboratorium, dikarena Kedokteran Unand mempunyai labor sendiri, jadi samplenya bisa diperikas setiap hari sehingga Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand termasuk terbaik di Indonesia” ujar Wagub Sumbar.

Wagub Sumbar mengapresiasi tim paramedis yang telah bekerja luar biasa tanpa kenal lelah siang malam, tidak bertemu keluarga, dengan keikhlasan masih tetap bertahan untuk tetap setia merawat dan mengobati pasiennya.

“Semoga pengabdian para medis ini menjadi amal ibadah yang tak terhingga nilainya dan paramedis kita juga diberikan kesehatan dan tetap dalam lindungan Allah SWT, Aamiin,” ujar Nasrul Abit.
Nasrul Abit juga katakan saat ini upaya dilakukan Pemprov. Sumbar dalam menghadapi wabah corona antara lain sudah siapkan rumah sakit rujukan covid-19 diantaranya RS M. Jamil, RSAM, RS Unand, RS M.Natsir, RS Semen Padang, RS Reksodiwiryo, dengan tota 147 tempat tidur, kemudian Rumah Sakit Khusus Covid-19, diantaranya RSUD Pariaman dan RSUD Rasidin Padang, dengan jumlah 273 tempat tidur, dan jejaring rumah sakit Covid-19 RSUD Daerah dengan jumlah 563 tempat tidur.

“Menyiapkan 9 lokasi karantina untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) 5 lokasi dan Orang Dengan Covid Positif Ringan (OD-CPR) 4 lokasi.

” Empat lokasi karantina ODP diantaranya, Asrama Diklat PPSDM Kemendagri Ragional Bukittinggi di Baso, UPT Asrama Haji Padang Pariaman, UPTD Balai Pelatihan Penyuluhan, Asrama BLK Padang Panjang, Arama BLK Payakumbuh .Sedangkan untuk karantina (OD-CPR) berlokasi di Asrama Diklat BPSDM Prov Sumbar, UPTD Balatkop Dinas Koperasi UKM Prov Sumbar, Asrama Diklat Bapelkes Dinas Kesehatan , Gedung ITC UPTD BPTSD Prov Sumbar Payakumbuh. Dan Inilah sarana-sarana yang kami siapkan mualai dari perlengkapannya, tenaga kesehatan, Dokter beserta Perawatnya itu akan kita siapkan semua,” ucap Wagub.

Nasrul Abit juga menjelaskan untuk pengendalian akan dilakukan secara Edukasi kita sudah lakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat.

 “Kami di Provinsi saja sudah cukup banyak mengirim surat hampir 100 surat tentang instruksi bagaimana penanganan Covid ini mulai dari ke tingkat desa, kelurahan sampai ke tingkat terendah” katanya
Selain itu Wagub mengatakan perlu juga dilakukan tracing, ketika ditemukan satu kasus seperti di pasar raya kemarin, mereka langsung ditracing dengan siapa yang bersangkutan, berhubungan siapa kelurganya semuanya kita cari, sehingga diisilasi, diswab ke laboratorium Unand ketika hasilnya positif, dengan siapa dia berkomunikasi dan berinteraksi ini yang harus ditracing sehingga dapat ditemukan kasus baru.

Kemudian selanjutnya Wagub menjelaskan tentang Isolasi ini juga boleh dirumah dan juga ada tempat disiapkan oleh pemerintah provinsi sebanyak 9 lokasi, ada yang di Padang, Bukittinggi dan Padang panjang semuanya sudah tersebar tempat isolasi baik mereka yang positif maupun yang belum, dan yang Pasien Dalam Perawatan (PDP) biasanya sudah diisolasi.
Lebih lanjut, ketika hasilnya positif maka akan dimasukkan ke karantina dirawat dengan standar Covid, mereka akan mendapatkan pengobatan dan dirawat, minimal 14 hari dan ada juga yang tiga minggu. (Hms Sumbar)


Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Drs. H Nasrul Abit menyatakan bahwa Pemerintah Propinsi Sumatera Barat mendukung langkah pemerintah Kota Bukittinggi untuk tidak memperpanjang masa PSBB.

Wagub menegaskan bahwa saat menilai kondisi Kota Bukittinggi cukup baik dari segi penanganan Covid 19.

“Langkah Pemko Bukittinggi untuk melakukan pelonggaran setelah PSBB, dengan pertimbangan kondisi daerah perlu didukung ” demikian disampaikan Wagub ketika melakukan kunjungan kerja, Rabu (27/5/2020).

Wagub mengatakan m langkah Pemko Bukittinggi juga bertujuan untuk menyelamatkan kondisi ekonomi masyarakat agar tidak terus menerus merosot.

Akan tetapi Nasrul Abit mengatakan Kota Bukittinggi harus siap dengan tetap melaksanakan protokol penanganan Covid-19 untuk mencegah penularan Covid-19. **


Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Protokol Covid-19 untuk kapal dan perahu nelayan di Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Yosmeri saat hal mengecek kondisi terkait pada Selasa (26/5/2020).

“Kita melihat pengawasan dilakukan para satgas covid matra laut terhadap kapal-kapal yang masuk dan aktivitas nelayan di perairan laut Sumatra Barat,” katanya, sebagaimana dirilis Humas Pemprov Sumbar.

Menurut Nasrul Abit, kapal-kapal dan perahu nelayan mesti menjalankan Protokol Covid, sehingga tidak terjadi penyebaran wabah corona di kalangan nelayan. “Jikapun ada yang terpapar covid, satgas tentu dapat menindaklanjutinya dalam pelayanan kesehatan yang ada,” ujar Nasrul Abit.

Ketika Wagub Sumbar sempat singgah di Pulau Pagang, salah satu posko pemantauan laut yang sebelumya juga jadi destinasi wisata.

“Setelah PSBB berakhir kita berharap aktifitas kepariwisataan dapat tumbuh kembali. Karena pariwisata merupakan salah satu program memajukan perekonomian Sumatera Barat. Jika kegiatan pariwisata dapat beraktivitas kembali tentunya kehidupan masyarakat pesisir akan dapat kembali bangkit memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Wagub.

Koordinator Satgas Covid Matra Laut Yosmeri mengatakan, keberadaan satgas covid matra laut merupakan bagian dalam mendukung pelaksanaan PSBB di Sumatera Barat hingga sampai 29 Mei 2020.

“Dari laporan petugas satgas covid matra laut yang melibatkan TNI Angkatan Laut, juga ditemukan beberapa kasus. Ada kapal yang tidak memiliki dokumen lengkap kita tahan. Ada nelayan yang diduga terpapar covid-19, kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan swab. Serta juga mengawasi dan memperingati para nelayan yang tidak menjalankan protokol covid dengan baik. (***)

Sifrowati Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Kecamatan Luhak Nan Duo

Mitra Rakyat (Pasbar)
Istri Bupati Pasaman Barat Sifrowati menyerahkan bantuan secara langsung kepada korban kebakaran di jorong Sungai Talang, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa (26/05).


Bantuan yang diserahkan langsung oleh Sifrowati kepada korban kebakaran atas nama Bustamam tersebut berupa uang tunai, bantuan paket makanan dan juga sandang, Peralatan Dapur/Masak, Peralatan Mandi serta kebutuhan lainnya.
Sifrowati berharap bantuan paket yang diberikan hendaknya dapat meringankan beban  keluarga yang terkena musibah kebakaran tersebut.
Lebih lanjut Sifrowati yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Yonisal, BPBD, Camat Luhak Nan Duo, Wali Nagari Induk Koto Baru, Wali Nagari Persiapan, Jorong Sungai Talang serta Tokoh-tokoh Masyarakat setempat menyampaikan secara pribadi dan atas nama pemerintah turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga tersebut.
Sifrowati juga menjelaskan apa yang telah diberikan pemerintah kepada keluarga Bustamam merupakan salah satu kewajiban pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah sebagai bentuk kebersamaan dan persaudaraan.
"Ini adalah sebagai bentuk kepedulian, dan kebersamaan kita, jangan melihat nilai bantuan yang diberikan tetapi inilah ungkapan dari isi hati kami yang paling dalam untuk ikut merasakan apa yang dirasakan ibu dan bapak,” ucap Sifrowati.
Sifrowati juga berharap, agar korban dapat bersabar menerima musibah dan jangan berputus asa atau patah semangat dalam menghadapi cobaan tersebut.
Sifrowati juga meminta kepada Camat dan jajarannya serta pihak pemerintahan Nagari agar membantu keluarga korban kebakaran mengurus segala sesuatu yang mereka perlukan terutama dalam pengurusan surat-surat dan dokumen penting yang ikut terbakar.
Dalam penyerahan bantuan tersebut juga terlihat hadir anggota DPRD Pasbar Wasman, Muzar serta Syafridal. (Dedi/Rudi)

Tak Ada Kata Libur Bagi Tim Satuan Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasbar

Mitra Rakyat (Pasbar)

Ditengah-tengah ancaman Pandemi Covid-19 sepertinya tidak ada kata libur untuk Tim satuan tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat meskipun dalam suasana lebaran tetap melaksanakan tugasnya dan meninggalkan keluarga dirumah.

Seperti hari ini Senin (25/05) di Pos perbatasan Kinali terlihat kesibukan Tim Satgas dalam mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

"Kita sebenarnya juga ingin berkumpul dan bermain bersama keluarga, namun demi keselamatan 500 ribu lebih warga Pasbar serta tugas yang kita emban ini juga wajib kita jalankan, Kami ikhlas dalam melaksanakan tugas ini, meskipun kami sering dicaci dan di bully di medsos, namun kami tetap akan jalankan tugas ini", ujar Sumandri salah seorang Tim Satgas Pos perbatasan.

"Kami sadar dalam tugas yang kami emban ini akan ada pro dan kontranya, namun kami tidak akan menyerah, kami akan laksanakan tugas ini semampu yang kami bisa, ini kami lakukan demi keselamatan kita bersama, bukan demi kepentingan pribadi", tambah Sumandri.

Sementara dihari yang sama Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, juga tetap melakukan update perkembangan terkait Covid 19 di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat.

Dijelaskan Gina, hari ini Senin tanggal 25 Mei 2020,
ada lagi penambahan 1 Orang ODP dari pelaku perjalanan yang baru melakukan perjalanan ke Padang. Serta menunjukkan beberapa gejala yang hampir sama dengan gejala Covid 19, guna antisipasi sipelaku perjalanan harus melakukan isolasi mandiri.

"Jadi sampai hari ini Total Kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) bertambah sehingga menjadi 265 Orang, dimana 252 orang sudah selesai pemantauan dan 13 orang masih dalam pemantauan", Terangnya.

"Sedangkan total kumulatif PDP (Pasien Dalam Pengawasan) masih tetap 13 orang, sementara Hasil swab menjadi 13 orang negatif, karena hasil swab Alm S asal Wonosari sudah keluar dan hasilnya Negatif, Sehat 9 orang, Meninggal 4 orang", jelas Gina.

"Selanjutnya total Pelaku Perjalanan juga bertambah dan menjadi 27.248 Orang. Total Kumulatif OTG (Orang Tanpa Gejala) masih 44 orang, serta Positif 1 orang dan saat ini masih menjalani isolasi mandiri di BLPP Bandar Buat Pada", Jelas Gina lagi.

Tak lupa diakhir penyampaiannya dr. Gina Alecia, M.Kes., tetap melakukan himbauan agar masyarakat tetap menjaga jarak, memakai masker dan kalau tidak ada keperluan penting agar tetap dirumah, bagi perantauan agar jangan mudik atau pulang kampung dulu.(Dedi/Rudi)


Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Gubernur Sumatera Barat Prof. H Irwan Prayitno Psi menggelar rapat terbatas membahas rencana lanjutan setelah berakhirnya PSBB Tahap II dengan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Propinsi Sumbar, Senin (25/5/2020).

Rapat yang juga dihadiri Wakil Gubernur Sumbar (Nasrul Abit) itu, Irwan mengatakan diperpanjang atau tidaknya PSBB harus dibicarakan dulu dengan bupati dan wali kota se Sumatera Barat.

“Tergantung dari kesepakatan kita bersama karena menurut WHO Covid-19 diprediksi akan berlangsung dalam waktu yang lama”.

Melihat potensi Covid-19 yang diperkirakan berlangsung panjang, Irwan juga meminta agar masyarakat mampu berdamai dengan corona dengan cara menyesuaikan diri dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Disampaikan Irwan, perubahan pola hidup masyarakat diyakini akan memunculkan kondisi “New Normal” atau tatanan kehidupan baru.

Pemerintah secara terus menerus juga akan mencari solusi dan berinovasi agar kehidupan kembali berjalan normal terkait strategi menuju peningkatan produktivitas dan aman dari Covid-19.**

Meskipun Lebaran, Satuan Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Tetap Laksanakan Tugas

Mitra Rakyat (Pasbar)
Memasuki hari pertama lebaran Tim satuan tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat tetap melaksanakan tugasnya, baik tim yang bertugas menjaga perbatasan maupun tim yang berada di Posko utama.

Salah satunya adalah tetap melakukan update perkembangan terkait Covid 19 di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat.

Hari ini Minggu tanggal 24 Mei 2020, melalui juru bicara Satgas Penanganan Percepatan Covid 19 Gina Alecia menyampaikan perkembanga dan update data terkait Covid-19 di wilayah Kab. Pasaman Barat.

Menurut Gina hari ini ada penambahan 1 Orang ODP dari pelaku perjalanan. Sementara untuk PDP, OTG maupun kasus konfirmasi positif tidak ada.

"Jadi sampai hari ini Total Kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) 264 Orang, dimana 251 orang sudah selesai pemantauan dan 13 orang masih dalam pemantauan", Terangnya.

"Sedangkan total kumulatif PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 13 orang. Hasil swab 12 orang negatif, Sehat 9 orang, Meninggal 4 orang dan 1 orang hasil swabnya masih belum keluar an. Tn. S (50th) yang meninggal dunia", tambah Gina.

"Selanjutnya total Pelaku Perjalanan 26.955 Orang. Total Kumulatif OTG (Orang Tanpa Gejala) 44 orang. Positif 1 orang dan saat ini masih menjalani isolasi mandiri di BLPP Bandar Buat Padang, dan Negatif 1 orang", Jelas Gina lagi.

Dalam kesempatan yang sama dr. Gina Alecia, M.Kes juga menghimbau agar masyarakat tetap menjaga jarak, memakai masker dan kalau tidak ada keperluan penting agar tetap dirumah, bagi perantauan agar jangan mudik atau pulang kampung dulu.(Dedi/Rudi)

Pasien PDP Inisial S Asal Pasbar Meninggal Dunia Di RSUP M DJAMIL Padang

Mitra Rakyat (Pasbar)
Seorang Pasien PDP Corona Virus Disease (COVID-19) berinisial S (50) asal Wonosari, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Pasabr), Sumatera Barat (Sumbar), meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang.

"Pasien meninggal dunia pada Kamis (21/5) sore dan dimakamkan di Wonosari Kinali pada malamnya," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Jumat (22/05).

Gina mengatakan sebelum almarhum di rawat di RSUP M Djamil, ia sakit di rumahnya Wonosari Kinali, tidak mau makan karena sakit menelan.

Setelah itu dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat  pada 14 Mei 2020. Di Yarsi almarhum diagnosa pembengkakan lambung dan pembekuan darah diotak.

Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit M Djamil Padang pada 19 Mei 2020 lalu, Saat di Yarsi almarhum dalam kondisi koma.


"Almarhum meninggal pada Kamis sore dan sebelumnya pihak rumah sakit menetapkan almarhum PDP COVID-19. Sedangkan hasil swabnya masih menunggu," katanya.

Pemakaman yang dilaksanakan pada Kamis malam berjalan dengan lancar oleh relawan PMI Pasaman Barat dengan protokol COVID-19.

"Kita juga langsung melakukan tracing atau melacak riwayat kontak almarhum sebagai antisipasi penyebarannya," katanya.

Ia menambahkan hingga Kamis (21/5) total Kumulatif Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak  258 orang dengan keterangan 251 orang sudah selesai pemantauan dan 7 orang masih dalam pemantauan.

Kemudian total kumulatif Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 12 orang dengan hasil swab 12 orang negatif, sehat 9 orang dan 3 diantaranya meninggal.

Untuk total kumulatif Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 44 orang dengan keterangan 16 orang negatif, 28 orang kontak dengan almahun M (diswab 14 orang hasil negatif).

"Pasien positif satu orang dengan total pelaku perjalanan hingga Kamis mencapai 26.080 orang," sebutnya.

Ia mengharapkan kepada warga agar tetap ikuti aturan pemerintah dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi keselamatan bersama.

"Mari rajin cuci tangan dengan sabun , selalu memakai masker, jaga jarak dan jangan mudik. Semoga kita semua dapat terhindar dari COVID-19," katanya. (Dedi/Rudi)

Dipenghujung Ramadhan Erick Hariyona Kembali Berbagi Sembako

Mitra Rakyat (Pasbar)
H. Erick Hariyona, Bakal Calon Bupati Pasaman Barat  telah menyalurkan sebanyak 30 Ribu paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di kabupaten pasaman barat  yang terimbas pandemi akibat dampak dari mewabahnya virus Corona

Menurut, H. Erick Hariyona pengusaha muda sekaligus politisi Bendahara Umum DPD I Partai Golkar Sumatera Barat pembagian ribuan sembako kepada masyarakat itu, sudah dijalankan secara nyata dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan  di setiap  Jorong dan Nagari di kabupaten Pasaman Barat.

Kata, H. Erick Hariyona putra dari anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Emma Yohanna Jumat ( 22/5), hari ini kegiatan pembagian sembako diadakan di Jorong Langgam, Nagari Kinali,  Kecamatan Kinali.


Kita salurkan pembagian sembako dengan cara berjalan kerumah rumah warga satu persatu, dan membagikan paket sembako tersebut dalam meringankan beban ekonomi masyarakat yang terimbas dampak covid 19", Ujarnya.

"Alhamdulillah, sudah 30 Ribu paket sembako  yang sudah disalurkan di 11 Kecamatan 19 Nagari  yang ada di Kabupaten Pasaman Barat dipenghujung Bulan Rhamadhan ini dan menjelang hari raya Idul Fitri. Kiranya  paket sembako tersebut  bermanfaat dalam  membantu meringankan sedikit beban masyarakat," sebutnya.

"Insya Allah, usai Lebaran Idul Fitri 1414 H kita akan lanjutkan kembali penyaluran sembako sampai ke pelosok Nagari di Pasaman Barat yang kita cinta ini", tambahnya.

Menurut Erick, hal Itu merupakan bentuk rasa kepeduliannya  dalam memperhatikan dan membantu  warga yang membutuhkan di tengah wabah pandemi Corona Virus (Covid-19).

"Semoga, bantuan sembako yang diberikan bermanfaat dalam meringankan beban masyarakat yang kurang mampu yang terdampak himbasan wabah Covid-19," Tungkasnya

Ia juga menghimbau, kepada masyarakat tetap waspada dan tumbuhkan kesadaran dalam menjaga pola hidup sehat untuk saling menjaga dalam memutus mata rantai penularan virus Corona. (Rudi/Dedi)

Hasil Swab Positif, Warga Pasbar Inisial H  Diisolasi Di BLPP Bandar Buat Kota Padang

Mitra Rakyat (Pasbar)
Satu orang warga Pasbar yang sebelumnya berstatus OTG inisial H, alamat Nagari Aur Kuning, Kec. Pasaman, Kab. Pasaman Barat (Pasbar), hari ini Kamis (21/05) ditetapkan positif Covid-19. Penetapan ini setelah dilakukan uji Swab oleh Laboratorium Unand Padang.

Menurut Bupati Pasbar Yulianto melalui Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes., Sebelum dinyatakan positif, H merupakan relawan yang direkrut oleh Gugus Tugas Provinsi Sumatera Barat untuk bekerja di tempat isolasi Covid-19 milik Pemprov Sumbar.

Dijelaskan riwayat perjalanan H antara lain, pada 9 April 2020 lalu H berangkat dari Pasaman Barat ke Kota Payakumbuh dan pada 10 April 2020 mulai bekerja di Karantina Payakumbuh tepatnya lokasi Karantina Pelaku Perjalanan.

Kemudian pada 4 Mei 2020, H bekerja di lokasi karantina  Pusat Pengembangan SDM Regional Bukittinggi, Baso, Kab. Agam,  hingga dilaksanakan swab karena diketahui teman sekamar H positif.

dr. Gina Alecia, M.Kes., juga menjelaskan bahwa saat ini H diisolasi di Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) Bandar Buat, Kota Padang, dan selama ini H belum pernah pulang ke Pasbar.

"Selama bekerja sebagai relawan Gugus Tugas Covid-19 Prov. Sumbar, H belum pernah pulang ke Pasaman Barat, dan saat ini H sedang menjalani isolasi di BLPP Bandar Buat Kota Padang", jelas Gina.

"Meskipun demikian, untuk pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, kita akan tetap melakukan traking kepada pihak keluarga H serta warga Pasbar yang sempat kontak dengan H", tambah Gina.

Mewakili Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pasaman Barat Gina juga menghimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker jika keluar rumah, dan selalu menerapkan physical distancing (jaga jarak).

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang dan jangan terpancing dengan berita atau isu-isu yang tidak jelas agar tidak terjadi keresahan dan ketakutan di Masyarakat. 


Dengan demikian, data sebaran Covid-19 di Kab. Pasbar per 21 Mei 2020 hingga pukul 15.00 Wib antara lain Positif 1 orang, Kumulatif Orang dalam Pemantauan (ODP) 258 orang (7 dalam pemantauan), Kumulatif Pasien dalam Pengawasan (PDP) 12 orang, Kumulatif Orang Tanpa Gejala (OTG) 44 orang, dan total pelaku perjalanan 26.080 orang. (Dedi/Rudi)


Mitra Rakyat.com(Padang)
Wabah Pandemi Corona virus ( Covid 19 ) di kota padang Propinsi Sumatra Barat yang sedang melanda, Menarik simpati dari DPD LPM KOTA PADANG, menyalurkan bantuan berupa beras 10 kilo sebanyak sepuluh karung  kepada SATGAS PENGAWASAN & PEMANTAUAN PENYALURAN DANA JARING PENGAMANAN SOSIAL COVID -19 LEMBAGA KPK NUSANTARA SUMBAR Kecamatan Koto Tangah.

Ketua LPM DPD Kota Parang, Irwan Basir Datuak Rajo Alam, SH. MM yang didampingi Ketua Kecamatan Koto Tangah mengatakan, Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan warga dan pihak yang membutuhkan di tengah meluasnya wabah Virus Covid-19 atau pun dalam situasi PSBB. Irwan Basir menyebutkan, Sebanyak 10 Karung bantuan Beras yang berat 10 kilo, Semoga dapat bermanfaat.

Kendati demikian , Ketua DPD LPM kota Padang juga menyampaikan terimakasih kepada Buk Gusnilawati. SH Ketua Satgas Covid -19 L-KPK N, Bapak Romi Yufhendra selaku Ketua DPD L-KPK N Sumbar dan juga kepada RT/RW maupun warga yang hadir hari ini, rabu (21/5/2020) dan juga sudah memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.

Iwan Basir Juga berpesan, “sebagaimana Kita ketahui bersama, bahwa negara kita tengah mengalami satu cobaan dalam menghadapi wabah virus corona ataupun Covid 19. Jadi Harapan kami dari DPD LPM KOTA PADANG bisa saling menjaga kesehatan dan bisa saling memberi dukungan, Khususnya kita sebagai warga yang berdomisili di kecamatan Koto tangah propinsi sumatra barat, ini juga salah satu program Lpm Kota padang dan anak yatim pun kita santuni.

Kecamatan-kecamatan lain yang rumahnya tidak layak huni, Semuanya ini bukan ada kepentingan-kepentingan lain, Ini adalah kepentingan kepedulian yang sifatnya wajib kita laksanakan, Seluruh permasalahan itu bukan tanggung jawab pemerintah saja juga tanggung jawab masyarakat, Para organisasi yang ada dikota ini, Saatnyalah kita memberikan kotribusi kepedulian kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan kita semua tambah Iwan Basir. (romi)

H. Erick Hariyona Bagikan 1000 Paket Sembako Di Sasak Ranah Pasisia

Mitra Rakyat (Pasbar)
H. Erick Hariyona putra dari Anggota DPD RI Emma Yohanna  bagikan  kurang lebih 1000 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu yang terimbas akibat wabah  Covid-19 di Kejorongan Pasa Lamo, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu ( 20/5)


"Benar, kita bagikan sembako kepada masyarakat yang  kurang mampu di Nagari Sasak ini sebagai bentuk kepedulian ditengah pandemi  menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H," kata H. Erick Hariyona selaku Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatra  Barat  yang berniat maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai calon Bupati Pasaman Barat yang akan datang.

Dikatakanya, pemberian sembako itu, sebagai bentuk kepeduliannya  untuk meringankan beban  perekonomiam saudara kita yang kurang mampu yang  mengalami kesusahan dan terimbas wabah  Covid 19 ini. Yang saat ini juga  di masa wabah Corona banyak masyarakat yang kesulitan untuk mencari rezeki,

"Dari itu, mari kita bersama -sama untuk terus berdo’a, agar wabah virus Corona bisa segera menghilang  dan berakhir dan kita semua juga dapat  terhindar serta  dijauhkan  dari wabah covid-19 tersebut " Pintanya

Lebih lanjut dikatakan, H. Erick Hariyona  selaku Bendum DPD I Partai Golkar Sumatera Barat langsung  mengantarkan ke rumah masing-masing warga  tersebut  yang terkena dampak Covid-19, di setiap kecamatan yang ada di Pasaman Barat.

Menurut Erick hal itu dilakukan, supaya bantuan yang diberikan  tepat  sasaran bagi  warga yang diberikan dan benar-benar yang  membutuhkan.

Sebelumnya, dijelaskan oleh Erick, pemberian  paket sembako juga sudah dilakukan  beberapa hari ini, sudah bagikan di setiap Kecamatan di pasaman barat  seperti, Kecamatan Sungai Beremas, Kecamatan Lembah Melintang, Kecamatan Ranah Batahan, Kecamatan Koto Balingka, Kecamatan Sungai Aur dan Kecamatan Talamau.

"Pembagian paket sembako ini akan kita berikan  merata nantinya di  19 Nagari dan 11 Kecamatan yang ada di kabupaten Pasaman Barat untuk diberikan kepada masyarakat yang  kurang mampu yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut " Pungkas Erick. (Dedi/Rudi)


Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH memimpin upacara serah terima jabata (Sertijab) Wakapolda, Karoops dan 6 Kapolres dijajarannya, Selasa (19/5) di Mapolda.

Kali ini, dalam upacara tersebut terlihat dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sertijab Karoops dan Kapolres. Untuk jabatan Karo Ops, dari Kombes Pol Firly Ruspang Samosir, digantikan Kombes Pol Heny Sulistiya Arianta. Kombes Pol Firly selanjutnya akan menjabat hal yang sama di Polda Jawa Tengah.

Kemudian, jabatan Kapolres Padang Pariaman, dari AKBP Zamroni Wibowo kepada AKBP Dian Nugraha Hyang Batara Wasida Putra Sakti.

Jabatan, Kapolres Pasaman Barat dari AKBP Ferry Herlambang digantikan oleh AKBP Sugeng Hariyadi yang sebelumnya sebagai Kapolres Padang Panjang, posisinya diisi oleh AKBP Apri Wibowo yang sebelumnya menjabat sebagai Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumbar.

Jabatan Kapolres Sijunjung ,dari AKBP Driharto diserahkan kepada AKBP Andry Kurniawan yang sebelumnya menjabat Kapolres Pariaman, sedang penggantinya adalah AKBP Deny Rendra Lasmana.

Jabatan Kapolres Solok Selatan dari AKBP Imam Yulisdianto digantikan oleh AKBP Tedy Purnanto.

Usai sertijab Karoops dan Kapolres, dilanjutkan dengan sertijab Wakapolda Sumbar. Dimana, sebelumnya dari Brigjen Pol Rudy Sumardiyanto, M.Si, kemudian diserahkan kepada Brigjen Pol Edi Mardianto.

Mutasi jabatan ini sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolri tertanggal 1 Mei 2020, masing-masing bernomor ST/1378/V/KEP/2020, ST/1382/V/KEP/2020, dan ST/1383/V/KEP/2020 yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pejabat yang lama atas segala dedikasi, pengabdian serta inovasi yang telah diberikan selama mengemban tugas pada jabatan lama.

Kepada pejabat yang baru, Kapolda juga menyampaikan ucapan selamat bertugas dengan jabatan yang barunya.

"Besar harapan saya kepada pejabat yang baru untuk dapat meneruskan dan meningkatkan hal-hal positif yang telah dicapai oleh pejabat yang lama," ucap Irjen Pol Toni.(*)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar



Demi Tegakkan Aturan, Kasat Intel Polres Pasbar Berikan Contoh Teladan

Mitra Rakyat (Pasbar)
Memasuki H-6 Idul Fitri Tim satgas pengendalian dan pencegahan Covid 19 Pasaman Barat (Pasbar) semakin memperketat pos penjagaan perbatasan, terutama pos perbatasan yang terletak di Kapunduang, Kenagarian Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasbar, Decky H Sahputra, Selasa (19/05), hal ini dilakukan karena diperkirakan arus mudik akan semakin ramai, begitu juga dengan pelaku perjalanan yang cuma sekedar melintas.

"Mulai besok (20/05) kita akan tambah personil kita untuk Posko penjagaan ini, saat ini Pasbar masih status Zero, kita tidak mau kecolongan", ujar Decky.

"Demi menjaga ratusan ribu Masyarakat Pasbar, kami siap untuk dikritik, dihujat dan dicaci maki di media sosial atas apa yang kami lakukan di Pos ini", ujar Decky lagi.

"Karena mereka tidak memahami apa yang kami kerjakan dan lakukan ini untuk apa dan untuk siapa, jadi apapun cerita tentang Tim ini di media Sosial, kami tidak akan mundur dan akan tetap melakukan pekerjaan kami sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas dari Pusat serta surat edaran dari Bupati Pasbar", tegas Decky.

Sebagai bentuk ketegasan tim Satgas pengendalian dan pencegahan Covid 19 ini, Kepala Kasat Intel Polres Pasaman Barat AKP Teguh Prayitno, SH., juga tidak luput dari tembakan Thermogun tim Satgas Pos perbatasan sebagai bentuk dan contoh bagaimana mentaati aturan yang telah ditetapkan Pemerintah.

Usai melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan menjalankan prosedur pos penjagaan perbatasan, pada kesempatan tersebut Kasat menghimbau kepada Masyarakat agar mematuhi aturan yang ada dan menghargai kerja keras tim satgas.

"Siapapun kita, apapun jabatan kita dan power apapun yang kita miliki, kita harus tetap patuhi aturan yang ada", ujarnya.

"Mari kita hargai dan hormati tugas yang dijalankan oleh Tim Satgas di pos perbatasan ini, mereka telah bekerja siang malam demi menjaga kita semua", tambah Kasat Intel.

"Kepada masyarakat Pasaman Barat saya menghimbau agar selalu menjaga kesehatan dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah, agar kita semua selamat dari penyebaran Covid 19 ini", himbaunya.

Decky H Sahputra sebagai Kabid KL/Pusat Pengendalian Operasi yang salah satunya tugasnya mengawasi Posko Perbatasan memberikan Apresiasi kepada Kasat Intel Pasbar yang telah ikut mendukung dan memberikan Contoh kepada Masyarakat. (Dedi/Rudi)


Mitra Rakyat.com(Padang)
Lembaga Komunitas Pemantau Korupsi Devisi Satgas Pengawasan dan Pemantauan Penyaluran Dana Jaringan Pengamanan Sosial Covid 19 Lembaga KPK Nusantara Sumbar yang tergabung dalam  Team Hariamau Putih Sumbar Lembaga KPK Nusantara yang dibawah naungan LEMBAGA KPK NUSANTARA Sumbar yang di Pimpinin Romi Yufhendra, Gusnilawati.SH ketua Satgas covid-19, Melakukan aksi berbagi berkah membagi-bagikan nasi kotak dan masker gratis di Bulan Ramadhan, kepada Masyarakat  yang melintas dijalan Raya Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Kota Tangah bertepatan didepan Posko Satgas covid-19 , Minggu (17/5/2020).

Aksi sosial ini bentuk kepedulian anggota lembaga terhadap masyarakat dampak pademi covid 19, kata Romi.

Ada seratusan nasi kotak dan masker yang mereka bagikan secara gratis sebagai bekal menu berbuka puasa. "Kegiatan pembagian paket buka puasa nasi kotak ini dengan tujuan berbagi berkah untuk sesama di bulan Ramadhan, dan masker untuk melindungi masyarakat dari penularan wabah covid " ungkap Ketua Satgas PPPD-JPS Covid 19  Lembaga KPK Nusantara Sumbar.



Dan intinya, karena ingin berbagi  dengan saudara-saudara di jalan yang belum bisa berbuka puasa bersama dengan keluarganya kata Team Harimau Putih Sumbar Lembaga KPK Nusantara.

Sumber Dana untuk takjil nasi kotak dan masker yang mereka bagikan itu merupakan sumbangan dari anggota-anggota Satgas dan THP Sumbar Lembaga KPK N ditambah juga dari partisipan dari warga setempat yang ikut juga bergabung dalam pembagian takjil.

Saya selaku ketua pemuda dan Masyarakat setempat sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan kawan dari Lembaga ini, bentuk dari dukungan ini, kami ikut juga menyumbangkan nasi kotak sebanyak 30 kotak dan tambahan masker juga " ujar Ari selaku Ketua HIMPAPI 08(Himpunan Pemuda/ i RW 08 Dadok Tunggul Hitam).

"Disini sudah ada pisitif corona 2 orang jadi untuk antisipasi kami juga ikut serta dalam andil ini dengan pembagian masker sekalian sosialisasi pentingnya memakai masker disaat keluar rumah, tambah ketua pemuda".

“Sebagai ketua DPD tentunya hal ini wajib hukumya untuk terwujud dan alhamdulillah berkat dorongan dari rekan rekan pengurus pembagian dan Masyarakat setempat masker dan Takjil secara gratis selesai dan  sesuai dengan rencana". ( romi )


Mitra Rakyat.com, Pasaman
Tanda peduli terhadap pandemi Virus Corona (Covid-19), Leon Fitra Irfan anggota DPRD Kabupaten Pasaman lakukan bhakti sosial dengan cara membagikan sembako kepada masyarakat, Senin (18/05).

Leon Fitra Irfan yang merupakan, warga kampuang pasia Jorong Katimahar Nagari Panti Timur Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman yang merupakan Anggota DPRD Kabuaten Pasaman dari Partai Hanura, membagikan bantuan paket sembako kepada warga.

Sebanyak 100 paket sembako di bagikan pada warga sekitar Kenagarian Panti Timur.

Bantuan sembako ini ungkap Leon, dalam rangka meringankan beban warga yang terkena dampak dari Covid-19.

“Alhamdulillah kita bisa berbagi, semoga dapat membantu meringankan beban warga,” tambahnya.

Meli yang merupakan salah satu penerima sembako, mengucapkan syukur dan terima kasih atas bantuan sembako ini. “Semoga rezeki Bapak Leon selalu bertambah terus,” kata meli.

Meli juga mengatakan, selama ini Leon memang kerapkali membantu warga. Kepedulian anggota DPRD Pasaman ini terhadap warga sekitar tak perlu diragukan lagi. Terlebih di masa sulit pandemi corona seperti sekarang.

“Alhamdulillah kami ucapkan terima kasih kepada Leon. Semoga bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat,” katanya. 


Mitra Rakyat.com( Tanah Datar) 
Masyarakat Jorong Bulan Sariak Jambak Ulu,Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, geram ulah perbuatan oknum perangkat nagari mereka. Pasalnya, diduga dana pembangunan untuk pagar mesjid diselewengkan oleh oknum perangkat nagari tersebut.

Hal itu diungkapkan Andri selaku masyarakat Nagari setempat. Andri menduga dana pembangunan pagar mesjid dikorupsi secara bersama oleh wali jorong cs, Senin (18/05) di rumahnya.



Disebutkan Andri pada pekerjaan railling pagar dengan volume 28,53 M2 harga satuannya Rp 669.000/M2 sesuai Rencana Anggaran Belanja(RAB), Namun, kuat dugaan sengaja digelembungkan oleh Kaur Pembangunan Nagari, lanjut Andri.

Fakta dilapangan harga yang diberikan kepada pihak ketiga sebagai pelaksana hanya 400.000/M2. Bahkan saat pekerjaan berlangsung, Kaur Pembangunan tidak memasang Plang proyek sebagai informasi untuk masyarakat, dan untuk pengadaan plang proyek juga dianggarkan sebesar Rp 25.0000, katanya lagi.

Apakah sisa dana pekerjaan raiiling pagar tersebut sudah dikembalikan ke Kas Nagari kita tidak tahu, katanya.

Sesuai pengakuan Madi sebagai pelaksana atau pihak ketiga. Madi mengatakan, " harga untuk pekerjaan railling pagar itu hanya 400 ribu/M2", sebut Madi kepada media ini dirumahnya.

Sepertinya,  ada indikasi Kaur Pembangunan untuk makan sendiri hasil korupsi itu, terang Madi.

Madi mengaku ke pada media harga per meter 400,000, Madi curiga dengan sikap Usman yang terburu buru itu, katanya,

Sepertinya usman  mau makan atau korupsi sendiri anggaran tersebut, dengan cara menekan harga 400,000, tukasnya. Madi kaget dapat bocoran RAB dengan Harga 669,000 M2, pungkasnya.

Sementara, hasil dalam rapat Nagari, mestinya besi yang harus digunakan besi Stenlis. Namun tidak demikian adanya, malah besi yang dipakai besi Holo, jelas Andri lagi.

Pihak Tim Pelaksana Kerja (TPK)  Nagari sendiri tidak mengetahui adanya kegiatan pembangunan pagar yang menggunakan dana Nagari,  tegas Andri.

Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Topikor)  yang terjadi dinagari ini diharapkan nya kepada Aparat Penegak Hukum(APH) yang ada di kabupaten itu untuk mengusut tuntas dan tindak tegas terhadap terduga. Agar tidak ada lagi perangkat nagari untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji ini,  pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.  (dp)


Mitra Rakyat.com(Padang)
Menanggapi video berdurasi 2.22 detik yang yang beredar di media sosia (medsos) terkait cekcok antara Ketua KPU Sumbar (Amnasmen) dengan Petugas Chek Point di Perbatasan Padang-Solok (Rita Sumarni,)"kita menilai hal tersebut adalah mutlak kesalahan Amnasmen yang tidak mematuhi aturan PSBB", kata Romi Yufendra, Ketua DPD Sumbar LSM KPK Nusantara, Senin (16/05) dirumahnya.

Sebab, Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) adalah suatu upaya dalam memutus penyebaran COVID 19, proses PSBB ini sangat sulit karena harus mendapat izin dari pemerintah pusat, jelasnya.

Ketua DPD Sumbar LSM KPK Nusantara, Romi Yufendra
"Gubernur Irwan Prayitno dengan tegas telah menandatangani seluruh aturan dan pelaksanaannya didukung oleh stakeholder termasuk dari TNI dan POLRI," lugasnya.

Romi melanjutkan, "Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menetapkan bahwa seluruh pejabat harus dilengkapi dengan Surat Tugas".

Karena Amnasmen tidak melengkapi diri dalam perjalan tugasnya dengan Surat Tugas, kita menilai Amnasmen menganggap enteng aturan terkait PSBB, katanya lagi.

Penting diketahui pada KPU Sumbar ditempatkan seorang ASN dengan jabatan yang disebut Sekretaris KPU.
Sangat mustahil Sekretaris KPU tidak menerbitkan Surat Tugas jika "benar" bahwa Amnasmen sedang melaksanakan tugas sebelum cekcok dengan Rita Sumarni, kata Romi lagi.

Sekretaris KPU Sumbar sewajarnya telah menerbitkan Surat Tugas sebelum Amnasmen berangkat (biasanya pasti include dengan biaya perjalanan dinas).
Jika Surat Tugas yang dimaksud oleh Rita Sumarni terbit setelah cekcok berarti telah terjadi maladministrasi di KPU Sumbar, terang Ketua DPD Sumbar LSM KPK Nusantara itu.

Kejadian ini harus diusut tuntas oleh Polda Sumbar secara transparan, jangan pula untuk kepentingan pribadi berlindung dengan Surat Tugas yang direkayasa, pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya. *roel*

Sering Di Bully Oknum, Puluhan Wartawan Pasbar Bantu Tim Satgas Jaga Perbatasan

Mitra Rakyat (Pasbar)
Belasan wartawan Pasaman Barat (Pasbar) ikut berpartisipasi membantu petugas di Pos perbatasan guna antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Wartawan ini membantu mencegat kendaraan yang melintas menuju Pasbar.

"Kita sangat berterima kasih kepada wartawan yang ada di Pasbar, karena sudah ikut membantu meringankan tugas kita untuk mencegat kendaraan yang melintas di perbatasan," sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasbar, Decky H Sahputra, Minggu (17/5).

Ia mengatakan, pihak nya selain terbantu tugas dilapangan, para wartawan ini bisa menjadi saksi bagaimana pihak nya sering mendapat perkataan kasar dari para pelaku perjalanan karena tidak dibolehkan masuk.

"Kita kerap menerima perlakuan kasar dari oknum pejabat, warga dan para pedagang karena tidak dibolehkan masuk. Mereka ini tidak dibolehkan masuk, selain berasal dari daerah pandemi serta memiliki KTP luar Pasbar, juga tidak membawa persyaratan yang telah ditentukan," katanya.

Ia menjelaskan, kendaraan berpelat nomor yang bukan berasal dari Pasaman Barat diberhentikan. Suhu tubuh seluruh penumpang dicek untuk memastikan tidak terpapar Covid-19.

Meski sudah di cek, kata Decky para pelaku perjalanan harus memiliki surat keterangan kesehatan dari puskesmas dan surat keterangan perjalanan dari pemerintahan, instansi serta perusahaan asal mereka.

Tentu dengan adanya para wartawan mendampingi, jelasnya, pihaknya sangat terbantu ketika menghadapi para oknum yang merasa bertangan besi dan arogan.

"Rekan kita dari wartawan ini akan maju dengan sendiri nya. Ya, kalau mau viral silahkan bersikap tidak sopan dan caci maki kami, lagian kita bekerja sesuai dengan SOP," ujarnya.

Kata Decky, petugas diperbatasan bersikap tegas tanpa tebang pilih, terhadap pelaku perjalanan yang tidak memenuhi syarat untuk melintas masuk. Ini hanya semata-mata untuk warga yang ada di Pasaman Barat agar terhindar dari COVID-19.

Sebab, virus Corona bukan virus yang bisa dianggap enteng dan virus biasa, karena obat nya hingga kini belum ditemukan. Ia juga mengaku, pihaknya sudah menjaga posko perbatasan sejak 21 Maret 2020 lalu hingga 31 Mei 2020 mendatang.

"Alhamdulillah, Pasaman Barat saat ini zero (0) dari positif corona dan kita berharap ini bisa dipertahankan, sehingga warga Pasbar dapat bebas beraktifitas tanpa ada rasa takut selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," terangnya.

Lanjutnya, meski warga yang ada di Pasbar bebas beraktifitas, ia berharap agar warga tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah selama pandemi corona ini berlangsung.

"Kita meminta dukungan serta doa, agar kami selalu diberi kesehatan selama menjaga posko pemeriksaan orang masuk di perbatasan, dan terhadap insan pers terima kasih telah membantu kami diperbatasan," ucap Decky mengakhiri.(Dedi/Rd/**)


Mitra Rakyat.com(Padang)
Sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi menurunnya sosial ekonomi yang dialami masyarakat akibat pandemi Coronavirus (Covid-19). Hal itu dialami juga oleh sebagian besar pekerja pers/jurnalis, maka dari itu Pokdarkamtibmas Sumbar membagikan sembako di kantor Pokdarkamtibmas Sumbar di Jalan Kamang No. 22.

Jurnalis sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi-informasi terkini perihal Covid-19, terus menyuguhkan berita-berita aktual dan berimbang. Meski kondisi sosial ekonomi sangat jauh dari harapan, para jurnalis masih setia menghadirkan info terupdate untuk masyarakat, bangsa dan negara.

Ketua Pokdar Kamtibmas Sumbar Triski menyampaikan bahwa, gelaran hari ini merupakan implementasi rasa simaptik dan kepedulian yang dialami teman-teman jurnalis atau wartawan.

Masih kata Triski, kehidupan dan cara kerja kita sangat berbeda pada tahun ini, kalo tahun-tahun sebelumnya wartawan berdesakan mencari informasi, tapi sekarang harus menjaga jarak aman (physical distancing) dikarenakan adanya wabah Covid-19.

“Insan media adalah garda terdepan dalam memberitakan dan mewartakan, mari kita bersama-sama menebar kebaikan di tengah Pandemi Covid-19, jaga kesehatan dan kebersihan, pakai masker dan rajin mencuci tangan dan tetap mengikuti himbauan dari Pemerintah,” ujar Triski.(Humas Pokdarkamtibmas Sumbar)


Mitra Rakyat.com(Padang)
Pada dasarnya wartawan(Pers) juga manusia layaknya warga yang hidup di sebuah negara. Artinya, pers juga berkebutuhan seperti apa yang dibutuhkan warga lainnya. Seperti hal nya pada situasi ancaman pademi covid 19 saat ini.

Pemerintah menenangkan masyarakat yang terdampak virus manakutkan ini, dengan jaminan bantuan seperti Sembako, BLT, dan nama lainnya.

Bagaimana hal nya dengan awak media yang juga mempunyai tanggungan. Apakah pemerintah juga memikiran nasib kuli tinta ini.

Pengaruh pademi covid 19 saat ini juga turut dirasakan oleh pengusaha media yang juga mempunyai kewajiban terhadap anggotanya. Apalagi media - media yang tergolong kecil, sudah pasti ikut merasakan masa sulit itu, sebut Hendrizon SH., warga Kota Padang, Kamis (14/05) di rumahnya.

Selanjutnya praktisi hukum yang tergabung dikantor hukum Liberty pimpinan Boy London ini sekaligus pemerhati media itu mengatakan, "Sesuai tupoksinya, peranan Pers sangat urgen dalam melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19".

Tanpa insan Pers dan media, Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang di gaungkan pemerintah tentu tidak akan maksimal dapat diserap oleh masyarakat banyak,  tuturnya.

Insan Pers melangkah dengan berani di tengah ganasnya ancaman pandemi Covid-19 hanya demi mencukupi kebutuhan infomasi masyarakat, agar tehindar dari pandemi Covid-19 dan  informasi hoak terkait wabah ini, lugas lowyer itu.

Dalam upaya mencegah dan meminimalisir penyebaran wabah, Pemeintah pada insan Pers (melalui Medianya) selalu mengingakan masyarakat agar berpegang pada Protokol kesehatan pencegahan Covid-19, tukasnya.

Hendrizon SH berharap kepada pemerintah agar terlintas dalam memikirkan nasib kuli tinta ini sebagai penyampai informasi kepada masyarakat banyak, pungkas nya.

Lain pihak, Bagian Humas dan Publikasi Pemko Padang sangat menyadari peranan strategis dari insan Pers (Media) tersebut. Dan berharap kerjasama yang baik terus terbina demi kepentingan masyarakat banyak.

Terkait administrasi publikasi, Kabag Protokol dan Komunikasi, Amrizal Rengganis memastikan tidak akan mengenyampingkan kewajibannya atas hak insan Pers. Karena insan Pers adalah pejuang Covid-19 yang juga terimbas dampak sosial Covid-19.

"Tidak ada niat pemko padang mengulur waktu membayar biaya publikasi, kita sama-sama tau keadan saat ini, antisipasi pandemi covid-19 membuat anggaran dijajaran pemko padang dikunci sementara, jadi buat rekan media harap maklum, jelas Amrizal, Kamis (14/5/2020) pada awak media di ruang kerjanya.

Namun meskipun begitu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi pemko padang Amrizal Rengganis, yang juga mantan wartawan ini ternyata sangat peduli pada awak media, dan mengusahakan pencairan dana publikasi yang tertunda akibat covid-19 dapat di selesaikan sebelum lebaran ini.

“kita usahakan pencairan secepat mungkin, yang jelas sebelum masuk lebaran”,tutupnya Amrizal.

(dn/ar/roel)


Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Polisi Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) beserta seluruh Polres di jajarannya secara serentak salurkan ribuan paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu dan terkena dampak pademi covid 19.

Ditandai dengan penyerahan oleh Kapolda Sumbar irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH kepada perwakilan dari Polri (Polda Sumbar dan Bhabinkamtibmas), Babinsa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kelompok Sadar (Pokdar) Kamtibmas, Jumat (15/05) di Mapolda Sumbar.

Penyerahan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan TNi – Polri ini, juga dilakukan oleh Danrem 032/Wirabraja Kolonel Inf. Arief Gajah Mada, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Rudy Sumardiyanto, M.Si, serta pejabat Utama Polda Sumbar.

Selepas itu, Irjen Pol.Drs. Toni Harmanto bersama Danrem dan PJU Polda Sumbar juga melepas ratusan kendaraan sepeda motor Bhabinkamtibmas, Babinsa dan mobil dinas yang membawa paket sembako untuk disalurkan kepada masyarakat.

Dikesempatan itu Kapolda Sumbar menyebutkan, "kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang dilaksanakan ini merupakan bentuk kepedulian TNI - Polri terhadap masyarakat yang tidak mampu dan terkena dampak pademi covid 19", sebut Kapolda.

“Kegiatan ini kami tunjukan, kami yakin ini yang di harapkan masyarakat yang tidak mampu,” ucapnya.

Dilanjutkannya, selain paket sembako dari TNI-Polri, Polda Sumbar juga menyerahkan sebagian dari zakat fitrah personel Polda Sumbar yang juga telah dijadikan paket sembako.

“Semuanya total 5.271 paket sembako. Disebarkan melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa kita yang membagikan, mereka sudah memiliki datanya,” pungkas Irjen Pol Toni.

Selain paket sembako sebanyak 5.271 paket, Polda Sumbar juga menyerahkan zakat fitrah Rp 384.600.000 (keseluruhan dijadikan paket sembako menjadi 1.923 paket), santunan anak yatim Rp. 60.000.000 untuk 300 orang anak yatim, beras 215 ton, dengan pembagian 25 ton dibagikan oleh Polda dan masing-masing Polres 10 ton. (*)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto S.Ik bersama Wartawan di Ruangan

Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Kepala Polisi Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) Irjen. Drs. Toni Harmanto MH memerintahkan kepada seluruh personil Polda Sumbar,  khususnnya daerah perbatasan untuk lebih meningkatkan pengawasan PSBB terkait Pademi Covid 19.

Agar upaya pemutusan mata rantai covid 19 tercapai, untuk itu bagi seluruh gabungan satgas covid untuk lebih waspada, jangan sampai kecolongan dengan masuknya pendatang dari luar Sumatera Barat.

Itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto S.Ik saat wawancara dengan media diruangannya, Kamis(13/05).

Mewakili Kapolda, Satake Bayu melanjutkan," terkait informasi tentang ada sopir dari Riau menuju Sumbar yang mengaku bisa lolos dari pengawasan diperbatasan karena membayar satgas yang piket saat itu, itu berita yang rancu kebenaran nya", kata Kabid Humas itu.

Karena hingga sekarang nama sopir itu pun belum diketahui, dan diperbatasan mana dia bisa lolos informasi nya juga belum pasti kebenarannya,  lanjut Satake Bayu.

Kita takut  gara - gara satu atau dua sopir,  apa yang telah direncanakan dan dilaksanakan akan menjadi kacau semua, tuturnya.

Ada yang bilang, sopir itu lolos diperbatasan masih wilayah Riau yaitu Kabupaten Kampar. Sementara tidak ada warga yang sifatnya mudik bisa masuk wilyah Sumbar, menurut laporan ada ribuan kendaraaan yang disuruh putar balik ke Riau, tegasnya.

Dan Kapolda sudah memerintahkan tim untuk menginvestigasi terkait informasi itu,  pungkasnya.

Sampai berita ini terbit media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya. *roel*


Opini
Ditulis Oleh : Mariana, S.Sos ( Guru SMPS Antam Pomalaa – Kolaka )


Mitra Rakyat.com
Sungguh tragis nasib ABK WNI yang jasadnya di larungkan dilaut, mereka adalah para pekerja di kapal ikan China, yang terindikasi mendapat perlakuan buruk mulai dari gaji yang tidak dibayar, beban pekerjaan yang sangat berat hingga perlakuan diskriminasi dan kekerasan yang berujung pada kematian.

Nasib mereka pun tak sampai di situ, perlakuan terhadap jasad merekapun sangat jauh dari nilai kemanusiaan, tak ada tangisan, tak ada pembelaan yang mereka dapatkan. Banyak yang menduga kasus ABK WNI mengarah pada perbudakan modern dengan tiga elemen di antaranya seperti buruh kontrak, pekerja paksa dan perdagangan manusia.

Mengutip dari Gatra.com, Kasus dugaaan praktik eksploitasi anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal ikan China, Long Xin 629 belum lama ini trus bergulir. Kejadian tersebut mengakibatkan meninggal dan dilarungnya 4 orang ABK asal Indonesia.

Tak hanya itu sebanyak 14 ABK meminta perlindungan hukum saat berlabuh di Busan, Korea Selatan. Anggota Komisi I DPR, Sukamta mengatakan pemerintah harus membongkar kotak Pandora praktik pelanggaran HAM berupa tindakan perbudakan atau eksploitasi berlebih di atas kapal Asing  ( Gatra.com,Sabtu(9/5).

Apa yang terjadi pada ABK WNI menunjukkan beberapa hal :
*Pertama*, Sistem kapitalis merendahkan nyawa manusia. Dibuangnya jenasah ABK WNI menunjukkan betapa nyawa manusia tidak ada harganya dan tidak bernilai. Dalam pandangan individu ataupun Negara yang bermental kapitalis aturan tertinggi adalah kebahagian dengan memperoleh sebesar-besarnya materi berupa kekayaan.

Nilai kemanusiaan yang diagung-agungkan bahkan dideklarasikan dengan nama HAM, nyatanya hanyalah ilusi. Bagi individu, korporasi maupun Negara yang berwatak kapitalis pundi-pundi kekayaan adalah hal yang sangat penting meskipun harus mengeksploitasi tenaga dan  megorbankan nyawa manusia. Karena itu penjajahan dan perbudakan adalah alat bagi kapitalisme untuk melanjutkan hegemoninya.

*Kedua*, Tidak adanya ri’ayah atau pengurusan Negara terhadap rakyatnya. Penyiksaan, kekerasan tidak mendapatkan upah  hingga kematian tragis adalah peristiwa berulang yang terus terjadi pada WNI yang bekerja di luar negeri. Sayangnya, pemerintah terkesan hanya mengulang solusi yang tidak menyelesaikan masalah, lagi-lagi yang disorot adalah perubahan regulasi, perketat aturan, tapi rakyat terus menerus menjadi korban dari regulasi yang dibuat.

Pemerintah gagal melindungi rakyatnya dari kemiskinan dan penyiksaan Negara-negara lain karena kurangnya pembinaan keahlian. Rakyat dibiarkan mengurus dirinya sendiri tanpa bekal keterampilan yang memadai sehingga rawan eksploitasi dan dimanfaatkan. Begitupun Negara tidak memberikan jaminan kebutuhan rakyat dengan lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha serta gaji yang layak sehingga banyak dari mereka terpaksa menjadi pengemis pekerjaan di Negara orang lain.

*Ketiga*, Ilusi kapitalisme menyejahterakan manusia. Salah satu contoh perbudakan ala kapitalisme modern yang ditunjukkan lewat kasus ABK WNI, dimana mereka tidak mendapatkan gaji yang layak, beban kerja yang berat, diabaikan, dibiarkan kelaparan, kematiannya tidak ditangisi bahkan mayatnya pun dibuang ke laut. Ini adalah potret betapa kapitalisme telah gagal menyejahterakan manusia.

Tentu siapapun tidak menginginkan pekerjaan seperti ini hanya saja banyak pekerja yang terpaksa bekerja tanpa henti disebabkan karena persoalan ekonomi, tutunan nafkah keluraga dan kemiskinan. Meskipun ada hukum ketenagakerjaan tapi  hukum itu masih jauh dari harapan.

*Keempat*, Negara lemah tidak punya power dihadapan Negara kuat bahkan untuk membela rakyatnya. Banyak pihak mengatakan pemerintah Indonesia harus tegas dalam merespon dugaan perbudakan WNI ABK di kapal nelayan berbedera China dengan menyampaikan tekanan diplomatik agar China menyelidiki dugaan itu secara terbuka dan menyeluruh.

Dari pemerintah sendiri telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kemenlu China untuk Klarifikasi dan pihak China bersikukuh pelarungan sudah sesuai ketentuan kelautan Internasional bahkan sudah mendapat persetujuan keluarga korban. Sementara di sisi lain keluarga ABK WNI mengaku kaget dengan pelarungan jenasah sebab info yang mereka terima, jenasah akan dimakamkan secara islam.

Sekali lagi fakta ini terus berulang, Negara-negara kuat akan terus menindas dengan arogan rakyat negeri-negeri lemah sebab Negara-negara kuat sangat paham bahwa Negara asal mereka tidak akan banyak berbuat apapun bahkan untuk membela rakyatnya sebab Negara-negara lemah tunduk pada hegemoni dan takut pada kekuatan Negara-negara kuat, apalagi Negara-negara kuat telah mengikat negara-negara lemah dengan berbagai kesepakatan  dan utang.

Dan akhir dari ABK WNI dipastikan tidak akan mendapatkan keadilan dari segi kemanusiaan. Perbudakan yang dilakukan terhadap ABK WNI akan mereka tutupi dengan uang jaminan.

*Negara Pengurus dan Pelindung Rakyat*
Dalam Islam Negara memiliki fungsi sebagai riayatus su’unil umat yakni bertanggungjawab mengurusi umat, Negara adalah pelindung dan perisai umat yang ada dibelakangnya. Berbeda dengan kapitalisme dimana Negara hanya berfungsi sebagai regulator bagi pemangku kepentingan,  hanya mengatur dengan kebijakan dan aturan tapi tidak mampu melindungi serta menjamin kehidupan rayatnya.

Dalam masalah ketenagakerjaan islam memiliki seperngkat solusi, dimana tenaga kerja tidak akan diperbudak, apa yang menjadi kewajiban Negara akan ditunaikan dan apa yang menjadi hak warga Negara akan direalisasikan. Islam melarang perbudakan dalam bekerja, islam melarang menahan gaji pekerja, Nabi Saw bersabda “Berikanlah pekerja upahnya sebelum keringatnya kering” (HR Ibnu Majah ), dalam islam kontrak kerja dikenal dengan ijarah.

Ijarah adalah memanfaatkan jasa sesuatu yang dikontrak. Adapun ijarah yang berhubungan dengan seorang pekerja (ajir) maka yang dimanfaatkan adalah tenaganya, karena itu untuk mengontrak seorang pekerja harus ditentukan jenis pekerjaannya, sekaligus waktu, upah dan tenaganya.

Jenis pekerjaannya harus dijelaskan sehingga tidak kabur, karena transaksi ijarah yang masih kabur hukmnya adalah fasad(rusak). Yang juga harus ditetapkan adalah tenaga yang harus dicurahkan oleh para pekerja sehingga para pekerja tidak dibebani dengan pekerjaan yang diluar kapasitasnya. Ada kejelasan jenis pekerjaan, waktu ,upah, serta tenaga yang dikeluarkan.

Islam mengatur begitu rinci sehinnga kezaliman terhadap pekerja dapat diminimalisasi, betapa indah manakalah islam diterapkan dalam bernegara. Nasib tragis para buruh dan pekerja tidak akan terjadi jika islam yang menaungi. Karena itu solusi tuntas dan totalitas terhadap nasib para pekerja hanya dapat diselesaikan dengan kehadiran islam dalam bentuk aturan masyarakat dan Negara.

Lalu apa yang ditunggu jika tantangan menyejahterakan pekerja justru tidak dapat dijawab secara tuntas oleh kapitalisme maupun sosialialisme, maka biarlah islam yang menjawab dan menyelasaikan masalah pekerja. Wallahu a’lam (***)

Irjen Drs. Toni Harmanto MH (Kapolda Sumbar) 

Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Dengan penetapan pandemi Covid-19, diharapkan semua negara menerapkan langkah serius demi mengurangi penyebarannya. Ini berguna untuk menekan jumlah kasus infeksi virus Covid-19 kian hari terus meningkat.

Kemampuan penularannya yang begitu cepat mendorong personil dibawah barisan Kepolisian Daerah (Polda)  Sumbar terus bergerak aktif kelapangan untuk mensosialisakannya kepada masyarakat.

Upaya pemutusan mata rantai virus yang selalu menghantui penduduk Sumbar. Polda Sumbar senantiasa melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap pelanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto S.Ik

Hal itu disampaikan Kapolda Sumbar Irjen Drs. Toni Harmanto MH melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumatra Barat (Sumbar), Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, SIK .

Menurut Kabid Humas, sosialisasi penggunaan masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak ketika harus berinteraksi dengan orang lain telah dilaksanakan di seluruh polsek.

Lebih lanjut disampaikan Satake Bayu, demikian juga halnya dengan pelaksanaan PSBB yang telah ditetapkan di Sumatera Barat, kita menghimbau masyarakat untuk di rumah saja.
Jajaran Polda Sumbar bersama tim saat sosialisasi PSBB di Kawasan Pantai Lolong

Himbauan untuk di rumah saja dapat memutus mata rantai penyebaran Covid 19.
Sehubungan dengan masih banyaknya masyarakat yang “berkumpul” menurut Satake Bayu, Jajaran Polda Sumbar akan menindak tegas dan membubarkannya.

Satake Bayu juga mengatakan, pihaknya menghimbau masyarakat untuk melaksanakan aturan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar, “dengan tekad bersama dari seluruh masyarakat untuk mentaati aturan pemerintah” mudah-mudahan Covid 19 ini segera berakhir. (DT/roel)



Mitra Rakyat.com(Padang)
Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) merupakan salah satu unit usaha milik daerah, yang yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum. PDAM merupakan perusahaan daerah sebagai sarana penyedia air bersih untuk masyarakat, yang diawasi dan dimonitor oleh aparatur eksekutif maupun legislatif daerah.

Perusahaan air minum yang dikelola negara secara modern sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1920 sampai sekarang masih dapat dirasakan oleh masyarakat banyak.

Pada masa penceklik karena wabah covid 19 saat ini, PDAM Kota Padang sebagi bentuk upaya mendukung pencegahan penularan COVID-19 tersebut.
Kepada masyarakat yang memakai jasa PDAM tagihan untuk Bulan Mei dan Bulan Juni kita meminta kerjasamanya. Demikian disampaikan Hendra Febrizal melalui Noviardi SE, Humas Perumda Air Minum Kota Padang.

Noviardi mengatakan, "hal ini merupakan upaya yang harus dilakukan dalam upaya memutus penyebaran COVID 19 di Kota Padang,
Perumda Air Minum Kota Padang disaat Pemberlakuan PSBB dan Social Distance akibat Covid 19 meminta bantuan pelanggan untuk mengirimkan photo angka meteran melalui aplikasi whatsapp (WA).
Noviardi SE Humas Perumda Air Minum Kota Padang

Noviardi mengatakan, Untuk sementara jika pelanggan tidak mengirimkan, maka akan ditaksir rata-rata pemakaian bulan sebelumnya.

Kirimkan Foto Angka Stand Meter & Nomor ID Pelanggan Mulai Tanggal 1-20 Tiap Bulan, Selama 2 Bulan ( Mei & Juni).
Berikut nomor pelayanan catat meter pelanggan, bagi pelanggan Area Pelayanan  Pusat diminta untuk mengirimkan ke nomor 082386840003.
Dan bagi pelanggan yang berada pada Area Pelayanan Utara dapat mengirimkan ke nomor 081266879939.
Sementara itu bagi pelanggan yang berada pada Area Pelayanan Selatan dapat menyampaikan data meternya di nomor 085274632425, demikian dijelaskan Noviardi. (DT/roel)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.